Saturday, 28 September 2013

5 Harta Karun Penuh Kutukan

Ada banyak cara menjadi kaya dan tenar mendadak, salah satunya yakni menemukan harta karun. Tak heran, banyak yang menjadi pemburu harta tersembunyi ini baik profesional atau amatiran.

Namun tak mudah upaya menemukan harta karun. Selain harus bisa mengurai teka-teki di mana lokasinya bersembunyi, banyak kisah misteri yang menaunginya. Bahkan beberapa kisah soal harta karun disebut penuh kutukan.


Kalau Anda pernah mendengar kabar burung soal harta peninggalan Soekarno yang konon bisa mengatasi hutang negeri ini, namun banyak memakan korban nyawa pemburu harta, itulah contoh harta karun terkutuk paling populer di Indonesia.

Masih ada beberapa cerita harta karun terkutuk lainnya di dunia, seperti misalnya lima kisah di bawah ini.

1. Cahuenga Pass


Kisah ini dimulai pada tahun 1864, ketika empat tentara dikirim oleh Benito Juarez pergi ke San Francisco dengan membawa harta karun berupa koin dan perhiasan emas guna membeli amunisi untuk perang Meksiko.

Di jalan, salah seorang dari mereka tewas, dan tiga lainnya menyusul setelahnya. Namun, seorang pengembara bernama Diego Morena yang melihat kejadian itu berhasil membawa kabur uang Benito Juarez dan kabur ke selatan. Ia kemudian berhenti di pegunungan di atas Los Angeles yang sekarang dikenal sebagai Cahuenga Pass

Malam itu, ketika ia sedang berada di sebuah kedai, ia bermimpi bahwa ia akan mati. Saking rakusnya, dia ingin mati bersama harta karunnya, maka dia pun mengubur harta karun itu di sebuah tempat. Sebelum mati, dia kemudian memberitahu temannya, Jesus Martinez di mana dia dimakamkan.

Martinez berangkat untuk mencari uang itu dengan anak tirinya tetapi dia mengalami serangan jantung dan meninggal saat mereka mulai menggali, satu dekade kemudian, anak tirinya itu tewas dalam baku tembak di timur Los Angeles. Sebagian kecil dari harta karun itu kemudian ditemukan pada tahun 1885 oleh seorang gembala Basque, tetapi ia juga tewas ketika ia jatuh ke laut dalam perjalanan kembali ke Spanyol.


2. Misteri pulau Oak

 
Forty Feet Below Two Million Pounds are Buried

Misteri tentang pulau Oak pertama kali ditemukan oleh sekumpulan remaja laki-laki pada tahun 1795, yang melihat cahaya aneh di dekat pulau kecil di lepas pantai Nova Scotia, Kanada.

Setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut, mereka melihat sebuah lubang yang baru digali. Karena adanya kasus bajak laut yang merajalela di daerah mereka, tampaknya galian itu mungkin adalah sejumlah besar harta yang dikuburkan oleh bajak laut.

Semakin jauh mereka menggali, mereka menemukan batu-batu yang terukir dengan kode aneh, yang harus diuraikan terlebih dulu agar bisa dibaca. Jika diartikan kode itu berbunyi, Forty Feet Below Two Million Pounds are Buried. atau dalam bahasa Indonesia Empat puluh kaki di bawah sini, terkubur dua juta pound.

Kematian pertama tercatat pada tahun 1861, ketika sebuah pompa meledak dan menewaskan seorang pekerja. Pada tahun 1897, seorang pria bernama Maynard Kaizer meninggal ketika tali yang mengangkatnya dari lubang jatuh. Tragedi paling dahsyat terjadi pada tahun 1965, ketika Robert Restall, putranya, dan dua rekan kerjanya menghirup asap beracun setelah jatuh ke dalam lubang.


3. Amber room


Pada hari-hari terakhir Perang Dunia II, terjadi banyak penjarahan emas dan harta karun oleh kedua belah pihak yang bersengketa. Amber Room adalah sesuatu yang ikut dijarah saat itu. Amber Room juga dijuluki sebagai Keajaiban Dunia Kedelapan dan merupakan hadiah untuk Peter Agung pada 1716, merayakan perdamaian antara Rusia dan Prusia.

