Wednesday, 9 October 2013

Inilah Hot Pants Jeans Untuk Para Pria di Jepang

type='html'>
Inilah Hot Pants Jeans Untuk Para Pria di Jepang - Pembaca yang budiman, gambar yang Anda lihat di atas adalah adalah sepasang “super Gokusen” hot pants jeans dari retail pakaian dalam online di Jepang, Shirohato.

Mungkin Anda tidak akan merasa heran jika melihat seorang wanita mencuci mobil dengan mengenakan hot pant atau ketika Anda mengunjungi pameran mobil, mungkin Anda bisa menemukan beberapa wanita muda mengenakan celana kecil ini, tetapi pada kenyataanya, hot pant ini ditujukan untuk pria.

Tak heran, ketika foto hot pant ini muncul secara online, foto-foto itu cepat menyebar. Pengguna twitter Jepang juga terkejut dan terpesona dengan hot pant ini sehingga ‘celana mini’ ini ramai di twitter.

Bahkan salah satu pengguna twitter mengaku pernah menemui pasien di rumah sakit tempat ia bekerja mengenakan hot pant ini.

Saya sendiri tidak yakin, meski sebagian masyarakat Indonesia biasanya mudah mengadaptasi budaya asing akan mengikuti tren ini. Bagaimana menurut Anda?


Sumber. uniqpost.com

Monday, 7 October 2013

7 Kisah Seram dari Jepang

type='html'>
Sebagai negara dengan sejarah budaya yang panjang, Jepang memiliki banyak sekali legenda urban. Pastinya menyeramkan. Misalnya kisah tentang puisi kematian Tomino (lihat sumber). Dan masih ada beberapa cerita lain yang bisa membuat bulu kuduk kita merinding.

Untuk lebih jelasnya, langsung saja kita lihat di bawah ini.



1. Hanako-San
Bisa dibilang kisah Hanako adalah kisah yang paling populer di antara legenda horor lainnya di Jepang. Yakni wanita kecil yang menghantui toilet perempuan di sekolah.
 

Konon Hanako-san bisa ‘dipanggil’ dengan cara mengetuk pintu toilet tiga kali sambil bertanya “Apakah kamu di sini, Hanako-san”?. Jika ada jawaban dengan suara misterius, maka dalam bilik toilet akan muncul seorang gadis dengan rok merah atau pakaian serba putih.

Ada banyak versi dan cerita tentang sejarah Hanako-san. Ada yang menyebutkan bahwa ia dulunya adalah murid korban bullying di sekolah, namun ada juga yang mengatakan bahwa ia adalah korban pengeboman sekolah ketika sedang bermain petak umpet.




2. Si Mulut Robek Biasanya kalau kita flu mungkin memakai masker agar tak menular pada orang lain. Atau masalah asap karena kebakaran hutan di Sumatera juga memaksa orang mengenakan masker agar tak terjangkit hispa. Tapi hati-hati kalau kamu di Jepang,  dan bertemu seorang perempuan mengenakan masker di malam hari, bisa jadi ia adalah Kuchisake Onna. 

Pengakuan dari beberapa penduduk adalah Kuchisake Onna sering muncul di jalanan sepi dan bertanya pada orang yang ada di hadapannya apakah dia cantik. Bila orang tersebut menjawab iya, Kuchisake Onna akan melepas maskernya dan bertanya lagi: “Meskipun begini?” sambil memperlihatkan luka robek di sepanjang mulutnya hingga mendekati kedua telinga. Jika orang yang ditemui menjawab tidak, maka Kuchisake Onna akan segera membunuh korbannya dengan gunting yang selalu ia bawa.



Ada dua versi cerita tentang sejarah munculnya hantu  Kuchisake Onna. Versi yang paling populer menyebutkan bahwa dulunya ia adalah seorang selir samurai yang sangat cantik namun gemar berselingkuh. Ketika perselingkuhannya terungkap, suaminya sangat marah dan melukai wajah Kuchisake Onna dari telinga ke telinga.

