Friday, 18 October 2013

120 Juta Tahun Lalu, Burung Punya Dua Ekor

type='html'>Tim paleontologi dari Chinese Academy of Sciences, di Beijing, China, mengungkapkan bahwa 120 juta tahun lalu burung memiliki dua ekor. Temuan ini membuat jalur evolusi yang rumit dari spesies burung.

Melansir Fox News, hal itu diketahui dari fosil burung purba Jeholornis. Habitatnya di China bersama hewan pra-sejarah lainnya.


Burung Jolohornis [ilustrasi]

Dari temuan fosil, Jeholornis merupakan burung berukuran lebih besar dari kalkun, memiliki cakar pada sayap-sayapnya, dan terdapat tiga gigi kecil di bagian rahang bawah.

Uniknya, para ahli paleontologi juga menemukan Jeholornis jantan mempunyai ekor yang panjang dan berjumlah dua. Belum diketahui apa fungsi dari dua ekor itu, apakah sebagai pendukung terbang atau hanya berfungsi untuk memikat lawan jenisnya.

"Dua ekor yang ditemukan pada burung Jeholornis sangat mengherankan. Ini merupakan jalur evolusi baru untuk hewan spesies burung," kata Jingmai O'Connor, Pemimpin Penelitian dari Chinese Academy of Sciences.

"Fungsi salah satu ekor yang dipenuhi bulu-bulu berwarna-warni sepertinya mirip dengan fitur yang ada pada burung merak, yaitu untuk memikat perhatian lawan jenisnya," ujar O’Connor.


Burung Jolohornis [ilustrasi]

Namun, menurut Julia Clarke, ahli paleontologi dari University of Texas, AS, fungsi dari dua ekor adalah untuk menciptakan stabilitas terbang.

Sebagian menyimpulkan, salah satu ekor itu sepertinya tidak mempunyai fungsi tertentu dan berevolusi menjadi satu ekor saja pada burung-burung modern.

"Bentuk dua ekor itu adalah sebuah jalur evolusi pada spesies burung. Tapi, temuan dua ekor pada burung Jeholornis adalah aneh dan ganjil," tutup Clarke.

Hasil penelitian sudah diterbitkan di Proceedings of the National Academy of Sciences dengan judul "Unique caudal plumage of Jeholornis and complex tail evolution in early birds."


Sumber :
viva.co.id

Thursday, 8 November 2012

Wow, Formasi Unik yang Diciptakan Kawanan Burung

Melihat hewan membentuk formasi khusus memang hal yang sudah biasa kita temui, seperti ikan haring yang berkumpul untuk saling melindungi diri, badak yang berdiri melingkar jika ada ancaman bahaya, atau piranha yang berkumpul untuk bersiap menyerang mangsa.

Dari sekian banyak formasi hewan, formasi burung adalah salah satu yang paling mudah diamati. Di tempat-tempat yang memiliki banyak padi atau biji-bijian, kita sering melihat burung berkumpul dan terbang secara bersamaan.

Gerakan yang teratur dari kawanan burung ini terkadang membentuk formasi-formasi tidak biasa yang membuat kita kagum. Berikut adalah beberapa formasi burung paling unik di dunia:

1. Gundukan Pasir


Formasi burung ini berbentuk gundukan pasir. Momen seperti ini sangat jarang bisa tertangkap kamera. Bisa mengabadikan momen seperti ini benar-benar sebuah keberuntungan.


2. Angin Tornado


Terlihat dengan jelas kumpulan burung tersebut membentuk sebuah angin tornado. Itu adalah sekumpulan burung jalak yang bergerak melingkar dan tanpa sengaja membentuk formasi yang menyerupai tornado.


3. Tanda Seru


Seorang fotografer mengabadikan salah satu formasi burung paling keren di dunia ini. Ada kurang lebih 5.000 ekor burung yang terdapat dalam foto tersebut.

Walaupun tidak sempurna, Anda bisa melihat tanda seru (!). Formasi itu terbentuk bukan tanpa sebab. Ada burung predator yang mencoba masuk ke dalam kawanan dan mencoba memangsa salah satu dari mereka.

