Sunday, 20 October 2013

Prajurit Super? Ditabrak Kereta Hanya Lecet

type='html'>
Kamis 10 Oktober. Kristopher Wenberg, pemuda 25 tahun berpangkat prajurit asik mendengarkan musik dengan headphone. Saat melewati lintasan kereta api, ia tak sadar sebuah kereta mendekat dengan kecepatan tinggi.

Melihat ada orang di atas rel, kereta tersebut membunyikan klakson berulang-kali. Namun karena telinga Wenberg disumpal headphone, ia tak menyadari sama sekali. Hingga akhirnya Buuuum! tabrakan pun terjadi.


Menurut laporan koran Capital-Journal Jumat (11/10) AS, Kepala Sheriff, Herman Jones menjadi saksi mata peristiwa tersebut. Jones histeris saat kereta menyambar Wenberg. Anehnya, setelah kejadian ia melihat Wenberg tak terluka. Bagian sisi badan Wenberg hanya tergores sedikit.

"Sebenarnya masinis sudah membunyikan klakson beberapa kali. Ia juga melambatkan kereta. Namun, Wenberg tak melihatnya, ia pun tersambar. Saya benar-benar kaget dan sama sekali tak menyangka," ucap  Jones. Bagaimanapun, Wenberg dibawa ke rumah sakit untuk pengecekan lebih lanjut.

Kereta Burlington Northern Santa Fe sampai menghentikan perjalanan sesaat setelah menyambarnya. Wenberg sendiri kaget dengan kejadian yang menimpa dirinya, sambil memberi pernyataan singkat, "Saya sendiri kaget bukan kepalang."

Hanya kaget? Padahal kejadian ini membuat semua orang di kota kecil Topeka, Santa Fe, Amerika Serika geger mendengarnya. Mungkinkah Wenberg prajurit super atau ini sebuah keajaiban?






 








Sumber:
shnews

Sunday, 17 June 2012

Sterbeblätter, Kartu Kematian Prajurit Nazi

http://angkatigabelas.blogspot.com/
Sterbebild milik Oberst Vitus Stürber ini dijual di eBay Australia dengan harga 600 dollar! Peraih Ritterkreuz (29 Desember 1942) dan Deutsches Kreuz in Gold (8 Juni 1942) dari Grenadier-Regiment 71 (mot.)/29.Infanterie-Division (mot.) ini gugur dalam Pertempuran Stalingrad

http://angkatigabelas.blogspot.com/
Obituari yang dimuat di majalah lokal di Homburg yang memuat nama-nama prajurit Jerman yang terbunuh di front depan, yang merupakan anggota warga sekitar. Termasuk di antaranya adalah Kunibert Schindler (baris teratas kedua dari kiri, memakai pakaian sipil), yang Sterbeblätter-nya sudah dicantumkan di foto sebelumnya

Obergefreiter Leonhard Bader (28 April 1911 - 23 Agustus 1944)
Peraih medali General Assault Badge dan Wound's Badge in Gold dari Resimen Panzerjäger

Wehrmachtpfarrer Bernhard Brenner (30 Juni 1897 - 7 September 1942)
Wehrmachtpfarrer Ludwig Rues (1903 - 12 Okober 1943)
Tambah lagi dua orang pendeta yang tewas dalam pertempuran!

Max Burghartswieser, Oberleutnant, Ritterkreuzträger dan Heeresbergführer dari Gebirgsjäger-Regiment 100. Lahir tanggal 10 Juni 1914 dan terbunuh dalam pertempuran di Newa-Bogen, Rusia, tanggal 22 Agustus 1942 dalam usia 28 tahun. Entah kenapa pangkat yang tertera di Sterbeblätter ini adalah Oberfeldwebel dan bukannya Oberleutnant, kemungkinan adalah pangkat yang diambil saat Burghartswieser menerima Ritterkreuz tanggal 9 Juli 1941

SS-Oberscharführer Georg Burgstaller (25 April 1920 - 7 Juli 1943)
Prajurit bermata satu dari SS ini mempunyai Death Card yang sedikit lebih 'rapi' dibandingkan dengan yang biasanya, dan tampaknya keluarganya benar-benar pemuja Hitler sejati. Lihat saja dari tulisan di Death Card tersebut yang begitu mengagung-agungkan Hitler dan Jerman Raya!

Unteroffizier Hubert Steißlinger (31 Oktober 1921 - 23 November 1944)
Anggota Panzerjäger-Abteilung pemegang medali Eisernes Kreuz II klasse ini gugur dalam tugas di Front Italia

Gefreiter Xaver Schimpfhauser (1912 - 16 Juni 1945)
Akhirnya prajurit dari kompi Pioniere ini meninggal akibat luka-luka yang dideritanya tepat pada pertempuran di hari ulang tahun Hitler, 20 April 1945


Leutnant Ewald Tost (8 Maret 1915 - Maret 1945)
Spesial, karena yang ada di Death Card ini adalah pemegang medali Ritterkreuz!

Kartu kematian dua bersaudara: Obergefreiter Kunibert Schindler (18 Juli 1911 - 15 Oktober 1943) dan Wachtmeister Alfons Schindler (5 Desember 1918 - 6 Mei 1945). Tak terbayangkan bagaimana perasaan orangtua dan keluarga mereka saat dua orang yang paling disayanginya gugur dalam pertempuran. Dan ini berlaku universal untuk semua keluarga yang kehilangan orang terkasihnya di medan perang!