Sementara itu versi lainnya menyebutkan bahwa ia adalah korban malpraktek dari seorang dokter yang hendak mengoperasinya. Saat itu ia dibius menggunakan minyak yang berbau menyengat. Ketika sedang operasi, ia tidak bisa tenang karena bau yang menyengat tersebut lalu secara tidak sengaja sang dokter merobek mulutnya menggunakan pisau bedah.



3. Kashima Reiko
Legenda horor Kashima Reiko sangat populer di daerah Hokkaido (北海道). Ia berwujud perempuan dengan dua badan yang terpisah di bagian pinggang.



Konon, dikisahkan pada suatu malam Kashima Reiko diganggu oleh segerombolan pria. Kashima Reiko berteriak minta tolong namun tak ada yang mendengar. Ia lalu merangkak hingga tak sadarkan diri di sebuah rel kereta api hingga kereta datang dan membelah badannya menjadi dua bagian.

Sejak itu, Kashima Reiko terkenal mejadi legenda urban tentang seorang perempuan yang mencari bagian tubuhnya yang lain. Hantu ini sering diceritakan muncul di kamar mandi sekolah dan gedung perkantoran sekitar Hokkaido.



4. Aka Manto

Aka Manto sendiri mempunyai arti yaitu Jubah Merah ( Red Cloack/Red Cape ). Ia adalah sosok hantu pria yang kabarnya sering bergentayangan di kamar mandi perempuan dengan mengenakan jubah merah dan sebuah topeng untuk menutupi wajahnya yang tampan.


Kemunculannya ditandai dengan suara misterius yang bertanya pada pengunjung toilet apakah ia ingin kertas warna merah atau biru. Jika pengunjung toilet memilih warna merah, maka ia akan dibunuh dengan kejam hingga bersimbah darah, sedangkan jika memilih warna biru, Aka Manto akan datang mencekik korban hingga kulit korban berubah menjadi pucat kebiruan karena kehabisan napas.

Nah, bingung kan harus memilih yang mana?



5. Himuro Mansion

Kamu pernah bermain video game Fatal Frame? Kalau ya, pasti tidak asing lagi dengan kisah Himuro Mansion. Karena game tersebut diambil dari kisah nyata Himuro Mansion.
 

Himuro Mansion adalah sebuah rumah tradisional Jepang yang memiliki luas cukup besar dan terletak di area terjal berbatuan di perbatasan Tokyo. Tempat ini menjadi terkenal karena pernah terjadi pembantaian besar-besaran di sana.

Dikisahkan, keluarga besar Himuro adalah penganut aliran Shinto kuno yang sangat taat.  Salah satu ritual yang masih dijalankan adalah The Strangling Ritual yang bertujuan untuk melindungi keluarga Himuro dari karma buruk. Tradisi ini dilakukan setiap 50 tahun sekali dengan cara memilih bayi perempuan dari keluarga untuk dibesarkan secara diam-diam dan diisolasi dari dunia luar.

Ketika ritual dijalankan, anak perempuan ini digiring keluar dari tempat persembunyiannya dengan leher, tangan dan kaki terikat pada sekawanan sapi atau kuda yang akan menarik tubuhnya.

Suatu saat, dalam sebuah cerita setempat disebutkan bahwa anak perempuan ini jatuh cinta pada pria yang menyelamatkannya dari ritual mematikan ini. Mengetahui hal ini, kepala keluarga Himuro saat itu segera mengambil pedang dan membunuh semua anggota keluarganya secara brutal.



6. NopperabouNopperabou yang artinya Hantu Muka Rata adalah salah satu legenda urban yang paling tua di Jepang. Wujudnya sama seperti manusia biasa, hanya saja wajahnya rata tanpa mata, hidung dan bibir.
 

Ia sering muncul tiba-tiba lalu berbicara dengan ramah terhadap orang lain. Awalnya lawan bicaranya tidak menyadari jika ia sedang berbicara dengan Nopperabou. Ketika lawan bicaranya lengah, Nopperabou segera menunjukkan wajahnya yang rata dan membuat lawan bicaranya lari terbirit-birit.



