Wednesday, 11 July 2012

Olahraga yang Ternyata Sangat Berbahaya Bagi Anak-Anak dan REMAJA !!!



Berolahraga dan bermain di luar bagi anak-anak dan remaja sama pentingnya seperti udara yang bersih dan makanan yang sehat, tapi apakah ada efek samping negatif dari olahraga?

Sayangnya iya. Tiap tahun, hampir 3,5 juta anak-anak cedera karena olahraga di Amerika Serikat. Meskipun tiga dari empat cedera tersebut tidak dianggap serius, namun tetap saja itu jumlah yang mengerikan.

Olahraga apa saja yang bertanggung jawab atas 3,5 juta cedera tersebut?

Dalam tim olahraga wanita tradisional, penelitian yang baru-baru ini dirilis oleh Journal of Athletic menemukan bahwa sepak bola merupakan olahraga yang paling sering menyebabkan cedera, diikuti oleh voli dan basket. Tapi kebanyakan cedera yang timbul tidak terlalu parah.

Jauh lebih mengkhawatirkan pemandu sorak (cheerleaders). Menurut sebuah artikel yang dirilis oleh Los Angeles Times, dalam 26 tahun terakhir, cacat akibat cedera kepala atau tulang belakang dua kali lipat lebih banyak terjadi pada pemandu sorak perempuan daripada semua perempuan dari cabang olahraga apa pun jika digabungkan.

Ini menyebabkan 73 “cedera mengerikan,” dan yang lebih tragis, menyebabkan dua kematian.

“Kini, olahraga memandu sorak berada di luar kendali,” ujar Dr. Frederick Mueler, direktur National Center from Catastrophic Sport Injury Research di University of North Carolina. “Anak-anak sering berlatih tanpa matras. Mereka berlatih kapan pun mereka mau, dan berlatih apa pun sesuka hati. Beberapa pelatih tidak kompeten dan tidak tahu apa yang mereka lakukan.”

Cedera dalam memandu sorak yang berakhir di ruang gawat darurat rumah sakit telah meningkat enam kali lipat sejak 1980, hingga mencapai 30 ribu kasus pada 2008, seperti dikutip dari U.S Consumer Product Safety Commission.

Di banyak negara bagian, memandu sorak di SMA tidak dianggap sebagai sebuah olahraga resmi, yang berarti tidak wajib memilki standar perlengkapan keamanan, batas waktu berlatih, atau pembinaan para pelatih, sebagaimana diwajibkan dalam cabang olahraga lain.


Namun Mueller mengatakan, “Memandu sorak sudah berubah secara drastis, dari sekadar olahraga di mana perempuan meloncat-loncat dan menggerakkan pom-pom hingga menjadi sebuah olahraga yang menyerupai gimnastik di mana mereka melempar perempuan 8-9 meter ke udara, dan kadang gagal menangkap.”

Bagaimana untuk anak laki-laki?

Safe Kids Worldwide menugaskan Salter Mitchell untuk melakukan jajak pendapat mengenai keamanan olahraga untuk remaja pada para pelatih, orangtua dan anak-anak di A.S. Hasilnya tidak mengherankan, American football disebut sebagai penyebab cedera yang paling sering (39 persen), diikuti basket (16 persen) dan sepak bola (15 persen).

Sementara itu, sebuah penelitian tentang cedera football di The American Journal of Sports Medicine menegaskan bahwa football berada di peringkat teratas jika berbicara tentang jumlah cedera yang disebabkan oleh olahraga.

(Football merupakan salah satu olahraga paling populer di AS. Lebih dari tiga juta anak bermain football dalam usia muda, dan 1,2 juta anak lainnya bermain football untuk tim SMA mereka.)

Penelitian sebelumnya menunjukkan, football menyebabkan cedera dua kali lipat lebih banyak daripada olahraga populer lainnya, basket. Penelitian yang dirilis Journal of Athletic Training menemukan bahwa pemain football SMA mengalami lebih dari setengah juta cedera di seluruh negeri pada musim 2005-2006; cedera yang paling umum terjadi adalah ligamen terkilir.


Namun yang lebih mengkhawatirkan adalah bahwa para pemain football SMA dilaporkan menderita 43.000 hingga 67.000 gegar otak per tahun – dan angka tersebut sebenarnya dapat menjadi lebih banyak lagi, karena lebih dari setengah pemain yang mengalami gegar otak tidak melaporkan cedera yang dideritanya tersebut.

Dr. Ann McKee, seorang peneliti saraf dari Boston University, yang mempelajari penyakit yang melemahkan yang dikenal sebagai encephalopathy traumatik kronis (CTE), mengatakan pada majalah TIME, berkaitan dengan bahaya football.

“Kita perlu segera melakukan sesuatu, sekarang juga. Karena banyak anak berada dalam bahaya.”




sumber :http://id.she.yahoo.com/olahraga-yang-ternyata-sangat-berbahaya-bagi-anak-anak.html

Monday, 9 July 2012

Jenis Olahraga yang Membuat Anda Bahagia :)



Apakah Anda merasa selalu uring-uringan setiap hari? Suasana hati kacau tanpa sebab? Bisa jadi, Anda kurang berolahraga.




Cukup mencoba beberapa olahraga berikut ini, Anda bisa menaikkan mood Anda dan membuat Anda merasa lebih bahagia. Seperti dilansir melalui iDiva, inilah olahraga yang bisa membuat kita bahagia. yuk, kita intip.
Berenang

Kapan terakhir Anda melompat ke kolam berenang? Berenang merupakan salah satu jenis olahraga sehat. Berenang juga bisa membakar sampai 300 kalori setiap jam. "Berenang membantu melonggarkan tubuh dan mengencangkan otot Anda. Olahraga ini amat baik bagi penderita Asma." kata Althea Shah, pelatih kebugaran di Gold Gym.
Menari


Bila Anda ingin olahraga yang sedikit berbeda, mungkin Anda bisa mencoba menari. Apapun jenis tarian merupakan cara efektif untuk bersenang-senang dan membuat perasaan Anda lebih baik. Menari tak hanya terbatas di klub, tapi Anda bisa melakukannya di tempat gym bahkan di rumah. Pilih musik dan tarian kesukaan Anda, pakai busana yang membuat Anda nyaman dan menarilah! "Anda bisa mempelajari suatu jenis tarian dan menggunakannya untuk berolahraga. Salsa merupakan tarian yang difavoritkan. Cari pasangan dan ciptakan keintiman sehingga menaikkan mood Anda," tambah Althea.
Olahraga Outdoor

Olahraga outdoor lebih bersifat petualangan yang memacu adrenalin dan sangat cocok untuk menghilangkan stres. Cobalah bungee jumping, parasailing, rafting, naik gunung, panjat tebing hingga surfing. "Olahraga ini memerlukan energi dan menggunakan otot. Aktivitas ini bekerja pada kaki, tangan dan perut sehingga tubuh menjadi bugar," tambahnya.
Jalan Kaki

Berjalan merupakan aktivitas yang diperlukan untuk menjernihkan pikiran dan membuat Anda rileks. Berjalan santai juga membantu menaikkan mood Anda. Cobalah berjalan sambil mendengarkan musik di iPod, biarkan pikiran Anda tenang dan hiruplah nafas dalam-dalam. Yuk, rutin lakukan jalan santai setiap pagi atau sore hari di taman kota atau kompleks sekitar rumah.
Skipping

Skipping atau lompat tali tak hanya bisa membuat Anda keringatan, tetapi juga membuat badan Anda bugar. "Mulai perlahan-lahan melompat minimal 100 kali dengan jeda diantaranya." Melompat tali secara rutin akan melepaskan hormon endorphin, sejenis hormon yang memberikan perasaan senang.




sumber :http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=13068286