Saturday, 19 October 2013

Video: Selimut Kabah Diganti Tiap Tahun

type='html'>
Bagi yang belum tahu (saya pun baru tahu, pen.) ternyata selimut Kabah yang berwarna hitam itu diganti setahun sekali dengan selimut baru. Unik, proses penggantiannya dilakukan saat musim haji, yakni setiap 9 Dzulhijjah saat kebanyakan jemaah haji berada di Padang Arafah.


Dulu kala Kabah tak seperti yang kita lihat sekarang, tanpa ada kain penutup. Penggunaan kiswah - selimut Kabah - mulai terjadi di bawah kepemimpinan Raja Himyar Assad dari Yaman. Tujuannya, melindungi dinding kabah dari kotoran, debu, serta panas yang bisa membuat bangunan cepat rusak. Selain itu, juga untuk hiasan agar terlihat indah.

Kiswah (arti harfiah: memakai) bobotnya  670 kilo gram dengan ukuran tinggi 14 meter dan panjang mencapai 47 meter. Kiswah terbuat dari sutera murni yang dicelup dalam warna hitam.

Kiswah dihiasi sulaman ayat suci Alquran yang dibuat dari benang-benang emas murni. Walau teknologi mesin sudah digunakan, namun tenaga manusia masih dipakai (handmade) untuk menyulam benang emas di atas kiswah. Kita lihat saja videonya berikut.






Forum Diskusi
Seperti dilansir viva.co.id pemakaian kiswah berawal di masa pemerintahan Raja Himyar Assad dari Yaman. Patut diketahui, dinasti Himyar (atau Himyarite) adalah kerajaan Yahudi di Yaman. Saat ia menguasai Yatrib (kini Madinah) salah seorang putranya ditinggal untuk memimpin kota tersebut, namun dibunuh oleh penduduk Yatrib.

Kita akan selidiki lebih lanjut tentang ini, dan bila Anda memiliki penjelasan dengan referensi sahih, silahkan berbagi dengan kami... :)













Legenda Li Ching Yuen, Pria Berusia 256 Tahun

type='html'>
 Pada Mei 1933, majalah The New York Times dan Time memberitakan kematian seorang kakek tua yang berasal dari China bernama Li Ching Yuen. Yang menjadi perdebatan adalah umurnya. Li Ching Yuen mengaku bahwa dia lahir pada tahun 1736. Dengan demikian berarti dia berusia 197 tahun pada hari kematiannya.



Beberapa ilmuwan China yang penasaran mulai bekerja untuk menyelidiki kebenarannya. Profesor Wu Chung Chien dari universitas Minkuo menemukan data yang membuktikan bahwa usia Li bukanlah 197 seperti yang dikatakan oleh li sendiri

Wu Chung Chien menemukan sebuah catatan dari kerajaan Cina yang memberikan ucapan selamat kepada Li Ching Yun atas ulang tahunnya yang ke-150 tahun pada tahun 1827. Apabila pada tahun 1827 ia berulang tahun ke-150, maka itu berarti catatan kerajaan menunjukkan bahwa Li lahir pada tahun 1677 dan saat meninggal di tahun 1933, ia berumur 256 tahun.

Ia telah hidup melewati sembilan kaisar pada dinasti Qing selama 256 tahun. Ia menjadi manusia terlama hidup yang pernah dicatat sepanjang sejarah modern. Walau kebenarannya masih jadi tanda tanya besar dan diragukan oleh banyak peneliti - terutama oleh kritisi dunia barat.

Kita tidak tahu pasti kebenaran dari riwayat hidupnya yang bercampur dengan legenda, rumor dan dongeng tersebut. Satu-satunya fakta ialah bahwa ia seseorang yang nyata dan hidup sehat sampai usia yang sangat tua, jauh lebih tua daripada orang-orang lainnya.


Riwayat Master Li

Li Ching Yuen (Li Ching Yun) lahir di Chi Jian Hsien, pegunungan propinsi Szechuan, China. Sejak usianya 10 tahun, ia sudah berkelana ke Kansu, Shansi, Tibet, Annam, Siam, dan Manchuria untuk mengumpulkan tanaman obat.
 

Ia menghabiskan tujuh puluh tahun pertamanya mengelilingi China untuk mengumpulkan dan menjual obat-obatan herbal. Dalam perjalanannya, ia juga menguasai ilmu beladiri, chi kung, dan ahli tanaman herbal, termasuk ginseng, Asiatic pennywort, dan wolfberry China. Selama hidupnya, Li dikenal sebagai seorang herbalis dan ahli kungfu.

etika berumur tujuh puluh satu tahun, Li pindah ke Kai Hsien, bekerja sebagai ahli strategi militer dan guru seni beladiri untuk Angkatan Darat China selama 170 tahun. Pada tahun 1927, Jenderal Yang Sen mengundang Li untuk tinggal bersamanya sehingga ia bisa mempelajari rahasia Li yang dapat menghambat penuaan usianya.

Setahun kemudian, Li kembali ke rumahnya untuk tinggal bersama isterinya yang ke-24. Beberapa sumber mengatakan bahwa Li telah menguburkan 23 Istri dan pada saat meninggalnya ia hidup bersama istri ke 24. Dari ke-24 istrinya, Li memiliki anak cucu hingga 11 generasi dan berjumlah sekitar 200 orang. Walapun usianya sudah 200 tahun lebih, namun dalam pandangan orang-orang ia kelihatan seperti seseorang yang berusia 60-an.

Menjelang kematiannya di tahun 1933, Li berkata kepada seorang sahabat,"Aku telah menyelesaikan semua hal yang harus diselesaikan di dunia ini, sekarang aku akan pulang." Dan tepat, Li Ching Yun meninggal tidak lama setelah itu pada tanggal 06 Mei 1933.







 









Friday, 18 October 2013

120 Juta Tahun Lalu, Burung Punya Dua Ekor

type='html'>Tim paleontologi dari Chinese Academy of Sciences, di Beijing, China, mengungkapkan bahwa 120 juta tahun lalu burung memiliki dua ekor. Temuan ini membuat jalur evolusi yang rumit dari spesies burung.

