Wednesday, 5 September 2012

Keajaiban Kompleks Pada Kumis yang Dimiliki Kucing

Mungkin jikalau saja kita (umat manusia) mau berfikir tentang hal-hal kecil yang mungkin dianggap remeh yang ada di sekitar kita, maka Insya'Allah kita akan lebih tau diri dan tidak sombong dengan kepandaian atau kemampuan kita.


Karena dibalik hal yang mungkin dianggap banyak orang tidak penting atau hanya hiasan ternyata mempunyai susunan yang kompleks dan komplit jika dibandingkan dengan kemampuan robot yang super canggih yang pernah disusun manusia. Contohnya seperti Kumis yang ada di bawah hidung kucing.

Ternyata kumis kucing ini memiliki pola yang unik yang berbeda pada satu kucing dengan yang lainnya, seperti sidik jari pada manusia. Namun, kumis pada semua kucing memiliki fungsi yang sama yakni sebagai mekanisme sensoris yang sangat penting.

Kerusakan pada kumis kucing tidak hanya menyebabkan kucing menjadi tidak nyaman, tetapi juga membuat mereka menjadi bingung dan kehilangan arah, selain itu banyak efek samping negatif lainnya yang akan dibahas di bawah.

Kumis kucing sendiri tidak lebih dari sejenis rambut tebal dan panjang biasa. Pentingnya kumis ini terletak pada kenyataan bahwa mereka berakar ke dalam folikel yang dikelilingi oleh jaringan otot yang sangat kaya akan sel saraf dan sel-sel sensorik. Sel-sel saraf pada akar ini kemudian terhubung ke area khusus dari otak kucing.

Fungsi utama dari kumis kucing adalah untuk bekerja sebagai sistem pemindaian (scanning) lingkungan. Yang menarik, kucing tidak perlu menyentuh objek dengan kumis mereka untuk mendeteksi objek.


Saraf di dasar kumis bahkan cukup sensitif untuk mendeteksi gerakan kecil udara yang menggetarkan kumis. Mereka begitu sensitif, kucing bahkan dapat mendeteksi gerakan udara dalam ruangan, seperti udara yang mengalir di sekitar perabotan, yang memungkinkan kucing tahu ada objek di sana, bahkan ketika keadaan sedang gelap gulita.

Oleh karena itu, nama ilmiah untuk kumis kucing adalah 'vibrissae' yang mengisyaratkan sensitivitas mereka untuk getaran dalam arus udara. Hal ini penting untuk kucing karena mereka adalah pelihat jarak jauh dan memiliki kesulitan untuk melihat hal-hal yang dekat (seperti orang yang mengalami rabun dekat).

Oleh karena itu, kucing liar di alam akan aktif di malam hari (nokturnal), karena hal ini akan membantu mereka "melihat" lebih jelas pada saat mereka berburu. Karena hal ini pula, kucing yang mengalami kebutaan pada mata mereka akan mengandalkan hampir sepenuhnya pada kumis mereka untuk menentukan arah dan mengetahui benda-benda di sekitarnya.

Penelitian juga telah menunjukkan bahwa kucing tanpa kumis akan mengalami kesulitan dalam memperkirakan ukuran bukaan pintu dan dapat dengan mudah terjebak.

Karena tidak seperti manusia yang dapat berjalan mundur dengan mudah, kucing memiliki struktur tulang selangka yang berbeda, sehingga mereka tidak dapat memutar balik melalui bukaan yang sangat sempit. Sehingga sekali mereka salah memperkirakan besar bukaan yang akan dilalui, mereka akan tersangkut.

Menariknya, ada juga beberapa bukti yang menunjukkan bahwa kumis kucing entah bagaimana juga membantu kucing dalam mendeteksi bau. Fakta juga menunjukkan bahwa kumis kucing penting untuk keseimbangan kucing.


Tanpa kumis, kucing akan mengalami kesulitan untuk sekedar berjalan lurus apalagi ketika mereka berlari. Mereka juga cenderung akan salah menilai jarak ketika akan melompat sehingga sering terjatuh serta kadang-kadang suka berlari ke arah benda-benda dengan tidak terarah.

Mengingat pentingnya kumis ini bagi kucing, kucing memiliki semacam mekanisme pertahanan untuk melindungi kumisnya dari kerusakan. Ketika kucing sedang marah atau akan berkelahi, kumis akan ditarik masuk untuk menghindari kerusakan akibat perkelahian.

