Wednesday, 1 August 2012

Tips Mengatasi Lima "Cobaan" Dalam Hal Berpuasa

 
Ibadah puasa merupakan suatu salah satu rukun islam yang hukumnya wajib untuk dilaksanakan bagi umat muslim. Namun dalam melaksanakan ibadah tersebut tidak lepas dengan cobaan dan godaan. Untuk menjalankan ibadah puasa tersebut berjalan lancar, terapkanlah strategi pola makan sehat dan tepat. Persisnya, untuk mengatasi lima "cobaan" puasa :

1. "Kalap" ketika Berbuka

Aksi "balas dendam" kerap dilakukan secara tidak sadar ketika berbuka puasa. Padahal, puasa melatih seseorang lebih bersabar menahan diri, termasuk nafsu menyantap makanan berlebihan. Pilihlah minuman dan makanan yang memiliki asupan elektrolik tinggi untuk menimalisir efek dehirasi. Makananlah secukupnya dan pilihlah buah-buahan sebagai pencuci mulut, hal ini dapat mengurangi "efek" bobot berlebih alias kegemukan usai berpuasa.

2. Lemas saat Berpuasa.

Dengan berpuasa kerja organ tubuh "diistirahatkan" selama 12 jam lebih. Alhasil, tubuh Anda secara otomatis beradaptasi menjadi mudah lemas dan mengantuk, terutama di minggu pertama puasa. Mengatasinya, konsumsilah makanan suplemen saat sahur seperti Vitamin C dan vitamin B, atau multivitamin yang mengandung zinc dan selenium. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk memilih suplemen yang tepat.

3. Bau Mulut.

Aroma mulut yang kurang sedap kerap menjadi tantangan tersendiri saat berpuasa. Larangan minum membuat tubuh mengalami dehidrasi dan rongga mulut menjadi kering. Alhasil kadar air liur atau saliva mengalami penurunan dan membuat bakteri dalam mulut mudah berkembang biak. Santaplah menu makanan yang mengandung seledri, keju, jamur shiitake (sejenis jamur), dan biji wijen. Bahan tersebut mampu melindungi rongga mulut dan membunuh bakteri yang menimbulkan bau tidak sedap.

4. Sembelit atau Konstipasi.

Jeda waktu makan antara saat sahur dan berbuka membuat organ dalam saluran pencernaan memiliki waktu istirahat banyak. Kondisi ini menyebabkan daerah usus tidak berkontraksi, sehingga bisa menimbulkan sembelit atau susah buang air besar. Mengantisipasinya, perbanyaklah minum air putih, serta makan sayur dan buah-buahan.

5. Merasa Kenyang saat Sahur.

Kebiasaan mengemil setelah berbuka atau usai salat Tarawih kerap datang menggoda. Terlebih lagi, jika saat berbuka "kalap" dan menyantap makanan sebanyak mungkin. Hal itu menyebabkan perut terasa kenyang saat waktu sahur tiba. Makanlah secukupnya.


Thursday, 12 July 2012

Makan Apa Untuk Mengatasi Masuk Angin?

Masuk angin, kondisi melemahnya tubuh karena berkumpulnya gas yang tidak merata dalam tubuh hanya dikenal oleh orang Indonesia. Dunia medis sempat menganggapnya sebagai mitos, walau nyatanya 'penyakit' ini memang ada.



Dunia barat tidak mengenal masuk angin, maka orang asing yang datang ke negeri ini akan bingung mendengar kata "masuk angin". Menurut wikipedia, istilah paling tepat adalah catching cold. Masuk angin bila tak diatasi memang mengarah pada demam (cold) dan akhirnya flu.

Bagaimana cara mengatasi masuk angin? Biasanya dengan dikerik (kerokan), dikop, dipijit, atau membalurkan balsem ke bagian tubuh, sehingga kembali menormalkan suhu badan. Karena masuk angin biasanya disebabkan oleh udara dingin yang berlebihan, atau terpapar angin sehingga menurunkan daya tahan tubuh.

Selain cara di atas, kita bisa juga mengatasi masuk angin dengan mengonsumsi beberapa jenis makanan seperti berikut ini. Namun, patut diperhatikan bagi orang yang menderita penyakit maag atau gangguan pencernaan memilih makanan yang tepat. Alih-alih menyembuhkan masuk angin, malah menyerang lambung.

 
Sup Ayam
    sajiansedap.com

Para peneliti dari Nebraska University menemukan bahwa sup berguna sebagai anti radang yang meredakan gejala masuk angin. Sup ayam relatif paling aman bagi penderita maag. Sup ayam juga sangat bagus sebagai pereda pilek atau influenza.