Melansir Fox News, hal itu diketahui dari fosil burung purba Jeholornis. Habitatnya di China bersama hewan pra-sejarah lainnya.


Burung Jolohornis [ilustrasi]

Dari temuan fosil, Jeholornis merupakan burung berukuran lebih besar dari kalkun, memiliki cakar pada sayap-sayapnya, dan terdapat tiga gigi kecil di bagian rahang bawah.

Uniknya, para ahli paleontologi juga menemukan Jeholornis jantan mempunyai ekor yang panjang dan berjumlah dua. Belum diketahui apa fungsi dari dua ekor itu, apakah sebagai pendukung terbang atau hanya berfungsi untuk memikat lawan jenisnya.

"Dua ekor yang ditemukan pada burung Jeholornis sangat mengherankan. Ini merupakan jalur evolusi baru untuk hewan spesies burung," kata Jingmai O'Connor, Pemimpin Penelitian dari Chinese Academy of Sciences.

"Fungsi salah satu ekor yang dipenuhi bulu-bulu berwarna-warni sepertinya mirip dengan fitur yang ada pada burung merak, yaitu untuk memikat perhatian lawan jenisnya," ujar O’Connor.


Burung Jolohornis [ilustrasi]

Namun, menurut Julia Clarke, ahli paleontologi dari University of Texas, AS, fungsi dari dua ekor adalah untuk menciptakan stabilitas terbang.

Sebagian menyimpulkan, salah satu ekor itu sepertinya tidak mempunyai fungsi tertentu dan berevolusi menjadi satu ekor saja pada burung-burung modern.

"Bentuk dua ekor itu adalah sebuah jalur evolusi pada spesies burung. Tapi, temuan dua ekor pada burung Jeholornis adalah aneh dan ganjil," tutup Clarke.

Hasil penelitian sudah diterbitkan di Proceedings of the National Academy of Sciences dengan judul "Unique caudal plumage of Jeholornis and complex tail evolution in early birds."


Sumber :
viva.co.id

Thursday, 10 October 2013

Maha Al Musa, Ibu Yang Berniat Menyusui Anaknya Hingga Usia 10 Tahun

type='html'>
Maha Al Musa, Ibu Yang Berniat Menyusui Anaknya Hingga Usia 10 Tahun - Meski sang anak sudah berusia empat tahun, Maha Al Musa tidak pernah malu untuk memberikan anaknya ASI, termasuk ketika buah hatinya ingin menyusu di area publik. Maha malah bertekad menyusui sang anak, Aminah, hingga usianya mencapai 10 tahun.

Pilihan Maha Al Musa sampai saat ini masih menjadi kontroversi. Tidak banyak ibu yang dengan gamblang mengakui masih menyusui anaknya setelah lewat dari dua tahun. Masa menyusui yang selama ini direkomendasikan adalah enam bulan ASI eksklusif dan dilanjutkan dengan memberikan anak makanan pendamping ASI. Ibu bisa tetap menyusui anaknya hingga usia dua tahun.

Seperti dikutip Daily Mail, Maha melakukan apa yang disebut extended breastfeeding, di mana ibu bisa menyusui hingga si anak siap untuk berhenti. Dia mengikuti jejak Jamie Lynne Grumet, wanita asal Los Angeles yang pada tahun lalu mengejutkan publik saat menjadi sampul majalah Time. Jamie tampil dengan berpose sambil menyusui anaknya yang berusia empat tahun.

Dalam wawancara dengan majalah New!, Maha yang berasal dari Australia mengaku tidak peduli dengan kritikan terhadap pilihannya untuk menyusui anaknya hingga usia lima tahun. Dia bahkan akan mengizinkan sang anak, jika memang dia mau, untuk menyusu sampai usia 10 tahun.

"Aku percaya menyusui meningkatkan sistem imum anakku. Sekarang ini, dia sangat jarang sakit dan temperamennya sangat tenang dan lebih relaks dibandingkan anak lainnya," ujar wanita 51 tahun itu.

Selain Aminah, Maha juga ibu dari dua anak Kailash (16 tahun) dan Tariq (13 tahun). Kakak-kakak Aminah itu mendapatkan ASI darinya hingga usia mereka mencapai dua tahun. | wolipop.detik.com

Sunday, 6 October 2013

Misteri Kematian Tak Terungkap 65 Tahun

type='html'>
Banyak kasus di dunia ini yang belum terungkap oleh para penyidik. Salah satu kasus yang masih menjadi misteri adalah "Somerton Man".



Pada 1 Desember 1948, sesosok mayat pria ditemukan di pantai Somerton, Adelaide, Australia. Polisi mengindikasi kemungkinan berumur 40-an. Kondisi mayat sangat lengkap, tak ada tanda-tanda kekerasan fisik, bukti pembunuhan, atau kemungkinan penyakit.

Namun, ditemukan beberapa keanehan. Tak ditemukan label (merk) pakaian, celana, sepatu. Pokoknya sangat polos. Catatan gigi juga tak ada kecocokan dengan data penduduk. Jadi pria ini tak diketahui identitasnya.

Satu keanehan yang menambah daftar misteri yakni, ditemukan kertas di dalam kantong rahasia celana pria tersebut berbunyi "Tamam Shud". Kalimat  berupa kode ini hanya bisa ditemukan pada bagian belakang buku The Rubaiyat of Omar Khayyam yang sudah sangat jarang.

Polisi pun memanggil pemecah kode profesional. Namun tak ada yang bisa mengurai artinya. Hingga saat ini kasus ini masih terbuka bagi kesatuan kriminal kepolisian Australia Selatan. Setelah 65 tahun, penyidik tetap mencari sebab kematian The Somerton Man.



Friday, 4 October 2013

Video: Aksi Wang Wuka, Bocah 3 Tahun Yang Jago Bermain Biliar

type='html'>
Video: Aksi Wang Wuka, Bocah 3 Tahun Yang Jago Bermain Biliar - Tiga tahun Wang Wuka bermain biliar di rumahnya di Xuancheng, provinsi Anhui, Cina. Ayah Wuka Wang Yin, penggemar biliar, dia telah mengajarkan anaknya olahraga selama lebih dari dua tahun.

