Thursday, 10 October 2013

Wew!! 2 Siswa SD di Malaysia Paksa Adik Kelas Lakukan Oral Seks

type='html'>
Wew!! 2 Siswa SD di Malaysia Paksa Adik Kelas Lakukan Oral Seks - Kuala Lumpur, Duh! Dua siswa yang duduk di bangku kelas empat Sekolah Dasar (SD) di Malaysia memaksa seorang siswi kelas satu SD untuk melakukan oral seks. Hal ini dilakukan usai kedua bocah tersebut membuka situs porno di komputer sekolah.

Dua siswa yang juga kakak-beradik ini diketahui menonton film di laboratorium komputer sekolah mereka. Kemudian kedua anak laki-laki itu mengundang korban ke rumah mereka di Tanjung Minyak Utama, Malaysia dan mengajaknya untuk mempraktikkan apa yang mereka lihat dalam film tersebut.

Ibunda korban melaporkan insiden ini ke polisi setelah putrinya memberitahunya apa yang dialaminya. Demikian seperti dilansir The Star, Rabu (2/10/2013).

Dalam laporannya, ibunda korban menyebut bahwa kedua pelaku berniat mencabuli anaknya dengan mengundangnya ke rumah dengan dalih untuk membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Korban dipaksa melakukan hal-hal tak senonoh oleh kedua pelaku.

Sementara itu, seorang sumber yang memahami kasus ini menuturkan kepada The Star bahwa kedua bocah laki-laki tersebut mengakses situs porno di komputer yang ada di sekolahnya. Situs ini bisa diakses karena tidak ada software yang dipasang pihak sekolah untuk memblokir situs-situs semacam itu.

Menanggapi kasus ini, kelompok orangtua murid setempat atau yang disebut Malacca Action Group for Parents (Magpie) mendorong agar pihak dinas pendidikan setempat melakukan penyelidikan mendalam. Ketua Magpie, Mak Chee Kin meminta agar setiap sekolah memasang software untuk memblokir situs-situs tidak pantas seperti itu.

"Dinas pendidikan harus melakukan investigasi apakah anak-anak di sekolah memang menonton pornografi. Magpie menerima informasi bahwa sejumlah sekolah tidak melakukan pengawasan ketat atas penggunaan komputer di sekolah," ucap Mak Chee Kin. | detik.com

Monday, 30 September 2013

Siswa SMA Bunuh Kepala Sekolah di Ruang Guru Karena Menyita Ponselnya

type='html'>
Siswa SMA Bunuh Kepala Sekolah di Ruang Guru Karena Menyita Ponselnya - Penegakan disiplin memang harus ditegakkan di sekolah. Namun apabila penegakan disiplin tersebut amat kaku penerapannya maka bisa berakibat fatal. Hal inilah yang terjadi di China pada pertengahan bulan September 2013 ini.

Seorang siswa SMA di Fuzhou, tega membunuh kepala sekolahnya sendiri dengan sadis di sekolah hanya gara-gara sang kepala sekolah menyita dan merampas ponselnya serta berniat mengadukan masalah pelanggaran disiplin tersebut kepada orang tuanya.

Kejadian mengenaskan ini bermula ketika sang siswa, yang tidak disebutkan namanya, sedang asyik memainkan ponselnya pada jam istirahat. Sang kepala sekolah melihatnya dan merampas serta menyita ponselnya.

Siswa yang marah ini, menurut saksi mata, sekitar pukul 11.26 waktu setempat memasuki ruang guru dengan membawa pisau dan mengamuk disana. Ia menikam kepala sekolah yang telah mengambil ponselnya dengan tusukan bertubi-tubi dan membabi buta sehingga nyawa sang kepala sekolah langsung melayang.

Kontan saja hal ini membuat seisi sekolah panik dan histeris. Dan siswa yang mengamuk tersebut berhasil diamankan oleh beberapa orang petugas keamanan sekolah. Foto-foto "kekacauan" di sekolah ini termasuk foto jenazah kepala sekolah yang babak belur dengan cepat menyebar di seantero China, Taiwan, Hongkong, Jepang dan memicu banyak komentar, cacian dan keprihatinan di forum-forum internet. (demi kesopanan foto sang kepsek disensor disini)

Sistem pendidikan di China amat ketat dengan kurikulum yang padat. Walau berhasil mencerdaskan generasi mudanya dengan bukti pesatnya pertumbuhan kelas menengah dan pertumbuhan ekonomi yang stabil nyaris 2 digit setiap tahunnya, tetap saja sistem tersebut banyak dikritik karena membuat banyak siswa stres dan tertekan. | memobee.com

Sunday, 29 September 2013

Kurikulum Pelajaran Atheisme Akan Diajukan Untuk Siswa SD di Irlandia

type='html'>
Kurikulum Pelajaran Atheisme Akan Diajukan Untuk Siswa SD di Irlandia - Ribuan murid di sekolah dasar di Irlandia berencana akan mendapatkan kurikulum tentang pelajaran atheisme. Organisasi Ateis Irlandia akan mengajukan mata pelajaran tersebut kepada sekolah-sekolah yang biasanya didominasi oleh pelajaran agama gereja Katolik.

Seperti dilansir the Guardian, Kamis (26/9), pada tahun ajaran baru yang akan dimulai bulan September tahun depan para murid SD akan membaca buku atheis karangan Richard Dawkins The Magic of Reality.

Pelajaran mengenai ketidakpercayaan adanya tuhan atau lebih dikenal sebagai faham Atheisme ini adalah salah satu kurikulum dasar yang diajarkan di Irlandia.

”Nantinya akan ada sebuah modul bagi sepuluh kelas untuk durasi pelajaran selama 30-40 menit,” kata Michael Nugent, wakil pendiri Ateis Irlandia.

Michael Nugent melanjutkan bahwa pelajaran itu akan meliputi seluruh siswa SD, 93 persen siswa yang akan bersekolah di Gereja Katolik pun akan mendapatkan materi tersebut.

Bahkan siswa-siswa nantinya akan bisa mengunduh langsung pelajaran tentang atheisme itu lewat sebuah aplikasi handphone.

“Pelajaran ini akan memberi kesempatan bagi anak-anak Irlandia mengenali pandangan alternatif tentang bagaimana dunia ini bekerja,” kata Nugent. | jadiberita.com