Tuesday, 22 October 2013

Anggota DPRD Sering Utang dan Tidak Bisa Bayar, Kantin Ini Hampir Bangkrut

type='html'>
Anggota DPRD Sering Utang dan Tidak Bisa Bayar, Kantin Ini Hampir Bangkrut - Kantin DPRD Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan nyaris bangkrut menyusul belum terlunasnya utang-utang anggota DPRD setempat di kantin itu senilai Rp 24 Juta.

Bunda, pemilik kantin, kepada Sripoku.com mengatakan, tunggakan utang anggota dewan itu berupa makanan ringan, minum, dan sebagian rokok.

"Total hutang mencapai Rp 24 juta," kata Bunda, Jumat (21/10/2011).

Menurutnya, sampai saat ini belum ada itikat baik dari Sekretariat Dewan (Sekwan) atau para anggota dewan untuk membayar utang mereka.

"Mereka tidak pernah ngomong kapan mau bayar bon utang mereka," ungkap Bunda.

Sementara upaya penagihan sudah sering disampaikan Bunda kepada Sekwan dan para anggota dewan yang berutang.

"Kalau ditagih mereka bilang nanti. Tapi tidak jelas kapan," ujar Bunda seraya menegaskan dirinya sangat butuh dana untuk membeli kebutuhan kantin.

Bunda yang terlihat sedih sampai meneteskan air mata saat menceritakan kondisi yang dialaminya.

Selama ini dia tidak berani membeberkan masalah tersebut ke media karena takut tidak diperbolehkan berjualan di komplek Perkantoran DPRD.

"Saya serba salah, mau bagaimana lagi, sedangkan suami saya tidak kerja karena sakit," urainya.

Beberapa waktu lalu, lanjutnya, dia tidak membuka kantin selain kehabisan modal juga sibuk mengurus suami sakit.

"Waktu itu saya sangat butuh uang saya pinjam dulu dengan Sekwan dan diberi Rpp 1 juta kemudian ada tenaga kerja sukarela (TKS) mengantar uang Rp 2,5 juta katanya bayar utang," tutur Bunda sembari menambahan dirinya perlu uang banyak untuk mengurus suami sakit dan membiayai kantin.

Bunda mengaku yang sering berutang di kantin adalah tenaga kerja sukarela yang ambil jatah makan. Mereka yang ambil jatah makan dengan membawa memo tetapi ada juga utang anggota dewan berupa rokok, makanan ringan seperti model, gorengan, kopi, kopi susu, es, atau teh.

Ketua DPRD Ogan Ilir, Drs H Iklim Cahya MM, saat dikonfirmasi wartawan mengaku terkejut jika utang anggota dewan di kantin mencapai puluhan juta. Menurut Iklim dirinya baru tahu masalah tersebut dari wartawan karena selama ini ibu kantin tidak pernah cerita.

"Ibu kantin tidak pernah cerita. Dia tidak pernah menemui saya masalah utang tersebut," kata Iklim.

Menyikapi masalah hutang tersebut, Iklim mengimbau kepada mereka yang berutang untuk segera membayarnya. | memobee.com

Tuesday, 1 October 2013

Anggota Dewan, Abdul Chalik Suang Pukuli Ibu Hamil Hingga Pendarahan

type='html'>
Anggota Dewan, Abdul Chalik Suang Pukuli Ibu Hamil Hingga Pendarahan - Abdul Chalik Suang, anggota DPRD Sulawesi Selatan terpaksa harus berurusan dengan penyidik Polsek Tamalate. Gara-garanya politikus Gerindra itu memukuli wajah seorang wanita bernama Mega Violetta, hingga hidung wanita yang tengah hamil 3 bulan ini mengeluarkan darah.

Mega Violetta korban pemukulan abdul chalik
Peristiwa pemukulan ini terjadi saat sang wakil rakyat ini terlibat adu mulut dengan suami korban, Deri Fabian, setelah mobil keduanya bersenggolan, di jalan Metro Tanjung Bunga, sekitar pukul 14.00 WITA, selasa siang tadi (17/9). Saat pelaku berdebat dengan suami korban, pelaku melihat korban memukuli mobilnya.

Melihat mobilnya dipukuli korban, Abdul Chalik Suang dengan refleks memberi bogem mentah ke hidung Mega hingga berdarah. Sang suami korban tidak dapat berbuat banyak karena langsung dipisahkan oleh warga.

Akibat mendapat penganiayaan, korban ditemani suaminya langsung meluncur ke Mapolsek Tamalate yang jaraknya berdekatan dengan lokasi kejadian.

Kapolsek Tamalate Kompol Suaeb Madjid yang dihubungi detik.com menyebutkan saat ini pelaku dan korbannya masih dimintai keterangannya oleh penyidik.

"Betul telah terjadi penganiayaan oleh anggota DPRD Sulsel, korbannya wanita hamil, keduanya masih diperiksa penyidik," ujar Suaeb. | detik.com