Monday, 21 October 2013

Inilah Tarif Pembunuh Bayaran Dari Kasus Yang Berhasil Diungkap

type='html'>
Inilah Tarif Pembunuh Bayaran Dari Kasus Yang Berhasil Diungkap - Polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap Holly Angela (37) di Apartemen Kalibata City. Polisi menduga ada lima orang eksekutor Holly. Abdul Latief ditangkap di rumahnya di Perumahan Griya Laras Asri, Blok B1, No 7, Desa Tonjong, Bojong Gede, depok, Senin (7/10) pukul 04.00 WIB. Sedangkan Surya Hakim ditangkap di Karawang, Jawa Barat, Rabu (9/10) dini hari.

Untuk pelaku El Riski Yudistira sudah tewas setelah mencoba melarikan diri usai menghabisi nyawa Holly bersama pelaku R di kamar Holly. Pelaku R dan PG masuk dalam daftar pencarian orang Polda Metro Jaya. Peran pelaku PG ialah merekrut 3 pelaku lainnya yakni R, Abdul Latif dan El Riski Yudistira.

Kelima orang pembunuh bayaran ini mendapat upah Rp 250 juta. Sebanyak Rp 50 juta digunakan untuk operasional.

Kasus ini menguak rentetan pembunuh bayaran yang berhasil diungkap polisi. Tarif para pembunuh bayaran dalam berbagai kasus ini bervariasi. Beberapa pelaku pembunuhan kebanyakan sudah kenal otak di balik aksi pembunuhan.

Berikut ini tarif para pembunuh bayaran yang berhasil diungkap seperti dirangkum merdeka.com, Kamis (17/10):

1. Suud Rusli dibayar 4 juta
Kasus pembunuhan terhadap Dirut PT Asaba Boedyharto Angsono menggegerkan Jakarta pada awal tahun 2000-an. Pembunuhan ini ternyata didalangi oleh Gunawan Santosa, mantan menantu Boedyharto.

Gunawan Santosa memerintahkan para pembunuh bayaran untuk menghabisi Boedyharto Angsono. Mereka adalah para prajurit Angkatan Laut. Orang suruhan Gunawan itu dibayar Rp 4 juta. Angka ini kecil karena antara Gunawan dengan pelaku sudah mengenal sangat lama. Dalam kurun waktu itu Gunawan sering memberikan bantuan kepada mereka.

Pelaku pembunuhan Syam Ahmad Sanusi dan Kopda Suud Rusli dijatuhi hukuman mati pada 4 Februari 2005. Mereka juga dipecat sebagai anggota TNI. Adapun Gunawan, divonis mati lebih dulu pada 24 Juni 2004.

2. Rp 4 Juta di Lumajang
Seorang wanita bernama Nami (40) menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh suaminya Samuri (45) di Lumajang, Jawa Timur 2010 lalu. Wanita itu ingin menghabisi suaminya karena merasa sering disakiti.

Kepada aparat kepolisian, Nami mengaku menyewa S untuk menghabisi Samuri. Nami mengenal S melalui Tori, warga tetangga desanya.

Samuri dihabisi dengan cara dipukul berkali-kali menggunakan sebilah balok di bagian kepala hingga tewas. S dibayar Rp 4 juta untuk aksi biadabnya itu.

3. Rp 100 juta dan Rp 50 juta
Hakim agung Syafiuddin Kartasasmita tewas ditembak pada 26 Juli 2001. Syafiuddin ditembak mati ketika menuju kantor oleh empat orang yang mengendarai dua Yamaha RX King.

Peristiwa penembakan itu, melibatkan nama pengusaha besar Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto. Tommy sempat divonis 15 tahun penjara, untuk kasus pembunuhan Syafiuddin.

Salah satu bukti kuat yang menjerat Tommy dalam kasus Syafifuddin antara lain keterangan Mulawarman dan Noval Hadad sebagai pelaku utama penembakan. Keduanya berhasil ditangkap pada 7 Agustus 2001.

Mulawarman mengakui telah menerima order dari Dodi untuk melakukan pembunuhan Syafiuddin Kartasasmita. Mulawarman menerima imbalan Rp 100 juta langsung dari tangan Tommy. Kemudian, Rp 50 juta di antaranya diberikan kepada Noval Hadad.

Sedangkan senjata yang digunakan untuk mengeksekusi Syaifuddin, yaitu pistol Baretta FN Kaliber 9 mm diserahkan oleh Tommy kepada Mulawarman.

4. 500 juta kepada Williardi
Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen ditembak pada Maret 2009 hingga tewas. Nama-nama yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan ini adalah Antasari Azhar (saat itu menjabat sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi), Komisaris Besar Polisi Wiliardi Wizard (saat itu menjabat sebagai Kapolres Jakarta Selatan), Sigid Haryo Wibisono (pengusaha).

Nama-nama eksekutor yang disewa adalah Eduardus Ndopo Mbete alias Edo, Hendrikus Kia Walen, Daniel Daen Sabon, dan Heri Santosa. Mereka disewa Williardi melalui Jerry Hermawan Lo. Untuk tugas ini Williardi menerima Rp 500 juta untuk biaya operasional.

