Wednesday, 25 September 2013

Inilah Alasan Mengapa Pria Lebih Baik dari Wanita dalam Mengemudi

Seringkali terdengar candaan yang mengatakan bahwa wanita tidak mampu mengemudi sebaik pria, hal ini ternyata benar, karena ilmuwan menemukan alasannya. Pria lebih baik saat mengemudi dibanding wanita karena pengaruh hormon testosteronnya.


Ketika mengemudikan mobil atau kendaraan lain, seseorang membutuhkan kendali arah yang baik, hal ini dapat dipengaruhi oleh hormon testosteron. Menurut sebuah studi analitis, testosteron inilah yang menyebabkan kemampuan navigasi spasial pria lebih baik daripada wanita.

"Penelitian yang kami lakukan sebelumnya menunjukkan bahwa wanita yang mendapatkan testosteron mengalami peningkatan ketrampilan dalam hal navigasi," kata Justin Rhodes, profesor psikologi di University of Illinois, yang memimpin penelitian tersebut.

Selain memiliki kemampuan navigasi yang lebih baik, hormon testosteron juga dapat membuat pria lebih adaptif. Sifat adaptif ini memberikan keuntungan bagi pria agar lebih mudah menyesuaikan diri dengan keadaan atau hal-hal yang baru dan menantang.

Rhodes bersama tim peneliti yang lain menganalisa 35 studi lain yang mencakup data tentang rentang kemampuan spasial dari 11 spesies hewan, seperti cumi-cumi, tikus, rusa, kuda, dan lain sebagainya termasuk manusia.

Tim peneliti menemukan bahwa 8 dari 11 spesies tersebut menunjukkan bahwa pejantan atau laki-laki (pada manusia) memiliki kemampuan spasial yang lebih baik dari spesies betina atau perempuan (pada manusia).

"Temuan ini mendukung hipotesis yang seringkali diabaikan, bahwa pria lebih baik dalam hal navigasi spasial atau arah," tambah Rhodes, seperti dilansir Health India.

Friday, 26 October 2012

Semua Terjadi Karena Suatu Alasan


Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang ke luar angkasa. Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat. Aku tidak memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot. Namun, sesuatu pun terjadilah.

Gedung Putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challanger. Dan warga itu adalah seorang guru. Aku warga biasa, dan aku seorang guru.

Hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke Washington. Setiap hari aku berlari ke kotak pos. Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA. Doaku terkabulkan. Aku lolos penyisihan pertama. Ini benar-benar terjadi padaku.

Selama beberapa minggu berikutnya, perwujudan impianku semakin dekat saat NASA mengadakan test fisik dan mental. Begitu test selesai, aku menunggu dan berdoa lagi. Aku tahu aku semakin dekat pada impianku. Beberapa waktu kemudian, aku menerima panggilan untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center .

Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. Ada simulator, uji klaustrofobi, latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara. Siapakah di antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini ?

Tuhan, biarlah diriku yang terpilih, begitu aku berdoa. Lalu tibalah berita yang menghancurkan itu. NASA memilih orang lain yaitu Christina McAufliffe. Aku kalah. Impian hidupku hancur.

Aku mengalami depresi. Rasa percaya diriku lenyap, dan amarah menggantikan kebahagiaanku. Aku mempertanyakan semuanya. Kenapa Tuhan? Kenapa bukan aku?

Bagian diriku yang mana yang kurang? Mengapa aku diperlakukan kejam? Aku berpaling pada ayahku. Ia berkata, "Semua terjadi karena suatu alasan."

Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat peluncuran Challanger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali. Tuhan, aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku?

Tujuh puluh tiga detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus semua keraguanku saat Challanger meledak, dan menewaskan semua penumpang.

Aku teringat kata-kata ayahku: “Semua terjadi karena suatu alasan.” Aku tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya karena Tuhan memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidup.

Aku tidak kalah, aku seorang pemenang. Aku menang karena aku telah kalah. Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan.

