Tuesday, 22 October 2013

Inilah Bintang Timnas U-19 Yang Ternyata Direkomendasikan Tukang Ojek

type='html'>
Inilah Bintang Timnas U-19 Yang Ternyata Direkomendasikan Tukang Ojek - Pelatih timnas U-19, Indra Sjafri, terkenal sebagai seorang juru taktik dan metode "blusukannya" ketika mencari pemain. Tentunya pasti banyak kisah-kisah menarik saat Indra berkunjung ke daerah-daerah yang dikunjunginya. Apa saja itu?

Salah satu cerita menarik adalah ketika Indra sedang memantau pemain berbakat di daerah Ngawi, Jawa Timur. Diakui oleh mantan pelatih PSP Padang ini dia mendapatkan salah satu pemain timnas U-19 berkat informasi dari seorang tukang ojek.

Yang dimaksud adalah bek tengah andalan Garuda Jaya, Sahrul Kurniawan. Dijelaskan oleh Indra, si tukang ojek bercerita kepadanya mengenai kehebatan Sahrul. Untuk meyakinkannya, akhirnya Indra meminta si tukang ojek untuk mengantarnya ke tempat latihan Sahrul.

"Saya diberi tahu oleh tukang ojek di daerah Ngawi. Kata dia ada salah satu pemain yang bagus di posisi bek tengah. Sahrul Kurniawan yang dimaksud olehnya. Akhirnya saya minta dia mengantar saya ke tempat latihan Sahrul, saya beri uang Rp10 ribu kepadanya," pelatih berusia 50 tahun tersebut bercerita.

"Saat latihan saya lihat dia bagus. Untuk meyakinkannya, saya minta kepada pelatihnya di Persinga Ngawi untuk dimainkan selama 20 sampai 30 menit. Hasilnya, ternyata memang kualitas Sahrul layak untuk masuk timnas," ujarnya.

Indra akhirnya mengajak Sahrul ikut pemusatan latihan timnas U-19 yang dipersiapkan menghadapi Piala AFF dan laga kualifikasi Piala Asia. Dalam beberapa kesempatan Sahrul menunjukkan perkembangan yang sangat baik.

"Sahrul terlihat sangat bagus perkembangannya. Dia punya talenta bagus. Dari sini kita bisa mendapatkan gambaran bahwa para pemain Indonesia memiliki kualitas yang sangat baik. Hanya saja, masih harus digali informasi-informasi tentang mereka karena kompetisi usia dini masih minim," kata Indra.

Saat ini, timnas U-19 sedang diliburkan sementara. Dalam waktu dekat mereka akan berkumpul kembali untuk menjalani pemusatan latihan jangka panjang demi mempersiapkan diri menjelang Piala Asia 2014 di Myanmar. | viva.co.id

Monday, 21 October 2013

Tukang Becak Dari Pasuruan Yang Berkurban Sapi Gegerkan Warga

type='html'>
Tukang Becak Dari Pasuruan Yang Berkurban Sapi Gegerkan Warga - Warga Jalan Pucangan No 9, Kelurahan Purworejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur dibuat terkagum-kagum dengan perilaku mulia Bambang (51). Betapa tidak, Bambang yang hanya seorang tukang becak mampu berkurban sapi di Idul Adha tahun ini.

Apalagi dari 12 kurban di daerah tersebut, hanya Bambang yang berkurban sapi. Kekaguman warga pun diwujudkan dengan mengarak Bambang keliling kampung diiringi marawis.

"Nah, waktu sampai di rumah, saya kaget. Kok tiba-tiba banyak orang. Terus saya bilang: Lek rumahnya kok banyak orang ada apa, ternyata sapi yang dibeli Paklek (paman) saya yang bikin geger orang sekampung," sahut keponakan Bambang, Karyono kepada Bambang saat itu, Pasuruan, Selasa (15/10).

Sapi seharga Rp 13 juta itu dibeli Bambang dari hasil menabung. Bersama dengan keponakannya, Bambang secara sembunyi-sembunyi membeli sapi tersebut. Bahkan untuk membeli sapi itu Bambang mesti menempuh jarak 20 kilometer.

"Saya sudah lama ingin menyumbang sapi. Kurang lebih 10 tahunan, saya mengumpulkan uang hasil narik becak, sedikit demi sedikit. Nah pas tahun ini, saya buka kok isinya sudah ada Rp 13 juta persis, tidak kurang tidak lebih. Hari Senin (14/10) kemarin saya mengajak keponakan saya beli sapi di daerah Pasar Rangge. Dari rumah jaraknya sekitar 15 sampai 20 kilo-an," kata bapak dari Yusi Kurniawan (16) itu.

Kini nama Bambang pun menjadi terkenal. Bahkan, sampai juga ke telinga Wakil Wali Kota Pasuruan, Setiyono yang penasaran dan akhirnya berkunjung ke Jalan Pucangan. | Merdeka.com

Sunday, 17 June 2012

Kisah Tukang Cukur yang Mempertanyakan Tuhan

http://angkatigabelas.blogspot.com/

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.

Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.

Si tukang cukur bilang,"Saya tidak percaya Tuhan itu ada".
"Kenapa kamu berkata begitu ???" timpal si konsumen.

"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, apa yang terjadi di jalanan itu menunjukkan bahwa Tuhan itu tidak ada? Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, mengapa ada orang sakit??, mengapa ada anak terlantar??"

"Jika Tuhan ada, pastiah tidak akan ada orang sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan bagaimana Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi."

Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.

Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.

Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar (mlungker-mlungker, istilah jawa-nya), kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.

Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,"Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR."

Si tukang cukur tidak terima,"Kamu kok bisa bilang begitu ??".
"Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!"

"Tidak!" elak si konsumen.
"Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana," Si konsumen menambahkan.

"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!" sanggah si tukang cukur.
"Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri.

"Cocok!" kata si konsumen menyetujui." Itulah point utama-nya!.

Sama dengan Tuhan, Tuhan itu juga ada, tapi apa yang terjadi,orang-orang tidak mau datang kepada-Nya, dan tidak mau mencari-Nya. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.,

Apakah Tuhan harus memaksa untuk datang kepada-Nya baru dunia tidak ada kesusahan? Semua kembali pada diri kita masing-masing.