Wednesday, 2 October 2013

Gemuk Menyelamatkan Hidup 5 Orang ini

type='html'>
Gemuk selalu dikaitkan dengan kesehatan. Bertubuh 'subur' berarti membuka gerbang bagi segala jenis penyakit. Bagaimanapun, di dunia ini selalu berjalan seimbang. Ada sisi positif dan negatifnya.

Apakah ada sisi positif menjadi gemuk? Setidaknya 5 orang di bawah ini justru terselamatkan hidupnya karena bertubuh gemuk. Ayo kita lihat kisahnya.


1. Ditusuk 38 kali
 
 
Danny sedang menonton televisi di apartemennya. Tiba-tiba dikejutkan oleh kedatangan Johnson yang langsung menyergap dan menusuknya. Entah bagaimana mulanya, namun Johnson merasa bahwa Danny telah mencuri uang milik Johnson sehingga ia dipukul sampai pingsan dan terjatuh.

Tak berhenti di situ, Johnson yang dikenal sebagai lelaki dengan gangguan jiwa lantas menikam tubuh Danny dengan pisau sebanyak 38 kali tusukkan. Hal ini lantas membuat beberapa orang mendatangi apartemen yang sedang dalam keadaan genting tersebut.

Setelah dibawa ke rumah sakit dan mendapat 70 jahitan di tubuhnya, oleh tim dokter Danny dinyatakan selamat. Hal ini tentu mengejutkan bagi beberapa orang termasuk Danny. Namun, lelaki yang berusia 44 tahun tersebut diyakini dapat selamat dari serangan ini akibat tubuhnya yang gemuk.



 
2. Parasit menyerah 
 
 
Adalah Russell Kimble, pria berusia 39 tahun ini hampir saja meregang nyawa akibat serangan dari hama yang memiliki racun mematikan. Tak hanya racun, hama yang dapat dikategorikan sebagai parasit ini juga menggigit bagian tubuh Kimble sampai kedalaman 3 sentimeter.

Akibat serangan parasit inilah Kimble harus terbaring di rumah sakit selama beberapa hari dengan tak sadarkan diri. Bahkan istrinya sempat merasa putus harapan melihat kondisi Kimble yang tak berdaya. Namun takdir berkata lain, sebuah mukjizat terjadi ketika Kimble terbangun dari koma yang ia alami. Dokter pun awalnya tak menyangka dengan apa yang baru saja terjadi.

Namun, setelah diselidiki lebih dalam, ternyata kegemukan tubuh Kimble lah yang telah menyelamatkannya. Akibat tubuhnya yang gemuk, parasit-parasit tersebut tak mampu bertahan pada tubuh Kimble. Dan tentu saja hal ini merupakan kejadian besar dan berharga bagi Kimble dan keluarganya.




3. Tak mempan hukuman mati
 
 
Ronald Post yang juga seorang narapidana dengan hukuman mati pernah menentang hukuman yang akan di lakukan terhadapnya. Bukan karena merasa hukuman itu terlalu berat atau menakutkan. Pria dengan kepala botak ini merasa bahwa tubuhnya tak akan mempan diberi cairan yang mematikan.

Hal ini sempat menuai tanda tanya berbagai pihak mengenai berat badan Post. Namun, entah mengapa, eksekusi mati terhadap Post benar-benar telah dibatalkan. Kala itu Post mengatakan pada pengadilan, bahwa eksekusi mati dengan menggunakan cairan di tubuhnya akan memakan waktu yang sangat lama. Post menyadari bahwa tubuhnya sangat gemuk dan ia memiliki otot yang kuat. Namun, selang beberapa lama setelah proses ini, Post meninggal akibat suatu penyakit di rumah sakit tempat ia dirawat.




4. Tak Muat masuk lubang saat jatuh 
 
 
Ulanda Williams tergolong sangat gemuk. Berat badannya mencapai 200 kilogram! Suatu ketika ia hendak menepi di pinggir jalan akibat hujan deras yang berlokasi di Manhattan. Namun, seketika itu tiba-tiba saja tanah tempat Ulanda berdiri retak dan runtuh. Hal ini membuat Ulanda terperosok jauh ke dalamnya. Beruntung, akibat tubuh Ulanda yang besar, ia tak jatuh ke lubang paling dalam yang memungkinkan nyawanya tak terselamatkan saat itu juga.