 
Bawang Putih


Mengandung senyawa allicin, yang terbukti punya fungsi antibakteri dan antijamur. Pada beberapa kasus, terutama penderita maag akut sebaiknya berhati-hati mengonsumsi bawang putih saat masuk angin.

 
Jus Jeruk

 
     caritempatmakan.com


Vitamin C merupakan antioksidan alami dan membantu tubuh melawan infeksi. Buah jeruk penuh dengan vitamin C, jadi cobalah minum jus saat masuk angin.

Jus jeruk mengandung asam lumayan tinggi, bila maag sedang kumat jangan minum jus jeruk kecuali kondisi perut sedang normal.

 
Teh Peppermint

 
    healthmango.com

Peppermint punya berbagai fungsi sebagai dekongestan, ekspektoran dan antivirus yang dapat meredakan nyeri tenggorokan dan melegakan batuk. Peppermint relatif aman bagi penderita maag, kecuali saat masuk angin juga menimbulkan rasa tak enak pada perut (maag kambuh) sebaiknya berhati-hati. Biasanya dokter melarang pasien maag meminum teh.


Jahe

 
     goodchefbadchef.com.au

Rempah dari akar ini sudah lama disebut-sebut dapat menyembuhkan berbagai penyakit, mulai dari mual dan artristis sampai infeksi saluran nafas atas. Untuk penderita maag, sama seperti penanganan dengan teh peppermint.



 


Sumber:
id.she.yahoo.com dan sumber lain.
 

Friday, 22 June 2012

Tips Mengatasi Bertengkar Dengan Pacar dan Tips Mengatasi Bertengkar Dengan Pacar



Saat Bertengkar dengan pacar terasa dunia ini terbalik. Satepun rasa tempe goreng. hehe lebay. Dalam sebuah hubungan, pertengkaran memang tidak bisa dihindari. Jika tidak hati-hati, masalah kecil akan menjadi besar. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, simak tips mendinginkan suasana ini.


1. Tenang. Ambil jeda waktu beberapa menit ketika muncul perasaan ingin ‘meledak’. Anda bisa pergi ke ruangan lain dan lepaskan ‘ledakan’ itu di sana. Bila perlu, ambil waktu lebih panjang. Setelah tenang, temui kembali pasangan dan selesaikan masalah dengan kepala dingin.

2. Hindari Kata ‘Selalu’ Dan ‘Tidak Pernah’. “Kamu selalu begitu” atau “Kamu tidak pernah mengerti perasaanku”. Ucapan ini sering terlontar ketika kita marah pada pasangan. Padahal, penggunaan kata-kata ini akan semakin memperuncing pertengkaran. Hindari ucapan tersebut atau coba katakan lebih spesifik dan jelas.


3. Stop Berultimatum. Apa pun masalahnya, pertengkaran bukan akhir sebuah hubungan. Jadi, jangan mengeluarkan ultimatum atau mendeklarasikan hubungan Anda telah berakhir. Fokuskan perhatian pada inti masalah. Jangan biarkan diri Anda terbawa suasana.


4. Jangan Katakan “Aku benci Kamu”. Apa pun yang Anda rasakan saat bertengkar, jangan pernah sekali pun mengeluarkan ungkapan benci. Apalagi jika sebenarnya Anda tidak bermaksud seperti yang Anda katakan. Ungkapan seperti, “Aku benci kalau kamu bersikap seperti itu”, akan lebih enak didengar dibandingkan “Aku benci padamu”.


5. Toleran. Taktik bagus untuk menenangkan dan mendinginkan suasana adalah dengan berkata lembut dan halus pada pasangan yang sedang ‘panas’ hati. Bersikaplah lebih toleran, sabar dan tempatkan diri Anda di posisinya. Jika Anda tak pernah melakukan hal ini pada pasangan, jangan harap dia akan berbuat sama pada Anda.

6. Jangan Akhiri Pertengkaran Dengan Pertengkaran. Maksudnya, jangan mengomentari pertengkaran yang telah lewat secara berlebihan. Tidak penting siapa yang mulai menyela atau berteriak, jika Anda dan dia telah setuju dan berdamai. Hentikan tindakan atau ucapan yang dapat menyulut pertengkaran baru.


7. “Maaf”. Kata ini memang memiliki kekuatan magis yang besar dan bekerja sangat baik dalam menyelesaikan pertengkaran. Mintalah maaf kalau pernah berlaku tidak baik selama pertengkaran, meski Anda merasa tidak bersalah dalam pertengkaran tersebut.

Bagian terbaik dari sebuah pertengkaran adalah saat berbaikkan. Jadi, berbaikanlah. Nyatakan perasaan cinta Anda dan peluk dia!
Sumber:aneh92.blogspot.com