Saturday, 5 October 2013

Inilah Ciri-Ciri Tubuh Jika Seseorang Sedang Berbohong

type='html'>
Inilah Ciri-Ciri Tubuh Jika Seseorang Sedang Berbohong - Tahukah Anda kalau ternyata berbohong itu bisa dideteksi dari gerakan tubuhnya? Anda yang seringkali tertipu oleh teman, kekasih atau siapapun juga boleh berlega hati sekarang. Karena Anda bisa belajar mengamati kalau-kalau mereka sedang berbohong lagi pada Anda.

Menurut psikologi, ketika orang berbohong maka akan ada perubahan sikap dan gerak gerik tubuh yang bisa Anda amati langsung. Dikutip dari livestrong.com, inilah ciri-ciri tubuh kalau seseorang sedang berbohong.

Gugup
Meskipun ia adalah seorang yang ahli dan biasa berbohong, ada sedikit kegugupan yang akan ditunjukkan. Amati dan cermati saja setiap kalimatnya. Lihat kedua matanya saat berbicara, sehingga ia akan kehilangan kontrol fisik dan menunjukkan kegugupan.

Ini akan ditandai pula dengan keringat yang mengucur di kepala, mata yang resah dan berusaha mengalihkan perhatian dari Anda, jemari yang diletakkan di sekitar mulut, dan kaki yang digoyang-goyang tak tenang.

Ekspresi muka
Perhatikan dengan baik-baik wajahnya ketika berbicara. The Career Builder telah melakukan penelitian atas hal ini. Mereka menemukan, orang yang sedang berbohong seringkali muncul dengan wajah nyaris tanpa ekspresi.

Bagian mata akan sedikit lebih kelihatan menurun, seperti sedang bersedih. Ada sudut aneh di ujung bibir ketika ia berusaha tersenyum.

Bahasa tubuh
Ketika berbohong, tanpa disadari bahu akan terangkat serta siku masuk ke tubuh bagian dalam. Istilah yang tepat untuk menggambarkan hal ini adalah tubuh bak sedang mengkerut. Ciri lain ditunjukkan dengan tangan yang menyilang, atau kaki menyilang serta berusaha menjauh.

Kontak mata
Memang benar, mata adalah jendela hati. Sehingga ketika seseorang sedang berbohong, maka mata menunjukkan kebohongannya. Mata seringkali tidak jelas arahnya, berputar-putar mencari-cari dan tidak tenang.

Bila mengarah ke kiri atau ke kanan, tandanya ia sedang memikirkan masa lalu dan mencari-cari sesuatu di masa lalu yang bia ia pakai sebagai bahan cerita.

Coba Anda praktekkan pada orang-orang di sekitar Anda dan ketahui, siapa saja yang ternyata gemar berbicara tidak sejujurnya. | vemale.com

Baca Juga:

Monday, 24 September 2012

Tidak Bisa Jauh dari Ponsel? Nomophobia Sedang Mengincar Anda

Seseorang mungkin tidak bisa lepas sehari saja dari ponsel karena kebutuhan informasi dan komunikasi. Tetapi jika rasa takut berlebihan jika kehilangan atau berada jauh dari ponsel, kondisi tersebut merupakan gejala nomophobia.


Semakin canggihnya ilmu pengetahuan dan teknologi, seseorang akan semakin tidak terpisahkan dengan keberadaan ponsel-ponsel pintar atau smartphone.

Dimanapun, hampir semua orang selalu sibuk dengan ponselnya masing-masing, sehingga orang akan merasakan kehilangan yang mendalam jika tidak memegang ponselnya meskipun hanya sejenak.

Nomophobia adalah jenis fobia yang ditandai ketakutan berlebihan jika seseorang kehilangan ponselnya. Orang yang menderita nomophobia selalu hidup dalam kekhawatiran dan selalu was-was dalam meletakkan ponselnya, sehingga selalu membawanya kemanapun pergi.