Setelah tim medis datang dan membantu mengeluarkan Ulanda dari reruntuhan, wanita berusia 32 tahun itu pun dilarikan ke rumah sakit. Tim dokter pun mengatakan bahwa Ulanda hanya mengalami luka ringan pada kejadian itu. Beberapa orang juga meyakini jika saja Ulanda memiliki tubuh yang ramping, nyawanya mungkin tak akan tertolong saat itu.



5. Kebal senjata api
 
 
Adalah Alegria, pria yang kala itu sedang mengerjakan tugas sehari-harinya mungkin tak pernah membayangkan hal ini akan terjadi padanya. Pasalnya saat ia berhenti di suatu halte bus, seorang pria bersenjata tiba-tiba saja masuk ke dalam bus dan merampok para penumpang.

Pria berusia 33 tahun ini lantas menyergap perampok ini tanpa senjata satu pun di tangannya. Alhasil perampok yang merasa tak aman menembakkan 2 tembakan secara langsung pada Alegria. Tembakan pertama jatuh pada kaca spion di sebelah kursi sopir bus. Namun tembakan yang satu lagi tepat sasaran di bagian perut Alegria. Setelah berhasil membekuk si perampok, Alegria pun dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Di sanalah tim dokter mengatakan bahwa Alegria dapat terselamatkan akibat berat badan tubuhnya. Dan jika Alegria bukan lelaki gemuk, bisa saja ia meninggal saat itu juga melihat jarak tembakan begitu dekat dengan dirinya.

















Sumber:
vemale

Tuesday, 6 November 2012

Biaya Hidup di Jakarta Lebih Mahal Dibanding Amerika?

Berikut ini adalah keluh kesah Ria Hardianti, seorang yang bekerja di Amerika dan terkaget-kaget ketika mudik ke Jakarta. Penemuannya soal mahalnya hidup di negeri sendiri memutuskan untuk menetap di Amerika dan hanya sesekali pulang menengok kota kelahirannya.

Terdengar tidak nasionalis? Atau justru jadi bahan introspeksi? Beginilah isi tulisan Ria:

wikipedia



Tinggal di Jakarta
Oleh: Ria Hardianti - Amerika Serikat

Saya terkadang suka takjub sendiri jika sedang mengunjungi Jakarta, Indonesia? Mengapa? Karena biaya hidup di Jakarta sangat mahal. Malah lebih mahal jika dibandingkan biaya hidup di Kansas.

Sebagai contoh, jika makan di salah satu mall terkenal di Jakarta, untuk empat orang, bisa menguras kantung sekitar Rp.400,000. Sedangkan, jika makan di salah satu mall terkenal di Kansas, biayanya tidak lebih dari Rp. 250,000.

Untuk transportasi, jika naik taxi di Jakarta dari Sudirman menuju Bintaro, argo akan menunjuk kepada harga Rp.220,000. Sedangkan jika naik taxi dari Jamaica, Queens ke China Town, argo taxi di New York akan menunjuk ke pada harga Rp.170,000. Belum lagi, harga sebuah baju merek Mango, di Jakarta bisa dihargai Rp.500,000. Sementara di JC Penney, baju mango hanya dibandrol seharga Rp.200,000.

Tingginya biaya hidup di Jakarta membuat saya tidak habis berpikir, bagaimana caranya penduduk di Jakarta bisa survive? Walaupun dengan gaji 5 juta pun, belum tentu bisa hidup mapan. Unbelievable. Darimana ya bisa bertahan hidup seperti itu?

Saya juga jadi teringat sindirian salah seorang kerabat saya, “ Kamu itu bule kere . Gayamu saja yang sudah jadi warga Negara Amerika, paspor biru, dan gaji dollar, tapi tiap pulang ke Indonesia tidak pernah bisa memanjakan keluargamu atau membantu ekonomi saudara- saudaramu."