7. Rokurokubi
Sama seperti Nopperabou, Rokurokubi adalah salah satu legenda urban yang telah berusia ribuan tahun. Rokurokubi adalah siluman perempuan yang dikutuk karena melanggar karma Budha.

 
Di siang hari, ia tampil sama seperti manusia biasa, sedangkan di malam hari ia berubah menjadi perempuan yang dapat mengulur lehernya hingga sangat panjang dan mengubah wajahnya menjadi sosok yang menyeramkan.

Menurut kisahnya, Rokurokubi dapat hidup bersama manusia biasa dan berpura-pura hidup normal seperti manusia lainnya.














 






Friday, 4 October 2013

Foto: Tren Makan Porsi Raksasa Untuk Pamer di Jepang

type='html'>
Foto: Tren Makan Porsi Raksasa Untuk Pamer di Jepang - Pada umumnya pola makan orang Jepang sederhana, sehat, dan porsinya sedikit. Namun, kini tren memesan makanan dengan porsi raksasa tengah melanda orang-orang di jepang.

Namun ternyata ternyata tujuan utama mereka adalah untuk memfoto dan pamer makanan itu di internet. Tentu saja mereka tidak akan bisa menghabisakan seluruh makanan dengan porsi ‘segunung’ itu.

Bagi mereka rasanya kurang afdol kalo belum foto makanannya sebelum dimakan.


Sumber. uniqpost.com

Tuesday, 20 November 2012

Sangaku, Cara Hitung Matematika Tradisi Jepang

Berbicara tentang matematika, Jepang punya tradisi sendiri yang tidak terpengaruh perkembangan matematika di Arab atau pun Barat.

Maka ketika dunia Arab melahirkan Musa al-Khawarizmi, lalu munculnya ilmuwan di negeri Barat Sir Isaac Newton, Gottfried Wilhelm Leibniz, dan lainnya sekitar abad ke-17, Jepang punya cara sendiri menjawab pertanyaan kompleks tentang geometri.

 


Sebagai bangsa yang dikenal religius, matematika Jepang menjadi karya seni berupa tablet kayu berukir yang disebut Sangaku dan jadi penghias dinding kuil Shinto atau Buddha. Banyak dipakai sebagai persembahan untuk dewa di zaman Edo, awal abad ke-17 sampai tahun 1857.

"Tablet Sangaku mungkin yang paling unik di antara kreasi budaya dunia. Ia sekaligus adalah obyek seni, persembahan reliji, dan catatan yang bisa kita sebut sebagai matematikanya rakyat," kata Tony Rothman dari University of Princenton.

Dia menambahkan Sangaku adalah peninggalan budaya yang layak dipertahankan dan dilindungi. "Ini mungkin hanya teka-teki silang versi Jepang era feodal, namun fungsinya  menjaga pikiran mereka tetap tajam."
 
Tujuan dari sangaku ada tiga: memamerkan prestasi matematika, rasa syukur kepada Buddha dan Dewa, dan persembahan agar mereka dianugerahi pengetahuan matematika yang lebih.


Terlupakan dan Pelestarian

Saat  Jepang mulai membuka diri, Sangaku nyaris terlupakan. Bahkan, Fukugawa, guru SMA di Jepang  bergelar doktor dalam bidang matematika mengaku, dulu ia menyangka mempelajari tablet kuno sangaku adalah hal yang sia-sia.

"Sampai suatu ketika rekanku, seorang sejarawan meminta bantuan menerjemahkan  sebuah buku tentang subyek itu. Barulah aku menyadari matematikawan Edo telah  menuntaskan problem sulit tanpa alat bantu yang kita miliki saat ini,"kata dia. "Sejak itu aku jatuh cinta pada sangaku." Dia ingin mempertahankannya eksistensi peninggalan leluhurnya itu.

Kakek 63 tahun tersebut membantu penelitian Rothman. Meski keduanya saling terpisah ribuan kilometer dan tak pernah bertatap muka langsung. Untung, bahasa matematika adalah universal.

