Wednesday, 5 September 2012

8 Spesies Baru Memakai Nama Seleb

Ternyata bumi kita masih menyimpan banyak spesies baru. Menurut Pakar nomenklatur satwa pada Natural History Museum di London, Dr Ellinor Michel, ada sekitar 17.000-24.000 spesies baru diidentifikasi setiap tahun. Sebagian besar dari keluarga serangga, invertebrata, ratusan amfibi, dan sedikit mamalia.

Para ilmuwan yang menemukan spesies tersebut kemudian memberi nama spesies baru tersebut. Sebagian besar mengambil nama berdasarkan keunikan hewan dan lokasi penemuan.

Ilmuwan biasanya tidak memberi nama spesies dengan nama mereka sendiri, karena untuk menghindari arogansi. Mungkin mudahnya, agar tidak terlihat terlalu narsis dot com, ya.

Lucunya, nama tokoh dan selebritas dunia malah jadi pilihan. Siapa saja yang dipakai?

 

Parasit Bob Marley
 
m.tribunnews.com


Parasit Marley, (Gnathia marleyi), merupakan temuan terbaru. Hewan crustacean ini hidup dengan menempel pada ikan karang di Perairan Karibia. Paul Sikkel, ahli biologi laut pada Arkansas State University, mengatakan, pemberian nama penyanyi legendaries Bob Marley karena rasa hormat dan bangga kepada musik-musik Marley.

 

Lalat Kuda Beyonce

 novataxa.blogspot.com


Lalat kuda asal Queensland, Australia, yang sudah jarang ditemui dinamai penyanyi AS, Beyonce, pada Januari 2012. Ilmuwan Bryan Lessard memberi nama (Scaptia beyonceae), karena sama-sama memiliki rambut keemasan. Pada lalat, rambut itu berada di bagian perut. Penamaan ini untuk memberi penghormatan atas performa Beyonce.

 

Kukang John Cleese

 news.mongabay.com


Aktor dan komedian John Cleese dijadikan nama seekor kukang asal Madagaskar pada tahun 2005. Kukang (Avahi cleesei) yang terancam punah itu diberikan oleh Urs Thalmann. Kehormatan itu diberikan atas jasa John Cleese mempromosikan konservasi alam pada film-filmnya seperti Fierce Creatures.

 

Kumbang George Bush

 sciencedaily.com


Mantan Presiden AS George Bush, Mantan Wapres Dick Cheney, dan Sekretaris Keamanan Donald Rumsfeld dijadikan nama kumbang pada tahun 2005. Quentin Wheeler, satu dari tim peneliti yang menemukan kumbang-kumbang ini, mengatakan, pemberian nama politisi itu tidak terkait kondisi fisik kumbang.

 

Kumbang Kate Winslet
 
 sportslife7.blogspot.com


Artis cantik ini dijadikan nama kumbang (Agra katewinsletae), setelah bermain dalam film Titanic. Terry Erwin, ahli serangga yang menemukan serangga ini, menjelaskan, pemberian nama mengacu pada ancaman punahnya serangga karena deforestasi. "Karakternya (Kate Winslet) tidak tenggelam bersama kapal. Tetapi kami tidak dapat mengatakan apakah juga akan terjadi pada spesies yang tinggal di bawah naungan pohon jika hutan tropis berubah jadi padang rumput," tutur Erwin.

 

Kumbang Adolf Hitler
 
 en.wikipedia.org


Nama pimpinan Nazi Jerman Adolf Hitler dijadikan nama kumbang buta (Anophthalmus hitleri). Kumbang ini ditemukan dalam lima gua lembab di Slovenia. Serangga ini ditemukan kolektor Jerman pada tahun 1933, seorang pengagum Hitler.

 

Kelinci Hugh Hefner

 m.animalpicturesarchive.com


Seperti lambang tempatnya berkiprah, nama Hugh Hefner dijadikan nama seekor kelinci rawa (Sylvilagus palustris hefneri) yang ditemukan di sebelah tenggara AS. Editor majalah Playboy sekaligus salah satu pimpinan Perusahaan Playboy itu juga dikenal mempekerjakan pelayan dengan kostum kelinci. Hefner mendonasikan uangnya untuk melindungi kelinci yang terancam punah itu.

 

Kodok Pangeran Charles
 
 news.ie.msn.com


Nama Pangeran Charles awal tahun ini dijadikan nama katak pohon karena berjasa dalam perlindungan habitat hutan basah. Katak pohon (Hyloscirtus princecharlesi) ditemukan pertama di Ekuador pada tahun 2008.



Sumber:
sains.kompas

Temuan 10 Spesies Unik yang Baru Diumumkan

Bumi masih menyimpan banyak misteri. Masih banyak spesies dari dunia fauna dan flora yang baru diketahui eksistensinya. Institut Internasional Eksplorasi Spesies (IISE) pada 23 Mei silam mengumumkan penemuan beragam spesies baru. Apa sajakah?



1. Monyet hidung pesek





Monyet berhidung pesek ini merupakan spesies yang langka dan hanya ada sekitar 20.000 ekor di seluruh dunia. Sebanyak 4.000 dari mereka diam di wilayah pegunungan Cina. 

Untuk melindungi monyet dari genus Rhinopithecus ini, pemerintah di Cina mendirikan Cagar Alam Nasional Zhouzi. Nama Latin monyet berhidung pesek ini adalah Rhinopithecus roxellana. 

Asal usul nama Latin dari monyet ini diinspirasi oleh seorang selir berhidung pesek milik Sultan pada abad ke – 15. Monyet jenis ini memakan lumut rendah protein dan kulit kayu. Untuk melindungi diri dari pemangsanya, yaitu macan tutul, monyet berhidung pesek ini berkumpul di dalam kelompoknya yang banyak.


