Sunday, 28 October 2012

Ternyata Ada Jamur yang Bisa Menyimpan Memori dan Menganalisa Masalah

Dahulu pada tahun 50-an ada film fiksi ilmiah yang menjadikan jamur lendir sebagai karakter tanaman yang bisa berpikir dan menganalisa masalah dengan cepat. 

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lendir jamur adalah organisme bersel tunggal yang bodoh, namun memiliki bagian memori seperti hal otak manusia. 


Para ilmuwan di University of Sydney mengungkap bahwa jamur lendir yang bernama biologi Physarum polycephalum dapat mengingat wilayah yang telah mereka lalui. 

Para ilmuan mulai memprediksi bahwa jamur lendir itu menggunakan “memori spasial externalized” untuk menavigasi arah gerakkannya. “Jamur lendir meninggalkan jejak lendir kemana pun ia pergi, dengan itu kemudian ia dapat mendeteksi dan mengenali daerah itu sudah dilaluinya,” kata ahli biologi Chris Reid. 


Untuk menguji teori ini, peneliti menempatkan Physarum dalam perangkap berbentuk-U. Pada permukaan dipasangi perangkap, hasilnya 96 persen dari spesimen mampu melalui perangkap untuk menemukan solusi gula (goal) sebelum batas waktu 120 jam.

Akan tetapi ketika jebakan sudah dilapisi dengan lendir, maka spesimen bingung tidak bisa membedakan jejak mereka sendiri, hanya sepertiga dari organisme mencapai tujuan sebelum batas waktu dan itu pun menghabiskan waktu sepuluh kali lebih lama. 


Tim penelitian ini juga menemukan bahwa Physarum dapat mengenali dan bereaksi terhadap jalan yang ditinggalkan oleh spesies lain dari jamur lendir. 

Reid mengatakan memori spasial externalized bisa digunakan oleh organisme primitif untuk memecahkan jenis masalah yang sama dengan otak manusia.


Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa jamur lendir juga dapat memecahkan labirin dan mengantisipasi peristiwa periodik.

Monday, 30 July 2012

4 Hal Primitif yang Sering Dilakukan Orang Untuk Menyelesaikan Masalah Elektronik

Seperti yang kamu sudah tau, perkembangan peralatan elektronik itu sungguh pesat sekali. Tahun ini mungkin kamu baru aja beli sebuah handphone canggih yang bisa ngirimin SMS buat kamu. Eh tau-tau setahun kemudian udah keluar sebuah handphone canggih yang gak hanya bisa ngirim SMS buat kamu, tapi juga bisa bikinin kopi! Ya ampun! Manusia memang sulit untuk bersaing dan mengikuti perkembangan elektronik dan teknologi. Apalagi kalo urusannya dengan menyelesaikan masalah-masalah yang berhubungan dengan peralatan elektronik. Peralatan elektronik boleh berkembang dengan sangat pesat, tapi urusan soal menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan hal tersebut, kayaknya sih kebanyakan manusia masih mentok sama hal-hal primitif. Seperti misalnya:

Digebuk-gebuk

Menggebuk-gebuk sebuah alat elektronik selalu diyakini dapat menyelesaikan masalah peralatan elektronik, mulai dari TV tabung sampe ke mesin ATM. Sepertinya itu adalah salah satu reflek pertama manusia ketika sebuah alat elektronik terlihat bermasalah. Gebuk aja. Kalo pun itu gak menyelesaikan masalah, paling gak emosi kamu tersalurkan sih.
Tingkat Keberhasilan: 20% lah. Kalo TV tabung sih biasanya masih sering berhasil. Tapi kalo peralatan elektronik lainnya biasanya sih gak ada efeknya sama sekali.

Ditiup

Ini adalah sebuah solusi primitif yang sepertinya sih dimulai dari era cartridge ya. Kamu yang dulu main Nintendo, Sega, ataupun Super Nintendo masih pernah melakukan solusi ini. Game gak nyala? Ya tiup aja secara rata dari kiri ke kanan. Gak tau karena sugesti atau apa, tapi di jaman Nintendo dulu sih kayaknya ini sering berhasil ya. Di jaman sekarang, cara tiup-tiupan ini masih sering dipake untuk menyelesaikan masalah elektronik yang hubungannya dengan colokan, seperti misalnya alat-alat yang melibatkan kabel USB.
Tingkat Keberhasilan: Di jaman Nintendo sekitar 60%. Di jaman sekarang…1 % kayaknya.

Cabut-Colok / Kencengin

Ini adalah salah satu metode yang paling sering digunakan untuk urusan komputer. Komputer gak mau nyala? Cabut colok atau kencengin kabel-kabelnya. USB gak kebaca? Cabut colok atau kencengin USBnya. Windows gak mau nge-boot? Kenceng-kencengin kabel harddisknya. Sepertinya ini merupakan metode wajib dan setiap ahli/tukang komputer juga wajib menanyakan hal ini ke setiap orang yang bertanya padanya tentang masalah komputer yang rusak.
Tingkat Keberhasilan: Ternyata cukup tinggi lho. Sepertinya ada banyak masalah komputer yang terjadi cuma karena sesuatu kurang kenceng atau hanya harus dicabut-colok.

Dibisikin

Ini adalah yang dilakukan banyak orang ketika alat elektroniknya rusak mendadak di saat yang sedang genting. Biasanya orang-orang ini kemudian menjadi sangat depresi dan memohon pada si alat agar jadi betul seketika. Bocoran: cara ini gak mungkin berhasil dan membuat kamu terlihat bodoh.
Tingkat Keberhasilan: 0%. Kalo pun tiba-tiba itu berhasil, itu cuma kebetulan.
Nah demikianlah. Apakah kamu sering melakukan 4 hal di atas? Atau jangan-jangan kamu sering melakukan metode primitif lain terhadap alat elektronik kamu? Silakan dishare di comments lho.