Saturday, 22 September 2012

Top Ittipat, Kisah Sukses Seorang Milyuner Muda

Jalan hidup seseorang bisa begitu berliku adanya namun selalu saja tetap ada ujungnya. Kesuksesan adalah impian semua orang. Berlikunya jalan akan sampai pada kesuksesan asalkan dijalani dengan kesungguhan hati dan kerja keras.

Begitulah kisah yang terjadi dalam hidup seorang pemuda bernama Top Ittipat dalam menjalani usaha bisnisnya dan menghantarkan Tao Kae Noi, produk cemilan rumput lautnya pada dunia. Di usianya yang ke 26 tahun ini, Top telah menjadi seorang milyuner muda.


Pria kelahiran Thailand ini sesungguhnya hanyalah seorang biasa saja. Pada mulanya tak ada yang begitu spesial dari dirinya. Bahkan pemuda ini cenderung cuek dan tidak terlalu memikirkan masa depan.

Seperti kebanyakan pemuda seumurannya, Top pernah alami kecanduan game online saat dia berumur 16 tahun dan membuatnya telantarkan sekolahnya. Bukan satu hal yang baik tentu saja tapi perkenalan dunia bisnis justru dimulai dari sini.

Top mendapatkan uang dari menjual item senjata-senjata miliknya di game online. Dengan bisnisnya ini dia bahkan meraih penghasilan mencapai 1 juta Baht dan dapat membeli sebuah mobil seharga 600 Baht (sekitar 200 juta rupiah).


Para pembelinya adalah sesama pecinta game online dan ada juga yang berasal dari luar negaranya. Namun karena ini bisnis ilegal maka sudah pasti tak akan dapat bertahan lama. Rekening game onlinenya di blok karena diketahui melakukan transaksi jual beli.

Disaat yang bersamaan bisnis orang tuanya mengalami kebangkrutan dan disaat yang bersamaan pula karena kemalasannya di sekolah selama ini Top tidak berhasil masuk kuliah perguruan tinggi negeri dan harus masuk Universitas Swasta.

Dengan sisa uang yang dimilikinya Top beralih usaha ke bisnis DVD Player tapi Top ditipu mentah-mentah sebab semua DVD Playernya ternyata barang palsu dan uangnya tidak dapat kembali. Top juga berusaha mencari pinjaman uang ke bank untuk memulai usaha baru. Namun, pihak bank tak begitu saja menyetujuinya.

Di titik inilah Top mulai menyadari kesalahannya karena telah melalaikan sekolah dan pelajaran. Di titik yang sama ini jugalah, Top mulai bersentuhan dengan kerasnya dunia bisnis.

Hutang yang melilit usaha orang tuanya yang mencapai 40 juta Baht semakin memperburuk keadaan. Terlebih lagi rumah mereka disita pihak Bank. Ditengah himpitan ini Top tetap berkeras.

Setelah akhirnya dapatkan pinjaman dari bank, segala hal dia coba lakukan, Top mencoba berjualan kacang (chesnut) bersama dengan pamannya.

Diawali dengan mencari cara bagaimana strategi berjualan yang baik supaya bisa laris kepada para penjual kacang lainnya yang telah sukses sampai lakukan beberapa eksperimen untuk mendapatkan resep terbaik bagi produk kacangnya sehingga memiliki cita rasa yang khas dan unik.

Lalu akhirnya Top membuka kedai di mall dan belajar tentang menemukan tempat yang stategis. Sebab lokasi menjadi salah satu faktor menentukan dalam keberhasilan penjualan suatu produk.

Namun berwiraswata memanglah tidak mudah. Saat Top mulai melakukan ekspansi bisnis chesnutnya secara besar-besaran, timbul suatu masalah lain dimana mesin pembuat kacang goreng yang Top pergunakan menimbulkan asap dan mengotori atap Mall sehingga harus tutup dan pihak Mall juga membatalkan kontrak kedainya. Dititik ini Top hampir putus asa.

Orang tuanya pun memutuskan untuk pergi ke China. Top tetap berkeras untuk bertahan di Thailand dan melanjutkan usahanya. Dari bisnis jual kacang, Top beralih haluan untuk berbisnis rumput laut goreng. Makanan cemilan yang kekasihnya berikan.

