Friday, 4 October 2013

Video: Aksi Wang Wuka, Bocah 3 Tahun Yang Jago Bermain Biliar

type='html'>
Video: Aksi Wang Wuka, Bocah 3 Tahun Yang Jago Bermain Biliar - Tiga tahun Wang Wuka bermain biliar di rumahnya di Xuancheng, provinsi Anhui, Cina. Ayah Wuka Wang Yin, penggemar biliar, dia telah mengajarkan anaknya olahraga selama lebih dari dua tahun.

Wang Wuka yang bercita-cita untuk menjadi pemain biliar profesional ini, menjalani lima jam latihan dalam sehari untuk menembak bola dengan presisi.

Berikut Video Aksi Wang Wuka, Bocah 3 Tahun Yang Jago Bermain biliar:

Wednesday, 2 October 2013

Bocah Autis Penerus Stephen Hawking

type='html'>
Ketika usianya 2 tahun, Jacob Barnett divonis oleh dokter tak akan bisa bicara, membaca, dan melakukan hal-hal dasar dalam hidupnya. Ternyata prediksi tersebut salah total. Bocah autis ini justru menjadi sangat cerdas.

Pada usia 14 tahun, ia telah terdaftar menjadi mahasiswa program master bidang fisika kuantum. Tingkat IQ-nya menurut BBC mencapai 170, melebihi Einstein. Ia bahkan sudah diprediksi akan meraih nobel.

 
Sejak memasuki Indiana University-Purdue University Indianapolis (IUPUI) pada usia 10 tahun, Barnett telah memukau pengajar, rekan, dan keluarganya. Barnett sering membantu temannya mempelajari kalkulus. Ia selalu menjadi juara kelas. Laporan majalah Time pada tahun 2011 menyebut, suatu hari, Barnett mungkin akan mampu menggugat Teori Relativitas yang dipelopori Einstein.

Di luar kecemerlangannya dalam bidang akademis, Barnett juga terkenal sebagai seorang entrepreneur dan penulis yang menginspirasi. Ia dan keluarganya menjalankan sebuah badan donasi bernama Jacob's Place untuk anak-anak dan mamakai ceritanya untuk meningkatkan pemahaman dan mengubah mitos soal autisme.

Pengalaman Barnett sama halnya dengan Stephen Hawking didiagnosis menderita amyotrophic lateral sclerosis (ALS). Dokter memprediksi bahwa dia hanya akan bertahan hidup tiga tahun. Namun, Hawking bertahan dan menjadi fisikawan dan kosmolog paling ternama di abad ini. Bisa jadi, kini Jacob akan menjadi penerus Hawking.

Hidup memang penuh keajaiban. Pendapat masyarakat, atau orang yang dianggap ahli tak mutlak benar, dan bukan penentu masa depan seseorang. Hari esok, ada di tangan kita masing-masing. Tetap semangat  :)







 














Sumber:

Thursday, 22 November 2012

Bocah Dua Tahun Donorkan Organnya Untuk Tolong Anak Lain

http://images.detik.com/content/2012/06/25/1148/xiwang-chinadailiy.jpg


rang tua Xiwang (2) membuat keputusan penting saat sadar anaknya tak bisa tertolong lagi karena sakit. Mereka memutuskan untuk mendonorkan organ sang anak bagi dua anak lain yang membutuhkan.

Diberitakan AsiaOne, Minggu (24/6/2012), Xiwang adalah bayi berusia 2 tahun dari Mongolia. Bila diterjemahkan, nama Xiwang berarti harapan. Namun harapan hidup seolah terus menjauh darinya setelah dokter memvonisnya dengan penyakit kronis di otak.

Melihat kondisi ini, sang orang tua pun memutuskan untuk mendonorkan organ anaknya demi menolong anak-anak lain.

"Dibandingkan dengan membakar anak kami menjadi abu, kami memutuskan untuk mendonorkan organ supaya bisa menolong anak-anak lain," ujar ibu Xiwang, Wang Xiaofei.

