Saturday, 17 November 2012

Inikah Cara Paling Keren Untuk Berangkat Ke Sekolah ???

Mungkin dulu selagi kita kecil dan masih bersekolah, biasanya kita menggunakan angkutan umum, sepeda atau berjalan kaki untuk mencapai sekolah. Sebagian anak lebih beruntung karena mendapat fasilitas antar jemput ke sekolah.
berbeda dengan anak-anak dari Kolombia ini. Mereka tingga di desa terpencil dan berada di atas bukit. Untuk mencapai ke sekolah anak-anak ini terpaksa menaiki flying fox (zipline) dengan panjang sekitar 400 meter dan kecepatan mencapai 60 km/jam, tanpa alat keamanan yang sesuai. Anak-anak yang masih terhitung sangat kecil ini menaikin flying fox untuk menyebrangi lembah. Tak jarang anak-anak kecil ini masih harus menaiki flying fox sembari menggendong sang adik dan membawa tas sekolah.

pertanyaannya adalah, bagaimana cara mereka pulang sekolah??






Tuesday, 6 November 2012

Inikah Kota Tertua di Eropa?

Arkeolog di Bulgaria menemukan kota prasejarah tertua di benua Eropa. Kota purba ini berada di dekat kota modern Provadia, diduga menjadi senta industri garam di masa lalu. Penemuan kota di timur laut Belgia ini menjadi titik terang ditemukannya timbunan emas di dekatnya hampir 40 tahun lalu.

Para arkeolog percaya, kota ini berjaya pada 4700 hingga 4200 tahun sebelum Masehi. Diperkirakan sebanyak 350 orang tinggal di kota ini. Bila perkiraan tahun itu benar, berarti kota ini telah ada lebih dulu 1.500 tahun sebelum dimulainya peradaban Yunani kuno.

 
 bellenews.com

 
Garam adalah komoditas yang sangat berharga pada saat itu, menurut para ahli, menjelaskan bagaimana kota ini dipagari dinding batu untuk melindungi kota. Warga membuat garam dengan merebus air pegunungan, kemudian membuatnya menjadi briket dan digunakan untuk mengawetkan daging.

Penggalian situs ini dimulai tahun 2005. Dalam penggalian itu, para arkeolog juga menemukan sisa-sisa rumah dua lantai, serangkaian alat untuk pemujaan, serta bagian-bagian dari struktur gerbang dan benteng. Sebuah kompleks pemakaman kecil yang ditemukan awal tahun ini masih dipelajari untuk menjelaskan keterkaitannya dengan kota ini.

"Kami tidak berbicara tentang sebuah kota seperti kota-kota di Yunani, Romawi kuno, atau permukiman abad pertengahan, tetapi tentang apa yang diyakini para arkeologi tentang kota pada milenium kelima sebelum Masehi," kata Vasil Nikolov, peneliti National Institute of Archaeology Bulgaria.



 



Sumber:
yahoo

Saturday, 14 July 2012

Inikah Bentuk Alien yang Asli ?

Bentuk alien sebenarnya seperti ubur-ubur, bukan seperti yang selama ini kita lihat di film-film Hollywood.


Kaget? Pastinya. Walah baru sebatas dugaan, tetap inilah teori terbaru yang diklaim seorang ilmuwan, Maggie Aderin-Pocock (Ahli Satelit dan Penasihat Pemerintah). 

Alasannya, menurut Maggie, mahluk planet tidak berasal dari unsur karbon seperti manusia, melainkan silikon. Sehingga, alien bisa menyerap cahaya, bisa beradaptasi dengan berbicara lewat gelombang cahaya. Pokoknya serba beda dari manusia.

"imajinasi yang kita alami dibatasi oleh apa yang kita lihat di sekitar kita dan penerimaan konvensional, bahwa hidup (bentuk kehidupan) berbasis karbon dan membutuhkan air. Tapi beberapa peneliti melakukan pekerjaan yang menarik, bermain dengan ide-ide seperti bentuk kehidupan berbasis silikon yang berkembang di planet lain, karena lingkungannya sangat berbeda dari bumi," papar Maggie.

Dr. Maggie Aderin-Pocock juga mengungkapkan, sebenarnya peneliti astronomi belum bisa menemukan kehidupan lain walau telah mengamati milyaran planet di galaksi Bima Sakti saja.


Bahkan, berkomunikasi melintasi tata surya merupakan tantangan besar. Misalnya, pesawat ruang angkasa Voyager 1, yang telah membawa rekaman salam dari Bumi pada perjalanan melalui tata surya sejak tahun 1977, saat ini baru saja akan meninggalkan tata surya di belakang dan menuju ruang dalam. Dan, belum ada laporan tentang komunikasi dengan alien dari planet lain.

Kemungkinan, menurut Maggie, kalaupun ada mahluk di planet lain belum tentu memiliki kecerdasan yang melebihi manusia. Bisa jadi mereka tidak cukup cerdas untuk dapat berkomunikasi dengan manusia.

Maka yang jadi permasalahan bukanlah eksistensi mahluk di planet lain, melainkan bagaimana cara mengetahui dan bisa berkomunikasi dengan mereka.

Ya, ilmuwan masih terus mencari dan mencari. 

Wednesday, 11 July 2012

Inikah Bentuk Mahluk Planet yang Asli?

Bentuk alien sebenarnya seperti ubur-ubur, bukan seperti yang selama ini kita lihat di film-film Hollywood.

dailymail.co.uk/PA

Kaget? Pastinya. Walah baru sebatas dugaan, tetap inilah teori terbaru yang diklaim seorang ilmuwan, Maggie Aderin-Pocock (Ahli Satelit dan Penasihat Pemerintah).

Alasannya, menurut Maggie, mahluk planet tidak berasal dari unsur karbon seperti manusia, melainkan silikon. Sehingga, alien bisa menyerap cahaya, bisa beradaptasi dengan berbicara lewat gelombang cahaya. Pokoknya serba beda dari manusia.

"imajinasi yang kita alami dibatasi oleh apa yang kita lihat di sekitar kita dan penerimaan konvensional, bahwa hidup (bentuk kehidupan) berbasis karbon dan membutuhkan air. Tapi beberapa peneliti melakukan pekerjaan yang menarik, bermain dengan ide-ide seperti  bentuk kehidupan berbasis silikon yang berkembang di planet lain, karena lingkungannya sangat berbeda dari bumi," papar Maggie.

Dr. Maggie Aderin-Pocock juga mengungkapkan, sebenarnya peneliti astronomi belum bisa menemukan kehidupan lain walau telah mengamati milyaran planet di galaksi Bima Sakti saja.


dailymail.co.uk/PA 


Bahkan, berkomunikasi melintasi tata surya merupakan tantangan besar. Misalnya, pesawat ruang angkasa Voyager 1, yang telah membawa rekaman salam dari Bumi pada perjalanan melalui tata surya sejak tahun 1977, saat ini baru saja akan meninggalkan tata surya di belakang dan menuju ruang dalam. Dan, belum ada laporan tentang komunikasi dengan alien dari planet lain.

Kemungkinan, menurut Maggie, kalaupun ada mahluk di planet lain belum tentu memiliki kecerdasan yang melebihi manusia. Bisa jadi mereka tidak cukup cerdas untuk dapat berkomunikasi dengan manusia.

Maka yang jadi permasalahan bukanlah eksistensi mahluk di planet lain, melainkan bagaimana cara mengetahui dan bisa berkomunikasi dengan mereka.

Ya, ilmuwan masih terus mencari dan mencari.




Sumber: