Saturday, 28 September 2013

Asal-Usul Permen Karet

Permen karet berasal dari kebiasaan nenek moyang yang suka mengunyah tanam-tanaman saat mencari makanan. Meskipun dikunyah mereka tidak menelannya, melainkan membuangnya saat sudah menemukan makanan atau saat yang dikunyah udah halus,  sama seperti mengunyah permen karet. Kebiasaan ini berlangsung selama beribu-ribu tahun, hingga akhirnya dicari berbagai jenis bahan yang bisa dikunyah tanpa harus ditelan. 
 
 
Bukti sejarah tertua ditemukan pada tahun 1993 oleh para arkeolog berupa tiga gumpalan uang berisi pemanis madu yang telah berusia 9000 tahun yang dikunyah oleh para pemburu di Swedia. Akan tetapi bagi masyarakat Yunani kuno, mengunyah permen karet merupakan kebiasaan yang umum di masyarakat. Mereka mengunyah sebuah damar dari pohon mastic yang berasal dari Turki.

 
Permen karet Modern
Tradisi mengunyah masyarakat kuno juga menyebar di kalangan indian Amerika. Kaum kulit merah ini gemar mengunyah getah pohon cemara. Mungkin sama halnya dengan kebiasaan nenek moyang kita yang suka mengunyah sirih.

Kebiasaan ini tampaknya menular pada kaum kulit putih Amerika, lazim kita sebut cowboy. Hingga akhirnya pada tahun 1848 oleh John B Curtis menjadikannya sebagai peluang bisnis. Ia lalu membuat permen karet getah cemara yang dinamakan  the State of Maine Pure Spruce Gum.
Kemudian tahun 1850 muncul lagi produk terbaru Curtis yakni permen karet parafin yang ternyata lebih populer dibanding getah cemara. Lucunya, permen karet justru dipatenkan pertama kali oleh William Finley Semple (U.S patent #98,304).

Sementara mesin pembuat permen karet dibuat dan dipatenkan atas nama Thomas Adam di tahun 1871.



Munculnya si Bubble gum
Perlu diketahui permen karet yang populer jaman sekarang adalah jenis "bubble" artinya, selain sebagai permen karet kunyah - chewing gum - namun bisa ditiup menjadi balon, karena itulah disebut bubble gum.
 
Walter Diemer, sang penemu bubble gum
 
 
Bubble gum ditemukan oleh Walter Diemer. Ia bekerja sebagai akuntan pada pabrik permen karet Frank H. Fleer Company.  Nah, kalau kamu membeli permen karet merk "Wrigley", itulah produksi perusahaan ini.

Jadi pada tahun 1906 sebenarnya Fleer sudah menemukan resep baru yang ia sebut "Blibber-Blubber" namun buatannya sangat lengket. Akhirnya Diemer menyempurnakan resep tersebut dan terciptalah bubble gum seperti yang kita kenal sekarang.

Fakta unik: permen karet kebanyakan berwarna pink karena saat Diemer membuat resep bubble gum,  waktu itu hanya tersedia warna pink sebagai bahan di pabrik milik Fleer.

Mulai tahun 1924, permen karet sudah menjadi bagian dari “life style” para remaja di negeri paman sam. Mereka merasa lebih percaya diri saat mengunyah permen karet. Dan saat itu sudah banyak pabrik pembuat permen karet di AS. Tak hanya untuk memenuhi pasar dalam negeri, para pengusaha juga mulai mengekspor permen karet buatannya ke luar negeri.

Keadaan ini membuat perekonomian AS terdongkrak oleh produk kunyah-kunyah tersebut. Di tahun 1924, permen karet menjadi komoditas ekspor tersbesar setelah peralatan militer di AS. Dan di tahun ini, bahan permen karet sudah lebih bervariasi, tidak hanya dari getah cemara lagi.







 
 
 
 
 
 
 
 
Sumber:

Friday, 27 September 2013

Proses Pembuatan Permen Karet dan Fungsi Kertas Perak

Bahan dasar permen karet modern adalah karet yang terdiri atas campuran beberapa getah atau damar, dan yang terkenal adalah bahan dasar dari Chicle.

Untuk mencari bahan dasar tersebut, perlu pemilihan pohon yang tepat. Sebagai gambaran, untuk mendapatkan chicle yang baik, harus diambil dari Pohon Sapodilla yang berusia 20 tahun. Umumnya petani membuat sayatan zig-zag pada kulit pohon dan cairan getah akan mengalir ke tempat yang diletakkan dibawah pohon.

babble.com

Getah yang terkumpul kemudian disaring, dipanaskan dengan api kecil dan dituang ke dalam cetakan berbentuk kotak-kotak dan dikirim ke pabrik besar.

Di dalam pabrik, bermacam-macam getah yang dihasilkan dan campuran itu kemudian dipanaskan dalam panci besar agar menyatu. Akhir-akhir ini banyak bahan dasar baru ditambahkan seperti bahan-bahan sintetis untuk memperbaiki tekstur, namun harus dinyatakan aman untuk dikonsumsi. Campuran panas tersebut disterilkan dan dipompa melalui saringan untuk mendapatkan campuran yang bersih.

Beberapa bahan yang ditambahkan dalam campuran dasar permen karet yang masih panas tersebut yakni bubuk gula murni untuk menentukan kelenturannya, syrup glukosa untuk membuatlunak dan mudah untuk dikunyah. Minyak pemberi rasa untuk memberikan berbagai macam rasa sesuai produk yang dihasilkan.
 
www.uh.edu
 
Setelah pengadukan dan pencampuran, permen karet akan melewati gulungan-gulungan yang membentuknya menjadi pita setebal 6 cm. Selapis gula bubuk atau mannitol menjaga agar permen karet tidak lengket ketika melewati mesin press. Setelah melewati alat ini, karet menjadi semakin tipis dan kemudian dipotong dengan pola tertentu.

Kemudian dimasukkan dalam ruangan yang udaranya telah diatur suhu dan kelembapannya agar permen karet memiliki kualitas yang baik. Kemudian dilakukan pembungkusan dengan bungkus yang kedap udara, sesuai dengan jenis permen karet yang dihasilkan.



Kenapa kertas perak?



Alasan digunakannya kertas perak untuk pembungkus permen karet adalah karena kertas perak dapat menjaga kesegaran aroma dan kualitas produk. Kertas perak terbuat dari kertas yang lapisan Aluminium yang sangat tipis. Kandungan kimiawi Aluminium dapat mencegah udara dan kelembapan dari luar masuk kedalam permen karet, dan juga mencegah aroma keluar dari permen.
























Sumber

Wednesday, 4 July 2012

Buang Permen Karet Saat Rasanya Sudah Tawar, Bikin Otak Mandul

Doyan mengunyah permen karet berlama-lama, sampai sudah tidak ada rasanya lagi? Sebaiknya tinggalkan kebiasaan itu. Sebuah penelitian di Inggris baru-baru ini menunjukka bahwa permen karet yang tak ada rasanya dapat mengganggu memori otak jangka pendek. Kalau keseringan ya jadi pelupa, alias otak mandul.

Dalam Jurnal Experimental Psychology, hasil penelitian di Cardiff University memuat serangkaian kesimpulan dan penyangkalan mitos yang selama ini berlaku.



masshealthly.com


Sebelumnya, dipercaya mengunyah permen karet bisa membantu seseorang meningkatkan daya ingat. Maka, penelitian yang dipimpin Michail Kozlov mengadakan tes dengan mengundang relawan mengunyah permen karet.

Kelompok pertama mengunyah dengan keras sementara kelompok kedua mengunyah secara alami (biasa-biasa saja). Kedua kelompok tersebut diminta untuk mengingat urutan huruf yang sudah diacak saat asik mengunyah.

Kemudian pada tes kedua, semua relawan diminta mengunyah permen karet  terus-menerus hingga hilang rasanya. Saat mengunyah, relawan dihadapkan pada urutan kata dan angka yang dihilangkan beberapa item-nya. Kemudian mereka diminta mengambil item yang hilang dalam urutan tersebut.

Hasilnya, secara prosentase menunjukkan bahwa mengunyah memiliki efek buruk terhadap proses mengingat. Semakin hilang rasa dalam permen karet, semakin parah ingatan seseorang.

Kesimpulan yang ditulis para peneliti adalah, "Permen karet akan kehilangan rasa dalam beberapa menit, maka disarankan permen karet hanya baik dikunyah saat awal sebagai penambah kinerja selama rasanya (flavor) masih ada."



Sumber: