Tuesday, 8 October 2013

Foto: Wabah Lebah Raksasa di China Membunuh Puluhan Orang

type='html'>
Foto: Wabah Lebah Raksasa di China Membunuh Puluhan Orang - Dilaporkan selama tiga bulan ini serangan lebah berukuran besar telah melukai 1.600 jiwa sehingga harus sampai rawat inap. Malangnya, 40 orang akhirnya meninggal karena serangan lebah tersebut.

Kondisi pasien dilaporkan banyak yang kritis setelah diserang lebah, seperti dikutip dari DailyMail. Mereka harus dirawat intensif karena kondisinya cukup mengenaskan.

Serangan lebah ini tepatnya terjadi di provinsi Shaanxi, China, di mana koloni lebah berukuran dengan tubuh dan kepala berwarna kuning ini seringkali membuat sarang dan bersembunyi di area penduduk. Serangannya akan menimbulkan luka-luka pada tubuh, berbentuk bulat dan berlubang selebar luka peluru. Luka akan semakin menghitam.

Jenis lebah apakah mereka?
Lebah raksasa ini punya sengat yang sangat beracun dan mematikan. Efeknya akan menyebabkan alergi yang tak dapat ditahan oleh tubuh manusia, terutama yang menunjukkan efek alergi cukup parah.

Diperkirakan bahwa ia adalah tipe lebah yang bermutasi karena ukuran panjangnya rata-rata 5 cm dengan sengat sepanjang 6 mm yang membawa racun berbahaya.

Mereka adalah serangga predator yang ukurannya cukup besar, dan sifatnya agresif. Ia akan langsung menyerang dan mengejar pergerakan makhluk di depannya. Bahkan mereka dapat mengejar seseorang hingga 200 meter dengan membawa serta seluruh koloninya.

Ilmuwan mengatakan bahwa tindakan agresif mereka dipicu ketika mereka bermigrasi serta musim kawin, di mana bulan September dan Oktober adalah bulan puncak keagresifan lebah tersebut.

Cerita para korban sengatan lebah
Salah seorang korban bernama Mu bercerita, bahwa ia telah dikejar sejauh 200 meter oleh lebah-lebah tersebut. "Semakin Anda berlari, mereka akan semakin mengejar," katanya pada media.

Mu telah mendapatkan 2 bulan perawatan dengan 13 dialisis berbeda untuk mendapatkan serum yang membantu menyembuhkan luka akibat sengatan lebah tersebut. Di kakinya ada sekitar 200 jahitan akibat luka sengatan, dan kakinya hingga kini masih bisa belum digerakkan.

Mu mengaku takut dan ngeri melihat kerumunan lebah tersebut. Serangannya begitu mematikan dan seperti tanpa ampun. Bila yang satu menggigit kepalanya, maka yang lainnya akan mengerumuni kaki dan meninggalkan sengat.

Penyebab kematian korban sengatan lebah
Umumnya kematian sengatan lebah raksasa ini disebabkan karena reaksi alergi akan sengat lebah. Dikatakan oleh Shunichi Makino, direktur Hokkaido Research Center bahwa menghindari sengatan lebah raksasa ini cukup sulit. Mereka hidup berkoloni sehingga serangan akan cukup brutal.

Dibandingkan dengan jenis lebah lainnya, ukuran mereka sangat besar sehingga sengat yang ada pada tubuh mereka tentunya membawa racun yang cukup berbahaya.

Bahayanya lagi, keberadaan mereka juga mengancam lebah madu. Umumnya bila mereka berhasil melacak lokasi peternakan lebah, maka sekejap saja peternakan tersebut akan berantakan akibat serangan mereka.

Melindungi diri dari serangan lebah raksasa
Adalah Justin O. Schmidt, seorang ahli serangga di Institut Biologi di Tuscon, Arizona yang membantu mengingatkan penduduk agar selamat dari sengatan lebah raksasa.
  • Jangan berlari ketika bertemu dengan sarang lebah tersebut. Umumnya sarang berada di atap rumah atau pepohonan dan warnanya abu-abu.
  • Jangan membuat kegaduhan karena suara akan menarik perhatian mereka.
  • Hindari tanpa suara apabila dari kejauhan Anda melihat sarang lebah.
Penanganan lebah ini harus dilakukan oleh para ahli yang mengenakan baju pelindung. Dalam kasus lebah raksasa di China, sarang akan menjadi tujuan utama untuk diburu kemudian dibakar agar lebah-lebah ikut mati. | vemale.com

Wednesday, 1 August 2012

Cara Radiasi Nuklir Membunuh Anda

Seandainya penjahat meledakkan senjata nuklir, apa yang akan terjadi pada manusia? Kota mati Chernobyl, Ukraina Utara bisa menjadi gambaran keganasan ancaman nuklir.

