Sunday, 20 October 2013

Para Perempuan ini Senang Dipukul Hingga Terluka

type='html'>
Ayunan tongkat tak berhenti.  Jerit dan suara hantaman menjadi ritme yang berulang setiap batang kayu keras meninggalkan memar di kulit yang hitam. Sang Pria bagai kesurupan menghajarkan tongkatnya di sekujur tubuh sang perempuan. Tapi tak ada tangis mohon ampun dari mulutnya, melainkan permintaan agar terus memukul. Sampai darah menetes, bercampur debu merah di Omo River Valley.

Anda - khususnya kaum perempuan, mungkin terkesiap dan merasa perih membaca kisah 'penyiksaan' tersebut. Hal ini sangat bertentangan dengan kesadaran modern yang sangat melindungi hak kaum perempuan.
 
 
Bagaimanapun, inilah tradisi suku Hamar di Etiopia. Mereka hidup di sebuah alam yang panas, gersang dan tandus. Jika mengutip hukum seleksi alam, hanya yang kuat akan bertahan. Budaya suku Hamar akrab dengan kerasnya tantangan alam.

Berdasar pada laporan fotografer Perancis Eric Lafforgue yang foto-fotonya terpampang di sini, kaum pria boleh memiliki istri lebih dari satu. Bagi perempuan Hamar, pemukulan tidak hanya bagian dari ritual inisiasi - tetapi juga lazim dalam kehidupan sehari-hari sampai setidaknya dua anak telah lahir.

"Para wanita Hamar yang bukan istri pertama mengalami kehidupan yang benar-benar keras, dan mereka lebih seperti budak daripada istri," ungkap Lafforgue. Istri ke-2 dan seterusnya bertanggungjawab pada kebutuhan air bagi keluarga dan tanaman di ladang.
 

 
 
Walau tampak begitu kejam, perempuan-perempuan Hamar seolah tak terganggu dengan pola hidup mereka yang keras. Lewat foto-foto Lafforgue, tergambar keceriaan tetap mengembang dari mereka. manik-manik penuh warna berbaur dengan bekas luka di kulit menjadi tontonan eksotis di bawah teriknya matahari Afrika.

Apakah begitu berkuasanya kaum pria Hamar? Nyatanya mereka mengalami tantangan yang sama.

Ternak adalah segalanya bagi suku Hamar - terutama kaum pria. Ternak dibutuhkan untuk kelangsungan hidup, meneruskan keturunan ke generasi berikut. Kaum pria membutuhkan ternak sebagai mas kawin untuk menikah. Tak hanya itu, ada sebuah ritual yang menjadi pertanda apakah seorang lelaki bisa menjadi pria dewasa dan siap menikah, atau harus menanggung malu.

 
 
Dalam ritual proses pendewasaan lelaki, suku Hamar melakukan upacara lompat sapi. Kira-kira 15 sapi berjejer, diolesi dengan kotoran untuk membuat mereka licin.  Sang pemuda harus bisa melompati semuanya. Jika dia gagal , dia tidak bisa menikah dan akan dipukul oleh wanita yang menonton.

"Sementara anak laki-laki berjalan di atas sapi , perempuan Hamar menemaninya. Mereka melompat dan bernyanyi", kisah Lafforgue. Semakin banyak terdapat luka penuh darah, semakin besar rasa cinta itu tumbuh antara perempuan dan pemuda tersebut.


***
 
Secara perlahan kehidupan modern (atau westernisasi?) merambah Ethiopia, tak terkecuali kaum Hamar. Dunia sepak bola menjadi kegemaran baru. Kini, makin banyak pemuda Hamar mengenakan kaus Arsenal, Chelsea, atau MU. Mereka tergila-gila dengan sepak bola Inggris.

Pertanda budaya warisan mulai ditinggalkan? Jika memang budaya tersebut tidak cocok dengan falsafah hidup modern, adakah yang masih bisa diwarisi?






























Sumber:
dailymail.