===========================================

Saya jadi teringat pada sebuah blog milik Jimmy AK sekitar 2 tahun lalu saat membandingkan ongkos hidup di Jakarta dengan Sunnyvale, California. Inilah hasil penelitian Jimmy:
 Salah satu sudut di Sunnyvale


1. Transportasi

Public transportation di Jakarta jelek sekali, busway masih sangat sedikit. Taxi sangat bagus tapi relatif lebih mahal. Macet dimana-mana, jarak 10km bisa membutuhkan waktu 1-2 jam akibatnya biaya untuk bensin yang akan naik. Kenyamanan dan keamanan masih sangat rendah. Akibatnya, orang Jakarta berusaha sebisa mungkin menggunakan mobil atau motor. Padahal biaya mobil sangat mahal, harga Honda Jazz sekitar 190jutaan. Parkir 20ribu/hari.

Public transportation di Sunnyvale juga tidak bagus, sangat sedikit dan jarang. Kebanyakan orang menggunakan mobil pribadi dan hampir tidak ada yang pakai motor. Harga mobil disana jauh lebih murah, Honda Jazz (Fit) hanya 130juta. Enaknya di Sunnyvale adalah perusahaan punya Shuttle Bus sendiri-sendiri, jadi karyawan yang tidak mau bawa mobil bisa menggunakan bis ini secara gratis. Kemacetan hampir tidak ada, jadi walaupun harga bensin hampir 2x nya harga bensin di Jakarta, total pengeluaran sehari-hari tidaklah sampai 2xnya (ingat Jakarta macet). Parkir gratis.

Jadi kalau dihitung-hitung dengan berbagai komponen seperti pengeluaran untuk bensin, cicilan mobil dll, biaya transportasi di Jakarta lebih mahal dari Sunnyvale, California.

2. Makan dan Minum

Sekilas harga makanan lebih mahal di Sunnyvale. Tapi kalau diperhatikan di kafetaria kantor Yahoo! harga makanan tidak terlalu jauh beda dengan harga makanan di Jakarta (setidaknya di kantor Yahoo! jakarta). Enaknya di sunnyvale, semua minuman gratis! kopi, teh, susu, jus, coca cola, pepsi, semuanya gratis. Bahkan ada barista yang siap membuatkan minuman ala starbucks dengan gratis.

Jadi kalau kita makan sandwidth + minum latte nya starbucks di Jakarta akan lebih mahal dari di Sunnyvale dengan menu yang sama, karena lattenya gratis :(

Lagi-lagi ternyata Amerika tidak semahal yang selama ini aku duga.

3. Akomodasi

Harga hotel sama dengan hotel di Jakarta. Harga apartemen di sekitaran Sunnyvale 5 jutaan/bulan yang artinya sama juga dengan harga apartemen di Jakarta. Harga rumah di sekitaran Sunnyvale sangat mahal, diatas 2 milyar semua. Jadi jangan beli rumah disana, beli di Jakarta aja :)

Untuk akomodasi Sunnyvale relatif lebih mahal, karena harus apartemen dan nggak ada kost yang harganya 1 jutaan :)

4. Gaya

Boooooo, ini yang paling parah di Jakarta. Semua orang pengen tampil gaya. Biaya untuk gaya gila-gilaan. Bayangkan banyaknya orang Jakarta yang pakai Blackberry padahal coba hitung harga blackberry itu berapa persen dari gaji bulanan kebanyakan mereka? 10%, 20%, 50% atau jangan-jangan 100%?

Di Sunnyvale hampir semua orang pakai iphone, harga iphone 4 hanya 2 juta karena kontrak data plan. Dibandingkan Jakarta, harga iphone di Sunnyvale jauh lebih murah. Di Sunnyvale hampir tidak ada orang yang gaya, tidak ada mall, tidak ada tempat belanja-belanja, kalau sore hari orang-orang nongkrong di cafetaria kantor minum-minum kopi, gratis semua. Di Jakarta, kita nongkrong minum kopi harus bayar 20ribuan. Cewek-cewek tukar-tukar sepatu mulu di Jakarta. Di Sunnyvale nggak ada yang gaya, kostum semuanya sama, celana jeans bawahnya baju kaos atasnya. Cowok cewek, developer, sales, sampai ke VP semua kostumnya gitu.

Biaya untuk GAYA di Jakarta gila-gilaan di bandingkan Sunnyvale. Padahal masalah gaji, di Sunnyvale 4-5x lebih tinggi dari gaji di Jakarta.

Tragis, dengan biaya hidup Jakarta yang relatif lebih tinggi, mereka mendapat gaji 4-5x lebih besar dari kita yang di Jakarta.





Nah, bagaimana menurut kamu?