Wang Wuka yang bercita-cita untuk menjadi pemain biliar profesional ini, menjalani lima jam latihan dalam sehari untuk menembak bola dengan presisi.

Berikut Video Aksi Wang Wuka, Bocah 3 Tahun Yang Jago Bermain biliar:

Sunday, 25 November 2012

Nenek 70 Tahun Jadi Pengantar Air Galon

Seorang wanita renta dengan berat badan hanya sekitar 37,5 Kg, usianya sudah 70 tahun yang tinggal di Distrik Shijingshan Beijing, mungkin menjadi wanita tertua sebagai pengantar air di kota tersebut.

Sejak 2006 Gao Meiyun bekerja sepanjang hari mulai pukul 06.00 hingga jam 22.00. Setiap hari ia mengantar sekitar seratus galon air minum ukuran 20 kg ke berbagai apartemen dan banyak perkantoran di Beijing bagian Barat.

 


Gao Meiyun yang sudah hidup sebagai janda tinggal bersama dengan anaknya yang lumpuh dan cucu yang cacat mental. Cucunya mengalami kecelakaan lalu lintas pada tahun 2008. Kadua kakinya harus dioperasi. Gao harus berhutang kepada orang-orang di sekitarnya untuk membayar biaya pengobatan cucunya tersebut. Namun, hutang yang sudah sedemikian banyak masih kurang untuk menyelesaikan pembayaran pengobatan anaknya.

Mereka bertiga tinggal dalam kamar sempit ukuran 20 m2 tanpa pengatur udara namun justru dipenuhi dengan botol air mineral di setiap sudut ruangan. Uang yang ia peroleh sebagai pengantar air mineral dalam galon menjadi satu-satunya penghasilan untuk hidup sehari-hari sekaligus untuk membiayai pengobatan anaknya.
 


Gao Meiyun menjadi sangat terkenal di masyarakat karena hampir tidak ada orang seusianya yang bekerja berat serta membutuhkan ketahanan fisik seperti itu. Namun, sejauh para pelanggan memerlukannya, Gao setiap saat pasti siap mengantarkan pesanan air minum galon tanpa memperdulikan cuaca. Tertatih-tatih ia menaiki satu persatu anak tangga menuju ke tempat pemesannya. Ia juga mengatakan bahwa keluarganya adalah motivasi untuk melanjutkan pekerjaan beratnya.

Gao Meiyun yakin bahwa suatu ketika anaknya akan menggantikan usahanya. Namun, kenyataan, anaknya tidak mampu melakukan hal itu karena masalah kesehatan yang ia derita. 

Sayangnya, Gao Meiyun sendiri sekarang mengalami gangguan kesehatan. Ia menderita batuk yang cukup parah. Tubuhnya juga menjadi bongkok karena bertahun-tahun mengangkat ratusan botol air mineral yang sedemikian berat

 


Akhir-akhir ini ada beberapa sukarelawan yang membantunya setiap hari Rabu. Ada para donatur yang membantu keuangannya pula.

Sejak berita ini muncul di surat kabar (misalnya sumber artikel ini dari China Photo Press), dana yang telah diterima Gao Meiyun sebesar 100.000 yuan ($ 15,016,59). Setiap bulan pemerintah juga telah memberikan bantuan sebesar 3.000 yuan ($ 450,50) yang hanya cukup untuk biaya hidup, namun bukan biaya pengobatan. Sekolah tempat cucunya belajar juga telah memberikan bea siswa secara penuh alias gratis.



 


Sumber:
kaskus

Thursday, 22 November 2012

Bocah Dua Tahun Donorkan Organnya Untuk Tolong Anak Lain

http://images.detik.com/content/2012/06/25/1148/xiwang-chinadailiy.jpg


rang tua Xiwang (2) membuat keputusan penting saat sadar anaknya tak bisa tertolong lagi karena sakit. Mereka memutuskan untuk mendonorkan organ sang anak bagi dua anak lain yang membutuhkan.

Diberitakan AsiaOne, Minggu (24/6/2012), Xiwang adalah bayi berusia 2 tahun dari Mongolia. Bila diterjemahkan, nama Xiwang berarti harapan. Namun harapan hidup seolah terus menjauh darinya setelah dokter memvonisnya dengan penyakit kronis di otak.

Melihat kondisi ini, sang orang tua pun memutuskan untuk mendonorkan organ anaknya demi menolong anak-anak lain.

"Dibandingkan dengan membakar anak kami menjadi abu, kami memutuskan untuk mendonorkan organ supaya bisa menolong anak-anak lain," ujar ibu Xiwang, Wang Xiaofei.

"Kami memanggilnya Xiwang karena kami ingin memberi harapan hidup untuk anak lain yang membutuhkan bantuan," sambungnya.

Xiwang meninggal dunia pada 9 Juni lalu pukul 17.30 waktu setempat. Setelah dikecup untuk terakhir kalinya oleh sang ayah, Xiwang langsung masuk ke ruang operasi untuk diambil hati dan ginjalnya bagi dua anak lain yang sudah menunggu pertolongan.

Menurut aktivis Palang Merah Chifeng, bocah berusia dua tahun itu adalah pendonor organ wanita dan termuda di Mongolia.

Kini, dua anak yang mendapat organ dari Xiwang kondisinya semakin membaik. Orang tua kedua anak tersebut pun sangat berterima kasih pada Xiwang.

Selamat jalan Nak..


Penghormatan Terakhir Tim Dokter Pada Sang Bocah 'Pemberi Harapan'



http://images.detik.com/content/2012/06/25/1148/xiwang-china-dailiy-2.jpg

Kisah Xiwang, bocah berusia dua tahun yang mendonorkan organnya bagi anak lain membuat tim dokter di China terharu. Mereka memberi penghormatan terakhir sambil membungkukkan badannya.

Diberitakan AsiaOne, Senin (25/6/2012) momen ini dijepret oleh para jurnalis sesaat setelah Xiwang dinyatakan meninggal dunia karena kerusakan otak. Anak itu kemudian dibawa ke ruang operasi untuk diambil ginjal dan hatinya bagi dua anak lain yang membutuhkan.