Thursday, 10 October 2013

Maha Al Musa, Ibu Yang Berniat Menyusui Anaknya Hingga Usia 10 Tahun

type='html'>
Maha Al Musa, Ibu Yang Berniat Menyusui Anaknya Hingga Usia 10 Tahun - Meski sang anak sudah berusia empat tahun, Maha Al Musa tidak pernah malu untuk memberikan anaknya ASI, termasuk ketika buah hatinya ingin menyusu di area publik. Maha malah bertekad menyusui sang anak, Aminah, hingga usianya mencapai 10 tahun.

Pilihan Maha Al Musa sampai saat ini masih menjadi kontroversi. Tidak banyak ibu yang dengan gamblang mengakui masih menyusui anaknya setelah lewat dari dua tahun. Masa menyusui yang selama ini direkomendasikan adalah enam bulan ASI eksklusif dan dilanjutkan dengan memberikan anak makanan pendamping ASI. Ibu bisa tetap menyusui anaknya hingga usia dua tahun.

Seperti dikutip Daily Mail, Maha melakukan apa yang disebut extended breastfeeding, di mana ibu bisa menyusui hingga si anak siap untuk berhenti. Dia mengikuti jejak Jamie Lynne Grumet, wanita asal Los Angeles yang pada tahun lalu mengejutkan publik saat menjadi sampul majalah Time. Jamie tampil dengan berpose sambil menyusui anaknya yang berusia empat tahun.

Dalam wawancara dengan majalah New!, Maha yang berasal dari Australia mengaku tidak peduli dengan kritikan terhadap pilihannya untuk menyusui anaknya hingga usia lima tahun. Dia bahkan akan mengizinkan sang anak, jika memang dia mau, untuk menyusu sampai usia 10 tahun.

"Aku percaya menyusui meningkatkan sistem imum anakku. Sekarang ini, dia sangat jarang sakit dan temperamennya sangat tenang dan lebih relaks dibandingkan anak lainnya," ujar wanita 51 tahun itu.

Selain Aminah, Maha juga ibu dari dua anak Kailash (16 tahun) dan Tariq (13 tahun). Kakak-kakak Aminah itu mendapatkan ASI darinya hingga usia mereka mencapai dua tahun. | wolipop.detik.com

Thursday, 3 October 2013

Inilah 4 Keuntungan Cewek Yang Bisa Menjaga Keperawanannya Hingga Menikah

type='html'>
Inilah 4 Keuntungan Cewek Yang Bisa Menjaga Keperawanannya Hingga Menikah - Di jaman seperti sekarang ini keperawanan mungkin bukan hal yang utama bagi pria saat menentukan pasangan hidup. Gaya hidup yang semakin bebas, keperawanan seolah menjadi barang langka yang sulit ditemukan.

Dahulu, seorang wanita sangat menjaga dirinya agar tetap perawan hingga menikah. Sebab, jika tidak sang suami akan menuntutnya karena telah memberikan keperawanannya kepada pria lain.

Hal itu rupanya menjadi sebuah budaya dan cukup ditakuti oleh beberapa wanita yang berniat melepaskan kehormatannya sebelum menikah saat itu.

Rupanya kini jaman telah berubah. Banyak wanita yang melepas keperawanan sebelum menikah. Yang penting hubungan intim dilakukan aman dan tidak sampai hamil. Meski demikian, setidaknya ada nilai-nilai moral kenapa anda harus menjaga keperawanan hingga menikah nanti. Berikut adalah keuntungan para cewek yang dapat menjaga keperawanannya hingga menikah.

1. Tahan Godaan
Godaan datang ketika anda memiliki kekasih yang anda cintai. Tak sedikit wanita yang demi cinta melepaskan keperawanannya kepada sang kekasih. Hal itu adalah salah, sebab pria yang tulus mencintai anda akan melindungi kekasihnya dan tak akan menyentuh kehormatannya, karena tujuannya adalah cinta bukan nafsu.

Jika anda berhasil mempertahankan kehormatan sebagai wanita hingga menikah nanti, tentunya anda akan lebih bangga dan sang suami tentu tak akan kecewa.