5. Rp 250 juta untuk eksekutor Holly
Para eksekutor mengaku dibayar Rp 250 juta untuk membunuh Holly Angela (37) di apartemen Kalibata City. Uang Rp 200 juta dibagi rata untuk berlima, sementara Rp 50 juta untuk operasional selama menguntit hingga akhirnya membunuh wanita berparas manis itu.

"Uang Rp 50 juta juga digunakan untuk menyewa apartemen di lantai 6 Kalibata City, beli kopi, beli tali tambang, keresek sampah," kata Direskrimun Polda Metro Jaya Kombes Slamet Riyanto, Rabu (16/10).

Salah satu eksekutor, El Riski Yudistira tewas setelah mencoba melarikan diri usai membunuh Holly. Kepada teman-temannya, Riski mengaku berniat memberikan uang itu pada keluarganya di Lampung. "Karena Riski tewas, uang miliknya dipegang tersangka R yang kini masih buron," kata Kombes Slamet. | Merdeka.com

Monday, 7 October 2013

Akhirnya, Curiosity Berhasil Menemukan Air di Planet Mars

type='html'>Hal itu diungkapkan oleh NASA bahwa sekopan tanah yang dilakukan oleh robot penjelajah Curiosity ternyata memiliki kandungan air sebanyak dua persen.

"Kami melihat Mars sebagai planet yang kering, walaupun ada air tapi tentu tidak sebanyak di Bumi," ucap laurie Leshin selaku penulis dari jurnal sains yang juga sebagai dekan dari Rensselaer Polytechnic Institute.


"Pada 0.03 meter kubik tanah Mars, kita bisa mendapatkan sekitar 0,47 liter air. Radio isotop hidrogen pada air yang terdapat pada tanah menunjukkan molekul air melekat pada partikel tanah yang datang pada masa sekarang," tambahnya.

Sampel sekopan tanah yang disebut dengan Rocknest itu dianalisa dengan memanaskannya pada sebuah "oven kecil" Curiosity dan hasilnya ditemukan molekul air sebanyak 2 persen dari volume tanah.

Bukti keberadaan air di planet Mars akan sangat membantu untuk awak yang nantinya akan dikirim ke sana. Amerika sendiri direncanakan mengirim misi berawak pertama ke planet Mars pada tahun 2030.

Sebenarnya wahana pengorbit Mars juga sudah mengendus bahwa planet itu pernah punya air baik dalam wujud cair maupun es pada masa lampau namun belum meyakinkan sampai adanya bukti valid dari Curiosity ini.

Temuan menakjubkan dari Curiosity ini dijelaskan dalam lima makalah yang berbeda pada jurnal sains dan masing-masing berisi tentang riset pada beberapa wilayah yang berbeda di Mars. "Air harus tersedia dan mudah diakses, kita bisa menemukannya di bawah kaki jika kita menjadi astronot di sana," ungkap Leshin.


Sumber :
astronomi.us

Sunday, 15 July 2012

12 Band Indie Indonesia Yang Berhasil Go International

Ketika banyak penyanyi, band, dan grup vokal dengan label besar yang acap bersliweran di layar kaca masih bermimpi untuk go international, ternyata sudah ada beberapa nama di dunia musik Indonesia yang lebih dulu kesohor di mancanegara. Bergerak di bawah tanah dan mengandalkan media paling populer saat ini, internet, band-band indie Indonesia ini berhasil menggebrak dan menapakkan kaki di panggung mancanegara sekaligus membuktikan bahwa musisi asal negara Indonesia bisa berbuat banyak di luar sana.

 

1. Burgerkill

[imagetag] burgerkill picture 01 300x224 12 Band Indie Indonesia Yang Berhasil <i>Go International</i>
Band yang sering meminta penontonnya untuk melakukan "wall of death" ini pernah diundang ke acara musik bergengsi di Australia, Soundwave, pada 2009 dan menjadi pembuka band metal papan atas Mastodon di acara Big Day Out tahun 2010.

 

2. White Shoes and The Couples Company

[imagetag] White+Shoes++the+Couples+Company+1814655651 5f3927e75d 12 Band Indie Indonesia Yang Berhasil <i>Go International</i>
Mengusung musik jadul ala tahun 70-an, White Shoes and the Couples Company atau sering disingkat WSATCC sukses merebut hati penikmat musik di San Francisco pada sebuah acara di klab Make Out Room. Akhir tahun lalu mereka mendapat kesempatan menjajal panggung di Hong Kong dan Singapura.

 

3. Bottlesmoker

[imagetag] Bottlesmoker befuddled by their equipment saGuijo 12 Band Indie Indonesia Yang Berhasil <i>Go International</i>
Grup musik duo tanpa Maia asal Bandung ini berhasil menarik perhatian banyak penikmat musik di Indonesia sebelum akhirnya memikat promotor negeri serumpun Malaysia dan negeri kepulauan lain di Asia Tenggara Filipina.

