Monday, 21 October 2013

Renungan: 3 Kisah Yang Membuktikan Harta Tak Bisa Membeli Kebahagiaan

type='html'>
Renungan: 3 Kisah Yang Membuktikan Harta Tak Bisa Membeli Kebahagiaan - Manusia adalah makhluk yang penuh dengan rasa ketidakpuasan. Seorang manusia membutuhkan segalanya untuk hidup di dunia ini yang menjadikan mereka memiliki ambisi dalam meraih tujuan hidupnya.

Ada tiga hal di dunia ini yang paling berpengaruh antara manusia yang satu dengan yang lainnya yakni Harta, Tahta dan Wanita. Ketiga faktor inilah yang bisa menciptakan banyak perang dunia. Perpecahan dimana-mana, perebutan sumber daya alam dan sebagainya.

Banyak orang yang menganggap harta sebagai perananan penting dalam kehidupannya sehari-hari. Harta juga bisa memisahkan status dan kedudukan seseorang.

Banyak orang yang terlahir sungguh beruntung dengan segala kemewahan yang didapat dari kedua orang tuanya. Mereka bisa mendapatkan segalanya dengan uang yang mereka miliki. Namun, tahukah anda jika ada satu hal yang tidak bisa dibeli dengan uang dan materi?. Ya, dia adalah kebahagiaan.

Berikut ini adalah beberapa kisah orang-orang yang bisa membeli segalanya dengan harta namun malah merasa hidupnya menderita. Bagaimanakah kisahnya? yuk kita simak satu-persatu.

1. Patterson dan Georgia Inmann
Patterson dan Georgia Inmann adalah pewaris harta milik merek rokok terbesar di Amerika yakni Doris Duke. Dengan segala yang ia miliki, kedua pemuda ini tak pernah merasakan kesusahan dalam hidupnya. Mereka yang masih berusia 15 tahun rupanya menderita selama tiga bulan di rumah sakit jiwa lantaran trauma masa kecil yang mereka alami.

Keduanya pernah menjadi saksi meninggalnya sang ayah yang merupakan adik Doris Duke, Walker Inman. Ia meninggal secara mengenaskan akibat over dosis konsumsi narkoba.

Patterson dan Georgia Inmann sering menerima tekanan batin ketika sang ayah sebelumnya sering mengunci mereka dibawah tanah. Bukan hanya itu saja, selain dikunci mereka pun diolesi dengan kotoran yang baunya sangat tidak mengenakan.

Kini, mereka berdua telah hidup bersama seorang wanita asing yang menjaga dan membantu keduanya untuk terlepas dari rasa trauma mereka sepanjang hidupnya. Harta yang mereka miliki tak bermakna apa-apa sebab rasa traumanya tidak bisa dibeli dengan apapun juga.

2. Christina Crawford
Christina Crawford kala itu masih berusia kurang dari satu tahun ketika dirinya akan diadopsi oleh bintang film ternama, Joan Crawford.

Gadis yang diadopsi di antara 4 anak lainnya ini lantas menyandang nama Crawford yang tentu saja terkenal akan kemegahan dan kesuksesan sang artis.

Akan tetapi, setelah beberapa waktu kematian mendiang Joan, Christina nampak mengungkapkan bahwa dirinya merupakan salah satu korban kejahatan sang ibu adopsi.

Christina sadar bahwa dirinya dibesarkan dalam kemewahan yang tak pernah ia miliki sebelumnya. Akan tetapi, kebahagiaan masa kecilnya lantas terenggut saat dirinya mulai diadopsi oleh sang legenda Amerika tersebut.

Diakui Christina bahwa ibu nya sering melakukan kekerasan fisik pada dirinya. Tak hanya itu, ternyata Joan merupakan pecandu alkohol yang kerap meluapkan emosinya dengan cara melampiaskan kepada Christina.

Tak hanya Christina, namun hal itu pun terjadi pada anak adopsi Joan lainnya yang juga mengakui perlakuan kejam sang ibu. Berdasarkan cerita inilah seorang produser film kemudian membuat satu film yang berkisah tentang masa suram Christina yang dibintangi Faye Dunaway sebagai Joan Crawford dan Diana Scarwid sebagai Christina.

3. Callie Rogers
Seorang gadis baru saja memenangkan sebuah undian pada tahun 2003 yang membuatnya menjadi pusat pemberitaan dimana-mana.

Callie Rogers yang saat itu masih berusia 16 tahun menerima hadiah uang tunai sebesar 20 miliar. Jumlah tersebut tentunya sangat besar bagi gadis seusianya. Cita-citanya cukup mulia saat itu dengan bersumpah akan menggunakan uangnya secara bijak dan bertanggung jawab.

Tetapi Callie melupakan sumpahnya sembilan tahun kemudian. Callie yang sudah menjadi ibu rumah tangga dan memiliki dua orang anak itu mulai memiliki pola hidup yang boros. Ia mengoperasi payudaranya, ia juga seorang pecandu alkohol, tak terkecuali narkoba yang sudah menjadi candu dalam hidupnya.