2. Mengikuti Perintah Agama
Semua agama yang ada di Indonesia tidak satupun yang membenarkan wanita melepaskan kesuciannya sebelum ia menikah.

Bahkan agama memberikan kedudukan penting kepada kaum wanita melalui perintah-perintahnya di dalam kitab sucinya masing-masing. Bahkan agama menganjurkan segeralah menikah jika nafsu anda sudah tidak bisa ditahan lagi agar tidak terjadi perbuatan dosa.

3. Mencegah Kemungkinan Hamil dan Tertular Penyakit
Ada banyak alat kontrasepsi yang bisa dipakai, namun apakah hal itu menjamin bahwa Anda tidak hamil? Belum tentu...

Hingga saat ini belum ada alat kontrasepsi yang menjamin 100 persen mencegah kehamilan. Jika Anda tidak berhubungan intim sebelum menikah, risiko terkena penyakit menular seksual juga lebih kecil.

4. Malam Pertama Lebih Berkesan
Beberapa orang yang sudah menikah mengatakan, sama-sama masih perawan dan perjaka di malam pertama lebih berkesan. Masih ada rona malu-malu, bagaimana deg-degannya saat pertama kali melakukannya, kadang masih sering salah menerapkan berbagai tips malam pertama. Semua itu menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. | jadiberita.com

Baca Juga:

Tuesday, 1 October 2013

Anggota Dewan, Abdul Chalik Suang Pukuli Ibu Hamil Hingga Pendarahan

type='html'>
Anggota Dewan, Abdul Chalik Suang Pukuli Ibu Hamil Hingga Pendarahan - Abdul Chalik Suang, anggota DPRD Sulawesi Selatan terpaksa harus berurusan dengan penyidik Polsek Tamalate. Gara-garanya politikus Gerindra itu memukuli wajah seorang wanita bernama Mega Violetta, hingga hidung wanita yang tengah hamil 3 bulan ini mengeluarkan darah.

Mega Violetta korban pemukulan abdul chalik
Peristiwa pemukulan ini terjadi saat sang wakil rakyat ini terlibat adu mulut dengan suami korban, Deri Fabian, setelah mobil keduanya bersenggolan, di jalan Metro Tanjung Bunga, sekitar pukul 14.00 WITA, selasa siang tadi (17/9). Saat pelaku berdebat dengan suami korban, pelaku melihat korban memukuli mobilnya.

Melihat mobilnya dipukuli korban, Abdul Chalik Suang dengan refleks memberi bogem mentah ke hidung Mega hingga berdarah. Sang suami korban tidak dapat berbuat banyak karena langsung dipisahkan oleh warga.

Akibat mendapat penganiayaan, korban ditemani suaminya langsung meluncur ke Mapolsek Tamalate yang jaraknya berdekatan dengan lokasi kejadian.

Kapolsek Tamalate Kompol Suaeb Madjid yang dihubungi detik.com menyebutkan saat ini pelaku dan korbannya masih dimintai keterangannya oleh penyidik.

"Betul telah terjadi penganiayaan oleh anggota DPRD Sulsel, korbannya wanita hamil, keduanya masih diperiksa penyidik," ujar Suaeb. | detik.com

Tuesday, 24 September 2013

Mengharukan, Biaya SD Hingga Kuliah Dari Memulung Sampah

Sosoknya tinggi besar, kerap dipanggil 'Mas Ganteng'. Perjuangannya untuk menjadi sarjana menjadi inspirasi yang layak direnungkan. Sejak SD, ia membiayai sekolah dan kuliah sebagai pemulung.

Wahyudin (21), terlahir dari ayah berputra 5 yang berpoligami, Mija (60) dengan Fatmawati (38), yang menjadi istri kedua, pada 12 Desember 1991 di Bekasi. Wahyu adalah sulung dari 3 bersaudara. Ayah dan ibu Wahyu adalah petani yang menggarap lahan kosong milik orang lain. Dengan kondisi itu, orang tuanya sibuk memenuhi kebutuhan perut Wahyu dan saudara-saudaranya. Sekolah pun tidak menjadi prioritas.


