Wednesday, 25 September 2013

Ratusan Batu Nisan Ini Menyaty dengan Pohon

Ada sebuah pohon di London yang sangat terkenal karena keunikannya. Pohon yang terletak di dekat gereja St Pancras ini berdiri diatas ratusan batu nisan yang tumpang tindih. 

Keberadaan pohon yang sudah sangat tua dengan ratusan batu nisan dibawahnya, tentunya mengundang pertanyaan di benak banyak orang. Bagaimana ceritanya?


Kisah dibalik pohon tersebut bermula pada masa revolusi industri di Inggris, saat kawasan industri dibangun secara besar-besaran di London. Pembangunan juga termasuk membangun jalur rel kereta api untuk memudahkan pengangkutan bahan baku industri. Jalur rel kereta api yang akan dibangun rupanya melewati kawasan pemakaman yang berada di dekat gereja St Pancras.

Alhasil, makam-makam yang ada harus dipindahkan agar bisa digunakan sebagai jalur kereta api. Maka, semua jenazah yang ada kemudian diangkut dan dipindahkan dari makamnya, lalu dikremasi dan ditaruh dalam satu tempat di bawah pohon. Sementara batu nisan ditanam begitu saja didekat pohon.

Dulu pohon tersebut masih kecil. Namun, seiring pohon tersebut tumbuh, batu-batu nisan yang ada disampingnya kemudian ‘tertelan’ dan menjadi satu dengan pohon tersebut.

Sunday, 25 November 2012

Pelajaran Dari Pohon Apel

Ada sebuah pohon apel besar tumbuh di halaman sebuah rumah. Anak kecil di keluarga tersebut suka bermain di sekitar pohon itu setiap hari. Memanjatnya, makan apel langsung ketika berbuah lebat, atau sekadar tidur di bawahnya saat panas terik.

Tak terasa waktu pun berlalu. Anak ini menjadi remaja. Suatu hari, ia menghampiri pohon apel tersebut.

 
thehoopoesodyssey.blogspot.com


"Ayo kita bermain lagi seperti dulu," ajak pohon apel.

"Wah, saya bukan lagi anak kecil. Sudah bukan jamannya memanjat pohon saja. Sekarang saya lagi bingung, butuh uang untuk mentraktir pacar saya."

"Saya hanya sebatang pohon, tidak punya uang. Tapi kalau kamu mau, silahkan ambil semua apel saya dan menjualnya. Jadi kamu punya uang untuk pacar kamu."

Anak itu gembira, ia lalu memetik semua apel di pohon itu dan pergi dengan pacarnya. Anak itu tak pernah kembali memperhatikan sang pohon apel.

Bertahun berlalu, anak itu kini menjadi lelaki dewasa. Suatu hari ia datang lagi menghampiri pohon apel tersebut.

"Sekarang kamu sudah dewasa, ada waktu untuk bermain dan mengenang masa lalu?" tanya pohon apel.

"Saya tidak punya waktu untuk itu. Saya harus bekerja untuk keluarga. Dan sekarang sedang bingung karena kami tak punya rumah untuk berteduh."

"Oh kasihan. Kalau kamu mau silahkan potong cabang-cabang saya dan jadikan rumah untuk keluargamu."

"Benarkah?" tanya pria tersebut. Ia pun mengambil kapak dan memotong semua cabang di pohon apel hingga hanya tersisa batang utama saja. Pria itu lalu pergi membangun rumahnya dan tak pernah kembali.

Setelah bertahun-tahun kemudian, tiba-tiba pria ini kembali lagi. Sebagian rambutnya sudah berwarna keperakan tanda usia yang matang.

"Apa kabar, kawan?" tanya pohon apel yang kini tanpa dedaunan lagi.

"Halo pohon apel. Sekarang saya sudah pensiun, dan ingin menikmati masa tua dengan berlayar sambil memancing."

"Oh saya tahu," tebak sang pohon apel. "Silahkan, bila kamu mau pakailah batang utama di tubuh saya dan jadikan perahu untukmu."

"Ah, terima kasih," sahut pria tersebut. Ia pun menebang batang pohon apel lalu menjadikannya perahu. Sang pohon apel terlupakan lagi. Walau perasaannya sungguh sedih, namun dibiarkan pria itu pergi.

Kini, setelah hampir 60 tahun berlalu, seorang pria tua renta pulang kembali ke rumah masa kecilnya. Tiba-tiba ia tersandung sesuatu. Ternyata akar pohon apel yang tersisa.

"Oh rupanya kamu pohon apel yang dulu," ujar pria tua tersebut.

"Apa kabar kawan masa kecil? Sekarang saya tinggal akar tua tersisa, tidak bisa mengajakmu bermain atau berteduh di bawah rimbun daun saya."

Pria tersebut hanya terdiam dan duduk di salah satu akar sang pohon apel. Dari matanya mengalir air mata bening, menitik jatuh di antara keriput wajahnya.