Pada tahun 1941, Nazi menguasai dan membongkar ruangan itu untuk diamankan. Setelah sempat ditampilkan di museum pada tahun 1943, Amber room kemudian menghilang. Sejak itu, orang yang terkait dengan ruang itu jatuh di bawah kutukan. Kurator museum, Alfred Rhode dan istrinya, meninggal karena tifus dan tubuh mereka lenyap, bersama dengan dokter yang menandatangani sertifikat kematian mereka.

Jenderal Rusia Gusev, yang dikaitkan ke ruangan itu, juga meninggal dalam kecelakaan mobil misterius. Anehnya, Georg Stein, salah satu para pemburu Amber room, ditemukan tewas di hutan Bavaria, dalam kondisi telanjang dengan perut yang diiris hingga terbuka dengan pisau bedah.


4. Berlian Koh-i-Noor


Koh-i-Noor adalah salah satu jenis perhiasan tertua dan paling terkenal di dunia pada tahun 1306. Dalam sebuah teks Hindu disebutkan bahwa orang yang mempunyai berlian ini akan memiliki dunia, tetapi juga akan menemui kemalangannya sendiri.

Hanya Tuhan, atau wanita, yang bisa memakainya, karena banyak penguasa laki-laki yang memiliki itu akhirnya tewas, termasuk Nadir Shah, yang dibunuh pada tahun 1747.

Ketika Ratu Victoria dihadiahi berlian itu pada bulan Juli 1850, ia kabarnya sangat terkesan dan kemudian mengubah bentuk serta memotongnya menjadi lebih kecil. Namun, untuk menghormati kutukan itu, tidak ada ahli waris laki-laki yang diizinkan untuk memakainya. Berlian itu masih dipajang di Menara London hingga saat ini.


5. Makam Quin Shi Huang, China


Ini adalah salah satu makam tertua yang menyimpan banyak misteri. Kaisar pertama China, Quin Shi Huang, meninggal pada 10 September 210 SM dan mengubur ratusan budak, selir, emas dan perhiasan, serta ribuan patung terakota di kuburannya yang tersembunyi. Kabarnya situs ini bahkan lebih besar dari Piramida.

Meski sudah banyak kamar dan daerah yang telah digali, makam sang raja masih belum ditemukan hingga sekarang. situs ini dikelilingi oleh mercury yang jika ditembus, bisa memicu kematian penduduk sekitar. Oleh karena itu, meski sudah 50 tahun menjelajahi makam Quin Shi Huang, para arkeolog masih takut untuk mengintip lebih dalam.


Sumber:
oddee
latimes
unikgaul
olivercowdery.com
whitleyheights

Monday, 13 August 2012

Kutukan Voodoo Dalam Boneka Pelaut

Di Museum Fort East Martello, Florida terpajang sebuah boneka berseragam kelasi Angkatan Laut Amerika awal abad 20 sambil memangku anjing. Robert The Doll, demikian nama boneka ini. Kisah misteri berbalut urband legend menyelimuti keberadaannya, hingga akhirnya harus ditempatkan dalam sebuah museum.
 Barbara Weibel

Boneka ini dulu milik seorang pelukis dan penulis Key West, Robert Eugene Otto. Sekitar awal tahun di abad 20 (terdapat banyak pendapat, ada yang menyebut 1896, ada pula 1903 dan 1906) -- di saat  Eugene masih kecil, ia diberi hadiah boneka oleh salah seorang pelayan kulit hitam yang sangat senang pada keluarga Otto.

Saking senangnya, Eugene segera menamakan bonekanya Robert. Namun, mulai banyak kejadian aneh dalam keluarga itu. Mulai terdengar suara tawa asing, berbagai kekacauan dan kerusakan, sampai laporan para tetangga yang melihat penampakan mengerikan Robert. Yang paling parah, Robert sepertinya memperbudak Eugene hingga bocah tersebut shock dan ketakutan.