"Kami memanggilnya Xiwang karena kami ingin memberi harapan hidup untuk anak lain yang membutuhkan bantuan," sambungnya.

Xiwang meninggal dunia pada 9 Juni lalu pukul 17.30 waktu setempat. Setelah dikecup untuk terakhir kalinya oleh sang ayah, Xiwang langsung masuk ke ruang operasi untuk diambil hati dan ginjalnya bagi dua anak lain yang sudah menunggu pertolongan.

Menurut aktivis Palang Merah Chifeng, bocah berusia dua tahun itu adalah pendonor organ wanita dan termuda di Mongolia.

Kini, dua anak yang mendapat organ dari Xiwang kondisinya semakin membaik. Orang tua kedua anak tersebut pun sangat berterima kasih pada Xiwang.

Selamat jalan Nak..


Penghormatan Terakhir Tim Dokter Pada Sang Bocah 'Pemberi Harapan'



http://images.detik.com/content/2012/06/25/1148/xiwang-china-dailiy-2.jpg

Kisah Xiwang, bocah berusia dua tahun yang mendonorkan organnya bagi anak lain membuat tim dokter di China terharu. Mereka memberi penghormatan terakhir sambil membungkukkan badannya.

Diberitakan AsiaOne, Senin (25/6/2012) momen ini dijepret oleh para jurnalis sesaat setelah Xiwang dinyatakan meninggal dunia karena kerusakan otak. Anak itu kemudian dibawa ke ruang operasi untuk diambil ginjal dan hatinya bagi dua anak lain yang membutuhkan.

Suster dan dokter yang menangani Xiwang pun berbaris rapi mengelilingi ruangan. Mereka memberi penghormatan terakhir sambil membungkukkan badan. Suasana haru di ruangan itu sangat terasa.

Orang tua Xiwang (2) membuat keputusan penting saat sadar anaknya tak bisa tertolong lagi karena sakit. Mereka memutuskan untuk mendonorkan organ sang anak bagi dua anak lain yang membutuhkan.

"Dibandingkan dengan membakar anak kami menjadi abu, kami memutuskan untuk mendonorkan organ supaya bisa menolong anak-anak lain," ujar ibu Xiwang, Wang Xiaofei.

"Kami memanggilnya Xiwang karena kami ingin memberi harapan hidup untuk anak lain yang membutuhkan bantuan," sambungnya.

Xiwang meninggal dunia pada 9 Juni lalu pukul 17.30 waktu setempat. Setelah dikecup untuk terakhir kalinya oleh sang ayah, Xiwang langsung masuk ke ruang operasi untuk diambil hati dan ginjalnya bagi dua anak lain yang sudah menunggu pertolongan.

Kini, dua anak yang mendapat organ dari Xiwang kondisinya semakin membaik. Orang tua kedua anak tersebut pun sangat berterima kasih pada Xiwang.





sumber :http://news.detik.com/read/2012/06/25/013243/1949610/1148/bocah-dua-tahun-donorkan-organnya-untuk-tolong-anak-lain?991101mainnews

Thursday, 15 November 2012

Bocah Dua Tahun Donorkan Organnya Untuk Tolong Anak Lain

http://images.detik.com/content/2012/06/25/1148/xiwang-chinadailiy.jpg


rang tua Xiwang (2) membuat keputusan penting saat sadar anaknya tak bisa tertolong lagi karena sakit. Mereka memutuskan untuk mendonorkan organ sang anak bagi dua anak lain yang membutuhkan.

Diberitakan AsiaOne, Minggu (24/6/2012), Xiwang adalah bayi berusia 2 tahun dari Mongolia. Bila diterjemahkan, nama Xiwang berarti harapan. Namun harapan hidup seolah terus menjauh darinya setelah dokter memvonisnya dengan penyakit kronis di otak.

