Tuesday, 22 October 2013

Kisah Renungan: Jika Anda Menyadari, Anda Adalah Berharga

type='html'>
Kisah Renungan: Jika Anda Menyadari, Anda Adalah Berharga - Seorang pria sedang menjelajahi gua-gua di tepi pantai. Di sebuah gua, ia menemukan tas kanvas yang berisi bulatan-bulatan bola yang terbuat dari tanah liat yang mulai mengeras.

Tampaknya ada orang yang sengaja membuat bola-bola tanah liat tersebut dan mengeraskannya di bawah terik sinar matahari. Meskipun tidak terlalu banyak jumlahnya, si pria tertarik untuk membawa sekumpulan bola tanah liat tersebut keluar gua.

Saat ia berjalan di sepanjang pantai, ia berusaha melempar bola-bola tersebut ke laut sejauh yang dia bisa. Tanpa sengaja dia menjatuhkan salah satu dari bulatan tanah liat dan pecahlah bulatan tersebut. Tak disangkanya, ternyata isi dari bulatan tanah liat itu adalah sebuah batu permata yang indah.

Karena terlalu terkejut, dia mulai tertarik untuk memecahkan satu persatu bulatan-bulatan tanah liat itu. Anehnya, masing-masing bulatan berisi sama, yaitu batu permata yang berkilau indah.

Jika dikumpulkan dan dijual batu permata tersebut dapat menghasilkan ribuan dolar. Lalu si pria ini mulai berpikir, dia telah lama di pantai dan melempar sekitar 50-60 butir bulatan-bulatan tanah liat, dan ia mulai menyesal.

Cerita tersebut sama halnya dengan manusia, ada harta yang tak ternilai harganya di dalam diri masing-masing kita. Jika kita belum mengenal seseorang atau bahkan diri kita, kita akan selalu berpikir bahwa tidak ada yang bisa dibanggakan dari diri kita. Seperti bulatan tanah liat yang tak berharga dan tak bernilai jika dijual.

Seringkali kita melihat seseorang hanya dari luar dan selalu membandingkan dengan seseorang yang lebih cantik/tampan bahkan dengan orang yang lebih kaya. Tetapi, tidak pernah sedikit waktu kita sempatkan untuk menemukan harta rahasia dari Tuhan yang tersembunyi dalam diri orang tersebut.

Ada harta berharga dalam diri masing-masing orang. Jika kita meluangkan sedikit waktu untuk mengenal lebih dalam orang tersebut dan meminta Tuhan untuk menunjukkan kepada kita bahwa seseorang tidak seperti yang kita lihat, maka tanah liat yang menyelimuti seseorang akan mulai terkelupas dan bersinarlah sebuah permata yang indah.

Semoga Anda datang ke dunia tidak hanya untuk berakhir di kematian tanpa melihat apa yang sebenarnya tersembunyi di dalam diri Anda. Semoga Anda melihat diri Anda dan orang di sekitar Anda sebagaimana Tuhan memandang mereka. | vemale.com

Monday, 21 October 2013

Renungan: 3 Kisah Yang Membuktikan Harta Tak Bisa Membeli Kebahagiaan

type='html'>
Renungan: 3 Kisah Yang Membuktikan Harta Tak Bisa Membeli Kebahagiaan - Manusia adalah makhluk yang penuh dengan rasa ketidakpuasan. Seorang manusia membutuhkan segalanya untuk hidup di dunia ini yang menjadikan mereka memiliki ambisi dalam meraih tujuan hidupnya.

Ada tiga hal di dunia ini yang paling berpengaruh antara manusia yang satu dengan yang lainnya yakni Harta, Tahta dan Wanita. Ketiga faktor inilah yang bisa menciptakan banyak perang dunia. Perpecahan dimana-mana, perebutan sumber daya alam dan sebagainya.

Banyak orang yang menganggap harta sebagai perananan penting dalam kehidupannya sehari-hari. Harta juga bisa memisahkan status dan kedudukan seseorang.

Banyak orang yang terlahir sungguh beruntung dengan segala kemewahan yang didapat dari kedua orang tuanya. Mereka bisa mendapatkan segalanya dengan uang yang mereka miliki. Namun, tahukah anda jika ada satu hal yang tidak bisa dibeli dengan uang dan materi?. Ya, dia adalah kebahagiaan.