Suster dan dokter yang menangani Xiwang pun berbaris rapi mengelilingi ruangan. Mereka memberi penghormatan terakhir sambil membungkukkan badan. Suasana haru di ruangan itu sangat terasa.

Orang tua Xiwang (2) membuat keputusan penting saat sadar anaknya tak bisa tertolong lagi karena sakit. Mereka memutuskan untuk mendonorkan organ sang anak bagi dua anak lain yang membutuhkan.

"Dibandingkan dengan membakar anak kami menjadi abu, kami memutuskan untuk mendonorkan organ supaya bisa menolong anak-anak lain," ujar ibu Xiwang, Wang Xiaofei.

"Kami memanggilnya Xiwang karena kami ingin memberi harapan hidup untuk anak lain yang membutuhkan bantuan," sambungnya.

Xiwang meninggal dunia pada 9 Juni lalu pukul 17.30 waktu setempat. Setelah dikecup untuk terakhir kalinya oleh sang ayah, Xiwang langsung masuk ke ruang operasi untuk diambil hati dan ginjalnya bagi dua anak lain yang sudah menunggu pertolongan.

Kini, dua anak yang mendapat organ dari Xiwang kondisinya semakin membaik. Orang tua kedua anak tersebut pun sangat berterima kasih pada Xiwang.





sumber :http://news.detik.com/read/2012/06/25/013243/1949610/1148/bocah-dua-tahun-donorkan-organnya-untuk-tolong-anak-lain?991101mainnews

Wednesday, 21 November 2012

20 Tahun Membelah Bukit Demi Cinta

Sebuah kisah kepahlawanan sejati diperlihatkan seorang lelaki India. Pasalnya ia bekerja tanpa pamrih, bukan demi julukan 'pahlawan', tak mengeluh sedikit pun ketika tak ada orang yang membantu. Yang penting, orang banyak bisa mengambil manfaat dari hasil kerjanya. Beginilah kisahnya.

Dashrath Manjhi tinggal di sebuah desa terpencil dan terisolasi dari daerah lainnya. Ini dikarenakan letak desanya yang dikelilingi oleh bukit-bukit berbatu terjal. Tidak ada sekolah, pasar, rumah sakit, dan tempat-tempat fasilitas umum lainnya di desa ini. Sehingga untuk ke berbagai tempat, para penduduk harus mendaki dan menuruni bukit begitu jauh.



Sudah sering para penduduk setempat menyampaikan keprihatinan mereka kepada pihak pemerintah, para warga minta agar di desa mereka dibangun jalan. Namun permintaan itu sia-sia belaka, pemerintah tak pernah mengabulkannya. Mungkin karena sulitnya struktur geografis di desa itu.

Berbagai usaha mandiri coba dilakukan warga desa untuk membuka jalan baru, namun semuanya gagal. Sampai pada akhirnya seorang Dashrath Manjhi mengambil inisiatif sendiri dan mulai melakukan pekerjaan selevel "Hercules".

Dashrath Manjhi menghabiskan waktu selama 20 tahun untuk membuat jalan yang selama ini dia dan seluruh warga desa minta kepada pemerintah.
Bermodalkan alat seadanya seperti pahat, Dashrath Manjhi berhasil membelah bukit batu menjadi dua bagian.

Jalan yang terbentuk dari terbelahnya bukit ini cukup lebar untuk bisa dilalui sepeda motor dan gerobak pengangkut barang.

Apa yang membuat Dashrath Manjhi mampu melakukan pekerjaan yang sangat berat ini selama 20 tahun?

Menurut penuturannya, rasa cinta kepada istrinyalah yang telah memberinya kekuatan untuk memulai pekerjaan berat ini, meskipun dia tidak lagi hidup untuk menyaksikan hasil dari jerih payahnya.


 
"Istriku, Faguni Devi, terjatuh dan terluka parah saat melintasi bukit ini. Pada waktu itu dia bermaksud membawakan air minum untukku. Saya bekerja di sebuah  peternakan yang terletak di balik bukit ini. Itulah hari dimana saya memutuskan untuk memahat bukit ini dan menjadikanya sebuah jalan." Kata Dashrath Manjhi.

Istri Dashrath Manjhi meninggal karena jatuh sakit dan tidak sempat di bawa ke rumah sakit mengingat sulitnya perjalanan yang harus di tempuh antara desa mereka dengan Rumah Sakit.

"Cinta saya kepada istri saya adalah percikan awal yang telah menyalakan api keinginan saya untuk memahat jalan ini. Tetapi keinginan melihat ribuan penduduk desa melintasi bukit kapan pun mereka ingin, membuat saya sanggup bekerja selama bertahun-tahun tanpa ada rasa takut dan khawatir."

Dia juga mengatakan bahwa waktu pertama kali memulai pekerjaan ini, ia hanya sendirian. "Pada awalnya kebanyakan penduduk desa mengejek apa yang saya lakukan, tapi lama-kelamaan mereka mulai mendukung saya. Ada yang memberi makanan, ada juga yang membelikan peralatan untuk saya bekerja."

"Apa yang saya lakukan adalah untuk semua orang. Ketika Tuhan bersamamu, tidak ada yang bisa menghentikanmu. Aku tidak takut akan dijatuhkan hukuman oleh pemerintah atas pekerjaanku ini, sama seperti aku juga tidak mengharapkan imbalan apa-apa dari Pemerintah, tutur Dashrath Manjhi.

Ironisnya, Dashrath Manjhi tidak menerima pengakuan apa-apa dari pihak Pemerintah, bahkan ketika ia meninggal dunia di tahun 2007, ia hanya menerima pengurusan pemakamannya oleh negara, tidak lebih.

Cinta memang bisa membelah gunung. Cinta pula yang bisa menjadikan bumi tempat tinggal yang lebih baik bagi semua insan.





Sumber:

Tuesday, 20 November 2012

20 Tahun Membelah Bukit Demi Cinta

Sebuah kisah kepahlawanan sejati diperlihatkan seorang lelaki India. Pasalnya ia bekerja tanpa pamrih, bukan demi julukan 'pahlawan', tak mengeluh sedikit pun ketika tak ada orang yang membantu. Yang penting, orang banyak bisa mengambil manfaat dari hasil kerjanya. Beginilah kisahnya.