2. Ubur – ubur terikat Bonaire





Ubur – ubur kotak terikat Bonaire ini hidup di wilayah Kepulauan Karibia. Lebih tepatnya di sebuah perairan dekat dengan Pulau bernama Bonaire di Karibia. 

Ubur – ubur tersebut merupakan sebuah spesies yang indah namun mematikan. Hewan ini memiliki racun pada ekornya yang panjang dan berwarna – warni. Bentuknya kotak seperti layang – layang. 

Setelah dibandingkan dengan ubur – ubur lain yang sejenis, the Coalition of the Public Understanding of Science menyatakana bahwa ubur – ubur ini merupakan jenis spesies baru. Oleh sebab itu, seorang guru biologi kelautan bernama Lisa Peck memberi nama spesies baru ini Tamoya ohboya.


3. Sosis Pengelana Berkaki





Spesies baru di atas sebenarnya masih sekeluarga dengan kaki seribu. Namun bedanya, kaki seribu di atas merupakan kaki seribu terbesar di dunia sehingga bentuknya mirip seperti sosis. Kaki seribu ini memiliki panjang sekitar 16 cm dengan diameter sebesar 1,5 cm dan memiliki 56 buah cincin segmen tubuh. Setiap segmen tubuhnya memiliki 2 pasang kaki. Spesies baru ini diberi nama Crurifarcimen vagans dan ditemukan di Pegunungan Eastern Arc, Tanzania.


4. Tarantula Sazima





Tarantula Sazima adalah tarantula berwarna biru yang termasuk langka. Tarantula ini berasal dari Brazil. Brazil sendiri merupakan salah satu wilayah di bumi yang memiliki keanekaragaman hayati dan merupakan sumber utama penemuan spesies baru. Karena di Brazil sendiri terdapat hutan Amazon dan pegunungan Andes. 

Namun, tarantula ini hampir punah dan hidupnya terancam oleh karena banyaknya perdagangan hewan gelap untuk peliharaan. Nama Latin dari spesies ini adalah Pterinopelma sazimai.


5. Anggrek Malam yang Bercahaya





Sebuah anggrek yang menyala pada malam hari, jenis ini merupakan spesies baru yang pertama dari jenisnya. Hanya anggrek ini yang ditemukan dapat menyala pada malam hari. Menurut para ahli botani, penyebab mengapa anggrek ini dapat menyala di malam hari masih perlu diteliti lebih lanjut. Tanaman ini ditemukan oleh seorang peneliti Belanda dalam ekspedisinya ke Britania, sebuah pulau dekat Papua Nugini.


6. Kaktus berjalan






Spesies di atas disebut dengan kaktus berjalan. Organisme ini merupakan sebuah kelompok lopodians yang memiliki tubuh berlapis baja dan bentuknya seperti cacing. Organisme ini juga memiliki kaki berduri dan bersendi, yang merupakan hewan arthropoda. 

Kaktus berjalan ini bergenus Diania. Namun sayangnya, organisme ini ternyata sudah punah. Bukti keberadaan spesies ini ditemukan di serpihan bebatuan dari Cina.


7. Tawon Bom – Penyelam





Tawon parasit di atas ditemukan di wilayah Madrid, Spanyol dan sekitarnya. Spesies ini memiliki cara yang unik ketika meletakkan telur mereka. Pertama – tama, mereka berburu semut yang merupakan mangsanya. Mereka akan terbang sekitar 1 cm di atas tanah untuk menyerang semut tersebut. Ketika semut tersebut lengah, tawon tersebut akan menaruh telurnya dari belakang dalam waktu kurang dari 1/20 per detik. Kemudian tawon tersebut akan membungkus tubuh si semut beserta telur yang ditaruhnya. Semut yang dibungkus tersebut ditujukan untuk menjadi makanan bagi larva yang keluar dari telur tersebut.


8. Bunga Poppy Nepal Musim Gugur





Bunga poppy banyak terdapat di Nepal. Bunga poppy pada gambar di atas memiliki warna yang indah dan berseri. 

Bunga poppy ini tinggal di lingkungan yang ekstrim, yaitu pada ketinggian sekitar 3.352 meter hingga 4.200 meter di Nepal tengah. Jenis spesies ini sebenarnya bukan merupaka jenis spesies baru. 

Pada tahun 1962, seorang ahli botani Adam Stainton telah menemukannya di pegunungan Himalaya. Dan pada tahun 1994, seorang staff dari Departemen Sumber Daya Tanaman Tokyo juga telah menemukannya.


9. Cacing Setan



Cacing Setan ini dinamai Faust Mephistopheles, merupakan jenis nematoda yang dapat hidup di lingkungan yang ektrim dengan kondisi terparah. Spesies dari jenis Mephisto Halicephalobus ini dapat hidup di lingkungan yang memiliki tekanan atmosfer besar dengan temperatur 37 derajat Celcius. Para ilmuwan menemukan hewan ini setelah menggali sejauh 3,5 km di Afrika Selatan.


10. Jamur Spongebob Squarepants

Namanya mirip dengan tokoh kartun Spongebob Squarepants. Spesies di atas merupakan sebuah jamur yang berbentuk seperti busa spons. Jamur ini dapat diperas tubuhnya dan kembali ke semula layaknya sebuah busa spons. Jamur ini termasuk ke dalam genus Spongiforma dan memiliki bentuk yang unik. Kabarnya, aroma jamur ini seperti buah – buahan.




Para ilmuwan IISE ini bekerja sama dengan pihak Arizona State University dan sebuah komite taksonomis dari seluruh dunia untuk mengklasifikasikan penemuan spesies – spesies baru ini.








Sumber:
photos: junglemagazine.com
jadiberita