Tuesday, 6 November 2012

Benarkah Ikan Menjadi Makhluk Pertama yang Terbang di Bumi?

Persepsi bahwa burung merupakan hewan pertama yang bisa terbang sepertinya harus dirubah karena ada penemuan terbaru yang mengungkap bahwa ikan adalah hewan yang pertama terbang di muka bumi.

Ikan tertua di dunia terbang meluncur di atas lautan dalam upaya untuk menghindari predator pada 240 juta tahun lalu, itulah yang diklaim oleh paleontologis asal China. Fosil di koleksi museum Cina telah memberikan gambaran bahwa ikan terbang ada jauh lebih awal dari yang diperkirakan peneliti sebelumnya.


Tidak ada spesimen ikan terbang modern yang diketahui lebih tua dari sekitar 65 juta tahun lalu, tetapi ada fosil yang telah ditemukan mengungkapkan ada spesimen kuno yang berkemampuan yang sama jauh lebih awal.

Spesies itu dinamakan Potanichthys xingyiensis, spesimen ini diperkirakan hidup selama periode Trias Tengah antara 235 juta dan 242 juta tahun lalu, yaitu sekitar 50 juta tahun sebelum munculnya dinosaurus di era Jurassic.

Spesies ini ternyata 27 juta tahun lebih tua dari pemegang rekor spesies terbang sebelumnya, satu spesies yang ditemukan di Eropa, menurut studi yang diterbitkan beberapa hari yang lalu di jurnal Proceedings of the Royal Society B.


Para ilmuwan percaya bahwa ikan terbang ini menggunakan kemampuan terbangnya untuk melarikan diri dari serangan predator.

Ikan terbang kuno ini melayang di udara melarikan diri dari kejaran predator seperti lumba-lumba, cumi-cumi dan ikan yang lebih besar.

Spesimen baru yang sudah diberi nama ini digambar ulang setelah peneliti menganalisis fosil yang digali di selatan-barat Cina pada tahun 2009, sepert yang dilansir LiveScience.


Ikan terbang Potanichthys xingyiensis memiliki panjang hanya 15 cm dan memiliki empat ‘sayap’, terdiri dari dua sayap besar, sirip dada yang diadaptasi dan sepasang sayap kecil di panggul.

Terdapat ekor besar bercabang pada bagian belakang tubuhnya yang digunakan untuk berenang di dalam air.


Sumber :
uniqpost.com

Thursday, 25 October 2012

Dokumen Militer AS Ungkap Piring Terbang Misterius

Sebuah dokumen milik Angkatan Udara Amerika Serikat mengungkap rahasia tentang benda yang selama ini diduga sebagai obyek tak dikenal atau Unidentified Flying Object (UFO).

Ternyata, benda yang mirip piringan terbang itu merupakan proyek militer dari tahun 1950an, dan sama sekali bukan seperti pesawat alien layaknya kisah fiksi ilmiah.


Mengutip laman Space.com, dokumen yang juga mencantumkan gambar kendaraan seperti piring terbang itu tertulis berasal dari "Project 1974, Final Development Summary Report". Ini merupakan dokumen yang berhasil didapat dan dirilis Badan Arsip Nasional AS.

Piringan terbang itu ternyata merupakan kendaraan vertical takeoff and landing (VTOL) yang dirancang mampu bergerak melayang di permukaan tanah dan melesat dengan kecepatan supersonik di angkasa.

Tapi, dalam sebuah ujicoba di Wright-Patterson Air Force Base di Ohio, kendaraan ini gagal memenuhi target yang diharapkan.

Konsep Avrocar (CREDIT: National Archives)

Militer AS berharap kendaraan itu mampu mencapai kecepatan maksimal Mach 4 (2.880 mil per jam) dan melayang di ketinggian 100.000 kaki. Di masa perang dingin, kendaraan ini tentu akan mudah menangani pesawat mata-mata seperti SR 71 Blackbird.

Perusahaan asal Kanada, Avro Aircraft, kemudian dikontrak untuk membuat dua model sederhana dari Avrocar itu untuk uji coba.

Tapi upaya Avrocar melayang di permukaan tanah dengan mesin turbojet tak berjalan stabil dan hanya melayang beberapa kaki saja dari permukaan tanah. Avrocar pun sulit dikendalikan dalam uji penerbangan di atas 3 kaki dan tak pernah berhasil mencapai kecepatan 35 mil per jam.

Dalam uji aero dinamika di terowongan angin milik NASA Ames Research Center di Moffett Field, California, AS, kendaraan ini juga terbukti tak stabil. Ia tak bisa dikendalikan dalam kecepatan supersonik, sehingga militer AS pun membatalkan proyek ini pada Desember 1961.

Meski kendaraan ini gagal, tapi konsep kendaraan VTOL terus dikembangkan dari prototipe Avrocar ini. Belakangan, militer AS berhasil menciptakan teknologi pesawat hover, baik dengan pilot ataupun tanpa awak.