Dashrath Manjhi tinggal di sebuah desa terpencil dan terisolasi dari daerah lainnya. Ini dikarenakan letak desanya yang dikelilingi oleh bukit-bukit berbatu terjal. Tidak ada sekolah, pasar, rumah sakit, dan tempat-tempat fasilitas umum lainnya di desa ini. Sehingga untuk ke berbagai tempat, para penduduk harus mendaki dan menuruni bukit begitu jauh.



Sudah sering para penduduk setempat menyampaikan keprihatinan mereka kepada pihak pemerintah, para warga minta agar di desa mereka dibangun jalan. Namun permintaan itu sia-sia belaka, pemerintah tak pernah mengabulkannya. Mungkin karena sulitnya struktur geografis di desa itu.

Berbagai usaha mandiri coba dilakukan warga desa untuk membuka jalan baru, namun semuanya gagal. Sampai pada akhirnya seorang Dashrath Manjhi mengambil inisiatif sendiri dan mulai melakukan pekerjaan selevel "Hercules".

Dashrath Manjhi menghabiskan waktu selama 20 tahun untuk membuat jalan yang selama ini dia dan seluruh warga desa minta kepada pemerintah.
Bermodalkan alat seadanya seperti pahat, Dashrath Manjhi berhasil membelah bukit batu menjadi dua bagian.

Jalan yang terbentuk dari terbelahnya bukit ini cukup lebar untuk bisa dilalui sepeda motor dan gerobak pengangkut barang.

Apa yang membuat Dashrath Manjhi mampu melakukan pekerjaan yang sangat berat ini selama 20 tahun?

Menurut penuturannya, rasa cinta kepada istrinyalah yang telah memberinya kekuatan untuk memulai pekerjaan berat ini, meskipun dia tidak lagi hidup untuk menyaksikan hasil dari jerih payahnya.


 
"Istriku, Faguni Devi, terjatuh dan terluka parah saat melintasi bukit ini. Pada waktu itu dia bermaksud membawakan air minum untukku. Saya bekerja di sebuah  peternakan yang terletak di balik bukit ini. Itulah hari dimana saya memutuskan untuk memahat bukit ini dan menjadikanya sebuah jalan." Kata Dashrath Manjhi.

Istri Dashrath Manjhi meninggal karena jatuh sakit dan tidak sempat di bawa ke rumah sakit mengingat sulitnya perjalanan yang harus di tempuh antara desa mereka dengan Rumah Sakit.

"Cinta saya kepada istri saya adalah percikan awal yang telah menyalakan api keinginan saya untuk memahat jalan ini. Tetapi keinginan melihat ribuan penduduk desa melintasi bukit kapan pun mereka ingin, membuat saya sanggup bekerja selama bertahun-tahun tanpa ada rasa takut dan khawatir."

Dia juga mengatakan bahwa waktu pertama kali memulai pekerjaan ini, ia hanya sendirian. "Pada awalnya kebanyakan penduduk desa mengejek apa yang saya lakukan, tapi lama-kelamaan mereka mulai mendukung saya. Ada yang memberi makanan, ada juga yang membelikan peralatan untuk saya bekerja."

"Apa yang saya lakukan adalah untuk semua orang. Ketika Tuhan bersamamu, tidak ada yang bisa menghentikanmu. Aku tidak takut akan dijatuhkan hukuman oleh pemerintah atas pekerjaanku ini, sama seperti aku juga tidak mengharapkan imbalan apa-apa dari Pemerintah, tutur Dashrath Manjhi.

Ironisnya, Dashrath Manjhi tidak menerima pengakuan apa-apa dari pihak Pemerintah, bahkan ketika ia meninggal dunia di tahun 2007, ia hanya menerima pengurusan pemakamannya oleh negara, tidak lebih.

Cinta memang bisa membelah gunung. Cinta pula yang bisa menjadikan bumi tempat tinggal yang lebih baik bagi semua insan.





Sumber:

Thursday, 15 November 2012

Bocah Dua Tahun Donorkan Organnya Untuk Tolong Anak Lain

http://images.detik.com/content/2012/06/25/1148/xiwang-chinadailiy.jpg


rang tua Xiwang (2) membuat keputusan penting saat sadar anaknya tak bisa tertolong lagi karena sakit. Mereka memutuskan untuk mendonorkan organ sang anak bagi dua anak lain yang membutuhkan.

Diberitakan AsiaOne, Minggu (24/6/2012), Xiwang adalah bayi berusia 2 tahun dari Mongolia. Bila diterjemahkan, nama Xiwang berarti harapan. Namun harapan hidup seolah terus menjauh darinya setelah dokter memvonisnya dengan penyakit kronis di otak.

Melihat kondisi ini, sang orang tua pun memutuskan untuk mendonorkan organ anaknya demi menolong anak-anak lain.

"Dibandingkan dengan membakar anak kami menjadi abu, kami memutuskan untuk mendonorkan organ supaya bisa menolong anak-anak lain," ujar ibu Xiwang, Wang Xiaofei.

"Kami memanggilnya Xiwang karena kami ingin memberi harapan hidup untuk anak lain yang membutuhkan bantuan," sambungnya.

Xiwang meninggal dunia pada 9 Juni lalu pukul 17.30 waktu setempat. Setelah dikecup untuk terakhir kalinya oleh sang ayah, Xiwang langsung masuk ke ruang operasi untuk diambil hati dan ginjalnya bagi dua anak lain yang sudah menunggu pertolongan.

Menurut aktivis Palang Merah Chifeng, bocah berusia dua tahun itu adalah pendonor organ wanita dan termuda di Mongolia.

Kini, dua anak yang mendapat organ dari Xiwang kondisinya semakin membaik. Orang tua kedua anak tersebut pun sangat berterima kasih pada Xiwang.

Selamat jalan Nak..