Saat kelas 4 SD itu Wahyu mulai khawatir tidak bisa sekolah. Ketika itu ia pun mulai menabung uang jajannya agar bisa sekolah.

"Saat itu saya berpikir kalau tidak sekolah bisa seperti kakak saya. Saya cuma bisa memendam di dalam hati karena tidak berani cerita ke orang tua saya yang galak," kenangnya.

Kehidupan Wahyu kecil tentu tidak seperti anak-anak SD lainya yang hanya tinggal belajar, tidak memikirkan masalah uang bulanan sekolah. Sampai suatu ketika ia bermain ke rumah tetangganya yang berprofesi sebagai pemulung di kampungnya.

Tetangga kampung yang bernama Ani dan anaknya yang bernama Jery hidup dengan cara memulung. Karena keinginannya yang kuat buat membiayai sekolah, maka Wahyu menyatakan ingin ikut menjadi pemulung pada tetangganya itu.

"Biar dapat duit supaya bisa sekolah. Dulu saya tidak tahu itu mulung, saya tahunya ngumpul sampah jadi duit," jelas Wahyu.

Sejak itu, 10 tahun yang lalu, Wahyu memulung mulai dari jam 1 malam hingga pagi waktunya sekolah. Kemudian memulung itu dilanjut lagi dari jam 22.00 hingga pukul 02.00 dini hari.

Rupiah demi rupiah ia kumpulkan hingga akhirnya menghasilkan uang. Sebagian dari uang tersebut digunakannya untuk membeli beberapa ekor anak ayam.

"Anak ayam itu saya ternakkan, kemudian ditabung. Terkumpul sekitar satu jutaan rupiah buat saya masuk sekolah SMPN 28 Bekasi," katanya.

Ketika SMP dia masih terus memulung untuk uang jajan sampai bayar SPP sekolah. Nenek Wahyu memberinya sepasang anak kambing untuk diternakkan. Hasilnya dia gunakan untuk uang masuk sekolah ke SMA 7 Bekasi. Selain menjadi pemulung dan menjual hasil ternak, Wahyu juga berjualan gorengan.

Sindiran dan cibiran diterima Wahyu dari teman-temannya ketika mengetahui profesinya yang identik dengan sampah dan kotor. Pemuda ini mengaku sempat kesal dan malu, namun disimpannya rasa itu dalam hati.

Dia makin giat menjadi pemulung saat masa libur sekolah karena kekhawatiran tidak bisa melanjutkan kuliah. Dari hasil memulung ini, Wahyu mendapatkan penghasilan Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu per hari untuk biaya sehari-hari hingga bisa menyisakan Rp 300 ribu-Rp 500 ribu per bulan.

Hingga kini, Wahyu masih terus memulung untuk meneruskan kuliahnya di Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka). Beruntung, dia mendapatkan beasiswa dari kampus dan Disdik DKI sehingga meringankan biaya kuliahnya.

Kini Wahyu sudah sidang skripsi yang berjudul "Pengaruh Pajak Daerah dan Retribusi Daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Bekasi'. Rencananya ia akan diwisuda pada bulan Desember 2013.

"Aku berencana melanjutkan studiku ke S2. Bukan hal yang mudah memang. Itu perjuangan besar," kata Wahyu yang akan terus memulung hingga kelar S2 dan ingin menjadi pengusaha di bidang peternakan ini.

Thursday, 8 November 2012

5 Tempat Ibadah Paling Kuno yang Pernah Ditemukan Hingga Saat Ini

Pada jaman dahulu kala manusia sudah mengenal yang namanya tuhan dan dewa sehinga mereka membuat bangunan untuk melakukan persembahan atau tempat ibadah.

Sampai saat ini tempat tempat ibadah yang digunakan masyarakat kuno pun masih ada yang berdiri walaupun ada salah satu tempat ibadah yang tidak digunakan lagi akibat sudah berumur tua. 

