Tuesday, 6 November 2012

Biaya Hidup di Jakarta Lebih Mahal Dibanding Amerika?

Berikut ini adalah keluh kesah Ria Hardianti, seorang yang bekerja di Amerika dan terkaget-kaget ketika mudik ke Jakarta. Penemuannya soal mahalnya hidup di negeri sendiri memutuskan untuk menetap di Amerika dan hanya sesekali pulang menengok kota kelahirannya.

Terdengar tidak nasionalis? Atau justru jadi bahan introspeksi? Beginilah isi tulisan Ria:

wikipedia



Tinggal di Jakarta
Oleh: Ria Hardianti - Amerika Serikat

Saya terkadang suka takjub sendiri jika sedang mengunjungi Jakarta, Indonesia? Mengapa? Karena biaya hidup di Jakarta sangat mahal. Malah lebih mahal jika dibandingkan biaya hidup di Kansas.

Sebagai contoh, jika makan di salah satu mall terkenal di Jakarta, untuk empat orang, bisa menguras kantung sekitar Rp.400,000. Sedangkan, jika makan di salah satu mall terkenal di Kansas, biayanya tidak lebih dari Rp. 250,000.

Untuk transportasi, jika naik taxi di Jakarta dari Sudirman menuju Bintaro, argo akan menunjuk kepada harga Rp.220,000. Sedangkan jika naik taxi dari Jamaica, Queens ke China Town, argo taxi di New York akan menunjuk ke pada harga Rp.170,000. Belum lagi, harga sebuah baju merek Mango, di Jakarta bisa dihargai Rp.500,000. Sementara di JC Penney, baju mango hanya dibandrol seharga Rp.200,000.

Tingginya biaya hidup di Jakarta membuat saya tidak habis berpikir, bagaimana caranya penduduk di Jakarta bisa survive? Walaupun dengan gaji 5 juta pun, belum tentu bisa hidup mapan. Unbelievable. Darimana ya bisa bertahan hidup seperti itu?

Saya juga jadi teringat sindirian salah seorang kerabat saya, “ Kamu itu bule kere . Gayamu saja yang sudah jadi warga Negara Amerika, paspor biru, dan gaji dollar, tapi tiap pulang ke Indonesia tidak pernah bisa memanjakan keluargamu atau membantu ekonomi saudara- saudaramu."

===========================================

Saya jadi teringat pada sebuah blog milik Jimmy AK sekitar 2 tahun lalu saat membandingkan ongkos hidup di Jakarta dengan Sunnyvale, California. Inilah hasil penelitian Jimmy:
 Salah satu sudut di Sunnyvale


1. Transportasi

Public transportation di Jakarta jelek sekali, busway masih sangat sedikit. Taxi sangat bagus tapi relatif lebih mahal. Macet dimana-mana, jarak 10km bisa membutuhkan waktu 1-2 jam akibatnya biaya untuk bensin yang akan naik. Kenyamanan dan keamanan masih sangat rendah. Akibatnya, orang Jakarta berusaha sebisa mungkin menggunakan mobil atau motor. Padahal biaya mobil sangat mahal, harga Honda Jazz sekitar 190jutaan. Parkir 20ribu/hari.

Public transportation di Sunnyvale juga tidak bagus, sangat sedikit dan jarang. Kebanyakan orang menggunakan mobil pribadi dan hampir tidak ada yang pakai motor. Harga mobil disana jauh lebih murah, Honda Jazz (Fit) hanya 130juta. Enaknya di Sunnyvale adalah perusahaan punya Shuttle Bus sendiri-sendiri, jadi karyawan yang tidak mau bawa mobil bisa menggunakan bis ini secara gratis. Kemacetan hampir tidak ada, jadi walaupun harga bensin hampir 2x nya harga bensin di Jakarta, total pengeluaran sehari-hari tidaklah sampai 2xnya (ingat Jakarta macet). Parkir gratis.

Jadi kalau dihitung-hitung dengan berbagai komponen seperti pengeluaran untuk bensin, cicilan mobil dll, biaya transportasi di Jakarta lebih mahal dari Sunnyvale, California.

2. Makan dan Minum

Sekilas harga makanan lebih mahal di Sunnyvale. Tapi kalau diperhatikan di kafetaria kantor Yahoo! harga makanan tidak terlalu jauh beda dengan harga makanan di Jakarta (setidaknya di kantor Yahoo! jakarta). Enaknya di sunnyvale, semua minuman gratis! kopi, teh, susu, jus, coca cola, pepsi, semuanya gratis. Bahkan ada barista yang siap membuatkan minuman ala starbucks dengan gratis.

Jadi kalau kita makan sandwidth + minum latte nya starbucks di Jakarta akan lebih mahal dari di Sunnyvale dengan menu yang sama, karena lattenya gratis :(

Lagi-lagi ternyata Amerika tidak semahal yang selama ini aku duga.

3. Akomodasi

Harga hotel sama dengan hotel di Jakarta. Harga apartemen di sekitaran Sunnyvale 5 jutaan/bulan yang artinya sama juga dengan harga apartemen di Jakarta. Harga rumah di sekitaran Sunnyvale sangat mahal, diatas 2 milyar semua. Jadi jangan beli rumah disana, beli di Jakarta aja :)

Untuk akomodasi Sunnyvale relatif lebih mahal, karena harus apartemen dan nggak ada kost yang harganya 1 jutaan :)

4. Gaya

Boooooo, ini yang paling parah di Jakarta. Semua orang pengen tampil gaya. Biaya untuk gaya gila-gilaan. Bayangkan banyaknya orang Jakarta yang pakai Blackberry padahal coba hitung harga blackberry itu berapa persen dari gaji bulanan kebanyakan mereka? 10%, 20%, 50% atau jangan-jangan 100%?

Di Sunnyvale hampir semua orang pakai iphone, harga iphone 4 hanya 2 juta karena kontrak data plan. Dibandingkan Jakarta, harga iphone di Sunnyvale jauh lebih murah. Di Sunnyvale hampir tidak ada orang yang gaya, tidak ada mall, tidak ada tempat belanja-belanja, kalau sore hari orang-orang nongkrong di cafetaria kantor minum-minum kopi, gratis semua. Di Jakarta, kita nongkrong minum kopi harus bayar 20ribuan. Cewek-cewek tukar-tukar sepatu mulu di Jakarta. Di Sunnyvale nggak ada yang gaya, kostum semuanya sama, celana jeans bawahnya baju kaos atasnya. Cowok cewek, developer, sales, sampai ke VP semua kostumnya gitu.

Biaya untuk GAYA di Jakarta gila-gilaan di bandingkan Sunnyvale. Padahal masalah gaji, di Sunnyvale 4-5x lebih tinggi dari gaji di Jakarta.

Tragis, dengan biaya hidup Jakarta yang relatif lebih tinggi, mereka mendapat gaji 4-5x lebih besar dari kita yang di Jakarta.





Nah, bagaimana menurut kamu?






Sumber:
e-mail

Wednesday, 15 August 2012

Sepatu-Sepatu Paling Mahal Di Dunia

Sepatu telah menjadi bagian dari gaya hidup. Orang tak lagi mengenakannya sekadar sebagai alas kaki, tapi juga untuk menunjukkan kelas sosialnya.

Tak heran, jika sejumlah desainer dunia berlomba menciptakan sepatu mewah untuk menekankan kekuatan ekonomi si pemakainya. Tanpa ragu, mereka menaburkan aneka batu mulia senilai miliaran rupiah di atas sebuah produk alas kaki.

Berikut adalah  Sepatu-sepatu termahal di dunia:

Stuart Weitzman’s Rita Hayworth Heels
Harga: US$3 juta (Rp 30 miliar)
Stuart Weitzman?s Rita Hayworth Heels  
Sepatu berhak tinggi dengan bahan dasar satin coklat ini berhiaskan sepasang anting milik legenda film Rita Hayworth yang berkibar di era 1940an. Anting yang disematkan di ujung kaki itu bertabur batu mulia seperti ribu, safir, dan berlian. Yang beruntung mengenakannya adalah Kathleen "Bird" York.


Sepatu Cinderella Stuart Weitzman
Harga: US$ 2 juta (Rp 20 miliar)
Sepatu Cinderella Stuart Weitzman  
Stiletto dengan tinggi 4,5 inchi memiliki 595 karat berlian Kwiat berpadu dengan platinum. Satu sepatu memiliki berlian amaretto seberat 5 karat. Yang beruntung mengenakannya adalah Alison Krauss, nominasi lagu terbaik film Cold Mountain pada malam Oscar 2004.


High Heels Tanzanite Stuart Weitzman

Harga: US$ 2 juta (Rp 20 miliar)
High Heels Tanzanite Stuart Weitzman  
Stuart Weitzman menggandeng toko perhiasan Le Vian untuk memotong berlian tanzanite 185 karat serta 28 karat berlian.

Sepatu seharga US$ 2 juta diresmikan Juni 2008 silam di Las Vegas. Namun belum ada seorang pun yang terlihat mengenakannya saat peluncuran stiletto. Diperkirakan stiletto ini akan dipakai salah satu bintang pada Anugerah Oscar 2009.

 
Stiletto Rubi Stuart Weitzman
Harga : US$ 1,6 juta (16 miliar)
Stiletto Rubi Stuart Weitzman  
Toko perhiasan Oscar Heyman & Bros menyumbangkan 642 buah rubi bulat dan oval sekitar 120 karat, dalam kreasi platinum murni dengan stiletto merah setinggi 4,5 inci.

Pada 2003 Stuart Weitzman menciptakan Stiletto Rubi untuk mengantisipasi penampilan bintang baru dalam Academy Awards tahun itu. Inspirasinya berasal dari sepatu yang dikenakan Judy Garland sebagai Dorothy di wizard of Oz , yang juga berada  pada urutan keenam daftar sepatu termahal.

Meski begitu, Weitzman akhirnya membatalkan menampilkan sepatunya. Juru bicara Weitzman, Jane Weitzman menyatakan penarikan penampilan stiletto di Oscar karena menghormati tentara AS yang sedang berjuang di Irak.

 
Stiletto Guild Platinum Stuart Weitzman
Harga: US$ 1,09 juta (Rp10,9 miliar)
Stiletto Guild Platinum Stuart Weitzman  
Stiletto model tali yang memuat berlian berbentuk pir dan bulat 464 Kwiat diatas seuntai benang platina murni.

Aktris Laura Harring adalah Cinderella Stuart Weitzman yang terpilih memakainya pada ajang Academy Awards 2002. Namun, kemilau berlian di sepatu Laura tenggelam oleh kalung seharga US$27 juta atau setara Rp 27 miliar yang ia kenakan pada malam anugerah bagi insan film itu  
Retro Rose Stuart Weitzman
Harga: US$ 1 juta (Rp 10 miliar)
Retro Rose Stuart Weitzman  
Sepatu berhak tinggi buatan tahun 1940-an ini memuat dua berlian berbentuk mawar yang dibalut dengan emas warna dust. High heels hasil karya Stuart Weitzman memuat lebih dari 1.800 Kwiat berlian seberat 100 karat yang menempel penuh pada ornamen mawar.

Sang perancang memilih penulis skenario, Diablo Cody, untuk mengenakannya pada malam penghargaan Oscar 2008. Setiap tahun, sang perancang selalu memilih pendatang baru yang bersinar alias 'Cinderella Hollywood' untuk memakainya ke acara Oscar.

Semula, Cody setuju mengenakan sepasang sepatu ini, tetapi kemudian mundur setelah kritikus mempertanyakan gaya indie-nya. Demi menjaga citranya sebagai selebriti yang anti pada gaya mewah Hollywood, ia akhirnya memilih memakai sepatu tanpa menyebut mereknya.
 

Sepatu Rubi 'The Wizard of Oz'
Harga: US$ 666 ribu (Rp 6,66 miliar)
Sepatu Rubi The Wizard of Oz  
Sepatu dari sutra buatan Innes Shoe Co. ini dirancang khusus untuk mendukung film 'Wizard of Oz' pada 1939. Meski diyakini hanya ada tujuh pasang sepatu bertahta rubi yang dicipatakan untuk musikal klasik, namun, hanya empat pasang yang diketahui keberadaannya.

Sepasang sepatu rubi di Judy Garland Museum Smithsonian dicuri pada 2005 dan belum ditemukan hingga sekarang. Pasangan sandal yang terakhir dijual rumah lelang Christie laku US$ 666 ribu atau setara Rp 6,66 miliar pada 2000.