Sumber :
viva.co.id

Tuesday, 25 September 2012

Kendaraan Terbang yang Mirip di Star Wars


Kendaraan mengambang ini mungkin tidak akan melesat melewati hutan lebat dengan mudah seperti motor-motor di film "Return of the Jedi" Star Wars, namun kendali intuitifnya memungkinkan orang untuk menerbangkannya tanpa pelatihan pilot.

Kendaraan udara ini menyerupai motor terbang di film-film fiksi ilmiah dengan dua rotor sebagai pengganti roda. Rancangan awal motor ini sempat diabaikan pada 1960an karena masalah stabilitas saat miring. Namun Aerofex, perusahaan yang berbasis di California, memperbaiki masalah keseimbangan di motor terbang ini dengan membangun sistem mekanik yang dikendalikan di dekat lutut. Kendaraan ini pun bisa mengantisipasi gerakan miring pilot dan mengendalikan keseimbangan dengan cara yang lebih alami.

"Bayangkan saja seperti menurunkan batas terbang, sampai ke area ATV (kendaraan lintas medan)," kata Mark De Roche, insinyur ruang angkasa dan pendiri Aerofex.

Kendali intuitif seperti itu memungkinkan dokter untuk mengunjungi pasien-pasien di daerah terpencil tanpa jalan atau petugas daerah perbatasan menjalankan tugasnya tanpa melalui pelatihan pilot. Semuanya bisa terjadi tanpa kebutuhan listrik, kecerdasan buatan, atau perangkat lunak penerbangan.

"Pada dasarnya alat ini menangkap dua dari tiga axis (bergerak maju, berguling, dan miring) dan mengaktifkan kendali aerodinamis untuk menyeimbangkan berbagai gerakan ini," kata De Roche pada InnovationNewsDaily. "Karena gerakan pilot dalam menyeimbangkan pesawat ini menggunakan naluriah dan kontan, kendali ini jadi sangat mudah."

Tetapi Aerofex tidak berencana untuk segera mengembangkan dan menjual kendaraan ini. Perusahaan ruang angkasa ini menjadikan motor terbang ini sebagai platform untuk menguji pesawat penyerang tanpa awak -- kendaraan ini bisa digunakan untuk mengerjakan lahan pertanian atau mengantar obat-obatan buat tim SAR di kawasan yang sulit dijangkau.

Bahkan tentara atau satuan khusus bisa menggunakan robot semacam ini untuk membawa atau mengantar suplai berat di antara gedung-gedung tinggi yang sempit. Angkatan Laut AS sudah mulai menggunakan robot helikopter untuk mengantar suplai di Afghanistan.

Robot terbang ini mungkin tidak akan terbang seefisien helikopter karena rotor baling-balingnya yang lebih pendek, namun dengan ukuran tersebut, rotor ini bisa lebih aman berada dekat dengan manusia.

"Robot ini mampu terbang di antara pohon, dekat dengan tembok, dan di bawah jembatan."

Aerofex tengah membatasi pengujian terbang dengan manusia hanya sampai ketinggian 15 kaki atau 4,5 meter dan kecepatan 48 km per jam, lebih atas dasar kehati-hatian daripada batasan teknologi. Versi tua kendaraan ini bisa bergerak secepat helikopter, kata De Roche.

Uji terbang di Gurun Mojave California adalah dasar dari presentasi ilmiah soal pencapaian Aerofex di Konferensi Future Vertical Lift pada Januari 2012 lalu. Aerofex berencana menerbangkan versi kedua kendaraan ini pada Oktober, serta versi robotnya pada akhir 2013.


Wednesday, 11 July 2012

Air Canada Ikutan Terbang Pakai Bahan Bakar Minyak Goreng


Seiring dengan rencana penghematan energi, berbagai maskapai pesawat terbang di dunia mulai mencanangkan penggunaan minyak goreng sebagai bahan bakar alternatif baru. Di Kanada, Air Canada menjadi maskapai pertama yang resmi mengganti bahan bakarnya menggunakan minyak goreng tersebut.
Penerbangan komersil pertama yang akan menggunakan biofuel dijadwalkan terbang pada hari Kamis (21/06/2012) dengan kode AC991, tujuan Toronto - Mexico City. Dan seperti beberapa pendahulunya, penerbangan kali ini didukung oleh pesawat buatan Airbus, Airbus A319, yang selama ini memang menggalakkan pembuatan pesawat terbang berbahan bakar ramah lingkungan.

Biofuel yang digunakan untuk penerbangan bukanlah minyak goreng yang sama persis dengan yang Anda pakai untuk memasak. Untuk bahan bakar pesawat terbang, minyak sayur bekas pakai diproses lagi dengan campuran bahan lain. Fungsi utamanya yaitu untuk mengurangi emisi karbondioksida.



sumber :http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=15082472