Selain itu kucing juga memiliki kemampuan untuk menumbuhkan kumisnya yang rusak, ketika kumisnya mengalami kerusakan atau tidak sengaja terpotong oleh anda, kumis kucing dapat kembali tumbuh asalkan folikel kumisnya sendiri tidak rusak.

Sumber :
danishe.com

moggies.co.uk
helium.com
kaskus.co.id

Tuesday, 14 August 2012

7 Kucing Terlangka di Dunia

Kucing merupakan hewan pliharan yang lucu banyak orang memelihara kucing sebagai hobi namun taukah kamu ternyata di dunia ini ada lho kucing kucing langka yang jarang kamu ketahui kamu ingin tahu kucing apa aja itu simak berikut ini.

 
1. Andean Montain Cat 
[Image: Andean+Montain+Cat.jpg]

The Andean Mountain Cat merupakan kucing yang sangat langka di perkirakan populasi kucing ini sekitar 2500 yang banyak di temui di daerah pegunungan Bolivia, Peru, Argentina, dan Chile. Kucing ini memiliki panjang hampir 2 meter.


2. Pallas Cat 
[Image: Pallas+Cat.jpg]

Pallas The Cat (Otocolobus manul) disebut juga ?Manul?. Kucing ini terlihat sangta besar sebenarnya ukuranya sama dengan kucing biasa namun karena bulunya yang tebal membuat kucing ini terlihat lebih besar dari kucing biasanya. Wajah kucing ini juga terlihat aneh dengan wajah bulat dan memiliki sedikit gigi kucing ini banyak di temukan di daerah Eropa, kucing ini juga merupakan sepsis kucing tertua di dunia yang telah berkembag sejak 12 tahun yang lalu.


3. Margay Cat 
[Image: Margay+Cat.jpg]

Sebenarnya ini adalah kucing rumahan namun ukuranya lebih kecil dan memiliki kakai yang cukup panjang , kucing ini jarang terlihat di siang hari sebap kucing ini lebih suka berburu di malam hari, kucing ini bayak di temukan di daerah Meksiko dan Brazil.


4. Fishing Cat 
[Image: Fishing+Cat.jpg]

Kucing jenis ini bisa di temukan di daerah Asia dan Asia Tengara dimana kucing ini lebih suka tingal di dekat air sebap ikan merupakan makannan pokok kucing ini, kicing ini terancam punah akibat lahan basah yang di keringkan untuk pemukiman manusia.


5. Serval Cat 
[Image: Serval+Cat.jpg]

Serval merupakan kucing afrika yang memiliki kaki yang panjang yang di yakini sebagai nenek moyang dari singa dan citah, kucing ini banyak terdapat di daerah padang savana di Afrika.


6. Caracal Cat 
[Image: Caracal+Cat.jpg]

Kucing ini dapat hidup dengan baik di daerah gunung dan gurun dan memiliki kemapuan bertahan hidup yang tinggi dengan tidak minum dalam jangka waktu yang panjang, kucing ini bisa di temukan di daerah Asia dan Afrika dan bayak orang memelihara kucing ini sebagai hewan pliharan.


7. African Golden Cat 
[Image: African+Golden+Cat.jpg]
Kucing ini tidak selalu berwarna emas terkadang bulu bulu kucing ini berwarna berfariasi mulai dari emas kemerahan menjadi abu-abu gelap dengan tanda khusus . Kucing ini dapat di temukan di daerah hutan hujan katulistiwa di Afrika . Kucing ini juga di masukan kedalam hewan yang akkan terancam punah dari bumi ini 
 
 

Sunday, 15 July 2012

Keajaiban Pada Kumis yang Dimiliki Kucing

Mungkin jikalau saja kita (umat manusia) mau berfikir tentang hal-hal kecil yang mungkin dianggap remeh yang ada di sekitar kita, maka Insya'Allah kita akan lebih tau diri dan tidak sombong dengan kepandaian atau kemampuan kita.

Karena dibalik hal yang mungkin dianggap banyak orang tidak penting atau hanya hiasan ternyata mempunyai susunan yang kompleks dan komplit jika dibandingkan dengan kemampuan robot yang super canggih yang pernah disusun manusia. Contohnya seperti Kumis yang ada di bawah hidung kucing.

Ternyata kumis kucing ini memiliki pola yang unik yang berbeda pada satu kucing dengan yang lainnya, seperti sidik jari pada manusia. Namun, kumis pada semua kucing memiliki fungsi yang sama yakni sebagai mekanisme sensoris yang sangat penting.