Melihat kondisi ini, sang orang tua pun memutuskan untuk mendonorkan organ anaknya demi menolong anak-anak lain.

"Dibandingkan dengan membakar anak kami menjadi abu, kami memutuskan untuk mendonorkan organ supaya bisa menolong anak-anak lain," ujar ibu Xiwang, Wang Xiaofei.

"Kami memanggilnya Xiwang karena kami ingin memberi harapan hidup untuk anak lain yang membutuhkan bantuan," sambungnya.

Xiwang meninggal dunia pada 9 Juni lalu pukul 17.30 waktu setempat. Setelah dikecup untuk terakhir kalinya oleh sang ayah, Xiwang langsung masuk ke ruang operasi untuk diambil hati dan ginjalnya bagi dua anak lain yang sudah menunggu pertolongan.

Menurut aktivis Palang Merah Chifeng, bocah berusia dua tahun itu adalah pendonor organ wanita dan termuda di Mongolia.

Kini, dua anak yang mendapat organ dari Xiwang kondisinya semakin membaik. Orang tua kedua anak tersebut pun sangat berterima kasih pada Xiwang.

Selamat jalan Nak..


Penghormatan Terakhir Tim Dokter Pada Sang Bocah 'Pemberi Harapan'



http://images.detik.com/content/2012/06/25/1148/xiwang-china-dailiy-2.jpg

Kisah Xiwang, bocah berusia dua tahun yang mendonorkan organnya bagi anak lain membuat tim dokter di China terharu. Mereka memberi penghormatan terakhir sambil membungkukkan badannya.

Diberitakan AsiaOne, Senin (25/6/2012) momen ini dijepret oleh para jurnalis sesaat setelah Xiwang dinyatakan meninggal dunia karena kerusakan otak. Anak itu kemudian dibawa ke ruang operasi untuk diambil ginjal dan hatinya bagi dua anak lain yang membutuhkan.

Suster dan dokter yang menangani Xiwang pun berbaris rapi mengelilingi ruangan. Mereka memberi penghormatan terakhir sambil membungkukkan badan. Suasana haru di ruangan itu sangat terasa.

Orang tua Xiwang (2) membuat keputusan penting saat sadar anaknya tak bisa tertolong lagi karena sakit. Mereka memutuskan untuk mendonorkan organ sang anak bagi dua anak lain yang membutuhkan.

"Dibandingkan dengan membakar anak kami menjadi abu, kami memutuskan untuk mendonorkan organ supaya bisa menolong anak-anak lain," ujar ibu Xiwang, Wang Xiaofei.

"Kami memanggilnya Xiwang karena kami ingin memberi harapan hidup untuk anak lain yang membutuhkan bantuan," sambungnya.

Xiwang meninggal dunia pada 9 Juni lalu pukul 17.30 waktu setempat. Setelah dikecup untuk terakhir kalinya oleh sang ayah, Xiwang langsung masuk ke ruang operasi untuk diambil hati dan ginjalnya bagi dua anak lain yang sudah menunggu pertolongan.

Kini, dua anak yang mendapat organ dari Xiwang kondisinya semakin membaik. Orang tua kedua anak tersebut pun sangat berterima kasih pada Xiwang.





sumber :http://news.detik.com/read/2012/06/25/013243/1949610/1148/bocah-dua-tahun-donorkan-organnya-untuk-tolong-anak-lain?991101mainnews

Thursday, 27 September 2012

Bocah yang Bersahabat Karib dengan Marmut

Contoh keakraban antara manusia dengan hewan pemalu terjadi di Austria. Marmut dikenal dengan sifat pemalu. Biasanya saat bertemu manusia, mereka akan memukul-mukul ekor serta membunyikan gigi sebagai tanda peringatan agar jangan mendekat. Bila tak berhasil, marmut akan mengeluarkan suara seperti peluit guna memberitahu anggota lain dalam koloni untuk melarikan diri.


Tidak demikian dengan Matteo Walch. Saat marmut melihatnya, mereka bergegas ke sisinya tanpa ragu dan mengelilingi bocah itu tanpa takut.

Bocah berusia delapan tahun ini telah membangun hubungan yang luar biasa dengan makhluk-mahluk tersebut sejak pertama kali dibawa melihat koloni tersebut oleh keluarganya empat tahun lalu.

Keluarga pecinta alam tersebut kembali untuk mengunjungi koloni marmut Groslocker di Pegunungan Alpen Austria selama dua minggu setiap tahunnya.



“Persahabatan mereka telah berlangsung selama lebih dari empat tahun sekarang. Dia mencintai binatang itu dan mereka sama sekali tidak takut kepada Matteo karena ia memiliki perasaan yang sama terhadap hewan-hewan itu, dan mereka memahaminya.” tutur Michaela, ayah dari Matteo.

“Kami pergi ke sana setiap tahunn selama dua minggu, sangat menakjubkan menyaksikan hubungan khusus antara anak laki-laki kami dan teman-teman marmutnya.” tambah Michaela.


Marmot Alpen sedikit berbeda dengan marmut peliharaan yang sering kita jumpai di pet shop. Marmut ini tingginya sekitar 18 cm dan mampu mencapai mencapai panjang hingga 50cm.

Anehnya, binatang ini menjadi lebih berat di musim gugur, saat bobot hewan ini bisa mencapai 8 kilogram, dibandingkan dengan berat mereka di musim semi yang hanya mencapai 3 kilogram.

Monday, 9 July 2012

Bocah Ini Selamatkan Ibunya Dari Ledakan Makanan Di Microwave

Quick thinking: Ella knew exactly what to do when her mother received burns from an exploding microwave meal
Quick thinking: Ella knew exactly what to do when her mother received burns from an exploding microwave meal

Malang benar nasib seorang ibu bernama Vicky Patmore ini. Saat sedang menghangatkan ravioli di dalam microwave, tiba-tiba ravioli tersebut meledak dan mengenai wajahnya. Beruntung, sang anak yang baru berusia 8 tahun langsung bertindak cepat untuk menyelamatkan ibunya.

Saat kejadian tersebut, wanita 32 tahun ini sedang menyiapkan makanan untuk buah hatinya. Menu hari itu adalah ravioli. Saat hendak membuka pintu microwave, tak disangka, ravioli panas di dalamnya meledak dan mengenai bagian wajah dan dadanya.

Tak siap menghadapi kejadian tersebut, Vicky seketika langsung shock. Ia tak bisa melakukan apa-apa, dan tak tahu apa yang harus dilakukan saat merasakan panas yang menyengat di bagian wajah dan dadanya. Beruntung, sang anak langsung sigap memberi tahu ibunya mengenai apa yang harus dilakukan.

Atas saran Ella, panggilan akrab anaknya, Vicky langsung mengguyur tubuhnya dengan air dingin. Selagi ibunya di kamar mandi, Ella menghubungi ambulans dan meminta ibunya untuk membungkus lukanya dengan cling film atau plastik pembungkus.

Tak lama berselang, paramedis tiba di rumah mereka. Beruntung, sang ibu terselamatkan dari luka bakar serius di beberapa bagian tubuhnya. Menurut paramedis, petunjuk yang diberikan Ella pada ibunya menjadi salah satu penyebab mengapa Vicky tak mengalami luka yang serius.

Rupanya, Ella baru saja mendapatkan pelajaran mengenai pertolongan pertama di sekolahnya. Kebetulan, Ella baru mempelajari bagaimana menghadapi orang yang terkena luka bakar. Vickypun merasa sangat bangga pada Ella. Ia juga berharap jika makin banyak sekolah yang mengajarkan metode pertolongan pertama pada muridnya.


sumber :http://food.detik.com/read/2012/06/26/094421/1950765/297/bocah-ini-selamatkan-ibunya-dari-ledakan-makanan-di-microwave?991104topnews