Saturday, 28 September 2013

Penemuan Baru, Hiu Berjalan di Indonesia

Spesies baru ikan hiu ditemukan di perairan Indonesia timur. Hiu bernama ilmiah Hemiscyllium halmahera ini terbilang unik karena dapat "berjalan" di dasar laut dan terumbu karang.

Dalam bahasa lokal, H. halmahera disebut juga hiu bambu. Tubuhnya berwarna cokelat dengan totol-totol kehitaman. Spesies ini bisa tumbuh sampai sepanjang 80 sentimeter.
 



Perilaku ikan bertubuh ramping ini terbilang unik. Alih-alih berenang, hiu bambu lebih memilih "berjalan" sepanjang terumbu karang atau dasar laut dengan menggeliatkan tubuhnya dan mendorongnya dengan sirip dada dan panggul. Mirip hewan melata di darat.

Seperti dikutip laman CI dan Mirror, Allen dan timnya menemukan dua spesimen ikan pemalu ini di perairan di kepulauan Halmahera di Maluku Utara.

"Fiturnya meliputi pewarnaan cokelat dengan beberapa klaster berisi 2-3 bintik poligonal gelap. Ada bintik-bintik putih tersebar luas dalam matriks di antara klaster gelap. Hiu ini hidup di dasar laut dan berburu invertebrata laut dan ikan kecil," kata Gerald Allen, ahli biologi dari Conservation International.

Allen dan timnya menuliskan penemuan hiu jenis baru ini dalam jurnal International Journal of Ichthyology.









 







Sumber:
tempo.

Thursday, 8 November 2012

Penemuan Kayu dan Goa Misterius di Mars


Gambar yang diambil NASA ini menunjukkan adanya sebuah gua seperti pintu yang misterius pada dasar sebuah formasi bukit di Mars. Orang yang pertama mengidentifikasi pintu tersebut bukanlah ilmuwan NASA melainkan seorang pembaca web Cnews dari Rusia bernama Alexander Novgorodov. Ia melihat sebuah struktur seperti buatan manusia di kaki bukit. Gambar ini diambil oleh pesawat Reconnaissance Orbiter.

Para peneliti mengemukakan kemungkinan bahwa pintu tersebut adalah sebuah hasil dari erosi iklim. Namun tetap saja pintu itu menjadi perbincangan hangat mengingat bentuknya yang unik.

Bentuk bukit yang seperti air mata ini terletak di tengah-tengah wilayah beku planet Mars. Mars adalah rumah dari gunung terbesar di seluruh planet dan lembahnya adalah yang terdalam dari seluruh planet yang pernah ditemukan. Dan Mars juga satu-satunya planet yang paling mungkin dapat menampung kehidupan manusia. Beberapa tanaman terbukti dapat hidup pada tekanan CO2 rendah seperti atmosfer Mars.


Kayu ?
Foto dibawah ini diambil oleh Mars Rover, dan yang terekam di dalam foto tersebut membuat para ahli kebingungan. Apakah itu sepotong kayu ? Foto itu pertama kali dirilis pada tahun 2004.


Segera dunia internet menjadi ramai dengan perbincangan dan teori konspirasi. Sebuah situs bernama TheCrit.com bahkan mengatakan bahwa NASA pernah menyatakan bahwa Mars adalah sebuah dunia gurun yang memiliki hutan lebat. Dan itu tidak pernah dibuka kepada publik.


Para peneliti yang skeptis menyatakan bahwa gambar kayu tersebut kemungkinan didapat dari hasil pareidolia - sebuah stimulus acak yang dipersepsikan memiliki signifikasi bentuk. Seperti awan yang kadang terlihat memiliki bentuk tertentu. 

Wednesday, 5 September 2012

Penemuan Fosil 2 Juta Tahun di Afrika Buktikan Darwin Salah?

Kebenaran teori evolusi Darwin tampaknya semakin diragukan setelah ditemukannya beberapa fosil kerangka kerabat manusia. Ilmuwan di Afrika Selatan baru-baru ini menyatakan telah menemukan kerangka yang diduga kerabat manusia berusia sekitar dua juta tahun. Fosil tersebut tersembunyi di batu-batuan hasil penggalian dari sebuah situs arkeologi tiga tahun lalu.

Fosil terbaru ditemukan oleh seorang teknisi bernama Justin Mukanku. Dia menemukan sebuah gigi mencuat dari bagian belakang batu selebar tiga kaki pada Juni lalu. Dengan ditemukannya gigi ini, para pakar semakin yakin jika kerangka itu adalah nenek moyang awal manusia.

 
 
 
Gigi tersebut menjadi pelengkap kerangka Karabo yang ditemukan pada 2008 di situs penggalian tertua di dunia, Cradle of Humankind, Johannesburg Utara.

Ahli paleontologi Universitas Witwatersrand di Johannesburg, Lee Berger, kerangka tersebut merupakan kerangka moyang manusia awal yang paling lengkap dari yang pernah ditemukan.

"Kami telah menemukan bagian rahang dan beberapa bagian tubuh penting, seperti tulang paha, iga, tulang belakang, dan beberapa anggota tubuh lainnya.

 

 
Beberapa di antaranya belum pernah ditemukan dalam keadaan selengkap ini dalam catatan temuan fosil manusia," kata Berger dalam pernyataan resmi universitas, seperti dikutip dari AFP.

Namun, para peneliti masih belum tahu pasti apakah kerangka itu merupakan nenek moyang langsung genus manusia, Homo, atau hanya kerabat dekat saja. Yang pasti, Karabo tersebut berusia antara 9-13 tahun di saat kehidupan pemanjat pohon berbadan tegak berakhir.

Empat kerangka Australopithecus sediba lainnya juga ditemukan di Gua Malapa, yang berjarak sekitar 48 kilometer di bagian utara Johannesburg sejak 2008. Mereka diyakini jatuh ke dalam terowongan di gua, kemudian mati
 
 
 
 
 
Sumber:
liputan6

Monday, 3 September 2012

5 Penemuan aneh Sepanjang Abad Ke-20

Abad ke -20 merupakan masa kegemilangan ilmu dan pengetahuan, selain banyak penemuan dan inovasi teknologi yang ditemukan, abad ini adalah masa perubahan cara berpikir dan peradaban manusia. Tapi tidak semua penemuan itu layak dimasukkan dalam buku sejarah. Sebab, beberapa temuan dinyatakan gagal, bahkan aneh dan konyol. Apa saja temuan yang masuk kategori tak berguna itu?
1. TV Kacamata
Ada ada saja dengan penemuan Orang Ini, penemuan ini ditemukan pertama kali oleh Hugo Gernsback pada 1963. Fungsi kacamata ini adalah si pengguna dapat menonton Tv  secara langsung, sembari melakukan aktifitas lainya. Berkonsep seperti kacamata yang dapat dibawa ke mana saja dan di mana saja. Namun karena tampilannya yang cenderung aneh, Produk ini tidak pernah dilirik untuk diproduksi secara luas.
 
2. Papan seluncur bermotor
Pernahkah Anda  mendengar papan seluncur bermotor? Sehingga Anda tak harus mengayuh papan seluncur untuk mendatangi ombak yang datang, karena papan ini bisa bergerak dengan sendirinya. Karya ini dibuat oleh Joe Gilpin, berasal dari Holywood pada tahun 1948. Cara kerjanya hampir sama dengan prinsip kapal motor, yaitu menggunakan kipas penggerak dibelakangnya sehingga dapat mengerakkan  papan seluncur.
 
3. Payung rokok Anti-hujan
Alat ini sangat cocok jika Anda sedang merokok dan tiba tiba hujan turun, inilah alat yang memiliki fungsi melindungi rokok anda apabila terjadi hujan. karya ini dibuat  oleh Presiden Zeus Corp, Robert L. Stern pada 1954. Namun  karena terlihat konyol dan aneh hingga sekarang tidak pernah di produksi secara luas.
 
4. Elektrometer Hubbart
Gila! Adalah kata yang pantas bagi Penulis fiksi ilmiah dan pendiri gereja aliran Scientology, L. Ron Hubbard dengan menggunakan elektrometer, Hubbard mencari tahu apakah tomat merasakan sakit pada tahun 1968. Apa yang ia lakukan berujung pada kesimpulan: ‘tomat menjerit saat dipotong’. Benar atau tidaknya tomat menjerit saat dipotong, toh itu merupakan penemuan yang sia sia karena tomat adalah jenis sayur sayuran yang pasti dipotong kan.
 
5. Rumah Bayi Berkawat
Penemuan yang terakhir adalah rumah bayi berkawat  di mana kadang kawat diletakan di luar jendela gedung tinggi pada 1937. Kadang ini dibagikan pada anggota Chelsea Baby Club di London yang tak memiliki taman atau kepada orang tua yang tidak tega anaknya bermain di jalanan yang ramai.
 

Sunday, 17 June 2012

Penemuan Baru: Lampu Kunang-kunang Ramah Lingkungan

Kita telah belajar dari alam selama berabad-abad. Berbagai penemuan pun mayoritas terinspirasi dari segala ciptaan Tuhan yang ada. Manusia bisa membuat pesawat setelah mengamati burung, membuat kendaraan militer amphibi dengan belajar dari kodok, dan banyak lagi.
 
 Lampu kunang-kunang/gizmodo.com


Sekarang, kunang-kunang memberi ilham kepada para ilmuwan untuk membuat lampu yang tidak membutuhkan daya listrik sehingga lebih hemat energi. Ya, para peneliti di Universitas Syracuse, New York, berhasil menciptakan sumber cahaya buatan dari gabungan unsur biologis dan nonbiologis. Material biologis dalam hal ini adalah enzim milik serangga kunang-kunang.

Seperti kita ketahui, kunang-kunang adalah salah satu hewan bioluminescence terbaik yang dapat kita temukan di alam bebas. Cahaya yang mereka hasilkan adalah reaksi dari bercampurnya senyawa kimia luciferin dan enzim luciferase.

Nah, apa yang dilakukan oleh peneliti ini adalah menambahkan enzim luficerase kedalam permukaan sekumpulan nanorod (objek berukuran nano) yang terbuat dari material semikonduktor cadmium sulfide dan cadmiun seleneide. Nanorod-nanorod ini akan menyala ketika mereka terkena luciferin yang dalam percobaan ini berfungsi layaknya bahan bakar. Proses ini dinamakan dengan Bioluminescence Resonance Energy Transfer (BRET).

Dan lampu buatan ini juga mempunyai nilai lebih dibandingkan dengan cahaya alaminya. Menurut peneliti, dengan memanipulasi ukuran nanorod, maka cahaya yang ditimbulkan juga bisa menjadi beraneka warna, tidak hanya satu warna seperti yang dapat dihasilkan oleh kunang-kunang.

Walaupun mereka belum menemukan bentuk pengaplikasian yang tepat untuk kebutuhan dunia nyata, namun mereka mengatakan lampu ini bisa saja digunakan untuk pengganti sumber cahaya lampu LED di masa yang akan datang.



 


Sumber:
idbite.com