Thursday, 10 October 2013

Edan !! Pabrik Bayi Pertama di Dunia Dibangun di India

type='html'>
Edan !! Pabrik Bayi Pertama di Dunia Dibangun di India - Pabrik bayi pertama di dunia sedang dibangun di India. Tempat itu akan menjadi rumah bagi ratusan perempuan miskin yang dibayar untuk mengandung dan melahirkan anak-anak bagi pasangan kaya, terutama pasangan dari Eropa dan Amerika, yang tidak bisa hamil.

Para calon orangtua bisa mengirim sperma atau embrio ke sebuah toko di mana seorang perempuan kemudian disewa rahimnya untuk mengandung dan melahirkan anak, sebelum kemudian si orangtua datang untuk menjemput anak mereka yang baru lahir.

Klinik yang bernilai multi-juta dollar itu akan dilengkapi apartemen bagi pasangan kaya yang datang berkunjung, satu lantai untuk para surogate mother (perempuan yang disewa rahimnya untuk mengandung bayi orang lain dengan iseminasi buatan), kantor, kamar bersalin, sebuah departemen IVF, bahkan restoran serta toko suvenir.

Dokter di balik klinik pengembangan berteknologi tinggi itu adalah Nayna Patel, yang menjalankan sebuah klinik yang menampung sekitar 100 perempuan hamil dalam satu rumah. Patel membayar setiap perempuan yang disewa rahimnya dengan tarif 8.019 dollar atau sekitar Rp 91 juta dan menerima sekitar Rp 319 juta dari orangtua yang mengharapkan anak.

Program Patel di Anand, sebuah kota kecil di negara bagian Gujarat di mana klinik baru itu sedang dalam tahap pembangunan, telah melahirkan hampir 600 bayi untuk pasangan kaya.

Dr Patel, seorang perempuan, membeberkan dalam sebuah film dokumenter di program BBC Four pada Senin (30/9/2013) malam bahwa dia telah menerima ancaman kematian dan menghadapi tuduhan mengeksploitasi orang miskin demi mendapatkan keuntungan.

"Saya menghadapi kecaman dan saya akan mendapat kecaman lagi. Menurut banyak orang, saya kontroversial. Ada dugaan tentang penjualan bayi, pabrik pembuatan bayi," ujar Dr Patel.

Dr Patel menegaskan bahwa ia sedang dalam misi seorang feminis. Ia mengatakan "penyewaan rahim adalah soal cara seorang perempuan membantu yang lain".

Dia menolak anggapan bahwa dirinya mengeksploitasi para perempuan yang menyewakan rahimnya itu. "Para perempuan itu melakukan pekerjaan," katanya.

"Ini sebuah pekerjaan fisik, mereka dibayar untuk pekerjaan itu. Para perempuan itu tahu tidak ada keuntungan tanpa rasa sakit."

Seorang perempuan yang disewa rahimnya, Papiya, yang sedang hamil bayi kembar untuk pasangan Amerika, mengatakan, dia berencana untuk menggunakan uang hasil sewanya di sebuah rumah baru buat keluarganya.

"Dengan memiliki bayi kembar, berarti kami mendapatkan fee yang lebih besar," katanya.

"Saat terakhir saya menjadi ibu yang menyewakan rahim, saya membeli barang-barang rumah tangga, sebuah mobil, dan meminjamkan sebagiannya untuk kakak ipar."

Seorang perempuan lain yang juga disewa rahimnya, Vasanti, mengatakan bahwa ia mampu mengirim putrinya ke sebuah sekolah berbahasa Inggris yang baik dengan uang tunai yang ia peroleh. Dia juga menggunakan biaya itu untuk membangun rumah baru bagi keluarganya.

Dalam film dokumenter pada Senin malam itu, yang berjudul House of Surrogates, Dr Patel terlihat berdoa ketika dia meletakkan embrio di dalam rahim si ibu yang menyewakan rahimnya. Dalam dua minggu, tes darah akan menunjukkan apakah perempuan itu hamil atau tidak.

Namun, film itu mengungkap ada kemungkinan persoalan non-medis yang menimpa mereka yang terlibat. Seorang warga Kanada bernama Barbara (54 tahun) terjebak di India selama empat bulan dengan anaknya yang baru lahir dari seorang ibu yang disewa rahimnya sebelum Barbara mendapat semua dokumen yang diperlukan untuk bisa membawa anaknya pulang.

Barbara, yang telah mencoba selama 30 tahun untuk menjadi seorang ibu, berkata, "Kemandulan merupakan masalah medis. Jika orang yang lahir dengan penglihatan yang buruk mendapatkan kacamata, dan penderita diabetes mendapatkan insulin, mengapa kami tidak bisa mendapatkan perawatan medis untuk masalah kami?"


Wednesday, 2 October 2013

7 Obyek Unik yang Dibangun di Atas Gedung

type='html'>
Keterbatasan lahan di perkotaan memaksa manusia melakukan pembangunan vertikal. Rupanya, atap-atap gedung pun menghasilkan lahan baru yang kosong. Alhasil, kreativitas pun berlanjut. Ruang tersebut dimanfaatkan lagi untuk berbagai kepentingan.

Hasilnya bisa terlihat pada 7 obyek unik yang dibangun di atas gedung pada daftar di bawah ini.



1. Rumah Miring


Rumah yang disebut dengan nama Fallen Star ini dibuat oleh seniman Korea Selatan, Do Ho Suh dan bisa kamu temukan 'nangkring' di ujung atap gedung lengkap dengan kebun kecil. Suh mendapatkan ide untuk rumah ini saat dia berkunjung ke Inggris. Uniknya, rumah ini tampak miring dan sepertinya harus yang bermental kuat serta tidak takut ketinggian jika ingin ada di dalamnya. Bayangkan bagian lantai seakan melayang di atas udara.



2. Rumah 2 Lantai


Rumah yang dibangun di atas gedung perusahaan ini bisa kamu temukan di Dongguan, provinsi Guangdong - China. Selesai dibangun pada 2011, menurut petugas lokal bangunan ini tidak memiliki izin dan rumah tambahan ini tidak dilaporkan sebagai desain awal bangunan.



3. Kuil Ibadah
 

Kuil ibadah privat ini dibangun di atas sebuah apartemen 20 lantai di kota selatan China, Shenzhen. Sayangnya, kuil yang ada di distrik Nanshan ini dibangun tanpa izin sehingga membuat banyak pihak mempertanyakan keamanannya.



4. Vila Perbukitan


Zhang Biqing seorang pebisnis sukses China dari Beijing menghabiskan 6 tahun membangun sebuah villa dua lantai dengan latar bukit mini di sebuah bangunan apartemen tinggi. Villa ini bisa kamu temukan di kawasan elit Park View. Sayangnya, villa yang dikelilingi pepohonan, teras dan sebuah studio karaoke ini akan diruntuhkan lantaran ilegal. Bahkan warga sekitar mengeluhkah kebisingan pembangunan villa bukit itu terutama material bangunan yang terlalu berat ditakutkan bisa membuat apartemen roboh.



5. Danau Buatan
 

Danau buatan ini bisa kamu temukan di Selfridges, London. Sebelumnya tempat ini merupakan taman di atas atap yang dibuka untuk umum semenjak Perang Dunia II. Danau ini berwarna hijau dan kamu bisa memesan cocktail saat berlayar di atasnya menggunakan sampan mini. Atap ini menawarkan pemandangan London yang spektakuler yang bisa membuatmu melepas lelah pasca berbelanja.



6. Rumah Terbalik
 

Kantor utama Strabag di Slowakia adalah sebuah bangunan hemat energi yang juga memiliki rumah dengan posisi terbalik dibangun di atas atapnya. Perusahaan konstruksi Eropa dengan seniman mereka Erwin Wurm yang membuat bangunan unik ini.




7. Kampung Sederhana
 

Sebuah perusahaan arsitektur Belanda merancang proyek bernama Kampung Didden. Dengan keseluruhan gedung di-cat berwarna biru, mereka membangun dua buah rumah di atas gedung. Dan rupanya tak berhenti hanya di satu gedung saja. Dengan alasan privasi, pihak pengembang membangun Didden Village lagi di tengah tingginya permintaan akan rumah





























Sumber:
kapanlagi.