Fotografer yang mengabadikan gambar ini adalah Nuray Gonulalan, ia mengatakan sangat terkejut dan merasa familiar dengan formasi yang dibentuk oleh kawanan burung tersebut.


4. Burung Flamingo


Pernahkah anda membayangkan burung membuat gambar burung? Jika belum anda mungkin akan terkejut dengan kejadian ini. Seperti yang anda lihat pada gambar, sekawanan flamingo berkumpul dan membentuk pola menyerupai seekor bebek.

Kejadian ini sempat disiarkan di salah satu acara National Geographic Channel. Ini merupakan momen yang sangat jarang bisa terjadi. Terutama karena formasi burung ini terjadi secara natural tanpa campur tangan manusia.

Kejadian ini terjadi di sekitar laguna Semenanjung Yucatan. Tempat ini memang menjadi kawasan favorit para flamingo.


5. Sayap Kumbang


Yang satu ini benar-benar unik, coba anda lihat kawanan burung tersebut membentuk formasi apa. Mungkin anda langsung teringat dengan Sayap Kumbang.

Walaupun formasi burung tersebut sangat mirip dengan Sayap Kumbang namun hal ini terjadi begitu saja tanpa direkayasa.

Formasi burung ini benar-benar menakjubkan, terutama karena memiliki bentuk yang sangat panjang. Sangat jarang sekawanan burung bisa membentuk formasi seperti ini.


6. Senyum


Langit sedang tersenyum. Hanya dengan 3 ekor burung, pemandangan langit terlihat lebih akrab dari biasanya. Ini adalah salah satu formasi burung paling keren di dunia.

Coba Anda bayangkan, dua burung berada di atas, dan satunya lagi berada di bawah. Kedua burung yang terletak di atas mengepakkan sayap ke bawah, sedangkan burung di bagian bawah mengepakkan sayap ke atas. Sungguh pemandangan yang sangat langka.


Sumber :
bukucatatan-part1.blogspot.com

Monday, 24 September 2012

Burung Ini Dapat Mencium Kematian Sebelum Ajal Tiba

Burung ini mampu mengetahui kapan ajal datang. Burung ini juga bisa membedakan antara jasad makhluk hidup dan benda mati.


Burung ini dikenal bernama Jay. Surat kabar the Daily Mail melaporkan, para peneliti dari Universitas California di Kota Davis, Negara Bagian California, Amerika Serikat, mengungkapkan kecerdasan burung ini sering terbang mendekati mayat dan berkumpul di sekitarnya. Lalu mereka mengeluarkan suara hingga orang dapat mendengar.

Penelitian menaruh seekor Jay dengan boneka kayu aneka warna, Jay sudah mati, boneka burung hantu, dan benda mati lainnya. Burung itu tidak menggubris benda mati, tapi saat dia mendatangi Jay mati, dia mulai berkicau.


Begitu pula ketika pengamatan dilakukan di alam bebas. Burung ini menemani hewan tengah menunggu kematiannya. Jika bertemu pemangsa seperti burung hantu, mereka akan menukik dan menyerang tapi tidak sekalipun berkicau. Kicauan mereka dipicu oleh kematian.

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Animal Behaviour. Jay diidentifikasi burung menginformasikan kematian. Meski demikian, burung ini bukan satu-satunya hewan paham tentang maut.

Gajah berkeliaran tepat di dekat gajah lain meninggal dan jerapah juga demikian. Bedanya, Jay berkicau untuk kematian semua makhluk.

Burung Jay ini terdiri dari tiga jenis. Ada yang berwarna biru, coklat, dan abu-abu.


Sumber :
merdeka.com

Wednesday, 1 August 2012

Mengapa Burung Beo Pandai Menirukan Ucapan Manusia

Pernahkan kamu merasa penasaran, kenapa burung beo dapat menirukan ucapan manusia dengan baik? Nah, mau tahu, burung Beo dapat berbicara layaknya manusia karena burung beo menggunakan lidah nya agar dapat menghasilkan suara seperti huruf‑huruf vokal sebagaimana halnya kita, manusia.