Sumber:
e-mail

Monday, 24 September 2012

Dihukum Mati Masih Tetap Hidup

Seorang terdakwa yang mendapat hukuman mati berarti harus siap menjemput ajal. Namun, bagaimana bila keajaiban terjadi sehingga ia tetap hidup? Lihat 5 kisah nyata ini...

 
1. Anne Green
Anne Green, seorang pembantu rumah tangga abad pertengahan di Oxfordshire. Berhubungan gelap dengan cucu majikannya, lalu bayi yang dilahirkan mati sehingga dituduh sebagai pembunuh.

 


Pada 14 Desember 1650 dihukum gantung saat usianya 22 tahun.  Pada masa itu, hukuman gantung dilaksanakan dengan cara sang tertuduh disuruh naik tangga dan mengalungkan sendiri tali ke lehernya.

Setelah tergantung slama 1/2 jam, tubuh Anne diturunkan dan diberikan pada pihak universitas sebagai bahan kuliah anatomi. Namun, setelah di kampus, peti dibuka dan dokter mendengar suara bernapas dari tenggorokannya.
 
Mereka segera memberinya minum. Dua belas jam setelah eksekusi, Anne sudah bisa bicara beberapa kata. Beberapa tahun kemudian Anne akhirnya menikah dan punya 3 orang anak, serta dapat hidup 15 tahun lagi setelah peristiwa eksekusi yang membuatnya terkenal itu.
 
Konon, akibat kasus ini, terpidana mati digantung dengan cara dijatuhkan dari ketinggian tertentu untuk mematahkan lehernya, sehingga bisa dipastikan mati.

 
2. John Henry George Lee
John merupakan seorang pembantu di rumah Miss Emma. Suatu hari, Miss Emma ditemukan tewas dengan leher yang tersayat pisau dan rumahnya terbakar. John kemudian dinyatakan bersalah dan divonis hukuman gantung. Menurut jadwal, John akan dgantung pada 23 Februari 1885 di Exeter Prison.

 


Saat hari-H, John dibawa keluar dari selnya untuk menuju tempat eksekusi. Namun, trap door (pintu penyekat antar zona penjara) macet. Bukan hanya sekali, dua kali, tapi tiga kali.

Di tengah kebingungan pihak penjara dan eksekutor, John dikembalikan ke sel nya. Dan beberapa hari kemudian, hukumannya diubah menjadi kurungan seumur hidup.

 
3. William Duell
Ketika berusia 16 tahun, William divonis hukuman gantung dengan tuduhan pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang gadis di Village of Tyburn, London.

Jasad dari William rencananya akan dimanfaatkan di kuliah medical training, sesuai dengan prosedur regular pada waktu itu jasadnya dibawa ke universitas.

Kemudian setelah pakaian nya dilucuti dan diletakkan di atas papan, ada seorang petugas lab yg menyadari bahwa jasad william bernapas. Makin lama, William bernapas makin cepat. Dan dalam 2 jam, ia sudah bisa duduk. Malam itu juga, pemerintah memutuskan untuk mengalihkan hukumannya menjadi hukuman kurungan.

 
4. Joseph Samuel
Joseph divonis mati dengan cara digantung setelah dituduh melakukan perampokan rumah seorang wanita kaya dan polisi yang menjaga rumah tersebut ikut terbunuh.

Joseph memang mengakui perampokkan tersebut. Namun, ia menyatakan bahwa ia tidak terlibat dalam pembunuhan tersebut. Joseph merampok rumah tersebut bersama gengnya. Si kepala geng dilepaskan karena kurangnya barang bukti.

 


Pada 1803, Joseph dibawa bersama napi lain ke Parramatta, di mana sudah ada ratusan orang yang datang untuk melihat eksekusi ini. Setelah berdoa, Joseph naik ke atas gerobak dan di lehernya dikalungkan tali. Setelah siap, gerobak tersebut ditarik.

Bukannya menggantung tubuh Joseph, tali tersebut malah putus. Algojo coba lagi, tetapi kali ini tali tersebut selip dan kaki Joseph menyentuh tanah. Di tengah kegaduhan penonton, algojo coba lagi untuk ketiga kali. Tali tersebut kembali putus.
 