Dosis besar radiasi nuklir dalam jangka pendek bisa menyebabkan Sindrom Radiasi Akut (ARS) atau keracunan radiasi.

Chernobyl Disaster April 26 1986

Keganasan gejala ARS ini tergantung tingkat paparan yang mengenai Anda. Cara mengukur dosis radiasi ini bisa menggunakan satuan unit Grays (Gy). Rata-rata paparan radiasi selama beberapa detik dari pemeriksaan dengan sinar X yakni 0,0014 Gy. Ini termasuk dosis rendah yang disarankan.

Apabila Anda terkena dosis rendah, radiasi kisaran 0,35 Gy, Anda akan terserang flu. Efek samping lain bisa mengalami pusing, mual, muntah, lemas, dan demam.

Jika tubuh terkena dosis yang lebih tinggi, sekitar 1 hingga 2 Gy, sel darah mulai mati. Sistem imunitas tubuh menurun akibat kekurangan sel darah putih, kekurangan trombosit membuat pendarahan tidak terkontrol, dan anemia akibat menurunnya sel darah merah menjadi ancaman selanjutnya.

Tapi, kondisi seseorang bisa dipulihkan pada tahap ini. Transfusi darah dan obat antibiotik dapat menjadi solusi.

Jika menerima paparan radiasi lebih dari 2 Gy, Anda akan mengalami luka terbakar yang aneh pada kulit. Kondisi ini disebut sebagai radiodermatitis akut. Dampaknya termasuk bercak merah, kulit mengelupas, dan bisa juga melepuh.

Kondisi buruk ini diperkirakan muncul dalam waktu 24 jam. Dosis 4 hingga 8 Gy bisa berakibat fatal. Tapi, jalan menuju kematian masih bervariasi tergantung tingkat paparan.

Pasien pada level ini akan mengalami muntah, diare, pening, dan demam. Tanpa perawatan, seseorang hanya tinggal menunggu maut dalam beberapa minggu setelah terkena paparan.

Kondisi fatal ini pernah terjadi. Ahli fisika, Louis Slotin, meninggal karena ARS ketika melakukan penelitian Proyek Manhattan pada 1946. Slotin terkena paparan radiasi dengan dosis yang diperkirakan 10 Gy dari sinar gamma dan sinar X.

Dengan dosis sebesar itu, dia tidak bisa bertahan hidup. Bahkan, pengobatan modern seperti transplantasi sumsum tulang belakang juga tidak bisa mengubah nasibnya.

Pasien yang terkena radiasi antara 8 hingga 30 Gy akan mengalami mual. Dalam waktu satu jam, pasien akan mengalami diare parah. Mereka akan meninggal dalam dua hari hingga dua minggu.

Menyerap dosis lebih besar dari 30 Gy menyebabkan kerusakan sistem saraf. Dalam hitungan menit, pasien akan menderita muntaber parah, pening, pusing, hingga pingsan. Kejang dan tremor sudah menjadi ancaman umum. Pasien juga akan kehilangan kontrol gerak otot. Hanya butuh 48 jam, radiasi nuklir langsung mencabut nyawa korbannya.

Model perkiraan tingkat bahaya paparan radiasi jangka panjang masih kontroversial. Menurut Gizmodo, model yang paling diterima secara luas menunjukkan pengaruh radiasi yang menyerang sebagian besar orang.

Radiasi tingkat rendah justru menjadi sumber radiasi paling berbahaya. Kendati ARS memberi gambaran menakutkan, terbunuh perlahan ini yang lebih perlu Anda khawatirkan.

Sumber :
viva.co.id

Saturday, 14 July 2012

Senjata untuk membunuh Vampir abad 19

Kisah tentang keberadaan vampir memang berasal dari abad 18 - 19, dan kisah tentang vampir kebanyakan berasal dari daratan Eropah. Berikut beberapa peralatan yang digunakan untuk membunuh vampir dari abad 19 yang sebagian dilelang untuk masyarakat.
Peralatan Untuk Membunuh Vampir Abad 19
(Vampire-slaying kit from 19th c. dari Rumania)
Peralatan Untuk Membunuh Vampir Abad 19
(Quack 19th cen. vamp-hunting kits dari Austria)

Peralatan Untuk Membunuh Vampir Abad 19

Peralatan Untuk Membunuh Vampir Abad 19

Peralatan Untuk Membunuh Vampir Abad 19