Inspirasi memang bisa datang dari mana saja, sekalipun akhir kisah cintanya tak memberikan kenangan yang manis sebab kekasihnya pun akhirnya meninggalkan Top dikarenakan Top lebih konsentrasi mengurus bisnis dan usahanya.


Top pun memulai usaha kerasnya dengan mencari bahan rumput laut lalu belajar rahasia menggoreng rumput lautnya. Biaya yang dikeluarkan untuk pembelajaran ini mencapai lebih dari 100 ribu Baht.

Belum lagi Top juga harus mempelajari cara untuk mempertahankan rumput lautnya agar tidak basi jika disimpan untuk beberapa hari lamanya. Dalam tekanan yang begitu hebat Top berusaha mencari tahu tentang strategi penjualan dan inspirasi pun datang kembali untuk menjual produknya di mini market 7-Eleven.

Lagi-lagi tidak semudah membalik telapak tangan. 7-Eleven ternyata memiliki standard yang tinggi yang harus dipenuhi supaya produk Top bisa masuk pasaran. Berbagai upaya Top lakukan tapi semua mengalami kebuntuan.

Keputusasaan melanda dirinya. Top hampir-hampir memutuskan untuk berangkat ke China tapi sebelum itu terjadi Top melakukan usaha terakhirnya demi memenuhi syarat dari pihak 7-Eleven dan upaya terakhirnya kali ini tidak sia-sia.

Kesulitan yang ada mulai dari inovasi untuk kemasan produknya sampai Top juga diharuskan memiliki pabrik untuk memproduksi dalam jumlah besar. Dengan susah payah semuanya dapat terpenuhi.

Untunglah juga ada kantor kecil milik keluarganya yang masih tersisa, yang akhirnya Top ubah menjadi sebuah pabrik kecil. Dengan begini Top berhasil memenuhi syarat ketentuan serta quota yang ditetapkan. 2 tahun kemudian Top berhasil membayar hutang keluarganya dan berhasil mengambil kembali rumah keluarganya.


Perjuangan Top, segala kegagalan, getir dan pahit serta rasa duka dalam membangun sebuah bisnis kini mengantar Top pada sebuah kesuksesan.

Sekarang ini di Thailand siapa yang tak mengenal akan Tao Kae Noi produk cemilan rumput laut terlaris di Thailand bahkan telah masuk juga ke berbagai Negara tetangga termasuk Indonesia.

Dengan penghasilan 800 juta Baht per tahun dan mempekerjakan 2.000 staf maka Top Ittipat yang bernama lengkap Top Aitthipat Kulapongvanich ini telah berhasil mencatatkan dirinya sebagai "A young billionaire from Thailand".


Top ittipat membayar kesuksesannya dengan berkorban jiwa, raga, waktu, kesenangan jadi gamer, termasuk berkorban cinta terhadap kekasihnya.

Seperti kata ibu si Top, "Sesuatu itu akan datang kepadamu namun sesuatu yang lain akan menjauh darimu." Kesuksesan bisnis tidak semudah membalik telapak tangan. Sabar, bersyukur, terus berjuang pantang menyerah, dan berdoa adalah Top secret (rahasia si Top).


Berikut sinopsis ringkas nya:

Saat usia 16, Dia adalah pencandu game online.

Saat usia 17, Ia putus sekolah untuk menjadi penjaja kacang.

Saat usia 18, Keluarganya bangkrut & meninggalkan hutang 40 juta Baht (sekitar 12 milyar rupiah)

Saat usia 19, Dia menciptakan cemilan rumput laut ‘Tao Kae Noi’ yg dijual di 3.000 cabang 7-Eleven di Thailand.

Kini, di usia 26, Ia adalah produsen cemilan rumput laut terlaris di Thailand, berpenghasilan 800 juta Baht (sekitar 235 milyar rupiah) per tahun & mempekerjakan 2.000 staf.

Namanya Top Ittipat, dan ini adalah kisah nyata hidupnya yang luar biasa.

“Apapun yang terjadi jangan pernah menyerah, kalau menyerah habislah sudah.”