Berikut ini adalah beberapa kisah orang-orang yang bisa membeli segalanya dengan harta namun malah merasa hidupnya menderita. Bagaimanakah kisahnya? yuk kita simak satu-persatu.

1. Patterson dan Georgia Inmann
Patterson dan Georgia Inmann adalah pewaris harta milik merek rokok terbesar di Amerika yakni Doris Duke. Dengan segala yang ia miliki, kedua pemuda ini tak pernah merasakan kesusahan dalam hidupnya. Mereka yang masih berusia 15 tahun rupanya menderita selama tiga bulan di rumah sakit jiwa lantaran trauma masa kecil yang mereka alami.

Keduanya pernah menjadi saksi meninggalnya sang ayah yang merupakan adik Doris Duke, Walker Inman. Ia meninggal secara mengenaskan akibat over dosis konsumsi narkoba.

Patterson dan Georgia Inmann sering menerima tekanan batin ketika sang ayah sebelumnya sering mengunci mereka dibawah tanah. Bukan hanya itu saja, selain dikunci mereka pun diolesi dengan kotoran yang baunya sangat tidak mengenakan.

Kini, mereka berdua telah hidup bersama seorang wanita asing yang menjaga dan membantu keduanya untuk terlepas dari rasa trauma mereka sepanjang hidupnya. Harta yang mereka miliki tak bermakna apa-apa sebab rasa traumanya tidak bisa dibeli dengan apapun juga.

2. Christina Crawford
Christina Crawford kala itu masih berusia kurang dari satu tahun ketika dirinya akan diadopsi oleh bintang film ternama, Joan Crawford.

Gadis yang diadopsi di antara 4 anak lainnya ini lantas menyandang nama Crawford yang tentu saja terkenal akan kemegahan dan kesuksesan sang artis.

Akan tetapi, setelah beberapa waktu kematian mendiang Joan, Christina nampak mengungkapkan bahwa dirinya merupakan salah satu korban kejahatan sang ibu adopsi.

Christina sadar bahwa dirinya dibesarkan dalam kemewahan yang tak pernah ia miliki sebelumnya. Akan tetapi, kebahagiaan masa kecilnya lantas terenggut saat dirinya mulai diadopsi oleh sang legenda Amerika tersebut.

Diakui Christina bahwa ibu nya sering melakukan kekerasan fisik pada dirinya. Tak hanya itu, ternyata Joan merupakan pecandu alkohol yang kerap meluapkan emosinya dengan cara melampiaskan kepada Christina.

Tak hanya Christina, namun hal itu pun terjadi pada anak adopsi Joan lainnya yang juga mengakui perlakuan kejam sang ibu. Berdasarkan cerita inilah seorang produser film kemudian membuat satu film yang berkisah tentang masa suram Christina yang dibintangi Faye Dunaway sebagai Joan Crawford dan Diana Scarwid sebagai Christina.

3. Callie Rogers
Seorang gadis baru saja memenangkan sebuah undian pada tahun 2003 yang membuatnya menjadi pusat pemberitaan dimana-mana.

Callie Rogers yang saat itu masih berusia 16 tahun menerima hadiah uang tunai sebesar 20 miliar. Jumlah tersebut tentunya sangat besar bagi gadis seusianya. Cita-citanya cukup mulia saat itu dengan bersumpah akan menggunakan uangnya secara bijak dan bertanggung jawab.

Tetapi Callie melupakan sumpahnya sembilan tahun kemudian. Callie yang sudah menjadi ibu rumah tangga dan memiliki dua orang anak itu mulai memiliki pola hidup yang boros. Ia mengoperasi payudaranya, ia juga seorang pecandu alkohol, tak terkecuali narkoba yang sudah menjadi candu dalam hidupnya.

Hingga pada akhirnya, gadis yang pernah mengalami pelecehan seksual saat masih kecil itu pun berhasil keluar dari lubang hitam yang telan menjeratnya selama bertahun-tahun.

Dalam wawancaranya bersama The Sun, Callie mengungkapkan penyesalannya terhadap perilaku tak bertanggung jawab yang ia lakukan pada uang undian yang ia dapatkan.