 

4. Goodnight Electric

[imagetag] Goodnight+Electric+goodnightelectric 12 Band Indie Indonesia Yang Berhasil <i>Go International</i>
Tercatat 2 kali Goodnight Electric, sebuah band fantastis beraliran synth pop, mengajak para penikmat musik di Singapura melantai di tahun 2009 dan 2010. Sebelumnya, mereka menyambangi Malaysia pada 2006 dan ikut terlibat dalam proyek Goethe Institut di Jerman pada 2008.

 

5. Mocca

[imagetag] mocca2 12 Band Indie Indonesia Yang Berhasil <i>Go International</i>
Siapa yang tak kenal Mocca? Walaupun bergelut dengan dunia "bawah tanah", nama band ini cukup terkenal di kalangan awam. Sebelum memutuskan untuk vakum karena Arina sang vokalis harus pergi ke negeri Paman Sam bersama suaminya pada 2011, Mocca terhitung telah menjajah beberapa negara di Asia seperti Singapura, Malaysia, Korea Selatan dan Jepang. Di Jepang, beberapa lagu mereka bahkan dijadikan soundtrack untuk film dan jingle iklan. Mereka punya kelompok penggemar yang bernama Swinging Friends di Bandung.

 

6. Sore

[imagetag] soreband1 std 12 Band Indie Indonesia Yang Berhasil <i>Go International</i>
Band pop asal Jakarta yang telah menelurkan dua album ini pernah tampil di Malaysia dan berhasil memikat para penonton di sana. Majalah TIME Asia memasukkan nama Sore ke dalam daftar "Lima Band Asia yang Albumnya Layak Dibeli."

 

7. The Trees and The Wild

[imagetag] the trees and the wild 640x426 12 Band Indie Indonesia Yang Berhasil <i>Go International</i>
Dengan mengalunkan irama akustik nan minimalis, The Trees and The Wild menghipnotis para penggemarnya di Singapura sebanyak dua kali dan Malaysia sekali pada 2011. Band ini berada di bawah naungan Lil'fish Records yang pernah menunggangi album band indie legendaris Pure Saturday.

 

8. Discus

[imagetag] 0 12 Band Indie Indonesia Yang Berhasil <i>Go International</i>
Band beraliran progresif ini sangat tidak populer di Indonesia, namun kalangan penikmat jazz/progresif mancanegara sangat menggemari alunan irama band Discus. Amerika sudah beberapa kali dijajal band yang terbentuk pada 1996 ini. Selain itu mereka juga pernah tampil di beberapa negara Eropa seperti Jerman dan Swiss.

 

9. Hollywood Nobody

[imagetag] lbqmzwsp 12 Band Indie Indonesia Yang Berhasil <i>Go International</i>
Band twee pop bossanova asal Bandung yang bernaung di bawah FastForward Records label ini membuktikan bahwa mereka bukanlah "Nobody" dengan menjadi penampil utama di acara Baybeats 2011, Esplanade, Singapura. Dua band Indonesia lainnya, Bangku Taman dan Protocol Afro juga tampil dalam acara ini.

 

10. The S.I.G.I.T

[imagetag] thtc x the sigit 7 copy 640x454 12 Band Indie Indonesia Yang Berhasil <i>Go International</i>
Band bernama panjang The Super Insurgent Group of Intemperance Talent ini sering disejajarkan dengan band terkenal mancanegara The Datsuns dan Wolfmother. Pada 2007, The S.I.G.I.T menjadiheadlines beberapa media musik di Australia setelah diajak tampil dalam satu panggung bersama Dallas Crane. Pada 2009, band yang dimotori musisi jenius Rekti, Acil, Farri dan Adit ini menjajal panggung SXSW di Texas setelah gagal berangkat di tahun sebelumnya karena permasalahan visa. Mereka juga pernah tampil di Hong Kong, Singapura, dan Malaysia.

 

11. NOXA

[imagetag] 20100824 032727 noxa bendera s 12 Band Indie Indonesia Yang Berhasil <i>Go International</i>
NOXA dengan bangga membawa bendera Merah Putih ke atas panggung Obscene Extreme Festival di Ceko pada 2010. Mereka juga pernah diundang ke Jerman pada 2006 namun urung tampil karena masalah yang sama seperti The S.I.G.I.T. ketika gagal tampil di Amerika.

 

12. Protocol Afro

[imagetag] Protocol Afro 06 640x426 12 Band Indie Indonesia Yang Berhasil <i>Go International</i>
Protocol Afro tampil gemilang di acara Baybeats 2011 di Singapura tahun lalu. Band beraliran rock asal Jakarta ini terbilang masih baru karena baru terbentuk pada 2007 lalu. Namun prestasi band muda ini sungguh menakjubkan. Kalau kamu suka Bloc Party atau The Kooks atau Kings of Leon, band ini sepertinya cocok buatmu.
Selain nama-nama tersebut di atas, ada beberapa nama lainnya yang pernah sukses mencicipi panggung di luar negeri seperti Santa Monica, The Brandals, Leonardo, Adhitya Sofyan, dan Hightime Rebellion. Band-band ini tidak begitu terkenal di Indonesia jika dibandingkan dengan Peter Pan, Ungu, atau SM*SH, namun mereka mampu berbicara banyak di luar sana.