Kali ini petugas di lokasi mengabarkan gubernur tentang peristiwa ini. Akhirnya gubernur mengubah hukuman Joseph menjadi kurungan seumur hidup. Gubernur dan petugas lain meyakini bahwa kejadian tersebut merupakan petunjuk dari Tuhan, bahwa tidak seharusnya Joseph mendapat hukuman tersebut.

 
5. Wenseslao Moguel
Moguel divonis mati dengan cara ditembak oleh regu tembak kepolisian. Ia ditembak 9 kali, termasuk 1 peluru terakhir yang ditembakkan ke kepalanya oleh komandan regu dalam jarak dekat untuk memastikan kematiannya.

 


Entah bagaimana, Moguel bisa bertahan hidup dan berencana untuk melarikan diri. Moguel pulang ke kampungnya untuk menikmati sisa hidupnya yang sangat berharga tersebut.
 
Foto di atas diambil pada tahun 1937 di acara Ripley’s Believe It or Not. Dimana Moguel memperlihatkan tanda bekas peluru yg menembus kepalanya dari jarak dekat.











Sumber:
gabohong

Tuesday, 4 September 2012

Kota Yang Hidup Dari Sinar Matahari

Sonnenschiff sebuah kota di Freiburg, Jerman ini memiliki kelebihan yang tidak dimiliki kota lain, dimana "seluruh kebutuhan energi kota ini di suplai dengan menggunakan sinar matahari yang dikenal dengan energi surya". Didesain oleh Rolf Disc, dimana Rumah-rumah ini memiliki atap memungkinkan sinar matahari tetap di simpan pada musim dingin dan menjadi tameng bagi bangunan dari sinar matahari pada musim panas. Bagian atap juga memiliki sistem daur air hujan yang mengairi taman-taman dan mensuplai air ke toilet.









 


Wednesday, 1 August 2012

5 Cara iPhone Ubah Hidup Manusia

Pada 28 Juni 2007, Nokia menjadi perusahaan penjual ponsel terlaris di dunia. Saat itu, orang benar-benar berhenti bekerja saat mematikan komputer.

Selain itu, di saat sama, BlackBerry berhasil membuat para eksekutif tinggi ketagihan. Namun, ketika iPhone pertama dari Apple dipasarkan seharga US$600, perangkat ini langsung menjadi perangkat mewah.

Headline
Foto: IST

Menariknya lagi, lima tahun kemudian, ponsel pintar ini berhasil memberi pengaruh signifikan pada kehidupan sehari-hari manusia, pabrik dan ruang direksi. Hingga kini, lebih dari 217 juta iPhone terjual.

Smartphone ini biasa digunakan para pekerja konstruksi untuk membaca cetak biru, dokter untuk melakukan diagnosa, pemerintah untuk meningkatkan layanan dan orang tua untuk mendiamkan anak-anaknya saat berada di rumah makan.

Dalam lima tahun terakhir, ada lima cara yang dimiliki iPhone yang berhasil mengubah hidup manusia.


1. iPhone menjadi cara baru berinteraksi dengan komputer.

Pada 2007, orang sangat mahir mengetik pesan berkode menggunakan keypad atau keyboard. iPhone, tak memiliki elemen itu dan menggantikannya dengan keyboard layar sentuh.

Ini merupakan langkah klasik Apple menuju kegunaan sederhana untuk membantu membawa komputasi pada khalayak baru, termasuk pecinta teknologi, anak, lansia dan orang dengan gangguan visual atau pendengaran.

Tiba-tiba, pengguna bisa menavigasi ponsel mereka dengan beberapa gesekan jari. Anak-anak secara intuitif tahu cara menggunakannya. Harga mahal dan kurangnya keyboard fisik menjadi ulasan buruk para pengulas pada iPhone.

Menariknya, hal ini tak membuat konsumen takut, dan Apple berhasil menjual satu juta iPhone dalam waktu kurang dari tiga bulan. Pada Oktober lalu, Apple mencoba kembali menggebrak dengan pengenalan fitur asisten-suara Siri.


2. Bangkitnya Aplikasi

Fitur layar sentuh mahal iPhone bukanlah fitur pembunuh yang begitu hebat. Fitur pembunuh itu adalah sistem operasi (OS) mobile dari Apple itu, iOS, serta App Store yang dikendalikan secara ketat.

Aplikasi bawaan perangkat ini sendiri sudah cukup berguna, seperti browser, prakiraan cuaca, e-mail, teks, saham, kalender dan waktu. Namun, saat App Store dibuka, tiba-tiba orang memiliki akses ke kumpulan aplikasi dari pihak ketiga yang dikembangkan dengan menakjubkan.

Dengan aplikasi yang tepat, iPhone bisa melacak matahari, sinkronisasi daftar belanja, menjadi mesin drum, untuk memesan tempat di restoran, dan menjadi kasir. Dalam gaya klasik Steve Jobs, Apple secara penuh mengendalikan penjualan dan persetujuan aplikasi.

App Store sendiri berhasil menciptakan ekonomi mini baru. Apple telah membayar lebih dari US$5 miliar (Rp47,2 triliun) untuk pengembang, dan angka itu tentunya setelah dipotong 30% untuk Apple sendiri. Saat ini, ada lebih dari 650 ribu aplikasi di App Store.


3. Internet 24/7

iPhone mengantar pada era internet sepanjang waktu. Untuk lebih baik atau lebih buruk, ini telah mengaburkan garis antara kerja dan kehidupan rumah, membuat komunikasi terjadi sepanjang waktu dan memicu munculnya sejumlah aturan baru mengenai kapan dan cara tepat menggunakan ponsel pintar.

Perangkat ini memberi pengguna akses cepat ke banyak cara komunikasi, e-mail, Twitter, Instagram, Grindr, Foursquare, Facebook, FaceTime dan SMS. Ponsel biasa memiliki akses internet yang terbatas sebelum kemunculan iPhone.

Semua konektivitas ini membawa gangguan baru, yakni kecanduan ponsel pintar. Hasil studi terbaru Gazelle menemukan, 15% responden lebih memilih ponsel pintar dibanding seks di akhir pekan.


4. Aktivisme Rantai Pemasok

Seiring pertumbuhan Apple, rantai manufaktur perusahaan ini didorong ke batas yang lebih besar dan menjadi sorotan. Pabrik Foxconn di China yang memproduksi iPhone, iPad dan produk lain Apple diketahui aktivis memiliki kondisi kerja buruk, jam panjang dan upah rendah.

Namun, saat tampuk CEO dipegang Tim Cook, masalah ini mulai diselesaikan.


5. Sebuah industri hidup kembali

iPhone mungkin telah membantu membunuh BlackBerry, namun melahirkan genre baru perangkat mobile saat Google merilis OS Android dan Microsoft merilis Windows Phone.

Sebagian besar perusahaan ponsel pun kini mulai memproduksi ponsel pintar layar sentuh. Beberapa pihak bisa mengatakan, iPhone dan iPod touch membantu menelurkan iPad dengan antarmuka identik.

Perangkat laris ini lahir pada 2010 dan berhasil menciptakan pasar gadget baru. Kini, Amazon, Google dan Microsoft juga memiliki tablet baru mereka. Popularitas iPhone sebagai perangkat game portabel juga membantu mengantar era baru mobile gaming.

Lima tahun setelah iPhone masuk pasar, industri teknologi secara keseluruhan berkembang dan berinovasi.

Sumber :
inilah.com

Tuesday, 3 July 2012

Nih Gan, Bagian Tubuh Terpenting Dalam Hidup


Ibuku selalu bertanya padaku, apa bagian tubuh yang paling penting. Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku anggap benar. Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku jawab, “Telinga, Bu.” Tapi, ternyata itu bukan jawabannya.

“Bukan itu, Nak. Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan aku menanyakan lagi nanti.”

Beberapa tahun kemudian, aku mencoba menjawab, sebelum dia bertanya padaku lagi. Sejak jawaban pertama, kini aku yakin jawaban kali ini pasti benar. Jadi, kali ini aku memberitahukannya. “Bu, penglihatan sangat penting bagi semua orang, jadi pastilah mata kita.”
Dia memandangku dan berkata, “i jawabanmu masih salah karena banyak orang yang buta..”

Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru dan dari tahun ke tahun Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban dia selalu, “Bukan. Tapi, kamu makin pandai dari tahun ke tahun, Anakku.”

Akhirnya tahun lalu, kakekku meninggal. Semua keluarga sedih. Semua menangis. Bahkan, ayahku menangis. Aku sangat ingat itu karena itulah saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. Ibuku memandangku ketika tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada kakek.