 
Moral Cerita

Pohon apel melambangkan orang tua kita. Demikianlah, saat kita kecil senang bermain dengan ayah dan ibu. Seraya remaja dan dewasa kita meninggalkan mereka. Hanya sesekali datang pada mereka saat membutuhkan pertolongan.

Walau demikian, orang tua kita seperti pohon apel tersebut, selalu rela menolong dan berkorban agar kita bisa keluar dari kesulitan. Kasih orang tua memang tiada batas.

Semoga kita tidak seperti anak dalam cerita yang mengambil dan melupakan sang pohon apel begitu saja. Melainkan mau menghargai dan merawat orang tua agar masa tua mereka tak berakhir sedih laksana akar-akar pohon apel yang tersisa.





 


Wednesday, 26 September 2012

Pohon ini Bisa Pindah Tempat Sendiri

Di hutan hujan tropis Amerika Selatan ada sejenis pohon palem yang bisa bergeser dari tempatnya semula. Socratea exorrhiza, atau sering disebutWalking Palm. 

Dinamakan Walking Palm karena bisa "berjalan", tentunya bukan seperti pohon raksasa Ent dalam film Lord of The Rings. Namun, memang benar-benar bisa berpindah tempat sendiri.


Bagaimana hal ini bisa terjadi? Rupanya karena pergerakan akar yang mengikuti arah cahaya matahari. Akar yang tidak mendapatkan sinar akan mati dan kemudian digantikan oleh pertumbuhan akar yang baru. Bentuk akarnya muncul dari bagian batang seolah tentakel gurita.

Pada tahun 1961 sebuah fakta baru mengenai tanaman ini ditemukan oleh para ahli. Sebuah pohon jenis ini tumbang karena ditimpa oleh pohon lainnya, namun beberapa hari kemudian, tumbuh akar baru di sekitar akar yang lama.


Menurut penelitian, dalam tempo 1 tahun, pohon yang mampu tumbuh hingga 25 meter dan berdiameter sekitar 16 cm ini dapat bergeser dari tempatnya semula sejauh 1 meter.

Wednesday, 1 August 2012

Finca Bellavista, Komunitas Rumah Pohon di Hutan Belantara

Waktu saya kecil, saya pernah bermimpi untuk mempunyai sebuah rumah pohon. Beberapa film favorit saya seperti Tarzan, Indiana Jones membuat saya ingin berpetualang di sebuah hutan dan tinggal di dalam rumah pohon.

Ingin rasanya saya mencoba bergelayutan di atas dahan pohon, menyebrangi jembatan goyang di atas ketinggian. Rupanya, bukan hanya saya saja yang memiliki impian seperti ini.

Apakah Anda juga pernah memiliki impian seperti itu? Bila ya, Anda mungkin akan tertarik untuk mengunjungi komunitas rumah pohon modern berikut ini.


Di tengah-tengah sebuah hutan hujan tropis yang masih belantara, berdirilah sebuah komunitas bertempat tinggal di rumah-rumah pohon modern namun alami. Hutan hujan tropis ini terletak di kawasan pasifik selatan, tepatnya pantai Costa Rica.

Komunitas rumah pohon bernama Finca Bellavista ini merupakan komunitas pertama yang dirancang dan direncanakan secara modern, berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Pendiri komunitas Finca Bellavista ini adalah Erica dan Mateo Hogan. Komunitas ini dibangun oleh mereka pada tahun 2005 dengan bantuan beberapa teman. Komunitas ini memiliki komitmen untuk tetap melestarikan tanah dan lingkungan sekitarnya.

Letak komunitas rumah pohon ini sekitar 1,5 mil (2,4 km) dari kota terdekat. Namun kota ini hanya memiliki sebuah sekolah, sebuah gereja, kedai makanan, halte bus, dan beberapa rumah, serta lapangan sepak bola.

Kota yang paling dekat dengan Finca Bellavista ini merupakan kota yang masih alami, jauh dari keramaian kota. Sehingga bila Anda sudah merasa penat dan jenuh dengan suasana perkotaan dan butuh relaksasi atau ingin mencoba hidup di tempat alami, inilah tempatnya!

Rumah-rumah pohon ini juga disewakan untuk turis. Walaupun demikian, jumlahnya pun terbatas. Rumah pohon ini dilengkapi dengan ruang makan, sebuah kamar mandi, tempat perapian, taman, serta sebuah ruang terbuka dan fasilitas internet gratis. Nuansa alami dengan fasilitas modern, sungguh perpaduan yang tepat untuk relaksasi.



































Sumber :
jadiberita.com

Monday, 30 July 2012

Rumah-Rumah Pohon Ter-Extreme Di Dunia

7. The Gibbon Experience Treehouses, Bokeo, Laos



6. Rooftop Treehouse, Amsterdam, Belanda




5. Takasugi-an Tea House, Chino, Japan




4. DIY Treehouse of Yesteryear




3. Beach Rock Treehouse, Okinawa, Japan




2. Inkaterra Canopy Tree House, Tambopata, Peru




1. Nameless Treehouse

 
 
 

Monday, 2 July 2012

Wow Desain Rumah Pohon Yang Unik