Wednesday, 2 October 2013

Pulau Indah yang Terkutuk

type='html'>
Pulau Gaiola di Italia hanya sekitar 30 meter dari pantai, terdiri dari dua pulau yang dihubungkan oleh jembatan lengkung. Unik dan indah. Terdapat vila di satu pulau, dan pulau lainnya kosong.

Nama Gaiola diambil dari bahasa latin "Cavea" yang berarti gua kecil, karena ada sebuah gua di kawasan pantai. Lalu namanya menjadi "Caviola" dan mungkin karena dialek setempat hingga sekarang dikenal sebagai Gaiola.
 

Berabad lalu, terdapat kuil kecil untuk menyembah Venus di pulau yang terletak di perbatasan selatan Posillipo ini. Dan konon penyair Virgil - dianggap juga sebagai penyihir - sempat mengajar di sini.

Di awal abad ke-19, Pulau dihuni oleh seorang pertapa yang dikenal sebagai "The Wizard". Hingga akhirnya Norman Douglas, penulis The Land of Sirene membangun vila di atasnya.

Sejak itulah banyak masalah terjadi. Rangkaian kematian terjadi sejak tahun 1920-an. Ketika Hans Braun jadi pemilik vila, ia ditemukan dibunuh dan dibungkus dengan permadani. Tak lama kemudian istrinya tenggelam di laut.
 

Pemilik vila berikutnya adalah Jerman Otto Grunback, yang meninggal karena serangan jantung. Nasib yang sama menimpa industrialis farmasi Maurice-Yves Sandoz, yang bunuh diri di rumah sakit jiwa di Swiss.

 Pemiliknya berikutnya, industrialis baja Jerman, Baron Karl Paulus Langheim, menjadi gila karena kehancuran ekonomi. Lalu kepemilikan berpindah ke tangan Gianni Agnelli, kepala industri otomotif Fiat. Namun akibatnya, putra tunggalnya bunuh diri.


Setelah kematiannya anaknya, Gianni menyerahkan Fiat pada keponakannya, Umberto Agnelli. Aneh, Umberto akhirnya meninggal di usia 33 tahun mengidap kanker langka.

Pemilik lain, multi miliarder Paul Getty, setelah membeli pulau malah mencuri cucunya hingga bermasalah dengan polisi. Dan, pemilik terakhir Gianpasquale Grappone dipenjara ketika perusahaan asuransinya gagal.

Akhirnya, pulau Gaiola kini dibiarkan kosong. Vila, jembatan unik, dan wilayah sekitarnya hanya menjadi tempat wisata.









 





Wednesday, 25 September 2013

NASA Merilis Gambar Planet Merkurius Dengan Warna-Warni yang Indah

Planet Merkurius adalah planet terkecil dalam tata surya kita, dan mungkin terlihat oleh mata manusia seperti bulan Bumi. Tetapi secara mengejutkan NASA mempublikasikan penampilan Merkurius yang berbeda dengan yang kita yakini selama ini. 


Planet Merkurius yang dipetakan oleh satelit NASA Messenger ternyata memiliki warna-warni yang indah. Variasi warna itu menandakan komposisi, planet kecil ini mempunyai berbagai jenis batuan di permukaannya. 

Instrumen pesawat ruang angkasa Messenger milik NASA juga mengungkapkan di sana terdapat beragam bahan kimia dan mineral. Satelit Messenger milik NASA menggambarkan penampilan sebenarnya dari planet merkurius “Ini adalah planet eksentrik,” ungkap David Blewett dari Universitas Johns Hopkins, kepada Asosiasi Wartawan Amerika pada Pertemuan Kemajuan Ilmu Pengetahuan (Advancement of Science meeting) di Boston pekan lalu. 


Merkurius merupakan planet terkecil dari delapan planet dari tata surya kita, karena planet Pluto tidak lagi dianggap sebagai planet penuh. Planet terkecil ini juga memiliki medan magnet global seperti yang ada di Bumi, Venus dan Mars. Variasi warna planet ini menandakan adanya komposisi mineral, bebatuan dan bahan kimia di permukaannya. 


Dalam gambar yang dirilis oleh NASA pada Jumat pekan lalu, cekungan dampak dari tubrukan meteor terlihat di bagian atas Merkurius, dan warna oranye terang menandakan dataran vulkanik. Sedangkan bintik-bintik oranye dan cokelat kecil adalah tempat di mana material tersimpan karena adanya erosi oleh letusan gunung berapi. 



Penelitian NASA bulan Desember tahun lalu menunjukkan adanya es dan bahan organik di dalam kawah permanen di bagian kutub planet Merkuri. Tubrukan meteor terlihat di bagian atas Merkurius 

Satelit Messenger NASA melakukan misi utama pemetaan pada Maret 2012 selama setahun, dan saat ini misinya adalah membuat survei lebih rinci. Berikut ini gambar-gambar planet Merkurius lainnya yang diambil oleh satelit Messenger NASA: 






Wednesday, 7 November 2012

Keren, Cangkang Telur Jadi Hasil Seni nan Indah

Kulit atau cangkang telur ayam biasanya hanya menjadi sampah. Namun, di tangan orang yang kreatif dan ulet, cangkang telur ternyata bisa dijadikan karya seni yang menghasilkan rupiah. Seperti yang dilakukan seorang seniman ukir telur bernama Frans Sega di Kota Manado, Sulawesi Utara.
 


Bersama temannya, Frans membeli beberapa butir telur ayam yang lalu dibawa ke sanggar kerja Frans di Jalan Ranomut, Perkamil, Manado. Telur itu kemudian dibersihkan dan diberi gambar atau motif dengan alat ukir listrik. Ini sama sekali tidak mudah. Frans harus sangat hati-hati karena telur rawan pecah. Isi telur lalu dikeluarkan.

Setelah itu pengukiran dimulai. Proses ini tak kalah sulit dan rumit. Perlu ketelitian dan kesabaran. Sedikit saja kesalahan, cangkang telur akan pecah. Tergantung motifnya, proses ini bisa memakan waktu tiga jam.

 



Frans menggeluti seni ukir cangkang telur ini sejak 2002, namun baru beberapa tahun terakhir ia lebih serius. Motif yang paling banyak dibuat Frans adalah satwa eksotik, seperti kupu-kupu dan bunga.

Kini karya seni Frans mulai dikenal tak hanya di Manado, tapi juga di kota-kota lain di Sulawesi Utara. Harganya dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung tingkat kesulitan pembuatannya. Tak ingin maju sendiri, Frans juga mengajak pemuda di sekitar tempat tinggalnya untuk menekuni seni ukir cangkang telur.

 

 


Friday, 13 July 2012

Yuk, Melihat Tambang Garam Tua nan Indah di Polandia

Menurut hikayat, seorang putri dari Hungaria dilamar oleh Raja Krakus (Cracow/Krakow) dari Polandia. Secara historis Krakus tercatat memerintah di awal abad 12. Nah, sebagai hadiah pernikahan, putri Hungaria, Kinga, meminta hadiah tambang garam pada ayahnya.

Seiring perjalanannya, pada awal 1900-an, Kapel Kinga dibangun di dalam tambang. Ini merupakan sebuah ruangan yang penuh dengan relief Alkitab (Gospel/Injil) berukuran besar.

 

 
Sejak itu, selama berabad-abad tambang garam tini terus beroperasi (sejak abad ke-13) dan merupakan salah satu tambang garam tertua di dunia yang masih beroperasi. Sementara, yang tertua ada di Bochnia, Polandia, 20 kilometer dari Wieliczka yang telah ditambang sejak masa prasejarah.

Luas keseluruhan tambang ini mencapai 200 km persegi, dan terdiri dari tujuh level. kedalamannya lebih dari 198 meter di bawah permukaan tanah dan terdiri dari ruang-ruang galian yang berjumlah 2000 buah. Tambang yang terletak 68 - 237 meter di bawah kota Wieliczka ini memiliki 9 lantai.

Kini, tambang garam tersebut menjadi tempat wisata yang menakjubkan. Bila kita berkunjung ke sana akan melihat jalur untuk turis sepanjang 3 km, dimulai di level pertama.

Untuk sampai ke situ, pengunjung harus menuruni 380 anak tangga. Pengunjung tak perlu risau dengan tangga tersebut karena sudah diperbarui dan terbuat dari kayu kokoh yang solid.

 


Selama berabad-abad, para penambang telah membentuk tradisi ukiran patung dari garam batu asli. Pada abad ke-19, lampu kristal raksasa yang terbuat dari garam dipasang untuk menerangi kompleks bawah tanah ini. Dengan mendapat penerangan yang memadai, ukiran dan monumen garam yang ada di dalam gua terlihat indah. Hal inilah yang menjadikan tambang garam Wieliczka terkenal di wilayah Eropa.

Suhu udara dalam tambang mencapai 13 hingga 14 derajat celsius. Selain bongkahan garam yang dipahat menjadi lorong dan ruangan-ruangan, konstruksi tambang disokong oleh kayu timber. Di sana sini tampak juga rel kecil, yang menjadi jalur gerobak dan kereta pengangkut garam.

 


Wieliczka di Polandia adalah lambang kemajuan teknologi manusia. Namun bukan hal ini saja yang membuat tambang garam ini terkenal karena para penambang perlahan-lahan telah mengubah sebuah gua yang gelap menjadi lokasi kerajaan megah.

Saat ini, wisatawan dari seluruh dunia akan dipandu melalui labirin terowongan tambang yang aneh, dengan patung rinci yang indah, kapel, dan bahkan restoran.




Sumber:
Oktomagazine