Dia bertanya padaku, “Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang paling penting, sayang?”
Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering berpikir, ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku. Ibu melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku, “Pertanyaan ini penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar-benar “hidup”.

Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahukan kamu kenapa. Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus mendapat pelajaran yang sangat penting.” Dia memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat matanya penuh dengan air.

Dia berkata, “Sayangku, bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu.” Aku bertanya, “Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?” Ibu membalas, “Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangi ketika mereka menangis. Kadang-kadang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku cuma berharap, kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu selalu punya bahu untuk menangis kapan pun kamu membutuhkannya.”

Akhirnya, aku tahu.

Bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri.
Tapi, simpati terhadap penderitaan yang dialami oleh orang lain.
Orang akan melupakan apa yang kamu katakan.
Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan.
Tapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti.

Semangkuk Susu Dan keseimbangan Hidup


Dikisahkan, suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak karirnya tapi merasa hidupnya tidak bahagia. Istrinya sering mengomel karena merasa keluarga tidak lagi mendapat waktu dan perhatian yang cukup dari si suami. Orang tua dan keluarga besar, bahkan menganggapnya sombong dan tidak lagi peduli kepada keluarga besar. Tuntutan pekerjaan membuatnya kehilangan waktu untuk keluarga, teman-teman lama, bahkan saat merenung bagi dirinya sendiri.

Hingga suatu hari, karena ada masalah, si pemuda harus mendatangi salah seorang petinggi perusahaan di rumahnya. Setibanya di sana, dia sempat terpukau saat melewati taman yang tertata rapi dan begitu indah.

“Hai anak muda. Tunggulah di dalam. Masih ada beberapa hal yang harus Bapak selesaikan,” seru tuan rumah. Bukannya masuk, si pemuda menghampiri dan bertanya, “Maaf, Pak. Bagaimana Bapak bisa merawat taman yang begitu indah sambil tetap bekerja dan bisa membuat keputusan-keputusan hebat di perusahaan kita?”

Tanpa mengalihkan perhatian dari pekerjaan yang sedang dikerjakan, si bapak menjawab ramah, “Anak muda, mau lihat keindahan yang lain? Kamu boleh kelilingi rumah ini. Tetapi, sambil berkeliling, bawalah mangkok susu ini. Jangan tumpah ya. Setelah itu kembalilah kemari”.

Dengan sedikit heran, namun senang hati, diikutinya perintah itu. Tak lama kemudian, dia kembali dengan lega karena mangkok susu tidak tumpah sedikit pun. Si bapak bertanya, “Anak muda. Kamu sudah lihat koleksi batu-batuanku? Atau bertemu dengan burung kesayanganku?”

Sambil tersipu malu, si pemuda menjawab, “Maaf Pak, saya belum melihat apa pun karena konsentrasi saya pada mangkok susu ini. Baiklah, saya akan pergi melihatnya.”

Saat kembali lagi dari mengelilingi rumah, dengan nada gembira dan kagum dia berkata, “Rumah Bapak sungguh indah sekali, asri, dan nyaman.” tanpa diminta, dia menceritakan apa saja yang telah dilihatnya. Si Bapak mendengar sambil tersenyum puas sambil mata tuanya melirik susu di dalam mangkok yang hampir habis.

Menyadari lirikan si bapak ke arah mangkoknya, si pemuda berkata, “Maaf Pak, keasyikan menikmati indahnya rumah Bapak, susunya tumpah semua”.

“Hahaha! Anak muda. Apa yang kita pelajari hari ini? Jika susu di mangkok itu utuh, maka rumahku yang indah tidak tampak olehmu. Jika rumahku terlihat indah di matamu, maka susunya tumpah semua. Sama seperti itulah kehidupan, harus seimbang. Seimbang menjaga agar susu tidak tumpah sekaligus rumah ini juga indah di matamu. Seimbang membagi waktu untuk pekerjaan dan keluarga. Semua kembali ke kita, bagaimana membagi dan memanfaatkannya. Jika kita mampu menyeimbangkan dengan bijak, maka pasti kehidupan kita akan harmonis”.

Seketika itu si pemuda tersenyum gembira, “Terima kasih, Pak. Tidak diduga saya telah menemukan jawaban kegelisahan saya selama ini.”