Hingga pada akhirnya, gadis yang pernah mengalami pelecehan seksual saat masih kecil itu pun berhasil keluar dari lubang hitam yang telan menjeratnya selama bertahun-tahun.

Dalam wawancaranya bersama The Sun, Callie mengungkapkan penyesalannya terhadap perilaku tak bertanggung jawab yang ia lakukan pada uang undian yang ia dapatkan.

Dan baru-baru ini, Callie telah menikah lagi dan belajar untuk menjadi seorang perawat. Dia dan suaminya memutuskan untuk bekerja bersama dalam mendukung kehidupan ketiga anak mereka.


Sumber. jadiberita.com

Saturday, 28 September 2013

5 Harta Karun Penuh Kutukan

Ada banyak cara menjadi kaya dan tenar mendadak, salah satunya yakni menemukan harta karun. Tak heran, banyak yang menjadi pemburu harta tersembunyi ini baik profesional atau amatiran.

Namun tak mudah upaya menemukan harta karun. Selain harus bisa mengurai teka-teki di mana lokasinya bersembunyi, banyak kisah misteri yang menaunginya. Bahkan beberapa kisah soal harta karun disebut penuh kutukan.


Kalau Anda pernah mendengar kabar burung soal harta peninggalan Soekarno yang konon bisa mengatasi hutang negeri ini, namun banyak memakan korban nyawa pemburu harta, itulah contoh harta karun terkutuk paling populer di Indonesia.

Masih ada beberapa cerita harta karun terkutuk lainnya di dunia, seperti misalnya lima kisah di bawah ini.

1. Cahuenga Pass


Kisah ini dimulai pada tahun 1864, ketika empat tentara dikirim oleh Benito Juarez pergi ke San Francisco dengan membawa harta karun berupa koin dan perhiasan emas guna membeli amunisi untuk perang Meksiko.

Di jalan, salah seorang dari mereka tewas, dan tiga lainnya menyusul setelahnya. Namun, seorang pengembara bernama Diego Morena yang melihat kejadian itu berhasil membawa kabur uang Benito Juarez dan kabur ke selatan. Ia kemudian berhenti di pegunungan di atas Los Angeles yang sekarang dikenal sebagai Cahuenga Pass

Malam itu, ketika ia sedang berada di sebuah kedai, ia bermimpi bahwa ia akan mati. Saking rakusnya, dia ingin mati bersama harta karunnya, maka dia pun mengubur harta karun itu di sebuah tempat. Sebelum mati, dia kemudian memberitahu temannya, Jesus Martinez di mana dia dimakamkan.

Martinez berangkat untuk mencari uang itu dengan anak tirinya tetapi dia mengalami serangan jantung dan meninggal saat mereka mulai menggali, satu dekade kemudian, anak tirinya itu tewas dalam baku tembak di timur Los Angeles. Sebagian kecil dari harta karun itu kemudian ditemukan pada tahun 1885 oleh seorang gembala Basque, tetapi ia juga tewas ketika ia jatuh ke laut dalam perjalanan kembali ke Spanyol.


2. Misteri pulau Oak

 
Forty Feet Below Two Million Pounds are Buried

Misteri tentang pulau Oak pertama kali ditemukan oleh sekumpulan remaja laki-laki pada tahun 1795, yang melihat cahaya aneh di dekat pulau kecil di lepas pantai Nova Scotia, Kanada.

Setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut, mereka melihat sebuah lubang yang baru digali. Karena adanya kasus bajak laut yang merajalela di daerah mereka, tampaknya galian itu mungkin adalah sejumlah besar harta yang dikuburkan oleh bajak laut.

Semakin jauh mereka menggali, mereka menemukan batu-batu yang terukir dengan kode aneh, yang harus diuraikan terlebih dulu agar bisa dibaca. Jika diartikan kode itu berbunyi, Forty Feet Below Two Million Pounds are Buried. atau dalam bahasa Indonesia Empat puluh kaki di bawah sini, terkubur dua juta pound.

Kematian pertama tercatat pada tahun 1861, ketika sebuah pompa meledak dan menewaskan seorang pekerja. Pada tahun 1897, seorang pria bernama Maynard Kaizer meninggal ketika tali yang mengangkatnya dari lubang jatuh. Tragedi paling dahsyat terjadi pada tahun 1965, ketika Robert Restall, putranya, dan dua rekan kerjanya menghirup asap beracun setelah jatuh ke dalam lubang.


3. Amber room


Pada hari-hari terakhir Perang Dunia II, terjadi banyak penjarahan emas dan harta karun oleh kedua belah pihak yang bersengketa. Amber Room adalah sesuatu yang ikut dijarah saat itu. Amber Room juga dijuluki sebagai Keajaiban Dunia Kedelapan dan merupakan hadiah untuk Peter Agung pada 1716, merayakan perdamaian antara Rusia dan Prusia.

Pada tahun 1941, Nazi menguasai dan membongkar ruangan itu untuk diamankan. Setelah sempat ditampilkan di museum pada tahun 1943, Amber room kemudian menghilang. Sejak itu, orang yang terkait dengan ruang itu jatuh di bawah kutukan. Kurator museum, Alfred Rhode dan istrinya, meninggal karena tifus dan tubuh mereka lenyap, bersama dengan dokter yang menandatangani sertifikat kematian mereka.

Jenderal Rusia Gusev, yang dikaitkan ke ruangan itu, juga meninggal dalam kecelakaan mobil misterius. Anehnya, Georg Stein, salah satu para pemburu Amber room, ditemukan tewas di hutan Bavaria, dalam kondisi telanjang dengan perut yang diiris hingga terbuka dengan pisau bedah.


4. Berlian Koh-i-Noor


Koh-i-Noor adalah salah satu jenis perhiasan tertua dan paling terkenal di dunia pada tahun 1306. Dalam sebuah teks Hindu disebutkan bahwa orang yang mempunyai berlian ini akan memiliki dunia, tetapi juga akan menemui kemalangannya sendiri.

Hanya Tuhan, atau wanita, yang bisa memakainya, karena banyak penguasa laki-laki yang memiliki itu akhirnya tewas, termasuk Nadir Shah, yang dibunuh pada tahun 1747.

Ketika Ratu Victoria dihadiahi berlian itu pada bulan Juli 1850, ia kabarnya sangat terkesan dan kemudian mengubah bentuk serta memotongnya menjadi lebih kecil. Namun, untuk menghormati kutukan itu, tidak ada ahli waris laki-laki yang diizinkan untuk memakainya. Berlian itu masih dipajang di Menara London hingga saat ini.


5. Makam Quin Shi Huang, China


Ini adalah salah satu makam tertua yang menyimpan banyak misteri. Kaisar pertama China, Quin Shi Huang, meninggal pada 10 September 210 SM dan mengubur ratusan budak, selir, emas dan perhiasan, serta ribuan patung terakota di kuburannya yang tersembunyi. Kabarnya situs ini bahkan lebih besar dari Piramida.

Meski sudah banyak kamar dan daerah yang telah digali, makam sang raja masih belum ditemukan hingga sekarang. situs ini dikelilingi oleh mercury yang jika ditembus, bisa memicu kematian penduduk sekitar. Oleh karena itu, meski sudah 50 tahun menjelajahi makam Quin Shi Huang, para arkeolog masih takut untuk mengintip lebih dalam.


Sumber:
oddee
latimes
unikgaul
olivercowdery.com
whitleyheights

Monday, 29 October 2012

Time Capsule, Harta Karun Steve Jobs yang Masih Menjadi Misteri

Setelah kepergian mendiang Steve Jobs sang inovator teknologi dari Apple, warisannya pun banyak diburu. Selain biografinya yang menceritakan kisah hidup seorang Jobs, banyak peninggalan Jobs yang diburu. 

Jika sebelumnya ada iPod Shuffle bertandatangankan Steve Jobs yang dilelang, ternyata masih ada yang tak kalah berharga. 

Aspen Time Capsule yang berisikan harta karun Steve Jobs. Image: lifelibertytech.com

Harta karun yang dimaksud ialah sebuah mouse dari komputer Apple Lisa. Mouse tersebut terkubur di dalam time capsule pada tahun 1983 silam. Sejatinya, harta karun itu direncanakan untuk digali kembali 27 tahun kemudian. Tapi sayang, hingga hari ini keberadaan time capsule itu masih misterius. Diduga harta karun itu masih ‘perawan’. 

Marcel Brown dari lifelibertytech.com menyatakan bahwa tak seorang pun tahu persis dimana lokasi harta karun itu dikuburkan. Dokumen yang menunjukkan peta harta karun itu juga telah hilang. Bahkan sang pemilik tanah yang diduga merupakan lokasi penguburan time capsule itu tak bersedia jika tanahnya digali. 

Brown sendiri memperoleh informasi ini dari John Celuch, klien Brown yang tengah memberikan rekaman pidato Steve Jobs di IDCA pada tahun 1983. John bercerita mengenai rahasia sesudah pidato Jobs kala itu, yakni sebuah time capsule yang dikuburkan bersama peninggalan Steve Jobs. 

Brown pun semakin yakin ketika menemukan sebuah artikel koran tahun 2010 yang berjudul “Setelah 27 tahun, lokasi time capsule Aspen masih misterius.” 

Bagaimana ceritanya kok Steve Jobs bisa menguburkan sebuah mouse dalam time capsule? 

27 tahun silam, Jobs tengah berpidato di International Design Conference, Aspen, Colorado. Setelah berpidato mengenai “The Future Isn’t What It Used To Be”, seorang panitia bernama John Celuch bertanya pada Steve Jobs apakah ada sesuatu yang ingin ia sertakan dalam time capsule. 

Setelah berpikir selama beberapa saat, Jobs kemudian mencabut mouse dari komputer Apple Lisa dan memberikannya pada John untuk dikubur dalam time capsule. Menariknya, John menyatakan bahwa time capsule ini tidak digali sesuai rencana awal. Ia pun juga tidak begitu ingat kapan dan dimana lokasi time capsule itu dikuburkan. 

Saat ini Brown bersama John tengah berusaha mencari pihak terkait yang ikut dalam acara penguburan time capsule tersebut.