1. Göbekli Tepe - Turki

Göbekli Tepe adalah tempat ibadah yang terletak 15 km sebelah timur laut kota Şanlıurfa (Urfa) di Turki tenggara. Situs ini terdiri dari dua puluh struktur melingkar tersebar di puncak bukit. 

Yang tersisa saat ini hanyalah pilar batu kapur yang besar dihiasi dengan desain abstrak ukiran hewan. Sejauh ini ukiran dari ular, kalajengking, burung, babi hutan, rubah dan singa telah ditemukan. 

Tempat ini kini sedang dalam penggalian oleh arkeolog Jerman dan Turki. Kuil ini dianggap sebagai kuil tertua yang pernah ada di dunia.

2. Hypogeum - Malta

Hypogeum adalah bangunan yang benar-benar kuno. Dibangun pada tahun 3500 SM, Hypogeum menjadi satu-satunya kuil prasejarah yang dibangun di bawah tanah. Hypogeum telah digunakan secara beragam melalui sejarahnya, dan telah berubah menjadi kuburan di masa lalu. 

Hypogeum adalah campuran dari gua-gua alam dan gua galian yang lebih dari tiga tingkat. Di Hypogeum terdapat sebuah ruangan yang dapat memantulkan suara (gema), yang apabila kita berteriak akan terdengar ke seluruh Hypogeum. 

Mengunjungi Hypogeum tidak bisa sembarangan, dengan alasan pemeliharaan terhadap lukisan yang berada di dinding. Hanya 80 pengunjung yang diizinkan setiap harinya.

3. Pantheon - Roma
Pantheon adalah sebuah bangunan yang dikonstruksikan pada tahun 27 SM sebagai kuil berbentuk bulat di pusat kota Roma. Pembangunan kuil ini diselesaikan pada masa pemerintahan Kaisar Hadrian (118 SM-28 M) pada tahun 126 M. 

Hadrian membangun kuil ini untuk penyembahan terhadap dewa-dewa Romawi. Nama Pantheon berasal dari bahasa Yunani yang berarti Rumah Semua Dewa. 

Kuil ini digunakan sebagai gereja dari tahun 609 sampai 1885 dan kemudian menjadi gereja dan tempat pemakaman bagi pahlawan nasional Italia. Tokoh-tokoh terkenal yang dimakamkan di sini adalah Raja Emmanuel I dan pelukis Renaissance, Raphael.

4. Gua Ajanta - India
Gua Ajanta di Maharashtra, India, adalah monumen gua berusia abadyang berdiri sejak 2 SM, terdiri dari lukisan dan skulptur yang dianggap sebagai karya besar seni religius Buddha. 

Ketika dilihat dari luar, Gua Ajanta menyerupai area pemukiman yang menempel pada sisi bukit melingkar. Namun, di saat Anda melihat ke dalam, pesona yang terlihat justru ukiran batu manusia dan juga pilar-pilar yang besar layaknya sebuah istana candi. 

Dengan adanya pembuktian ini, menandakan bahwa kehidupan kuno di India memiliki nilai religi dan karya seni yang tinggi, terlepas pengaruh politik dan ekonomi pemerintah. 

Gua ini terletak di luar desa Ajinṭhā, distrik Aurangabad, Maharashtra. Sejak tahun 1983, Gua Ajanta merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO.

5. Borobudur - Indonesia
Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi candi kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. 

Candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra.

Candi Borobudur memiliki struktur dasar punden berundak, dengan enam pelataran berbentuk bujur sangkar, tiga pelataran berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. 

Selain itu tersebar di semua pelatarannya beberapa stupa. Sepuluh pelataran yang dimiliki Borobudur menggambarkan secara jelas filsafat mazhab Mahayana. 

Bagaikan sebuah kitab, Borobudur menggambarkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha.

Wednesday, 7 November 2012

5 Tempat Ibadah Paling Kuno yang Pernah Ditemukan Hingga Saat Ini

Pada jaman dahulu kala manusia sudah mengenal yang namanya tuhan dan dewa sehinga mereka membuat bangunan untuk melakukan persembahan atau tempat ibadah.