Dan baru-baru ini, Callie telah menikah lagi dan belajar untuk menjadi seorang perawat. Dia dan suaminya memutuskan untuk bekerja bersama dalam mendukung kehidupan ketiga anak mereka.


Sumber. jadiberita.com

Friday, 26 October 2012

Renungan: Kisah Sang Professor dan Si Nelayan

Suatu hari bertemulah dua orang sahabat lama di kampung pesisir sebuah pantai. Keduanya dulu sahabat dibangku SD dan SMP.


Atas perjalanan sang waktu dan kesempatan maka selepas dari SMP maka mereka menjalani kehidupan masing-masing, yang satu pergi merantau ke kota untuk meneruskan jenjang pendidikannya hingga menjadi Professor dan satunya tetap tinggal di kampung nelayan menjalani kehidupan menjadi nelayan sejati.

Rentang waktu beberapa puluh tahun maka suatu hari Sang Professor pulang kampung mengunjungi sanak-saudara dan keluarga beserta teman-teman lamanya.

Bertemulah kedua sahabat itu dan kemudian saling melepas kangen. Sebagai bentuk reuni mereka maka teman yang berprofesi sebagai nelayan mengajak temannya yakni Sang Professor untuk naik perahu kecil memancing ikan ke tengah lautan.

Dalam perjalanan ke tengah laut terjadilah dialog yang menarik antara dua kawan lama ini.

“Apa kamu bisa bebahasa inggris?”, tanya sang professor kepada si nelayan.

“Wah, terus terang saja saya tidak sempat belajar bahasa Inggris karena aku hanya belajar sampai SMP dan kemudian menjadi nelayan setiap pagi & sore.” jawab si nelayan dengan ringan dan sedikit malu-malu.

“Rugi sekali kamu tidak bisa bahasa Inggris, dengan bahasa Inggris kamu bisa mempelajari aneka ilmu, berkeliling dunia, merantau dan bisa menjadikan kamu kaya raya. Sebaliknya jika kamu tidak bisa bahasa Inggris berarti kamu sudah kehilangan 50% hidupmu”, saut sang professor dengan nada yang mulai menampakkan keunggulan & kesombongannya.

Kemudian professor bertanya lagi, “Kalau ilmu matematika kamu bisa tidak?”.

Dengan malu yang makin besar, maka suara lirih sang nelayan menjawab parau, “Apalagi ilmu matematika, kamu tentu tahu sendiri lah dengan bekal aku cuma lulusan SMP pasti tidak tahu banyak tentang Matematika”.

Jawaban si nelayan menjadikan sang professor makin besar kepala dan merasa lebih dari sahabat lamanya.

Tiba ditengah laut tiba-tiba cuaca berubah menjadi mendung, dan ombak hujan bercampur angin lebat menerpa perahu kecil kedua sahabat tersebut.

Melihat kondisi ini sang professor menjadi sangat ketakutan dan memegang erat-erat tepian perahu.

“Tenang saja kawan, ombak ini insya allah tidak akan membinasakan kita. Ini biasa terjadi kalau cuaca seperti ini”, celetuk si nelayan memberikan penerangan kepada sang professor.

“Kita tidak usah takut. Jika ombak menghempaskan perahu ini maka kita tinggal berenang beberapa ratus meter dari sini, maka kita akan sampai ke daratan pantai”, tambah si nelayan.

Mendengar ucapan itu maka makin takutlah sang professor dan mendekap erat si nelayan.

Sang professor kemudian berkata, “Justru karena saya tidak bisa berenang maka saya takut jika perahu ini terbalik dan ombak menghempasakan kita di tengah laut”, berkata dengan penuh ketakutan.

“Wah percuma kamu jika jadi professor tidak bisa berenang, kalau tidak bisa bahasa Inggris dan Matematika tadi kamu katakan akan kehilangan 50% hidupmu, tapi jika saat ini kamu tidak bisa berenang maka kamu akan kehilangan 100% hidupmu”.

Begitulah sobat, Jika kita mempunyai kelebihan maka kita tidak boleh mencela dan menghina kekurangan orang lain karena bisa jadi kita banyak kelebihan disisi yang lain tapi banyak juga kekurangan disisi yang lainnya.

Hiduplah saling mengisi agar kehidupan ini menjadi saling melengkapi dan semakin indah.


Sumber :
emotivasi.com

Tuesday, 4 September 2012

Renungan: Ketika Tuhan Menciptakan Wanita




Ketika Tuhan menciptakan wanita, Malaikat datang dan bertanya,
"Mengapa begitu lama menciptakan Wanita, Tuhan?"

Tuhan menjawab,
"Sudahkah engkau melihat setiap detail yang saya ciptakan untuk Wanita? Lihatlah dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan."

Malaikat menjawab dan takjub,
"Hanya dengan dua tangan? Tidak mungkin!"

Tuhan menjawab,
"Tidakkah kau tahu, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari."

Malaikat mendekat dan mengamati wanita tersebut dan bertanya,
"Tuhan, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh seolah-olah terlalu banyak beban baginya?"

Tuhan menjawab,
"Itu tidak seperti yang kau bayangkan, itu adalah air mata."

"Untuk apa?" tanya Malaikat.

Tuhan melanjutkan,
"Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan, serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesona laki-laki, ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki wanita."

"Dia dapat mengatasi beban lebih dari laki-laki, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri, dia mampu tersenyum saat hatinya menjerit, mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan."

"Dia berkorban demi orang yang dicintainya, dia mampu berdiri melawan ketidakadilan, dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang, dia girang dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia, dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran."

"Dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian, tapi dia mampu mengatasinya. Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka."

"Cintanya tak bersyarat. Hanya ada satu yang kurang dari wanita, dia sering lupa betapa berharganya dia ..."

Sumber :
bukucatatan-part1.blogspot.com

Wednesday, 11 July 2012

Renungan: Berjalan Dengan Siput


Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa siput jalan-jalan. Aku tak dapat jalan terlalu cepat, siput sudah berusaha keras merangkak. Setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit.

Aku mendesak, menghardik, memarahinya, siput memandangku dengan pandangan meminta-maaf, serasa berkata, "Aku sudah berusaha dengan segenap tenaga!"

Aku menariknya, menyeret, bahkan menendangnya, siput terluka. Ia mengucurkan keringat, nafas tersengal-sengal, merangkak ke depan.

Sungguh aneh, mengapa Tuhan memintaku mengajak seekor siput berjalan-jalan. Ya Tuhan, mengapa? Langit sunyi-senyap. Biarkan saja siput merangkak di depan, aku kesal di belakang. Pelankan langkah, tenangkan hati ...

Oh! Tiba-tiba tercium aroma bunga, ternyata ini adalah sebuah taman bunga.
Aku rasakan hembusan sepoi angin, ternyata angin malam demikian lembut.

Ada lagi! Aku dengar suara kicau burung, suara dengung kumbang.
Aku lihat langit penuh bintang cemerlang.

Oh! Mengapa dulu tidak kurasakan semua ini?
Barulah aku teringat, mungkin aku telah salah menduga!

Ternyata Tuhan meminta siput menuntunku jalan-jalan sehingga aku dapat mamahami dan merasakan keindahan taman ini yang tak pernah kualami jika aku berjalan sendiri dengan cepatnya.

"He's here and with me for a reason"

Saat bertemu dengan orang yang benar-benar engkau kasihi,
Haruslah berusaha memperoleh kesempatan untuk bersamanya seumur hidupmu.
Karena ketika dia telah pergi, segalanya telah terlambat.

Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya.
Karena seumur hidup manusia, teman sejati tak mudah ditemukan.

Saat bertemu penolongmu,
Ingat untuk bersyukur padanya.
Karena ialah yang mengubah hidupmu

Saat bertemu orang yang pernah kau cintai,
Ingatlah dengan tersenyum untuk berterima kasih.
Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang kasih.

Saat bertemu orang yang pernah kau benci,
Sapalah dengan tersenyum.
Karena ia membuatmu semakin teguh dan kuat.

Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu,
Baik-baiklah, berbincanglah dengannya.
Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini.

Saat bertemu orang yang pernah diam-diam kau cintai, Berkatilah dia.
Karena saat kau mencintainya, bukankah berharap ia bahagia?

Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu,
Berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu.
Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu

Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu,
Gunakan saat tersebut untuk menjelaskannaya.
Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan.

Saat bertemu orang yang saat ini menemanimu seumur hidup,
Berterima-kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu.
Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati . . .

Sumber :
ellyxmas.blogspot.com