Thursday, 26 September 2013

5 Modus Penipuan Online Paling Populer di Dunia


5 Modus Penipuan Online Paling Populer di Dunia , Para pengguna internet tentu sudah sering menjumpai berbagai modus penipuan yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab. Mulai dari menyebarkan virus, membuat situs palsu, atau juga jebakan lain yang terlihat menggiurkan.

Namun dari begitu banyaknya jenis penipuan, Microsoft melalui National Cyber Security Awareness Month (NCSAM) menyimpulkan bahwa ada 5 modus penipuan yang paling sering dilakukan.

Laporan tersebut dibuat berdasarkan hasil survei pengguna internet di beberapa negara. Tak disebutkan berapa jumlah korenponden yang mengikutinya, namun Microsoft mengklaim sudah cukup mewakili berbagai ancaman yang ada di internet.


Selamat, Anda Menang Lotre!

Pengguna internet mungkin sudah tidak asing dengan modus penipuan ini, di sini calon korban akan dimingi-imingi uang benilai besar sebagai hadiah lotre. Ya, meski tak pernah merasa sudah mengikuti lotre, namun banyak sekali korban yang tertipu.

Namun alih-alih mendapatkan uang yang diinginkan, korban justru biasanya dimintai mengisi data diri pada form khusus. Tapi ada juga yang malah dibawa berkeliling menuju situs yang tidak jelas.

Hasil riset Microsoft menyebutkan bahwa penipuan jenis ini pernah dialami 44% koresponden mereka.

Antivirus Palsu

Penyebaran antivirus palsu memang kian menjadi-jadi. Pelaku biasanya menakuti-nakuti korban dengan menyebutkan bahwa komputernya terinfeksi virus berbahaya, ia pun sok menjadi pahlawan dengan menawarkan bantuan pembersihan.

Tak dinyana, pelaku yang seolah-olah menjadi dewa penolong itu justru akan memasukkan virus ke dalam komputer korban, atau menawarkan program antivirus palsu yang berharga miring.

Modus seperti ini memang sudah lama beredar, saking lamanya malah sudah ada pelaku yang berhasil dibekuk. Wanita ini pun diganjar dengan hingga denda Rp 1,5 Triliun.

Hasil riset Microsoft menyebutkan bahwa penipuan jenis ini menguasai 40% dari hasil survei yang dilakukan.

Email Jebakan

Terkadang ada email yang mengaku-ngaku dari instansi atau perusahaan tertentu. Tapi awas bisa jadi itu adalah salah satu modus penipuan jika email tersebut mengandung link yang tidak jelas arahnya.

Terdengar aneh memang, namun modus penipuan seperti itu ternyata pernah dialami 39% koresponden yang mengikuti survei Microsoft.

Pangeran dan Putri Penipu
Pernah menerima email dari seseorang yang mengaku sebagai pangeran atau putri dari negara tertentu? Jika iya, hampir dipastikan bahwa itu adalah salah satu jenis penipuan yang paling populer.

Pelaku yang mengaku pangeran atau putri itu biasanya meminta pertolongan kepada korban, biasanya berbentuk donasi dengan mengirimkan sejumlah uang ke rekening yang sudah ditentukan.

Hasil riset Microsoft menyebutkan bahwa penipuan jenis ini menguasai 39% dari hasil survei yang dilakukan.

Monday, 30 July 2012

5 kesalahan belanja online

Berbelanja online merupakan salah satu kegiatan yang digemari banyak wanita. Namun tak jarang banyak juga yang kecewa karenanya. Ini 5 kesalahan fatal yang harus Anda hindari saat berbelanja online.




1. Tertipu gambar

Foto-foto di toko online terkadang bisa menipu. Tak jarang banyak yang tertipu, karena saat barang datang, kualitasnya sangat jauh dengan yang di gambar. Oleh karena itu, jangan keburu nafsu. Tanyakan dengan detail bahan juga ukuran barang. Untuk baju, tanyakan lebar dada dan lebar pinggul dalam centimeter. Untuk sepatu, tanyakan panjang tapak tiap-tiap ukurannya, agar Anda tak salah beli.

2. Tertipu harga murah

Banyak toko-toko online yang menawarkan barang dengan harga di bawah pasaran. Tapi jangan buru-buru tergiur. Tak sedikit toko online yang menjadi modus penipuan. Saat pembeli tergiur membeli banyak barang dan mentransfer uangnya, si penjual hilang bagai tertelan asap. Jangan pernah percaya jika harga yang ditawarkan tak masuk akal. Jangan juga berbelanja di sembarang toko online. Pilihlah toko-toko yang terpercaya dan mendapatkan ulasan yang baik dari para pembelinya.

3. Menyimpan informasi pribadi di komputer dan tidak menguncinya

Terkadang kita menyimpan nomor kartu kredit usai bertransaksi online dan tidak mengaktifkan sistem keamanan komputer. Hal ini sangat berbahaya karena bisa saja orang lain memakai kartu kredit untuk berbelanja tanpa sepengetahuan Anda.

4. Koneksi Internet yang lambat

Koneksi Internet yang lambat bisa merugikan Anda saat berbelanja online. Saat Anda melakukan transaksi dengan kartu kredit dalam keadaan koneksi tak stabil, kesalahan sangat mungkin terjadi. Transaksi Anda bisa gagal, namun tagihan sudah terlanjur masuk ke kartu kredit Anda. Pastikan Anda menggunakan koneksi Internet yang stabil sebelum berbelanja online.

5. Tak memperhitungkan ongkos kirim

Harga barang yang Anda beli memang murah, tapi coba dicek juga ongkos kirimnya. Jika Anda dan pembeli berada di satu lokasi, biasanya ongkos kirim tak mahal, namun jika lain kota bahkan negara, jangan-jangan, ongkos kirim yang Anda bayarkan justru lebih mahal dari harga barangnya sendiri.