Sumber :
bukucatatan-part1.blogspot.com

Sunday, 8 July 2012

10 Kelakuan Paling Nyentrik Yang Dilakukan Para Milyuner

1. Milyuner yang buang air besar di trotoar di depan kafe

Polisi mengatakan petugas telah menerima keluhan dari pemilik warnet dan pemilik restoran di pusat komersial tentang seseorang buang air besar sebentar-sebentar di depan pintu rumah mereka, atau di trotoar di luar tempat mereka. kotoran itu terkadang dibungkus dengan kertas tisu, yang tertinggal di pegangan pintu atau di pot -pot bunga di dekat tempat duduk di teras depan,Selama empat tahun gerai makanan ini mengeluh kepada polisi dengan kotoran manusia yang terjadi berulang - ulang.

LAlu restoran ini memasang kamera pengintai dan didalam rekaman yang disaksikan polisi untuk seorang jutawan pemilik properti 71 tahun Salvatore Sam 'Cerreto dengan eksposur sengaja dan melakukan perbuatan yang tidak senonoh itu di tempat publik.

Dia tertangkap kamera berjalan ke restoran dengan satu rim kertas toilet, menarik celana ke bawah, berjongkok dan buang air besar.
Mr Cerreto adalah pemilik dari banyak tempat di jalan - jalan kota yang disewakan termasuk yang ditempati 13 usaha yang berada di pinggir jalan besar dimana sering ditemukannya kotoran manusia.Para penyewa lega penangkapan - termasuk operator restoran, kafe, deli, salon rambut dan pusat patologi.

 
2. Milyuner yang mendirikan Bank Sperma yang Spermanya diperoleh dari para pemenang Nobel ,demi menciptakan ras master

Para jutawan yang membuka bank sperma Hadiah Nobel untuk menciptakan ras master
In 1980, millionaire optometrist Robert Clark Graham opened a sperm bank stocked with "donations" from the world's smartest men.

Pada tahun 1980, dokter mata Robert Graham Clark membuka sebuah bank sperma yang penuh dengan "sumbangan" sperma dari orang-orang di dunia yang paling cerdas.

Repositori untuk Germinal Choice, terletak di bunker bawah tanah di San Diego, bertujuan untuk mengumpulkan sperma dari pemenang hadiah Nobel, yang mendapatkannya julukan "Bank Sperma Nobel". Namun kelangkaan donor dan viabilitas rendah sperma mereka (karena usia) memaksa Graham untuk mengembangkan seperangkat kriteria longgar.

Kriteria tersebut banyak dan terkesan rewel: misalnya, penerima sperma yang diperlukan untuk menikah, dan donor laki-laki diwajibkan untuk memiliki IQ sangat tinggi, meskipun bank kemudian melunak kebijakan ini sehingga atlet dan rohaniawan juga diperbolehkan.

Tahun 1983, bank sperma Graham adalah dikenal memiliki 19 donor dari orang jenius, termasuk William Bradford Shockley (1956 Penghargaan Nobel dalam Fisika dan pendukung eugenika) dan dua anonim pemenang Hadiah Nobel dalam ilmu pengetahuan.

Ketika Repositori untuk Germinal Pilihan tertutup setelah kematian Graham 1999, ada 229 bayi yang tidak ada mempunyai ayah pemenang Hadiah Nobel. dan Sejauh ini, tak satu pun dari anak-anak ini telah berkembang sampai dengan memenangkan Hadiah Nobel.

 
3. Milioner Yang Mempunyai Aset Milyaran Di Kehidupan Virtual 


Milioner biasanya menyimpan uang mereka di bank, bermain pasar saham atau dalam bisnis besar.Ailin Graef telah mengubah semua itu.

mantan guru bahasa Cina baru saja bergabung dengan klub miliuner - tetapi adalah orang pertama yang melakukannya berkat keuntungan dari dunia maya. Ms Graef telah membangun sebuah kerajaan properti besar di Second Life, sebuah dunia 3D online di mana pengguna tinggal dan bersosialisasi sebagaimana dalam kenyataan.

setara online-nya (dikenal sebagai avatar), Anshe Chung, membeli blok besar tanah-tanah, meningkatkan mereka dengan menambahkan perumahan dan kemudian menjualnya kepada pengguna lain untuk keuntungan dan kemapanan.

Sejak bergabung pada tahun 2004 dalam permainan dia telah mengumpulkan kekayaan hampir 300 juta dolar Linden (mata uang game).Uniknya, dolar ini dapat ditukar ke dolar AS yang sebenarnya di bursa uang online.

Dengan nilau tukar L $ 275 untuk US $ 1, ia telah menjadi seorang jutawan.Meskipun ia tinggal dekat Frankfurt di Jerman, Ibu Graef telah mendirikan kantor di Wuhan, Cina, mempekerjakan sepuluh programmer untuk membantu 'mengembangkan' tanah onlinenya kemudian menjual kepada pengguna lain

 
4. Milyuner yang memutuskan untuk memberikan seluruh kekayaannya karena ia tidak bahagia


Rabeder tumbuh miskin dan berpikir bahwa hidup akan indah jika ia punya uang. Tapi ketika dia menjadi kaya, Karl menemukan bahwa ia tidak bahagia, sehingga ia memutuskan untuk memberikan semua kekayaannya: ". Ide saya adalah untuk tidak memiliki semuanya. "Uang adalah kontraproduktif - mencegah kebahagiaan yang akan datang."

Pada blok, atau sudah dijual, adalah villa mewah dengan pemandangan danau di Pegunungan Alpen,42-hektar real estate di Prancis, enam glider, dan perabot interior dan bisnis aksesoris yang membuatnya sangat kaya.

Sebaliknya, dia akan pindah dari istana mewahnya di Alpen ke sebuah pondok kayu kecil di pegunungan atau gubuk sederhana di Innsbruck. seluruh kekayaannya disalurkan ke organisasi amal di amreika Tengah dan Amerika Latin, tetapi ia bahkan tidakikut campur dalam pemanfaatannya

 
5. Anjing Millioner Yang mendapat kepercayaan untuk dana perwalian lebih dari US $ 300 juta

Tentu, akan selalu ada orang-orang yang memiliki lebih banyak uang daripada anda, tetapi apakah Anda menyadari bahwa beberapa binatang peliharaan yang juga? Temui Gunther IV, anjing Gembala Jerman terkaya di dunia. Anjing ini benar-benar menerima warisan dari ayahnya, Gunther III, seorang Gembala Jerman yang menerima warisan dari Karlotta Liebenstein, seorang Countess Jerman.

Gunther IV has bought a Miami villa from Madonna and won a rare white truffle in an auction. Gunther IV telah membeli sebuah villa Miami dari Madonna dan memenangkan truffle putih langka YANG di lelang.Dia bernilai sekitar $ 372.000.000 saat ini,

 
6. Milyader Inggris yang Mengganti rumah mewahnya dengan rumah yang terbuat dari lumpur setelah mengadopsi gaya hidup suku di Kenya


Kebanyakan orang kembali dari Kenya dengan foto jerapah dan singa, dan cerita dari waktu mereka di safari. Tapi satu jutawan telah datang kembali dengangelar tetua dari suku Masai.

Graham Pendrill adalah orang kulit putih pertama yang mendapatkan suatu kehormatan dari suku ini setelah menyelesaikan sengketa antar-suku yang berpotensi kekerasan saat perjalanan sebulan ke negara Afrika Timur tahun lalu. Selama upacara resmi, Mr Pendrill harus minum air kencing banteng dan sapi yang dikorbankan untuk menghormatinya.

Sejak kembali, ia mengenakanpakaian Masai saat datang dlam rangka bisnis di kota kelahirannya, Almondsbury, dekat Bristol, Inggris. Bujangan 57 tahun,telah diberi gelar nama Siparo yang berarti "sang pemberani", sering berjalan - jalan ke jalan - jalan utama di kotanya tanpa mengenakan apa-apa selain jubah dan sandal.

Orang seering memanggil saya eksentrik -tapi itu tidak mengganggu saya, "katanya.
'Ketika saya sampai di rumah pakaian yang dulu saya kenakan terasa aneh.

Mr Pendrill, seorang dealer barang antik, telah berencana untuk menjual rumah £ 1.2million sehingga dia bisa pindah ke Kenya untuk tinggal di sebuah gubuk lumpur dengan Suku Masai akhir tahun ini. Aku telah mengembangkan rasa hormat besar dan kasih sayang bagi orang di sana.Ini adalah kehormatan yang nyata untuk menjadi tetua, "katanya.

 
7. Milyuner yang memutuskan untuk membeli kota sendiri


Gaya hidup konglomerat properti yang berusia 31 tahun adalah merubah sebuah kota pantai Bulgaria menjadi hotspot liburan bagi wisatawan Inggris - dan dinamakan dengan namanya sendiri. Nama ini sangat sulit untuk diucapkan. Saya telah memutuskan untuk menyebutnya Alexander, yang saya kira cukup ringkas.

Mr Alexander - yang masih singel dan tinggal di sebuah apartemen penthouse di Manchester - membeli kota ini dari seorang pengusaha Bulgaria seharga £ 3 juta. Identitas tempat sedang dirahasiakan sampai urusan selesai.

perusahaan Alexander, Ultimate Lifestyle Group Incorporated, memiliki 60 staff, menawarkan pelatihan pribadi dan mengatur operasi properti, kosmetik dan mobil untuk selebriti.

kliennya termasuk Tom Cruise,dan Alexander membantu melatih untuk perannya dalam Mission Impossible III. Dia tampil dalam Acara TV ''Biggest Spenders' Di Inggris dan sering dikutip sebagai "orang yang paling sia-siadi Inggris".


8. Perawat yang menjadi seorang Milyuner tetapi memutuskan untuk tidak berhenti bekerja


Seorang perawat yang memenangkan 1.000.000 poundsterling di acara live TV mengatakan dia tidak mau berhenti dari pekerjaan seharga £ 25.000 pertahunya. Uang itu akan mengubah gaya hidup saya tetapi tidak akan mengubah saya.

perawat Karen Shand, 40, akan terus bekerja di Rumah Sakit Victoria di Kirkcaldy, Fife, meskipun memenangkan jackpot pada ITV1 The Vault.
Shand memenangkan hadiah itu saat jarum putaran berhenti tepat di gilirannya dan dia mampu menjawab enam pertanyan berturut-turut, hal itu merupakan hadiah terbesar yang pernah dikucurkan dalam acara live TV saat ini

 
9. Miliarder tunawisma

Nicholas Berggruen, seorang miliarder tunawisma. Kekayaan Nicholas bernilai Milyaran Dolar tetapi dia tidak memiliki rumah (dia tinggal di hotel) karena dia kehilangan semua minatnya untuk mengakuisisi sebuah tempat itnggal.

Setelah mempunyai uang milyaran, Mr Berggruen, 46, kehilangan minat dalam memperoleh hal: Rumah tidak memuaskan dia, dan bahkan menjadi sesuatu beban.

Jadi dia mulai pengupas hidup-materinya, menjual kondominium di New York, rumah di Florida dan mobil satu-satunya. Dia menetas berencana untuk meninggalkan kekayaannya untuk menyumbangkan koleksi seni untuk sebuah museum baru di Berlin.

Baginya, kekayaan adalah kesan dan efek yang abadi, dan bukan pada kepemilikan barang. Majalah Forbes memperkirakan kekayaan bersih's Berggruen di 2.200.000.000 US$ pada 2010.

 
10. Milyuner Yang MEngirim Anaknya Untuk Bekerja Di Mc D untuk MEmperlajari Nilai Uang

Perdana Menteri Thailand mengirim putrinya untuk bekerja di McDonald's. miliarder ini bahkan muncul untuk membeli burger dari putrinya 17 tahun Paethongtan, bungsu dari tiga anaknya, pada hari pertama sebagai karyawan paruh waktu setelah jam kuliahnya selesai.

Tugas pertamanya adalah untuk mempelajari cara mengoperasikan cash register, tapi ia juga akan belajar untuk flip burger. '

Di negara maju, anak-anak biasanya bekerja sementara mereka belajar untuk memperoleh pengalaman dan untuk menghargai nilai uang dan bagaimana membelanjakan itu, "kata Thaksin." Thaksin Shinawatra sendiri bekerja di outlet fastfood KFC selama belajar di Amerika Serikat.

Dej Bulsuk, presiden McThai yang mengoperasikan gerai fastfood McDonald's di Thailand, mengatakan: "Perdana menteri datang kepada saya secara pribadi bertanya apakah aku bisa memberikan putrinya pekerjaan paruh-waktu selama liburan sekolah, Premier meminta saya khusus untuk memperlakukan putrinya sama seperti karyawan lainnya "Thaksin bahkan berkata kepada saya:" Dan biarkan dia menyapu lantai seperti yang lainnya