Penderita nomophobia bahkan dapat memeriksa ponselnya hingga 34 kali sehari dan sering membawanya hingga ke toilet. Ketakutan tersebut termasuk dalam hal kehabisan baterai, melewatkan telepon atau sms, dan melewatkan informasi penting dari jejaring sosial.

Penelitian dari SecurEnvoy telah menemukan bahwa sekitar 66 persen dari pengguna ponsel memiliki nomophobia. Tetapi tingkat nomophobia tersebut berbeda-beda pada masing-masing orang.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa wanita sedikit lebih waspada dalam menyimpan ponselnya yaitu sebesar 70 persen dibanding pria yang hanya 61 persen.

Sementara itu, pria lebih mungkin memiliki dua atau lebih ponsel dibandingkan wanita dengan alasan menyukai teknologi atau alasan pribadi lainnya.

Seperti dilansir askmen, untuk mengetahui apakah Anda termasuk penderita nomophobia, perhatikan tanda-tanda berikut ini:

1. Ketidakmampuan untuk mematikan ponsel
2. Obsesif memeriksa panggilan, email dan SMS
3. Terus-menerus mengisi baterai karena takut kehabisan
4. Membawa ponsel kemanapun pergi, bahkan hingga ke kemar mandi


Sumber :
health.detik.com

Monday, 18 June 2012

Obat Patah Hati Bagi Yang Sedang Putus Cinta

Jika kamu masuk artikel ini berarti kamu saat ini sedang dirundung kesedihan yang mendalam karena luka dari patah hati. Baiklah, kami mengerti apa yang kamu rasakan saat ini memang tidak mudah, luka kehancuran di hati yang terasa sangat menyayat membuat kamu tak kuasa untuk menahan air mata. Jika ingin menangis, maka menangislah, kamu berhak untuk melakukan itu dan tidak ada yang akan melarangnya.

Dari statistik yang kami miliki, banyak sekali para sahabat yang masuk ke artikel ini, itu berarti kamu tidak sendiri, banyak sahabat lain yang saat ini bernasib sama seperti kamu, yaitu sedang mengalami patah hati dengan berbagai sebab yang bermacam - macam tentunya.

Mungkin ada yang dikhianati kekasihnya atau ditinggal pergi oleh kekasihnya dan masih banyak lagi alasan - alasan lainnya yang tidak dapat disebutkan semuanya.

Setiap manusia diciptakan untuk saling berpasang - pasangan yang diikat dengan tali suci yang disebut cinta. Cinta dapat membawa bahagia namun terkadang dapat berakhir dengan duka. Siapapun yang akan menjalin ikatan cinta harus siap terhadap konsekuensinya, yaitu mendapatkan kebahagiaan atau justru sebaliknya jatuh pada lara penderitaan.

Bagi kamu yang tidak beruntung dan jatuh pada lara penderitaan patah hati, berikut ini tips buat kamu:
  • Patah hati tidak ada obatnya tapi dapat disembuhkan dengan cara melupakannya, kuncinya adalah "waktu". Waktu akan menghapus luka akibat patah hati, jalani waktu bersama teman - teman, hindari merenung sendirian ( terutama saat hari menjelang gelap ) simpan atau buang barang - barang yang membuat kamu selalu teringat kepadanya sehingga kamu tidak dapat melihatnya lagi.
  • Luka akibat patah hati yang menggores di hati jauh lebih sakit daripada luka apapun yang ada pada tubuh kamu, sayangnya, tidak ada undang - undang yang akan menghukum para penjahat cinta yang secara kasat mata telah menciderai kamu, ikhlaskanlah.. Tetap lanjutkan hidup dan mulailah membuka hati kepada orang baru karena mungkin dia akan dapat mengobati luka lama yang kamu rasakan. Apa yang terjadi saat ini anggaplah sebagai salah satu proses untuk mendapatkan kedewasaan.