Saturday, 28 September 2013

Anechoic Chamber, Laboratorium yang Mampu Menyerap Suara

Anechoic Chamber milik Labotarium Orfield di Amerika mampu menyerap 99,99% suara. Para sukarelawan mulai berhalusinasi setelah beberapa saat berada didalam ruangan tersebut. Durasi terlama yang pernah dicapai seseorang untuk berdiam di dalam kamar tersebut adalah 45 menit saja.


Mampu menyerap suara terluar secara efektif dan memegang Rekor Dunia Guinness Book sebagai kamar tersunyi di dunia. Masuk, duduk dan tunggulah beberapa saat maka anda akan mulai berhalusinasi.

Ruangan ini benar-benar sunyi senyap secara total, sehingga setelah beberapa saat telinga Anda akan beradaptasi. Semakin sunyi ruangan tempat Anda berada maka akan semakin jelas Anda mendengar sesuatu yang sebelumnya tidak pernah Anda dengar seperti suara detak jantung, suara paru-paru dan bahkan gemuruh lambung kita akan terdengar sangat jelas sekali.

Di dalam ruangan ini Anda lah yang menjadi sumber suara, karena sumber suara yang berasal dari luar tubuh tidak akan terdengar sama sekali. Biasa digunakan oleh perusahaan multinasional untuk mengetes seberapa berisik produk-produk mereka sebelum diperjualbelikan secara bebas. Biayanya 65 Euro perjam untuk swasta dan 45 Euro perjam untuk keperluan pendidikan.















Sumber :
bukucatatan-part1.blogspot.com

Tuesday, 6 November 2012

Wah, Gajah ini Bisa Meniru Suara Manusia

Otak hewan semakin cerdas, atau pembuktian Nabi Sulaiman dulu bisa berkomunikasi dengan hewan? Entah, yang pasti ilmuwan berusaha terus membuka tabir bagaimana cara berkomunikasi dengan hewan. Salah satu cara melatih mereka mengucapkan bahasa manusia.

Burung beo paling mudah dilatih, buktinya banyak. Yang susah justru melatih simpanse. Padahal kekerabatannya paling dekat dengan manusia.

 


Uniknya, seekor gajah di Korea Selatan berhasil dilatih sehingga bisa mengucapkan beberapa kata seperti: annyong atau halo, anja atau duduk, aniya atau tidak, nuo atau berbaring, dan choah atau bagus.

Gajah ini bernama Koshik, hidup di Kebun Binatang Everland, Korea Selatan. Sang pelatih menerapkan teknik tak biasa untuk melatihnya. Untuk diketahui, gajah tak punya bibir sehingga susah melatihnya. Maka Koshik menempatkan belalainya di mulut dan mengirimkan suara vokalnya ke dalam bentuk berbeda.

Kabar ini mengejutkan banyak ahli. Misalnya saja, enam belas ahli bahasa Korea diminta mendengarkan 47 rekaman dari bahasa gajah tadi dan mengungkapkan apa yang mereka percaya telah dengarkan. Sebanyak 56 persen mengatakan, gajah itu bicara annyong, 44 persen mendengar aniya, dan 33 persen mengidentifikasi nuo.

Para peneliti menyimpulkan bahwa Koshik lebih baik menirukan suara vokal daripada konsonan, dengan banyaknya kesalahan identifikasi choah menjadi boah (melihat) atau moa (mengumpulkan).

Kemampuan Koshik meniru suara manusia diketahui pertama kali pada 2004 saat usianya 14 tahun. Namun peneliti mengatakan bahwa ini lebih seperti bangunan hasil upayanya berkomunikasi dengan pengasuhnya, sementara dia satu-satunya gajah di Everland antara tahun 1995-2002.