Penghormatan Terakhir Tim Dokter Pada Sang Bocah 'Pemberi Harapan'



http://images.detik.com/content/2012/06/25/1148/xiwang-china-dailiy-2.jpg

Kisah Xiwang, bocah berusia dua tahun yang mendonorkan organnya bagi anak lain membuat tim dokter di China terharu. Mereka memberi penghormatan terakhir sambil membungkukkan badannya.

Diberitakan AsiaOne, Senin (25/6/2012) momen ini dijepret oleh para jurnalis sesaat setelah Xiwang dinyatakan meninggal dunia karena kerusakan otak. Anak itu kemudian dibawa ke ruang operasi untuk diambil ginjal dan hatinya bagi dua anak lain yang membutuhkan.

Suster dan dokter yang menangani Xiwang pun berbaris rapi mengelilingi ruangan. Mereka memberi penghormatan terakhir sambil membungkukkan badan. Suasana haru di ruangan itu sangat terasa.

Orang tua Xiwang (2) membuat keputusan penting saat sadar anaknya tak bisa tertolong lagi karena sakit. Mereka memutuskan untuk mendonorkan organ sang anak bagi dua anak lain yang membutuhkan.

"Dibandingkan dengan membakar anak kami menjadi abu, kami memutuskan untuk mendonorkan organ supaya bisa menolong anak-anak lain," ujar ibu Xiwang, Wang Xiaofei.

"Kami memanggilnya Xiwang karena kami ingin memberi harapan hidup untuk anak lain yang membutuhkan bantuan," sambungnya.

Xiwang meninggal dunia pada 9 Juni lalu pukul 17.30 waktu setempat. Setelah dikecup untuk terakhir kalinya oleh sang ayah, Xiwang langsung masuk ke ruang operasi untuk diambil hati dan ginjalnya bagi dua anak lain yang sudah menunggu pertolongan.

Kini, dua anak yang mendapat organ dari Xiwang kondisinya semakin membaik. Orang tua kedua anak tersebut pun sangat berterima kasih pada Xiwang.





sumber :http://news.detik.com/read/2012/06/25/013243/1949610/1148/bocah-dua-tahun-donorkan-organnya-untuk-tolong-anak-lain?991101mainnews

Wednesday, 5 September 2012

Penemuan Fosil 2 Juta Tahun di Afrika Buktikan Darwin Salah?

Kebenaran teori evolusi Darwin tampaknya semakin diragukan setelah ditemukannya beberapa fosil kerangka kerabat manusia. Ilmuwan di Afrika Selatan baru-baru ini menyatakan telah menemukan kerangka yang diduga kerabat manusia berusia sekitar dua juta tahun. Fosil tersebut tersembunyi di batu-batuan hasil penggalian dari sebuah situs arkeologi tiga tahun lalu.

Fosil terbaru ditemukan oleh seorang teknisi bernama Justin Mukanku. Dia menemukan sebuah gigi mencuat dari bagian belakang batu selebar tiga kaki pada Juni lalu. Dengan ditemukannya gigi ini, para pakar semakin yakin jika kerangka itu adalah nenek moyang awal manusia.

 
 
 
Gigi tersebut menjadi pelengkap kerangka Karabo yang ditemukan pada 2008 di situs penggalian tertua di dunia, Cradle of Humankind, Johannesburg Utara.

Ahli paleontologi Universitas Witwatersrand di Johannesburg, Lee Berger, kerangka tersebut merupakan kerangka moyang manusia awal yang paling lengkap dari yang pernah ditemukan.

"Kami telah menemukan bagian rahang dan beberapa bagian tubuh penting, seperti tulang paha, iga, tulang belakang, dan beberapa anggota tubuh lainnya.

 

 
Beberapa di antaranya belum pernah ditemukan dalam keadaan selengkap ini dalam catatan temuan fosil manusia," kata Berger dalam pernyataan resmi universitas, seperti dikutip dari AFP.

Namun, para peneliti masih belum tahu pasti apakah kerangka itu merupakan nenek moyang langsung genus manusia, Homo, atau hanya kerabat dekat saja. Yang pasti, Karabo tersebut berusia antara 9-13 tahun di saat kehidupan pemanjat pohon berbadan tegak berakhir.

Empat kerangka Australopithecus sediba lainnya juga ditemukan di Gua Malapa, yang berjarak sekitar 48 kilometer di bagian utara Johannesburg sejak 2008. Mereka diyakini jatuh ke dalam terowongan di gua, kemudian mati
 
 
 
 
 
Sumber:
liputan6

Monday, 13 August 2012

Jenazah yang Tetap Utuh Setelah 130 Tahun

Pada tanggal 7 Januari 1844, dari pasangan Francois Soubirous -seorang pengusaha penggilingan gandum yang jatuh miskin- dan isterinya, Louise Casterot, lahirlah seorang bayi, anak mereka yang sulung. Bayi itu mereka beri nama Marie Bernarde. Karena perawakannya yang kecil mungil, anak itu kemudian biasa dipanggil Bernadette (Bernarde kecil).

Sejak bayi kesehatan Bernadette kurang baik. Ia selalu saja menderita sakit, terutama asma. Bukannya mengeluh, tetapi Bernadette mempersembahkan semua penderitaannya kepada Tuhan sebagai silih demi pertobatan orang-orang berdosa. 

Bagi Bernadette, sakit juga bukan berarti bebas dari segala tugas dan kewajiban. Ia tetap harus membantu ibunya mengasuh kelima adiknya. Dan ketika Bernadette telah dianggap cukup umur, ia pun harus bekerja sebagai pembantu dan penggembala ternak.

Suatu hari, pada tanggal 11 Februari 1858, suatu peristiwa yang luar biasa terjadi. Ketika ia bersama seorang adik dan seorang temannya sedang mencari kayu bakar di padang, Bunda Maria menampakkan diri kepadanya di sebuah gua yang disebut Massabielle (=Batu Besar), di tepi sungai Gave dekat kota Lourdes.

Bernadette tidak tahu siapa wanita cantik itu dan apa yang ia inginkan. Bunda Maria menampakkan diri kepadanya sebanyak 18 kali. Pada tanggal 25 Maret 1858, pada penampakannya yang ke-16, Bunda Maria mengungkapkan siapa dirinya, "Akulah yang Dikandung Tanpa Dosa." ('Que Soy Era Immaculada Conceptiou' atau 'I Am The Immaculate Conception').
 
Setelah peristiwa penampakan itu Bernadette semakin banyak menderita, baik karena kecurigaan orang-orang yang tidak mau percaya, oleh perhatian berlebihan dari mereka yang percaya serta ancaman dari penguasa setempat. Semuanya itu ditanggungnya dengan tabah dan sabar.

Pada usia 22 tahun, Bernadette menggabungkan diri dengan Suster-suster Karitas di Nevers, Perancis. Tiga belas tahun lamanya ia tinggal di biara dan sebagian besar dari waktu tersebut dihabiskannya di tempat tidur karena sakit yang dideritanya.

"Pekerjaanku semakin maju," kata Bernadette.
"Pekerjaan apa?" tanya seorang suster keheranan.
"Pekerjaan bersakit-sakit!" jawabnya sambil tersenyum.
Bernadette seorang yang sangat rendah hati. Lebih dari apa pun, ia tidak ingin dipuji. Suatu ketika seorang suster bertanya kepadanya apakah ia merasa bangga karena dipilih oleh Bunda Maria. "Bagaimana mungkin," Bernadette cepat-cepat menjawab, "Bunda Maria memilih saya justru karena saya inilah yang paling hina." Suatu jawaban dari kerendahan hati yang paling dalam!

Bernadette wafat pada tanggal 16 April 1879 dalam usia 35 tahun karena penyakit tuberculosis. Tubuhnya masih utuh hingga kini meskipun ia telah meninggal lebih dari seabad yang lalu. Pada tahun 1933 Bernadette diangkat sebagai santa oleh Paus Pius XI. Pestanya dirayakan pada tanggal 16 April.


Lourdes
Tempat Bernadette melihat penampakan Bunda Maria menjadi lokasi peziarah umat Katolik dunia. Konon, saat Bunda Maria muncul, Bernadette diminta meminum dari sumber air dalam gua. Namun, tak ada sumber air sama sekali di sana. Bernadette pun menggali di suatu tempat yang ditunjukkan kepadanya. Ajaib, dari tempat tersebut memancar mata air.
Air yang hingga kini masih memancar itu dipercaya mempunyai daya penyembuhan yang luar biasa, meskipun para ahli ilmu pengetahuan tidak dapat menemukan adanya zat-zat yang berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit. 


Thursday, 2 August 2012

Kakek 90 Tahun Rayakan HUT dengan Terjun Payung

"Dan pada akhirnya nanti, bukan sepanjang apa usia yang bisa kamu capai, melainkan hidup seperti apa yang kamu jalani sepanjang umurmu." - kutipan dari Abraham Lincoln.

Manusia hidup bersama mimpi. Ada yang bisa diraih, dan ada yang tidak. Tak heran, sekarang tercipta tren untuk "meraih apa yang kamu idamkan sebelum mati." Kalau kamu pecinta dunia bertualang, mungkin sering membaca web yang menunjukkan daftar kegiatan yang harus dilakukan sebelum ajal menjemput.


Ilustrasi /  shniks.blogspot.com


Hidup memang terlalu pendek, Karenanya buatlah itu menjadi berarti dan penuh kebahagiaan.

Mungkin, pandangan di atas yang merasuki Clem Higgins. Pria berusia 90 tahun ini tak peduli usia yang renta. Mimpinya bisa terbang seperti burung, dalam arti terjun payung menikmati bumi dari ketinggian harus dirasakan sebelum terbaring dalam liang lahat.

Mari kita lihat kumpulan foto saat kakek ini merayakan ulang tahun ke-90 dengan terjun tandem bersama instruktur Paul Turner dari SkyDive Central Queensland.

 
 







Ternyata Clem Higgins sudah tiga kali melakukan ini. Tampaknya ia ketagihan, dan selama masih bisa menikmati mimpinya, mengapa tidak? Kalau kamu, apa mimpi yang ingin diraih? Sepanjang mimpi itu baik, kejar dan raih mumpung masih bisa menikmati indahnya bumi :-)





Jani, Pria Ini Tidak Makan dan Minum Selama 70 Tahun

Berapa lama tubuh manusia mampu bertahan tanpa makanan dan minuman? Rata-rata manusia bisa bertahan tanpa makan selama 50 hari dan rekor terlama tanpa makan saat ini adalah 74 hari.

Tapi di India seorang lelaki usia 82 tahun bernama Prahlad Jani mengaku tidak pernah makan dan minum selama 70 tahun. Dengan tanpa makan dan minum, Jani mampu bertahan hidup dan bisa menjalaninya dengan baik.


Karena keunikan tubuhnya itu, lelaki tua itu kini sedang diteliti militer India. Jani sedang diisolasi di sebuah rumah sakit dikawasan Ahmedabad, Gurjarat.

Selama 6 hari masa isolasi itu, Jani sama sekali tidak pernah menyentuh makanan dan minuman serta tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan stamina atau dehidrasi.

Riset yang dilakukan India's Defence Research Development Organisation itu, masih terus melakukan monitoring secara tertutup terhadap Jani. Periset menduga Jani memiliki sesuatu yang asli di tubuhnya yang tidak dimiliki orang lain, yang dengan itu mampu menyelamatkan nyawanya tanpa makan dan minum.


India's Defence Research Development Organisation adalah organisasi militer India yang memiliki ilmuwan pembuat pesawat jet, rudal balistik antar benua serta beberapa jenis bom baru.

Ilmuwan percaya, Jani dapat mengajarkan militer bagaimana membantu prajurit agar bisa bertahan lama tanpa makanan atau bertahan dari bencana sampai bantuan tiba.


"Jika hasil penemuan ini bisa diverifikasi, ini akan menjadi terobosan dalam dunia kedokteran," kata Dr G Ilavazhagan, direktur The Defence Institute of Physiology & Allied Sciences seperti dilansir dari Telegraph.