Sampai saat ini tempat tempat ibadah yang digunakan masyarakat kuno pun masih ada yang berdiri walaupun ada salah satu tempat ibadah yang tidak digunakan lagi akibat sudah berumur tua.


1. Göbekli Tepe - Turki


Göbekli Tepe adalah tempat ibadah yang terletak 15 km sebelah timur laut kota Şanlıurfa (Urfa) di Turki tenggara. Situs ini terdiri dari dua puluh struktur melingkar tersebar di puncak bukit.

Yang tersisa saat ini hanyalah pilar batu kapur yang besar dihiasi dengan desain abstrak ukiran hewan. Sejauh ini ukiran dari ular, kalajengking, burung, babi hutan, rubah dan singa telah ditemukan.

Tempat ini kini sedang dalam penggalian oleh arkeolog Jerman dan Turki. Kuil ini dianggap sebagai kuil tertua yang pernah ada di dunia.


2. Hypogeum - Malta


Hypogeum adalah bangunan yang benar-benar kuno. Dibangun pada tahun 3500 SM, Hypogeum menjadi satu-satunya kuil prasejarah yang dibangun di bawah tanah. Hypogeum telah digunakan secara beragam melalui sejarahnya, dan telah berubah menjadi kuburan di masa lalu.

Hypogeum adalah campuran dari gua-gua alam dan gua galian yang lebih dari tiga tingkat. Di Hypogeum terdapat sebuah ruangan yang dapat memantulkan suara (gema), yang apabila kita berteriak akan terdengar ke seluruh Hypogeum.

Mengunjungi Hypogeum tidak bisa sembarangan, dengan alasan pemeliharaan terhadap lukisan yang berada di dinding. Hanya 80 pengunjung yang diizinkan setiap harinya.


3. Pantheon - Roma


Pantheon adalah sebuah bangunan yang dikonstruksikan pada tahun 27 SM sebagai kuil berbentuk bulat di pusat kota Roma. Pembangunan kuil ini diselesaikan pada masa pemerintahan Kaisar Hadrian (118 SM-28 M) pada tahun 126 M.

Hadrian membangun kuil ini untuk penyembahan terhadap dewa-dewa Romawi. Nama Pantheon berasal dari bahasa Yunani yang berarti Rumah Semua Dewa.

Kuil ini digunakan sebagai gereja dari tahun 609 sampai 1885 dan kemudian menjadi gereja dan tempat pemakaman bagi pahlawan nasional Italia. Tokoh-tokoh terkenal yang dimakamkan di sini adalah Raja Emmanuel I dan pelukis Renaissance, Raphael.


4. Gua Ajanta - India


Gua Ajanta di Maharashtra, India, adalah monumen gua berusia abadyang berdiri sejak 2 SM, terdiri dari lukisan dan skulptur yang dianggap sebagai karya besar seni religius Buddha.

Ketika dilihat dari luar, Gua Ajanta menyerupai area pemukiman yang menempel pada sisi bukit melingkar. Namun, di saat Anda melihat ke dalam, pesona yang terlihat justru ukiran batu manusia dan juga pilar-pilar yang besar layaknya sebuah istana candi.

Dengan adanya pembuktian ini, menandakan bahwa kehidupan kuno di India memiliki nilai religi dan karya seni yang tinggi, terlepas pengaruh politik dan ekonomi pemerintah.

Gua ini terletak di luar desa Ajinṭhā, distrik Aurangabad, Maharashtra. Sejak tahun 1983, Gua Ajanta merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO.


5. Borobudur - Indonesia


Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi candi kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta.

Candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra.

Candi Borobudur memiliki struktur dasar punden berundak, dengan enam pelataran berbentuk bujur sangkar, tiga pelataran berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya.

Selain itu tersebar di semua pelatarannya beberapa stupa. Sepuluh pelataran yang dimiliki Borobudur menggambarkan secara jelas filsafat mazhab Mahayana.

Bagaikan sebuah kitab, Borobudur menggambarkan sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha.


Sumber :
palingseru.com