Pada manusia, bunyi dihasilkan dari larynx (pangkal tenggorokan) dan dapat diubah‑ubah sesuai pergerakan lidah dalam mulut. Hal seperti inilah yang menolong kita mengucapkan huruf vokal dan huruf konsonan meski huruf itu rumit.

Hingga kini, tak sedikit peneliti beranggapan, burung Beo sama seperti halnya bangsa burung lain, menghasilkan dan mengubah‑ubah suaranya dengan menggunakan larynx dan syrinx tanpa menggunakan lidahnya sama sekali. Ternyata, burung Beo menggerakkan lidahnya ke depan dan ke belakang ketika berbicara.

Hal ini yang kemudian menggelitik Gabriel Beckers dan rekan‑rekannya yang berasal dari Universitas Leiden, Belanda, tertarik untuk mengamati apakah pergerakan ini memang berperan pada burung Beo yang pintar meniru ucapan manusia.

Para peneliti mencoba melakukan riset pada sejumlah burung Beo. Syrinx burung‑burung kemudian diganti sebuah speaker elektronik yang sangat kecil. Ketika amplifier memperdengarkan suara, sebuah pengait menggerakkan lidah burung itu.


Para peneliti menemukan, pergerakan lidah kurang dari satu milimeter saja akan menimbulkan perbedaan besar terkait kualitas suara vokal burung Beo yang dikeluarkan.

Terus seberapa besar perbedaannyaya? Perbedaan itu, kata Beckers, lebih besar ketimbang perbedaan antara huruf 'a' dan 'o' yang diucapkan manusia.

Jadi, menurut Beckers, kemampuan burung Beo memainkan lidahnya mengucapkan huruf‑huruf vokal mungkin didorong bakat burung menjadi peniru.

Sumber :
asalasah.blogspot.com

Tuesday, 31 July 2012

Mengapa Burung Beo Pandai Menirukan Ucapan Manusia

Pernahkan kamu merasa penasaran, kenapa burung beo dapat menirukan ucapan manusia dengan baik? Nah, mau tahu, burung Beo dapat berbicara layaknya manusia karena burung beo menggunakan lidah nya agar dapat menghasilkan suara seperti huruf‑huruf vokal sebagaimana halnya kita, manusia.

Pada manusia, bunyi dihasilkan dari larynx (pangkal tenggorokan) dan dapat diubah‑ubah sesuai pergerakan lidah dalam mulut. Hal seperti inilah yang menolong kita mengucapkan huruf vokal dan huruf konsonan meski huruf itu rumit.
Hingga kini, tak sedikit peneliti beranggapan, burung Beo sama seperti halnya bangsa burung lain, menghasilkan dan mengubah‑ubah suaranya dengan menggunakan larynx dan syrinx tanpa menggunakan lidahnya sama sekali. Ternyata, burung Beo menggerakkan lidahnya ke depan dan ke belakang ketika berbicara.
Hal ini yang kemudian menggelitik Gabriel Beckers dan rekan‑rekannya yang berasal dari Universitas Leiden, Belanda, tertarik untuk mengamati apakah pergerakan ini memang berperan pada burung Beo yang pintar meniru ucapan manusia.
Para peneliti mencoba melakukan riset pada sejumlah burung Beo. Syrinx burung‑burung kemudian diganti sebuah speaker elektronik yang sangat kecil. Ketika amplifier memperdengarkan suara, sebuah pengait menggerakkan lidah burung itu.

Para peneliti menemukan, pergerakan lidah kurang dari satu milimeter saja akan menimbulkan perbedaan besar terkait kualitas suara vokal burung Beo yang dikeluarkan.
Terus seberapa besar perbedaannyaya? Perbedaan itu, kata Beckers, lebih besar ketimbang perbedaan antara huruf 'a' dan 'o' yang diucapkan manusia.
Jadi, menurut Beckers, kemampuan burung Beo memainkan lidahnya mengucapkan huruf‑huruf vokal mungkin didorong bakat burung menjadi peniru.