Saturday, 28 September 2013

Mengerikan, Ditemukan Serangga Raksasa Pemakan Kura-kura

Siapa bilang dengan bercangkang keras kura-kura selamat dari predator, karena ternyata serangga pemakan kura-kura benar-benar ada. Setidaknya saat masih bayi, kura-kura harus waspada dengan para makhluk asing sekitarnya.


Dalam sebuah jurnal terbaru yang dipublikasikan "Entomologi Science", Dr. Shin-ya Ohba memaparkan perilaku yang tidak biasa dan pembalikan peran saat serangga air raksasa menjadi pemangsa dan memakan kura-kura muda di selokan di wilayah Jepang tengah.

Kirkaldyia deyrolli, atau serangga air raksasa, dari keluarga Lethocerinae sering kepergok tengah menggerogoti vertebrata kecil seperti katak dan ikan, Ohba telah menangkap gambar serangga itu makan kura-kura kecil dan ular.


Ohba saat melakukan sampling pada malam hari di wilayah Jepang tengah, Hyogo barat sempat merekam gambar serangga air raksasa memangsa kura-kura di sebuah kolam. Serangga ini dikenal hanya menyerang mangsa yang bergerak. K. deyrolli merupakan serangga asli Jepang dan terdaftar dalam Badan Lingkungan Hidup Jepang sebagai spesies terancam punah.


Mereka tinggal terutama di sawah di seluruh Jepang dan memakan katak kecil dan ikan. Serangga ini dapat tumbuh hingga panjangnya mencapai 15cm dan gigitannya berbisa. Serangga raksasa ini diketahui sesekali menggigit manusia, menyebabkan nyeri seperti terbakar yang berlangsung selama beberapa jam.


Sumber :
pikiran-rakyat.com

Wednesday, 5 September 2012

Dulu Ada Jaman Batu, Kini Ada Pemakan Batu

Walau sedang puasa, membicarakan soal makanan ini, dijamin tidak akan bernafsu dan membatalkan puasa, kok. 

Seorang wanita berumur 45 tahun sudah memiliki kebiasaan memakan batu selama 20 tahun dan saat itu sudah mengkonsumsi batu seberat total 1,360kg.

 voodookitchennet.blogspot.com


Ibu dua anak ini mengaku kalau memakan batu merupakan makanan yang “nyaman” untuknya. Jika wanita lain, butuh makan cokelat untuk menenangkan pikiran saat galau alias gelisah, wanita ini malah memakan batu.

Namun sejak menikah dengan suaminya Jim tahun lalu, kebiasaannya itu menjadi tambah serius.

“Jim membuat saya sangat bahagia dan saya pun mulai mengurangi makan batu,” katanya. “Namun semua orang memiliki hari yang buruk dan ketika saya mengalaminya, hanya batulah yang dapat membuat saya lebih baik dan terhibur.”


 Tebak, makan kwaci atau cemilan batu? / Tabcnews.go.com


Teresa Widener, nama wanita itu, menyimpan tumpukan batu di lemari khusus yang terletak di dapur rumah mereka di Bedford, Virginia dan biasanya memakan batu itu sambil mengobrol dengan suaminya.

“Saya memilih batu dari bentuk yang saya suka,” katanya. “Saya menyukai aroma tanah yang ada pada batu itu, hingga saya juga menelan tanah yang menempel di batunya.”

Batu kesukaan Teresa adalah batu yang lembut dan rapuh. Namun jika ada batu yang keras, terkadang Teresa menghancurkannya sendiri dengan palu miliknya.




 curious.mayaiv.com


“Saya merasa lebih baik hanya dengan mengetahui kalau ada persediaan batu di rumah,” jelasnya. 

“Mereka selalu ada untuk menghibur saya saat saya sedang sedih.”
 
Kelainan Teresa ini dinamakan Pica, yaitu kelainan yang membuat penderitanya memakan sesuatu yang bukan makanan. Hewan-hewan seperti serigala dan kura-kura juga kadang memakan batu untuk membantu pencernaannya, namun kasus ini jarang terlihat pada manusia.
 
 
 
 
 
 
 
 
Sumber: