Sunday, 20 October 2013

Bukti Komet Tertua Ditemukan di Perhiasan Raja Tutankhamun Mesir

type='html'>Sebuah tim ilmuwan dari Afrika Selatan menemukan bukti komet pertama dan tertua yang masuk ke atmosfer Bumi dan meledak, hal itu diungkapkan oleh Jan Kremer dari University of Johannesburg di Afrika Selatan.


Bros milik raja Tutankhamun Mesir yang pada bagian batu kuningnya merupakan batu
yang dihasilkan oleh dampak komet 28 juta tahun lalu. (University of the Witswatersrand)

Kremer menyatakan bahwa sebuah batu hitam yang ditemukan beberapa tahun lalu di Mesir ternyata merupakan inti komet tertua yang ditemukan di Bumi dan setelah diteliti ternyata batu itu berhubungan dengan perhiasan raja Firaun Tutankhamun.

Silika sebagai dampak dari komet itu ternyata dijadikan bros oleh raja Mesir Tutankhamun. 28 Juta tahun lalu komet memasuki atmosfer Bumi di atas daratan yang saat ini adalah Mesir. Komet itu memanaskan pasir di bawahnya hingga mencapai suhu 2000 derajat Celcius sehingga membentuk kaca silika kuning yang sangat banyak dan mencakup area seluas 6000 kilometer persegi di gurun Sahara.


Raja Tutankhamun. (google)

Silika kuning yang tercipta itu ternyata ditemukan di bros milik Tutankhamun, raja Firaun Mesir yang terkenal yang memerintah dari tahun 1333-1323 SM.


Sumber :
astronomi.us

Thursday, 8 November 2012

Mobil Mainan Tertua di Dunia


"Mobil mainan" dipamerkan bersama boneka mainan dan peluit (semuanya terbuat dari batu) di Museum Mardin. Arkeolog Mesut Alp melaporkan bahwa mobil mainan itu paling tidak berusia 7.500 tahun atau bertanggal kembali ke akhir Zaman Batu. Ketika berbicara dengan wartawan dari kantor berita Cihan dan dengan reporter Todays Zaman, Alp bersikeras bahwa benda itu adalah mobil mainan.

Direktur Kebudayaan dan Pariwisata Mardin, Davut Beliktay, menegaskan bahwa benda yang dipamerkan salah satunya adalah mobil mainan berusia 7.500 tahun. Beliktay mengatakan bahwa mobil itu "seperti salinan" mobil hari ini, menambahkan bahwa benda itu juga menyerupai traktor. Namun sahabat anehdidunia.com, ia tidak menjelaskan bagaimana mobil mainan bisa berusia 7.500 tahun. Mengomentari mainan kuno lainnya, ia berkata: "Kami percaya bahwa peluit dan boneka berasal dari 5.000 hingga 6.000 tahun yang lalu. Peluit-peluit masih dalam kondisi baik". Beliktay mengatakan kepada pers bahwa informasi yang komprehensif mengenai mobil mainan 7.500-tahun itu akan segera dirilis.


Hal ini bisa menjadi anomali sejarah yang menarik; dan dengan melihatnya, mungkin mainan ini lebih menggambarkan sebuah kereta/chariot daripada sebuah mobil. Tapi meskipun seandainya mainan ini memang kereta, tetap menjadi penemuan yang menarik karena usianya yang 7500 tahun. Namun kita hanya bisa berharap mereka (para ahli dari turki itu) akan menjelaskan dengan tepat bagaimana mereka berpikir bahwa mereka memiliki mobil mainan yang berusia ribuan tahun, dan bukan kereta mainan, yang jauh lebih masuk akal.


Tentu saja kita hanya bisa menilai dari apa yang kita lihat dari foto online. Dan ini akan menjadi peluru bagi mereka yang percaya pada pelancong waktu atau kunjungan alien ... hehehe

Terserah pendapat Anda: Apakah museum memiliki mobil mainan tertua di dunia? Atau mungkinkah sebuah model kereta model, atau sesuatu yang lain? Ataukah metode penentuan waktu yang diandalkan para ilmuwan selama ini tidak akurat?

Tuesday, 6 November 2012

Inikah Kota Tertua di Eropa?

Arkeolog di Bulgaria menemukan kota prasejarah tertua di benua Eropa. Kota purba ini berada di dekat kota modern Provadia, diduga menjadi senta industri garam di masa lalu. Penemuan kota di timur laut Belgia ini menjadi titik terang ditemukannya timbunan emas di dekatnya hampir 40 tahun lalu.

Para arkeolog percaya, kota ini berjaya pada 4700 hingga 4200 tahun sebelum Masehi. Diperkirakan sebanyak 350 orang tinggal di kota ini. Bila perkiraan tahun itu benar, berarti kota ini telah ada lebih dulu 1.500 tahun sebelum dimulainya peradaban Yunani kuno.

 
 bellenews.com

 
Garam adalah komoditas yang sangat berharga pada saat itu, menurut para ahli, menjelaskan bagaimana kota ini dipagari dinding batu untuk melindungi kota. Warga membuat garam dengan merebus air pegunungan, kemudian membuatnya menjadi briket dan digunakan untuk mengawetkan daging.

Penggalian situs ini dimulai tahun 2005. Dalam penggalian itu, para arkeolog juga menemukan sisa-sisa rumah dua lantai, serangkaian alat untuk pemujaan, serta bagian-bagian dari struktur gerbang dan benteng. Sebuah kompleks pemakaman kecil yang ditemukan awal tahun ini masih dipelajari untuk menjelaskan keterkaitannya dengan kota ini.

"Kami tidak berbicara tentang sebuah kota seperti kota-kota di Yunani, Romawi kuno, atau permukiman abad pertengahan, tetapi tentang apa yang diyakini para arkeologi tentang kota pada milenium kelima sebelum Masehi," kata Vasil Nikolov, peneliti National Institute of Archaeology Bulgaria.



 



Sumber:
yahoo

Saturday, 27 October 2012

Ukiran Batu Pertama dan Tertua Di Dunia

Kapan manusia pertama kali mulai mengukir batu, jawabanya sejak 10.000 tahun yang lalu ini di buktikan dari hasil temuan para arkeolog Brasil yang berhasil menemukan ukiran batu pertama di dunia mereka memperkirakan usia ukiran batu yang mereka temukan telah berusia 10.000 tahun. Mereka memaparkan kaimnya di sebuah artikel online di jurnal sains PLoS ONE yang membuka kesempatan untuk melakukan debat secara terbuka mengenai bagai mana manusia berevolusi di amerika latin.


Gambar dari ukiran kuno tersebut berbentuk huruf C yang sedang di bawa oleh manusia yang bermotif seperti kepala, tiga jari dan alat vital manusia.

Dr Walter Neves dari Universidad de Sao Paulo, mengatakan bahwa ukiran di batu tersebut merupakan simbol dari kesuburan.

Sunday, 24 June 2012

5 Stasiun Tertua di Indonesia

5. Stasiun Kedungjati (1873)
Stasiun Kedungjati (KEJ) merupakan stasiun kereta api yang terletak di Kedungjati, Kedungjati, Grobogan. Stasiun yang terletak pada ketinggian +36 m dpl ini berada di Daerah Operasi 4 Semarang. Stasiun Kedungjati diresmikan pada bulan 21 Mei 1873. Arsitektur stasiun ini serupa dengan Stasiun Willem I di Ambarawa, bahkan dulu beroperasi jalur KA dari Kedungjati ke Ambarawa, yang sudah tidak beroperasi pada tahun 1976. Pada tahun 1907, Stasiun Kedungjati yang tadinya dibangun dari kayu diubah ke bata berplester dengan peron berkonstruksi baja dengan atap dari seng setinggi 14,65 cm.


4.
Stasiun Ambarawa (1873)
Museum Kereta Api Ambarawa adalah sebuah stasiun kereta api yang sekarang dialihfungsikan menjadi sebuah museum di Ambarawa, Jawa Tengah yang memiliki kelengkapan kereta api yang pernah berjaya pada zamannya. Salah satu kereta api uap dengan lokomotif nomor B 2502 dan B 2503 buatan Maschinenfabriek Esslingen sampai sekarang masih dapat menjalankan aktivitas sebagai kereta api wisata. Kereta api uap bergerigi ini sangat unik dan merupakan salah satu dari tiga yang masih tersisa di dunia. Dua di antaranya ada di Swiss dan India. Selain koleksi-koleksi unik tadi, masih dapat disaksikan berbagai macam jenis lokomotif uap dari seri B, C, D hingga jenis CC yang paling besar (CC 5029, Schweizerische Lokomotiv und Maschinenfabrik) di halaman museum.


3.
Stasiun Lempuyangan (1872)
Stasiun Lempuyangan (kode: LPN, +114 m dpl) adalah stasiun kereta api yang terletak di Kota Yogyakarta, berjarak sekitar 1 km di sebelah timur dari stasiun utama di kota ini, yaitu Stasiun Yogyakarta. Stasiun yang didirikan pada tanggal 2 Maret 1872 ini melayani pemberhentian semua KA ekonomi yang melintasi Yogyakarta. Stasiun Lempuyangan beserta dengan rel yang membujur dari barat ke timur merupakan perbatasan antara Kecamatan Gondokusuman di utara dan Danurejan di selatan.


2.
Stasiun Semarang Tawang (1868)
Stasiun Semarang Tawang (kode SMT) adalah stasiun induk di Tanjung Mas, Semarang Utara, Semarang yang melayani kereta api eksekutif dan bisnis. Kereta api ekonomi tidak singgah di stasiun ini. Stasiun ini merupakan stasiun kereta api besar tertua di Indonesia setelah Semarang Gudang dan diresmikan pada tanggal 19 Juli 1868 untuk jalur Semarang Tawang ke Tanggung. Jalur ini menggunakan lebar 1435 mm. Pada tahun 1873 jalur ini diperpanjang hingga Stasiun Solo Balapan dan melanjut hingga Stasiun Lempuyangan di Yogyakarta.


1.
Stasiun Semarang Gudang / Tambaksari (1864)
Stasiun ini dibangun pada tanggal 16 Juni 1864 yang diresmikan oleh Gubernur Jenderal Baron Sloet van de Beele. Untuk pengoperasian rute ini, pemerintah Belanda menunjuk Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), salah satu markas NIS yang sekarang dikenal sebagai Gedung Lawang Sewu. Dan tepatnya pada 10 Agustus 1867 sebuah kereta meluncur untuk pertama kalinya di stasiun ini.