Saturday, 17 November 2012

80% Karyawan Google Sudah Tidak Pakai Windows

80% Karyawan Google Sudah Tidak Pakai Windows


Sistem operasi Microsoft Windows masih jadi favorit di kalangan perusahaan. Namun tidak demikian halnya dengan Google, di mana mayoritas karyawannya sudah tidak lagi menggunakan OS tersebut.

Salah satu pendiri Google, Sergey Brin, mengestimasi sekitar 80% pekerja Google tak lagi memakai komputer Windows. Ia menyatakan hanya sekitar 20% pekerja raksasa internet ini yang masih mengandalkan OS besutan Microsoft tersebut.

Meski tidak menyebut secara implisit, kemungkinan para karyawan itu memakai Chrome OS, sistem operasi komputer yang dikembangkan Google dan baru saja diperkenalkan baru-baru ini ke konsumen.

"Saya tidak berpikir bahwa ada yang salah dengan Windows. Namun saya kira kompleksitasnya dalam menjalankan komputer sangatlah menyiksa pengguna," kata Brin.

Ya, Brin menilai pengoperasian komputer Windows terlalu ribet, misalnya harus instal software, back up data, menginstal anti virus dan sebagainya. Beda dengan Chrome OS yang beroperasi layaknya web browser, di mana aplikasinya terhubung langsung dengan web, demikian juga penyimpanan data.

Brin pun berharap nantinya semua karyawan Google memakai Chromebooks, laptop yang memakai OS Chrome. Chromebooks edisi perdana telah diproduksi Acer dan Samsung dan segera dipasarkan pertama kali di Amerika Serikat.

"Saya berharap tahun depan kami hanya memiliki persentase sangat kecil pekerja yang memakai perangkat selain Chromebooks," pungkas Brin.



sumber :
http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=8564426

Wednesday, 4 July 2012

Buang Permen Karet Saat Rasanya Sudah Tawar, Bikin Otak Mandul

Doyan mengunyah permen karet berlama-lama, sampai sudah tidak ada rasanya lagi? Sebaiknya tinggalkan kebiasaan itu. Sebuah penelitian di Inggris baru-baru ini menunjukka bahwa permen karet yang tak ada rasanya dapat mengganggu memori otak jangka pendek. Kalau keseringan ya jadi pelupa, alias otak mandul.

Dalam Jurnal Experimental Psychology, hasil penelitian di Cardiff University memuat serangkaian kesimpulan dan penyangkalan mitos yang selama ini berlaku.



masshealthly.com


Sebelumnya, dipercaya mengunyah permen karet bisa membantu seseorang meningkatkan daya ingat. Maka, penelitian yang dipimpin Michail Kozlov mengadakan tes dengan mengundang relawan mengunyah permen karet.

Kelompok pertama mengunyah dengan keras sementara kelompok kedua mengunyah secara alami (biasa-biasa saja). Kedua kelompok tersebut diminta untuk mengingat urutan huruf yang sudah diacak saat asik mengunyah.

Kemudian pada tes kedua, semua relawan diminta mengunyah permen karet  terus-menerus hingga hilang rasanya. Saat mengunyah, relawan dihadapkan pada urutan kata dan angka yang dihilangkan beberapa item-nya. Kemudian mereka diminta mengambil item yang hilang dalam urutan tersebut.

Hasilnya, secara prosentase menunjukkan bahwa mengunyah memiliki efek buruk terhadap proses mengingat. Semakin hilang rasa dalam permen karet, semakin parah ingatan seseorang.

Kesimpulan yang ditulis para peneliti adalah, "Permen karet akan kehilangan rasa dalam beberapa menit, maka disarankan permen karet hanya baik dikunyah saat awal sebagai penambah kinerja selama rasanya (flavor) masih ada."



Sumber: