Tuesday, 24 September 2013

Kim Peek, Manusia yang Super Jenius

Menurut ayahnya, Peek sudah memiliki ingatan yang kuat sejak usia 16-20 bulan. Ia membaca buku, mengingat isinya lalu mengembalikan buku-buku tersebut dengan posisi terbalik ke rak untuk menunjukkan kalau ia sudah selesai membacanya.

Manusia Paling Jenius di Dunia

Ia membaca satu buku dalam waktu rata-rata satu jam, dan mengingat nyaris semua yang ia baca, mengingat informasi yang sangat luas dalam hal sejarah, literatur, geografi, angka, olahraga, musik dan tanggal.
Teknik membacanya yaitu dengan membaca halaman kiri dengan mata kirinya dan halaman kanan dengan mata kanannya, dengan cara ini ia bisa membaca dua halaman sekaligus dengan rate 8-10 detik per halaman. ia bisa mengingat isi 12000 buku.

Mungkin para pencinta fisika sudah tidak asing lagi dengan beberapa nama orang-orang jenius di bidang fisika seperti: Albert Einstein, Erwin Schroedinger, Max Planck, dan sebangsanya.

Mereka memang merupakan orang jenius yang terlahir pada zamannya masing-masing. Tapi sekarang kita tak akan membicarakan mereka, karena yang akan dibahas kali ini adalah sesosok manusia SUPERJENIUS, dialah The Rain Man alias Kim Peek.

Masa-masa Awal Kehidupan Kim Peek
Kim dilahirkan pada tahun 1951 dengan ukuran kepala 3 kali lebih besar dibandingkan ukuran kepala bayi normal. Selain itu, Kim juga divonis menderita encephalocele, yaitu semacam luka di belakang kepala yang memperlihatkan sebagian otaknya yang menonjol keluar.

Di usia tiga tahun, luka itu semakin meluas dan merusak sebagian otak Kim. Tahun 1983, Kim menjalani pemeriksaan X-ray yang berhasil menyibak keanehan yang terjadi di otak Kim, yaitu otak Kim hanya memiliki satu bagian! Dengan kata lain, otak Kim tidak terbagi menjadi otak kanan dan otak kiri layaknya orang normal.

Kemudian, setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, kemballi diperlihatkan bahwa setengah dari bagian otak Kim telah terpecah menjadi tiga bagian.

Berbagai pemeriksaan itu tak juga memberikan keterangan mengenai penyebab kejeniusan Kim, melainkan hanya penyebab ketidakmampuannya. Kim memiliki kelemahan dalam hal motorik, bahkan untuk mandi dan menggosok gigi pun tak dapat dilakukan seorang diri.

Ketika Kim lahir, dokter memvonisnya sebagai ‘anak terbelakang’ atau ‘cacat mental’ dan ia menyarankan kedua orang tua Kim untuk membawanya ke rumah perawatan. Namun pada saat itu Fran dan istrinya membawa pulang Kim dan memperkenalkan Kim pada buku.

Pada usia tiga tahun, Kim bertanya pada Fran arti kata “rahasia”. Sambil bercanda, Fran menyuruh putranya itu untuk mencarinya di kamus. “Saat itu ia belum bisa berjalan”, kenangnya, “jadi ia merangkak ke arah meja, mengangkat tubuhnya ke atas meja dan sekitar 30 detik kemudian ia berseru ‘ketemu!’”

Saat berumur 4,5 tahun Kim sudah hafal 8 volume awal dari satu set ensiklopedia yang ada di rumahnya. Bahkan, baru-baru ini telah terungkap bahwa Kim dapat membaca 2 halaman buku secara bersamaan dan menyerap isinya hanya dalam waktu 10 detik! Hebatnya lagi informasi yang ia peroleh tadi tak akan dia lupakan. Menakjubkan!


Selain kemampuan menghafal dan aritmatika yang jauh diatas rata-rata, Kim juga mencintai musik dan belajar memainkan piano pada Dr. April Greenan dari Universitas Utah.

“Dia mempunyai kemampuan bermusik yang fenomenal dan lebih dari sekedar menghafal”, Ujar Dr.Greenan. “Bila Kim mendengar sebuah simfoni saat dia kecil, dan kemudian mendengarnya lagi pada usia 53 tahun, ia langsung dapat mengetahui bila terdapat kesalahan kecil pada permainan musik itu.”

Kejeniusan Seorang Kim Peek
Sesungguhnya apa yang dikatakan dokter yang membantu kelahiran Kim ialah benar, bahwa Kim bukanlah merupakan seorang autis jenius, tapi lebih tepat disebut pria dengan keterbelakangan mental yang superjenius.

Karena seorang yang jenius biasanya memiliki kemampuan luar biasa dalam 3 bidang. Tetapi Kim, sang superjenius, memiliki kemampuan yang sangat hebat setidaknya di 15 bidang yang berbeda!

Hal ini disebabkan karena kemampuan menghafal 12.000 buku, memprediksi cuaca dan memiliki kemampuan bermusik layaknya Mozart! Tak ada orang lain di dunia ini yang memiliki kapasitas otak seperti Kim Peek.

Badan Antariksa Amerika (NASA) pun tertarik menggunakan berbagai peralatan canggih, seperti brain imaging dan data fusion techniques, untuk menemukan rahasia di balik kemampuan otak Kim yang mengagumkan.

Ketika Kim ditanya mengenai pendapatnya mengenai langkah yang akan diambil NASA, ia pun menjawab, “Itu yang terbaik.” Mengapa dia bisa tahu segalanya? “Karena saya punya rasa cinta yang besar pada semua yang saya lihat,”ujar Kim.

Sulit untuk berbincang-bincang dengan Kim. Pikirannya mampu berpindah-pindah dengan kecepatan tinggi. Namun dengan bantuan Fran, Kim selalu dibimbing untuk kembali pada topik pembicaraan semula.
Dalam sebuah pembicaraan umum, seorang bercerita bahwa ia dibesarkan di kota Cirencester. “Itu adalah nama kamp orang Romawi, Corin,” sahut Kim. “Corinium,” ujar orang tersebut seraya membetulkan pernyataan Kim. Tetapi belakangan, setelah dicek ulang, Kim lah yang benar. Karena orang-orang Romawi mengambil nama Corinium dari bahasa Keltik, Corin.

Friday, 26 October 2012

Ini Dia Tes Kesehatan yang Super Unik

Tes kesehatan tidak selalu harus dilakukan di laboratorium dengan peralatan yang serba rumit. Beberapa pemeriksaan bisa dilakukan tanpa alat khusus, bahkan dengan cara unik misalnya melakukan kayang untuk mendeteksi masalah punggung.

Beberapa cara unik yang bisa dilakukan sendiri sebagai pengganti tes kesehatan adalah sebagai berikut:


1. Kayang untuk mendeteksi masalah punggung

Diperkirakan 4 dari 5 orang pernah mangalami nyeri punggung minimal sekali dalam hidupnya. Penyebab terbanyak di kelompok usia 50-an tahun adalah masalah pada facet joint yang menghubungkan tiap ruas tulang belakang.

"Untuk mendeteksinya, berdiri tegak lalu lengkungkan punggung ke belakang sejauh dan serendah mungkin. Ini akan menyebabkan kondisi yang agak menyakitkan jika ada kontak antara tulang dengan tulang yang akan terasa sakit," kata Mushtaque Ishaque dari Royal Orthopaedic Hospital, Birmingham.


2. Makan jagung manis untuk mendeteksi flu perut

Pencernaan yang lambat bisa dipicu oleh berbagai kondisi seperti gastroenteritis atau disebut juga flu perut. Makan jagung manis bisa mendeteksi gangguan ini karena lapisan terluar jagung manis yang berwarna kuning tidak bisa dicerna oleh perut.

"Ukur saja waktu yang dibutuhkan sejak jagung itu dimakan hingga keluar bersama kotoran. Waktu transit selama 24-48 jam masih dianggap normal, tapi kalau 72 jam itu terlalu lambat," kata Anton Emanuel dari University College Hospital, London.


3. Naik tangga untuk periksa fungsi paru

Cara paling mudah untuk mengukur kapasitas paru-paru dalam memproses oksigen adalah dengan naik tangga selama 2 menit sambil ngobrol. Kalau ngos-ngosan sampai susah ngobrol, berarti ada masalah dengan paru misalnya ada Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK).


4. Memegang hidung untuk mengukur fungsi otak

Menguji kemampuan koordinasi gerak bisa sekaligus mendeteksi berbagai gangguan serius seperti multiple schlerosis (MS) dan risiko stroke. MS mempengaruhi otak di bagian cerebellum yang mengatur persepsi, koordinasi dan keseimbangan.

Untuk mengujinya, ajak seorang teman duduk berhadapan lalu minta teman tersebut menggerakkan jarinya di depan wajah. Tiap tangannya bergerak, sentuh jarinya lalu bergantian sentuh hidung sendiri.

Kerusakan pada cerebellum bisa membuat permainan sederhana ini sulit dilakukan dan bakal sering meleset saat berusaha menyentuh jari teman yang bergerak-gerak.


5. Selembar kertas A-4 untuk mendeteksi hormon

Tangan yang selalu gemetar bisa menunjukkan adanya hiperaktivitas kelenjar tiroid. Kelebihan hormon tiroid membuat berbagai fungsi tubuh bekerja lebih kencang dari seharusnya.

"Untuk mendeteksinya, buka telapak tangan menghadap ke bawah lalu letakkan selembar kertas ukuran A-4 di atasnya. Kalau kertasnya goyang-goyang itu menandakan hipertiroidisme," kata Richard Ross, ahli endokrinologi dari University of Sheffield.


Sumber :
detik.com

Sunday, 15 July 2012

Desain Rumah Super Unik