Orang tua Eugene mengatakan mereka sering mendengar anaknya berbicara dengan boneka itu dan bahwa boneka itu tampak berbicara kembali. Meskipun pada awalnya mereka menganggap bahwa Eugene itu hanya menjawab dirinya sendiri dengan suara berubah, mereka kemudian percaya bahwa boneka itu sebenarnya berbicara.

Tetangga mengaku melihat boneka itu bergerak dari jendela ke jendela ketika keluarga itu keluar. Keluarga Otto bersumpah bahwa kadang-kadang boneka itu akan memancarkan tawa menakutkan dan bahwa mereka melihat sekilas berjalan dari kamar ke kamar.

Di malam hari Eugene akan berteriak, dan ketika orang tuanya berlari ke kamar, mereka akan menemukan furnitur terguling dan Eugene di tempat tidur, terlihat sangat takut, memberitahu mereka bahwa "Robert telah berhasil!".

Hingga Eugene dewasa, menjadi seniman, dan akhirnya meninggal pada tahun 1974, boneka itu tertinggal di loteng sampai rumah itu dibeli lagi. Keluarga baru termasuk seorang gadis berusia sepuluh tahun, yang menjadi pemilik baru Robert. Tak lama sebelum gadis itu mulai berteriak di malam hari, mengklaim bahwa Robert pindah sekitar ruangan dan bahkan berusaha untuk menyerangnya berkali-kali.

Akhirnya boneka Robert dipindahkan menjadi koleksi Fort East Martello Museum. Kabarnya, kejadian mengerikan itu terus berlanjut sampai museum tempat tinggal Robert sekarang. Termasuk kisah yang beredar agar tak sembarangan mengambil foto Robert, atau ia akan marah.

Dalam etalase tempat Robert dipajang, berserak surat dari beberapa pengunjung yang merasakan seramnya Robert. Salah satu isi suratnya seperti ini:
Sejak kunjungan kami ke museum, kami banyak dirundung kemalangan.

Saya mengalami sakit gigi yang awalnya jarang terjadi. Dua hari kemudian, angin topan menyerang dan kami harus dievakuasi dari pulau tempat kami berlibur.  Adik ipar saya juga terkena masalah pada kesehatannya.

Ipar saya ini tinggal di Clearwater. Setelah banyak masalah yang kami alami selama liburan, akhirnya ia kembali ke rumah... hanya untuk mengalami kejadian harus dievakuasi lagi dari rumahnya. Ia membawa dua kucingnya menuju rumah orang tuanya di Winter Haven dan berakhir buruk karena diserang badai lagi. Keluarga tersebut mengalami dua hari tanpa listrik.

Saat saya tiba di Miami untuk pulang ke Indianapolis, pesawat yang kami tumpangi rusak. Hari berikutnya, saat tiba di Indiana, saya pergi ke dokter gigi. Ternyata gigi ini sudah bengkak hingga harus dirawat hingga akarnya.

Semalam kami megalami badai petir. Rumah kami dihantam kilat - tidak cuma sekali, tapi DUA KALI! Kami mencabut semua aliran listrik, tapi terlambat. 3 pesawat TV rusak berikut cakram satelit (parabola).

Tolong sampaikan ke Robert kalau kami tak bermaksud membuatnya marah dan kami mohon maaf bila kami telah melakukannya.  Fotonya tidak mendatangkan kebaikan, walau terlihat ia duduk manis untuk saya. Maukah ia mengambilnya kembali?

Cindy Lye.

Entah, apakah surat ini benar terjadi. Barbara Weibel, blogger yang juga mengambil foto Robert dan menceritakan isi surat di atas tak melaporkan bencana seperti yang dialami Cindy Lye.

Atau mungkinkah Barbara lebih berhati-hati agar Robert tak marah. Ia sempat melihat seekor kucing yang melintas di dalam museum. Begitu menatap etalase tempat Robert dipajang, kucing itu terlihat takut dan menjauh, tak berani mendekati sang boneka pelaut terkutuk.