Bebas karena meaafkan, berarti ada yang sedang memenjarakan kita yaitu kemarahan.
Hampir tidak ada orang yang tidak marah
dalam sehari. Ada orang yang sedang memelihara rasa marah dalam hidupnya
yang memenjarakannya; karena marah itu nikmat, marah itu memberikan
tenaga, buktinya jika kita marah – tidak bisa tidur.
Berarti banyak orang yang menikmati
kekuatan dari rasa marah, untuk melemahkan dirinya; bukan untuk
menjadikan dirinya lebih hebat.
Maka marah-lah tetapi jangan menggunakan
kemarahan untuk kelemahan diri, dan melukai hubungan baik dengan orang
lain; caranya memafkan, karena dengan memaafkan menjadikan diri kita betul2 bebas.
Banyak orang menjadi tidak bebas
hidupnya karena sedang marah. Padahal orang lain itu tidak 100% salah,
sepertihalnya kita tidak 100% betul.
Maka langkah terbaik adalah memaafkan, dan logika dari memaafkan adalah “Lupakan sakitnya, tetapi ingat pelajarannya”.
Yang membuat kita memaafkan adalah “Pengetian”, orang yang mengerti mudah memaafkan. Jadi orang yang mudah marah menolak mengeti.
Hati itu bisa dilihat sebagai sebuah
pelabuhan. Pelabuhannya terkadang diisi oleh kapal2 yang terbakar yaitu
kemarahan. Pelabuhan yang diisi oleh kapal2 yang terbakar ini, tidak
mungkin damai.
Hati adalah pelabuhan bagi perasaan.
Maka janganlah hati anda, anda gunakan sebagai pelabuhan dari kemarahan.
Paling indah adalah putuskan hati anda diisi dengan cinta,kasih dan
sayang. Satu detik kita marah, ada satu detik yang terbuang untuk
berkasih sayang.
Satu detik kita marah, hanya
menyenangkan hati kita yang menikmati rasa marah. Waktu satu detik kita
bahagia mencintai ada isteri yang senang, ada anak yang senang, ada
murid yang senang atau ada bawahan yang senang.
Coba tanyakan siapa yang anda untungkan
dengan kemarahan anda?, tapi berapa banyak yang anda untungkan jika anda
menjadi pribadi yang lebih mencintai dan mengasihi?, mungkinkah anda
senyum ramah dalam kemarahan?
Berarti hati ini demikian menyambung ke
wajah, sehingga orang yang mau membaikkan wajahnya harus membaikkan
hatinya.
Jangan gunakan hati sebagai pelabuhan dari kemarahan.
Kemampuan memaafkan ditentukan oleh kualitas kasih sayang kita; semakin mengasihi, semakin mudah memaafkan.
Maka cek-lah diri anda, apabila anda sulit memaafkan, berarti kualitas kasih sayang pada diri anda tidak begitu tinggi.
Cara meningkatkan kualitas kasih sayang pada diri kita:
Putuskanlah “Anakku, aku harus mencintai-nya”, “Istreti-ku, aku harus mencintainya”. Kelihatannya lucu, karena selama menikah dia tidak sadar, bahwa rasa cinta itu adalah keputusan.
Putuskanlah “Anakku, aku harus mencintai-nya”, “Istreti-ku, aku harus mencintainya”. Kelihatannya lucu, karena selama menikah dia tidak sadar, bahwa rasa cinta itu adalah keputusan.
Jadilah orang yang memutuskan mencintai.
Jika kita mensyaratkan mencintai hanya kepada orang baik saja, itu
sebenarnya bukan cinta; itu memang sudah sewajarnya.
Kemampuan mencintai itu teruji, saat orang yang anda cintai sulit mencintai. Jadi tingkat cinta itu semakin tinggi
dengan semakin sulitnya orang yang dicintai.
Jadi jika anda mempunyai
anak yang sulit dicintai, itu yang diuji adalah cintanya anda.
Maka kemampuan memaafkan ditentukan oleh
tingginya kasih sayang dan cinta, maka putuskan mulai sekarang;
mencintai. Dan cinta yang indah itu tanpa syarat.
Hidup di dunia ini sebentar, maka marah-lah sebentar, bergembiralah yang lama, dan menicntailah sepanjang hidup.
Semua kesalahan bisa dimaafkan, tetapi tidak semua kesalahan bebas dari tanggung jawab.
Orang yang cintanya kecil, kalau
disalahi dia butuh banyak cara, logika, dan analisa untuk memaafkan. Dan
selalu memaafkan setelah terjadi.
Kalau orang itu besar, dia telah
memaafkan orang2 yang belum menyalahinya. Orang yang hatinya besar,
tidak ada yang bisa melukainya, karena sebelum salahpun dia sudah
memaafkan.
Jadilah pribadi yang cintanya kepada
sesama itu besar sekali. Kalau mau jadi orang besar itu harus jadi orang
penyayang. Orang penyayang itu akan marah sekali, jika melihat orang
miskin dibiarkan miskin, untuk keuntungan orang pandai yang tidak jujur.
Cinta membuat kita tegas; itu sebabnya ketegasan adalah kasih sayang yang kuat.
Jadi besarkanlah kemampuan menyayangi, supaya anda tidak perlu capek2 memaafkan setiap kali orang salah.
Memaafkan itu tidak ada batasnya, karena pertumbuhan tidak ada batasnya.
Hati itu dipermainkan kalau kita
menyerahkannya bulat2 seperti bola. Berarti menyerahkan hati itu jangan
semuanya, satu ujung dipegang kepada rasa hormat, ujung berikutnya
dikaitkan ke rasa baiknya orang tua dan saudara, ujung berikutnya
dikaitkan kepada tuntunan kebaikan Tuhan dan satu lagi baru dikaitkan ke
belahan jiwa kita.
Kehidupan ini semuanya perilaku Tuhan, dan Tuhan itu demikian pengasih, sehingga tidak mungkin perilakunya buruk.
Sehingga sesuatu yang baik maupun yang buruk, itu tujuannya supaya kita lebih baik.
Harapan dari orang yang menyesal atas
kesalahan adalah dimaafkan. Kalau anda tahu bahwa anda dan jutaan orang
dinunia ini berharap seperti ini, maka maafkan-lah orang yang menyesali
kesalahannya.
Orang yang menyesal atas kesalahannya, Tuhan mengganti keburukannya dengan kebaikan.
Kalau kita patuh, setiap hari kita itu
naik kelas. Kalau kita tidak patuh, hanya akan melahirkan beban hidup
sampai kita tidak bisa naik kelas.
Dikuranginya kesalahan karena minta
maaf, mengakibatkan bertambahnya kebaikan. Apalagi kalau kita memaafkan
orang, kebaikan kita ditambahkan, kebaikan orang lain juga ditambahkan.
Memaafkan itu hebat sekali.
Masalah yang lama tidak akan menggangu orang baru, maka jadilah pribadi yang baru.
Kesalahan itu baik, kalau kita
menyikapinya sebagai pembaru diri. Kesalahan itu menjadi buruk, jika
kesalahan itu membuat kita lemah, tidak mudah bergaul, dan setiap ketemu
orang menjadikan kita takut melakukan kesalahan yang sama.
Maka jadilah pribadi yang baru sekalipun
masih terkesan berpura-pura, karena semua yang asli didapat dari
pura-pura sampai percaya itu asli.
Kalau anda mengasihi diri anda, berikan
dia kesempatan untuk tumbuh, maafkan diri dari semua orang yang
membutuhkan maaf diri anda sendiri.
Memaafkan itu kapasitas yang tumbuh,
yang pertumbuhannya sesuai dengan pertumbuhan kapasitas kita untuk
mencintai. Dan kemampuan untuk mencintai itu tumbuh bersama ketegasan
anda untuk memutuskan menjadi pribadi baru; yang memilih berhati besar,
yang tidak terlukai oleh urusan2 kecil, dan tidak merusak kehidupan
karena pertimbangan2 tidak penting yang sementara itu.
Memaafkan adalah pintu menuju kekuatan
yang besar, memaafkan adalah kemampuan Tuhan yang paling kita minta,
maka penuhilah harapan orang2 yang sudah menyesal atas kesalahannya
untuk anda maafkan.
Hukuman apalagi yang dibutuhkan oleh
orang yang menyesal? Jangan nikmati penderitaan dari kekasih kita,
isteri kita, yang minta maaf; jangan lagi disiksa oleh kemarahan.
Marahi kesalahnnya dan cintai orangnya.
Mudah2an dengan ini kita menjadi bangsa yang masing2 melihat satu sama
lain, sebagai pembebas bagi satu sama lain dari siksaan batinnya.
Mudah2an kita semua menjadi pribadi yang bebas karena memaafkan.