Tuhan mengabulkan doa kita dengan 3 cara:

1. Apabila Tuhan mengatakan YA. Maka kita akan mendapatkan apa yang kita minta.

2. Apabila Tuhan mengatakan TIDAK. Maka mungkin kita akan mendapatkan yang lain yang lebih sesuai untuk kita.

3. Apabila Tuhan mengatakan TUNGGU. Maka mungkin kita akan mendapatkan yang terbaik sesuai dengan kehendak-Nya.


Sumber :
emotivasi.com

Wednesday, 5 September 2012

Alasan Anjing Suka Menggigit Tulang

Bagi kamu yang memelihara dan pecinta anjing pernah nggak bertanya, mengapa anjing suka menggigit tulang? Bahkan termasuk tulang mainan, asalkan berbentuk tulang pasti langsung digigit oleh si doggy.

Menurut tim pakar pimpinan Dr Joao Munoz-Doran dari Universitas Nasional Kolombia, kebiasaan anjing memakan daging dimulai sekitar delapan juta tahun lalu. Ketika itu, anjing-anjing purba berkelompok untuk mencari mangsa yang lebih besar.


 ehow.com


Kebiasaan tersebut membuat turunan anjing purba, seperti serigala dan anjing moderen, menjadi hiperkarnivora atau binantang yang 70 persen memakan daging.

Kesimpulan ini diperoleh setelah tim Munoz-Doran menyusun 'silsilah' anjing yang menggambarkan hubungan di antara lebih dari 300 spesies anjing. "Kami menemukan sejarah evolusi yang sama di antara sejumlah jenis anjing," jelas Dr Munoz-Doran.

"Delapan juta tahun lalu banyak habitat terbuka di Asia, Eropa, dan Amerika Utara. Persaingan mendapatkan mangsa sangat ketat dan kondisi ini membuat anjing-anjing purba harus berkelompok ketika mencari dan mengintai mangsa," paparnya.

 
 petcaretips.net


Ia menjelaskan, dari kebiasaan berburu secara berkelompok, muncul jenis anjing baru dengan bentuk kepala yang berbeda, dengan rahang yang lebih kuat, dan ukuran taring yang lebih besar. Mereka ini mampu bertahan dari seleksi alam dan melanjutkan bentuk ini ke anjing generasi berikutnya.

Para peneliti mengatakan itulah sebabnya anjing-anjing piaraan, meski tak lagi harus berburu mangsa di alam terbuka, tetap 'meneruskan' kebiasaan memakan daging atau menggigit tulang.

"Mereka punya alat untuk melakukan kebiasaan tersebut dan mereka ingin menggunakan alat itu," tegas Dr Munoz-Doran.







Sumber:



Sunday, 15 July 2012

4 Alasan Kamu Jangan Debat sama Geek


Kemaren kan kita udah bahas jenis-jenis geek dan gimana kalo ternyata pacar kamu seorang geek. Nah kali ini kita bakal mengupas tentang geek lebih dalam lagi dan sekaligus ngasi warning kepada kamu, untuk jangan sekali-sekali nyoba untuk debat dengan seorang geek, terutama dalam hal yang di minatinya (kecuali kalo kamu juga geek ya, kalo itu sih gpp). Kenapa?? Ini dia nih alasannya!

1. Geek Biasanya Pinter

Geek itu kan identik dengan orang yang kutu buku dan anti sosial. Mereka lebih seneng baca buku, main game ato ngelakuin hal-hal yang mereka minati daripada jalan-jalan ke mall, party ato nongkrong-nongkrong layaknya orang pada umumnya. Selain itu, geek biasanya punya rasa ingin tahu yang tinggi, yang akibatnya ngebuat mereka jadi banyak belajar dan banyak tau, dan membuat mereka jadi pinter.
Pernah debat sama orang yang lebih pinter dari kamu? Kamu pasti dibuat diem sampe akhirnya demi memenangkan debat tersebut kamu cuma bisa tutup kuping sambil teriak "Nanananananaa BODO AMAAAT!!!" gitu kan? Nah, kemungkinan besar si Geek ini lebih pinter dari kamu, jadi daripada kamu mempermalukan diri kamu sendiri, mending kamu gak usah coba-coba deh.

2. Geek Punya Obsesi dan Tau Banyak Hal Tentang Obsesinya

Kemaren udah tau kan jenis-jenis geek? Ada geek gaming, film, gadget, musik, buku, dan franchise-franchise tertentu seperti Star Wars, Star Trek, Lord of the Rings atau Harry Potter. Mereka ini bukan cuma hobi, tapi bisa dibilang terobsesi dan tau banyak tentang hal yang disukainya, dan yang jelas pengetahuan ttg obsesinya itu lebih luas dan mendalam daripada kamu.
Misalnya nih kamu baru nonton Star Wars episode 1 yang 3D kemaren, dan mau sok-sokan debat sama temen kamu yang Star Wars Geek. Kamu cuma tau Anakin Skywalker itu dipanggilnya Anie dan Musuhnya di film itu keren soalnya pake senjatanya dobel gitu.
Sedangkan si Geek, dia tau kalo Anakin itu nanti bakal jadi Darth Vader, kemungkinan "dibuat" secara nggak alami oleh Darth Siddious dengan memanipulasi The Force, dan si penjahatnya itu adalah Sith yang namanya Darth Maul, seorang Zabrak dari planet Iridonia, senjatanya namanya Light Staff, dan gaya berantemnya masuk aliran Juyo. Skak mat. Mampus lo. Sok tau sih.

3. Geek Punya Passion dalam Obsesinya Itu.

Para geek, mereka bukan hanya hobi atau obsesi sama suatu hal. Mereka menganggap hal-hal yang mereka sukai itu bagian dan diri mereka, dan mereka bener-bener passionate (passion indonesianya apaan sih -red) dengan hal itu, dan kalo kamu menyinggung hal yang mereka sukai, mereka bisa tersinggung secara personal.
Contohnya udah banyak, seperti saingan antara Apple vs Windows, iOS vs Android vs BB vs Windows Phone, atau Fanboy Star Wars vs Trekkie. Bahkan di dalam Star Trek sendiri pun suka banyak yg debat antara Kirk vs Picard. Contoh lebih gampangnya, coba kamu cari sci-fi geek yang kamu kenal dan bilang kalo kamu nggak bisa bedain antara Star Wars dan Star Trek. Siap-siap diomelin tuh. Nah, daripada kamu sakit hati, mending diem ajalah. Biarkan dia menikmati dunianya.

4. Kalo Gak Kuat Iman, Kamu Bakal Diconvert Jadi Geek

Kalo berdebat dengan seorang geek, kemungkinan besar kamu bakal kalah, dan di akhiri dengan si geek menyuruh kamu untuk baca/denger/nonton hal yang didebatin tadi supaya kamu lebih tau dan terbukti kalo si geek benar.
Nah disaat inilah mereka akan memberikan kamu bahan tontonan/bacaan secara perlahan-lahan untuk kamu nikmati, dan lama-kelamaan, bakal makin banyak yang dikasi sama dia. Kamu pun tanpa disadari semakin berminat dengan hal tersebut, dan juga semakin terobsesi. Ketika akhirnya kamu sadar, semua sudah terlambat dan kamu pun sudah menjadi seorang geek! Tidaaaaaaaaaakk.
OK, itu berlebihan sih. Jadi geek itu sebenarnya menyenangkan lho. Paling gak, kamu punya suatu hal yang kamu suka dan kamu kuasai. Jadi biarpun kamu gak ngerti satupun rumus Fisika, paling gak kamu tau sejarahnya USS Enterprise. Ada yang pernah berdebat dengan geek? Boleh lho dishare pengalamannya.



Wednesday, 27 June 2012

3 Alasan Jitu Agar Menghindari Pergi Tempat Konser

- Semua orang pengen datang ke konser, apalagi penyanyi yang ngisi adalah penyanyi favorit kamu. Semua orang lomba dapetin tiket mulai dari beli, ikutan kuis, sampe minta-minta. Tapi NYUNYU punya alasan kenapa kamu nggak perlu datang ke konser.

1. Berasa KesepianDi setiap konser, kamu akan merasa kesepian. Yang jomblo jadi kesepian karena lihat yang punya pacar, yang punya pacar satu jadi kesepian karena lihat yang bawa pacar dua.
2. Nggak Akan Dikira Calo TiketNiatnya nyari kenalan stand by di deket gerbang masuk, eh malah disangka calo tiket.
3. Kasur Tempat Terbaik Menghabiskan WaktuKe manapun kamu pergi, kepada kasur kamu kembali. Dan kasur adalah sebaik-baiknya tempat istirahat.
Sumber:www.dunia-unik.com