Kerusakan pada kumis kucing tidak hanya menyebabkan kucing menjadi tidak nyaman, tetapi juga membuat mereka menjadi bingung dan kehilangan arah, selain itu banyak efek samping negatif lainnya yang akan dibahas di bawah.

Kumis kucing sendiri tidak lebih dari sejenis rambut tebal dan panjang biasa. Pentingnya kumis ini terletak pada kenyataan bahwa mereka berakar ke dalam folikel yang dikelilingi oleh jaringan otot yang sangat kaya akan sel saraf dan sel-sel sensorik. Sel-sel saraf pada akar ini kemudian terhubung ke area khusus dari otak kucing.

Fungsi utama dari kumis kucing adalah untuk bekerja sebagai sistem pemindaian (scanning) lingkungan. Yang menarik, kucing tidak perlu menyentuh objek dengan kumis mereka untuk mendeteksi objek.

Saraf di dasar kumis bahkan cukup sensitif untuk mendeteksi gerakan kecil udara yang menggetarkan kumis. Mereka begitu sensitif, kucing bahkan dapat mendeteksi gerakan udara dalam ruangan, seperti udara yang mengalir di sekitar perabotan, yang memungkinkan kucing tahu ada objek di sana, bahkan ketika keadaan sedang gelap gulita.

Oleh karena itu, nama ilmiah untuk kumis kucing adalah 'vibrissae' yang mengisyaratkan sensitivitas mereka untuk getaran dalam arus udara. Hal ini penting untuk kucing karena mereka adalah pelihat jarak jauh dan memiliki kesulitan untuk melihat hal-hal yang dekat (seperti orang yang mengalami rabun dekat).

Oleh karena itu, kucing liar di alam akan aktif di malam hari (nokturnal), karena hal ini akan membantu mereka "melihat" lebih jelas pada saat mereka berburu. Karena hal ini pula, kucing yang mengalami kebutaan pada mata mereka akan mengandalkan hampir sepenuhnya pada kumis mereka untuk menentukan arah dan mengetahui benda-benda di sekitarnya.

Penelitian juga telah menunjukkan bahwa kucing tanpa kumis akan mengalami kesulitan dalam memperkirakan ukuran bukaan pintu dan dapat dengan mudah terjebak.

Karena tidak seperti manusia yang dapat berjalan mundur dengan mudah, kucing memiliki struktur tulang selangka yang berbeda, sehingga mereka tidak dapat memutar balik melalui bukaan yang sangat sempit. Sehingga sekali mereka salah memperkirakan besar bukaan yang akan dilalui, mereka akan tersangkut.

Menariknya, ada juga beberapa bukti yang menunjukkan bahwa kumis kucing entah bagaimana juga membantu kucing dalam mendeteksi bau. Fakta juga menunjukkan bahwa kumis kucing penting untuk keseimbangan kucing.

Tanpa kumis, kucing akan mengalami kesulitan untuk sekedar berjalan lurus apalagi ketika mereka berlari. Mereka juga cenderung akan salah menilai jarak ketika akan melompat sehingga sering terjatuh serta kadang-kadang suka berlari ke arah benda-benda dengan tidak terarah.

Mengingat pentingnya kumis ini bagi kucing, kucing memiliki semacam mekanisme pertahanan untuk melindungi kumisnya dari kerusakan. Ketika kucing sedang marah atau akan berkelahi, kumis akan ditarik masuk untuk menghindari kerusakan akibat perkelahian.

Selain itu kucing juga memiliki kemampuan untuk menumbuhkan kumisnya yang rusak, ketika kumisnya mengalami kerusakan atau tidak sengaja terpotong oleh anda, kumis kucing dapat kembali tumbuh asalkan folikel kumisnya sendiri tidak rusak.

Thursday, 5 July 2012

Gambar Lucu: Profesi di Dunia Kucing

Mari berkhayal.... Seandainya ada dunia yang dihuni oleh kucing semua (sebut saja "Cat World"), bagaimana aktivitas mereka?

Nah, berikut gambar-gambar yang menunjukkan 10 pekerjaan yang kucing lakukan di dunia mereka. Untuk kamu para penggemar kucing, selamat menikmati :-)



Sang Profesor

 
Tukang Jahit

 
Business Man


Ahli Strategi Perang


Tukang Pijat


Tukang Kebun


Penari


Pemain Piano


Pemain band (bassist)


Rastafara (Reggae man) 



Ah, satu bonus lagi.... mungkin kamu teringat sama nenek di rumah yang kerjanya menyulam terus sepanjang hari.







Sumber:
buzzfeed