"Jika hasil penelitian ini berhasil, kami bisa membantu orang-orang yang mengalami bencana, masalah penyakit ketinggian, perjalanan laut dan alam yang ekstrem. Kami juga bisa mendidik masyarakat tentang teknik-teknik bertahan hidup dalam kondisi yang buruk tanpa ada makanan dan minuman sama sekali," lanjutnya.

Jani mengaku meninggalkan rumah saat berusia 7 tahun dan hidup mengembara sebagai sadhu (pertapa dalam agama Hindu) atau orang suci di Rajasthan. Jani dianggap sebagai 'breatharian' yang dapat hidup dengan hanya melakoni kekuatan spiritual.


Jani sendiri percaya dia mampu bertahan karena bantuan magis dewa yang menurutnya menuangkan suatu obat mujarab melalui lubang di langit-langit mulutnya.

Pengakuannya itu telah didukung oleh seorang dokter India yang spesial mempelajari orang-orang yang memiliki kemampuan supranatural. Meski begitu, Jani juga kerap ditolak masyarakat dan dianggap melakukan penipuan.

Selama masa isolasi 6 hari ini, selain tidak makan dan minum, Jani juga tidak pernah buang air kecil atau buang air besar. Jani tetap bugar dan sehat dan tidak menunjukkan tanda-tanda kelemahan.

Dokter rencananya akan mengamatinya selama 15 hari dan akan melihat apakah ada otot-otot yang rusak, dehidrasi yang serius, penurunan berat badan, kelelahan atau kegagalan organ.

Sumber :
kotakhitamdunia.blogspot.com

Wednesday, 11 July 2012

Sisi Lain RONALDO: Cristiano Ronaldo Biayai Perawatan Kanker Anak Sembilan Tahun

http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2010/07/10/article-1293583-0A63C2E0000005DC-599_634x601.jpg



Nuhazet, anak kecil berumur sembilan tahun dari Las Palmas, Spanyol, telah berjuang melawan penyakit kanker sejak belum genap berusia dua tahun.

Pertemuannya dengan Cristiano Ronaldo sebelum pertandingan terakhir Real Madrid musim lalu, telah menjadi awal sebuah perjuangan baru Nuhazet.

Seperti dilaporkan Canarias Investigo pada bulan Maret 2012 lalu, sebuah pemeriksaan MRI mengungkapkan bahwa penyakit kanker Nuhazet telah menyebar ke tiga bagian yang berbeda di tulang belakangnya.


http://l.yimg.com/dh/ap/default/120621/ronaldo_nuhazet_yahoo_euro_sport_550.jpg


Para dokter mengatakan bahwa mereka tidak bisa melakukan apa-apa dan merekomendasikan penghentian perawatan agar Nuhazet tidak lebih menderita lagi. Secara teori masih ada jalan lain untuk perawatan, tapi belum teruji apakah aman untuk dilakukan.

Untuk memenuhi mimpi-mimpi Nuhazet, sepupunya mengusahakan cara mendapatkan perhatian dari Jorge Mendes, salah seorang agen pemain paling berpengaruh di dunia sepak bola yang juga agen CR7. Mereka merencanakan perjalanan dari rumah keluarga tersebut di Canary Island ke Madrid untuk menonton pertandingan terakhir Real Madrid melawan Mallorca musim lalu.

Saat hari pertandingan Real Madrid, Mendes dan keluarga memberi kejutan Nuhazet dengan sebuah pertemuan spesial dengan Ronaldo. Mereka bercanda beberapa kali, berfoto bersama dan Ronaldo berjanji kepada Nuhazet akan mendedikasikan sebuah gol.

Real Madrid mengalahkan Mallorca 4-1 dan memenangkan liga untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir. Cristiano mencetak gol pertama dalam pertandingan tersebut dan mendedikasikannya untuk Nuhazet.

Nampaknya hari yang sempurna tersebut berakhir.

Tetapi tidak. Keesokan harinya, Mendes bertemu presiden Real Madrid Florentino Perez yang kemudian menghubungi dokter di RS Sanchinaro. Mereka kemudian mendatangi Nurhazet dan memulai perawatan baru yang menggunakan sebuah obat khusus dari Amerika Serikat.

Semua biaya perawatan ditanggung oleh Ronaldo dan Mendes.

Sah-sah saja bila kisah ini diduga dibuat semata-mata untuk membuat Ronaldo terlihat menjadi lebih baik. Tapi yang terpenting adalah Nuhazet masih menjalani perawatan dan bisa kembali ke rumah dalam beberapa pekan ke depan.

Dan semua itu diawali dari menonton sebuah pertandingan sepak bola.





sumber :http://id.olahraga.yahoo.com/blogs/arena/cristiano-ronaldo-biayai-perawatan-kanker-anak-sembilan-tahun.html

Sunday, 8 July 2012

Bentuk Uang Rp1000 Dari Tahun Ke Tahun

Mata uang, dalam hal ini Rupiah yaitu mata uang resmi Indonesia. Yang kita kenal sekarang mungkin yang terkecil untuk uang kertas adalah pecahan 1000an ya. Nah.. nilai uang Rp.1000 tahun 1952 jelas berbeda dengan uang Rp.1000 tahun 2009

Kalau di tahun 1952 uang Rp.1000 bisa digunakan untuk membeli satu gram emas, namun kini.. yahh... kalian tau sendiri lah.

Uang Rp 1000,00 Tahun 1952
bentuk uang 1000 rupiah

Uang Rp 1000,00 Tahun 1958
bentuk uang 1000 rupiah

Uang Rp 1000,00 Tahun 1959
bentuk uang 1000 rupiah

Uang Rp 1000,00 Tahun 1960
bentuk uang 1000 rupiah

Uang Rp 1000,00 Tahun 1968


Uang Rp 1000,00 Tahun 1975
bentuk uang 1000 rupiah

Uang Rp 1000,00 Tahun 1980
bentuk uang 1000 rupiah

Uang Rp 1000,00 Tahun 1987
bentuk uang 1000 rupiah

Uang Rp 1000,00 Tahun 1992
bentuk uang 1000 rupiah

Uang Rp 1000,00 Tahun 2000-Sekarang
bentuk uang 1000 rupiah