Selain terlibat penelitian, Fukugawa mengaku, selalu mencari cara mengajarkan sangaku pada murid-muridnya. Namun harus hati-hati agar tak justru menimbulkan masalah matematika baru. Sebab, "harus  diingat bahwa Sangaku diciptakan dan ditampilkan terutama untuk kesenangan."

Seperti halnya sejumlah orang di masa itu yang hobi membuat puisi Jepang atau haiku dan kesenian lain. "Ada beberapa orang menikmati matematika, dan melihat sesuatu yang indah di dalamnya."

Matematika sudah mengakar, menjadi tradisi di Negeri Sakura. Maka tak  mengherankan bahwa sudoku yang dimainkan orang saat ini, pertama kali populer di Jepang, sebelum menyebar menyeberangi lautan ke seluruh dunia.




 


Sumber:
viva.

Jepang Bangsa Disiplin... Indonesia?

Bagaimana kita bisa belajar dari Jepang untuk membangun Indonesia? 12 hal di bawah ini bisa jadi introspeksi. 
 
 
 
1. Ketika di kendaraan umum:
Jepang: Orang-orang pada baca buku atau tidur.
Indonesia: Orang-orang pada ngobrol, ngegosip, ketawa-ketiwi cekikikan, ngelamun, dan tidur.

2. Ketika makan dikendaraan umum:
Jepang: Sampah sisa makanan disimpan ke dalam saku celana atau dimasukkan ke dalam tas, kemudian baru dibuang setelah nemu tong sampah.
Indonesia: Dengan wajah tanpa dosa, sampah sisa makanan dibuang gitu aja di kolong bangku/dilempar ke luar jendela.

 
 shibuya246.com
 
3. Ketika di kelas:
Jepang: Yang kosong adalah bangku kuliah paling belakang.
Indonesia: Yang kosong adalah bangku kuliah paling depan.

4. Ketika dosen memberikan kuliah:
Jepang: Semua mahasiswa sunyi senyap mendengarkan dengan serius.
Indonesia: Tengok ke kiri, ada yang ngobrol. Tengok ke kanan, ada yg baca komik. Tengok ke belakang, pada tidur. Cuma barisan depan aja yang anteng dengerin, itu pun karena duduk pas di depan hidung dosen!

5. Ketika diberi tugas oleh dosen:
Jepang: Hari itu juga siang atau malemnya langsung nyerbu perpustakaan atau browsing internet buat cari data.
Indonesia: Kalau masih ada hari esok, ngapain dikerjain hari ini!

6. Ketika terlambat masuk kelas:
Jepang: Memohon maaf sambil membungkukkan badan 90 derajat, dan menunjukkan ekspresi malu dan menyesal gak akan mengulangi lagi.
Indonesia: Slonong boy & slonong girl masuk gitu aja tanpa bilang permisi ke dosen sama sekali.

7. Ketika di jalan raya:
Jepang: Mobil sangat jarang (kecuali di kota besar). Padahal jepang kan negara produsen mobil terbesar di dunia, mobilnya pada ke mana ya?
Indonesia: Jalanan macet, sampai-sampai orang susah nyebrang & sering keserempet motor yg jalannya ugal-ugalan.
 
8. Ketika berangkat kantor:
Jepang: Berangkat naik kereta/bus kota. Mobil cuma dipakai saat acara liburan keluarga atau acara yang bersifat mendesak aja.
Indonesia: Gengsi dooonk... Masa naik angkot?!
 
 
Infrasturktur dan fasum (fasilitas umum) di Jepang dirancang dengan teliti. Tata kota menjadi perhatian penting untuk kenyamanan masyarakat.

 
9. Ketika jam kantor:
Jepang: Jalanan sepiiiii banget, kayak kota mati.
Indonesia: Ada Oknum pake seragam coklat2 pada keluyuran di mall-mall.

10. Ketika buang sampah:
Jepang: Sampah dibuang sesuai jenisnya. Sampah organik dibuang di tempat sampah khusus organik, sampah non organik dibuang di tempat sampah non organik.
Indonesia: Mau organik kek, non organik kek, bangke binatang kek, semuanya tumplek jadi satu dalam kantong kresek. (make it simple hahahaa)
 
 
Lihat pengalaman seorang blogger di tokyoroomfinder.

 
 
11. Ketika janjian ketemu:
Jepang: Ting...tong... semuanya datang tepat pada jam yg disepakati.
Indonesia: Salah satu pihak pasti ada dibiarkan sampai berjamur & karatan gara-gara kelamaan nunggu!

12. Ketika berjalan di pagi hari:
Jepang: Orang-orang pada jalan super cepat kayak dikejar doggy, karena khawatir telat ke tempat kerja atau sekolah.
Indonesia: Nyantai aja cyinn...! Si boss juga paling datangnya telat!
 
 
 
 
 
 
 
Sumber:
mindtalk
1. Ketika di kendaraan umum:
Jepang: Orang-orang pada baca buku atau tidur.
Indonesia: Orang-orang pada ngobrol, ngegosip, ketawa-ketiwi cekikikan, ngelamun, dan tidur.

2. Ketika makan dikendaraan umum:
Jepang: Sampah sisa makanan disimpan ke dalam saku celana atau dimasukkan ke dalam tas, kemudian baru dibuang setelah nemu tong sampah.
Indonesia: Dengan wajah tanpa dosa, sampah sisa makanan dibuang gitu aja di kolong bangku/dilempar ke luar jendela.

3. Ketika dikelas:
Jepang: Yang kosong adalah bangku kuliah paling belakang.
Indonesia: Yang kosong adalah bangku kuliah paling depan.

4. Ketika dosen memberikan kuliah:
Jepang: Semua mahasiswa sunyi senyap mendengarkan dengan serius.
Indonesia: Tengok ke kiri, ada yang ngobrol. Tengok ke kanan, ada yg baca komik. Tengok ke belakang, pada tidur. Cuma barisan depan aja yang anteng dengerin, itu pun karena duduk pas di depan hidung dosen!

5. Ketika diberi tugas oleh dosen:
Jepang: Hari itu juga siang atau malemnya langsung nyerbu perpustakaan atau browsing internet buat cari data.
Indonesia: Kalau masih ada hari esok, ngapain dikerjain hari ini!

6. Ketika terlambat masuk kelas:
Jepang: Memohon maaf sambil membungkukkan badan 90 derajat, dan menunjukkan ekspresi malu dan menyesal gak akan mengulangi lagi.
Indonesia: Slonong boy & slonong girl masuk gitu aja tanpa bilang permisi ke dosen sama sekali.

7. Ketika dijalan raya:
Jepang: Mobil sangat jarang (kecuali di kota besar). Padahal jepang kan negara produsen mobil terbesar di dunia, mobilnya pada ke mana ya?
Indonesia: Jalanan macet, sampai-sampai orang susah nyebrang & sering keserempet motor yg jalannya ugal-ugalan.

8. Ketika jam kantor:
Jepang: Jalanan sepiiiii banget, kayak kota mati.
Indonesia: Ada Oknum pake seragam coklat2 pada keluyuran di mall-mall.

9. Ketika buang sampah:
Jepang: Sampah dibuang sesuai jenisnya. Sampah organik dibuang di tempat sampah khusus organik, sampah non organik dibuang di tempat sampah non organik.
Indonesia: Mau organik kek, non organik kek, bangke binatang kek, semuanya tumplek jadi satu dalam kantong kresek. (make it simple hahahaa)

10. Ketika berangkat kantor:
Jepang: Berangkat naik kereta/bus kota. Mobil cuma dipakai saat acara liburan keluarga atau acara yang bersifat mendesak aja.
Indonesia: Gengsi dooonk... Masa naik angkot?!

11. Ketika janjian ketemu:
Jepang: Ting...tong... semuanya datang tepat pada jam yg disepakati.
Indonesia: Salah satu pihak pasti ada dibiarkan sampai berjamur & karatan gara-gara kelamaan nunggu!

12. Ketika berjalan dipagi hari:
Jepang: Orang-orang pada jalan super cepat kayak dikejar doggy, karena khawatir telat ke tempat kerja atau sekolah.
Indonesia: Nyantai aja cyinn...! Si boss juga paling datangnya telat!

Baca Selengkapnya : http://www.whooila.com/2012/06/perbedaan-yang-mencolok-antara-budaya.html#ixzz2CXnciMUY
Whooila! - Gudang Fakta Unik dan Aneh

Saturday, 17 November 2012

23 Fakta Menarik Budaya Orang Jepang

1. Di Jepang, angka "4″ dan "9″ tidak disukai, sehingga sering tidak ada nomor kamar "4″ dan "9″. "4″ dibaca "shi" yang sama bunyinya dengan yang berarti "mati", sedang "9″ dibaca "ku", yang sama bunyinya dengan yang berarti "kurushii/sengsara.

2. Orang Jepang menyukai angka "8″. Harga-harga barang kebanyakan berakhiran "8″. Susu misalnya 198 yen. Tapi karena aturan sekarang ini mengharuskan harga barang yang dicantumkan sudah harus memasukkan pajak, jadi mungkin kebiasaan ini akan hilang. (Pasar = Yaoya = tulisan kanjinya berbunyi happyaku-ya atau toko 800).

3. Kalau musim panas, drama di TV seringkali menampilkan hal-hal yang seram (hantu).

4. Cara baca tulisan Jepang ada dua style : yang sama dengan buku berhuruf Roman alphabet huruf dibaca dari atas ke bawah, dan yang kedua adalah dari kolom paling kanan ke arah kiri. Sehingga bagian depan dan belakang buku berlawanan dengan buku Roman alphabet (halaman muka berada di "bagian belakang").

5. Tanda tangan di Jepang hampir tidak pernah berlaku untuk keperluan formal, melainkan harus memakai hanko/inkan/stempel. Jenis hanko di Jepang ada beberapa, a.l. jitsu-in, ginko-in, dan mitome-in. Jadi satu orang kadang memiliki beberapa jenis inkan, untuk berbagai keperluan. Jitsu-in adalah inkan yang dipakai untuk keperluan yang sangat penting, seperti beli rumah, beli mobil, untuk jadi guarantor, dsb. jenis ini diregisterkan ke shiyakusho. Ginko-in adalah jenis inkan yang dipakai untuk khusus membuat account di bank. inkan ini diregisterkan ke bank. Mitome-in dipakai untuk keperluan sehari-hari, dan tidak diregisterkan.

6. Kalau kita membubuhkan tanda tangan, kadang akan ditanya orang Jepang: ini bacanya bagaimana? Kalau di Jepang saat diperlukan tanda tangan (misalnya di paspor, dsb.) umumnya menuliskan nama mereka dalam huruf Kanji, sehingga bisa terbaca dengan jelas. Sedangkan kita biasanya membuat singkatan atau coretan sedemikian hingga tidak bisa ditiru/dibaca oleh orang lain.

7. Acara TV di Jepang didominasi oleh masak memasak.

8. Fotocopy di Jepang self-service, sedangkan di Indonesia di-service.

9. Jika naik taxi di Jepang, pintu dibuka dan ditutup oleh supir. Penumpang dilarang membuka dan menutupnya sendiri.

10. Pernah nggak melihat cara orang Jepang menghitung "satu", "dua", "tiga".... dengan jari tangannya? Kalau kalian perhatikan, ada perbedaan dengan kebiasaan orang Indonesia. Orang Indonesia umumnya mulai dari tangan dikepal dan saat menghitung "satu", jari telunjuk ditegakkan. Menghitung "dua", jari tengah ditegakkan, dst. Kalau orang Jepang, kebalikannya. Mereka selalu mulai dari telapak tangan terbuka, dan cara menghitungnya kebalikan orang Indonesia. Saat bilang "satu", maka jarinya akan ditekuk/ditutupkan ke telapak tangan.

11. Sepeda tidak boleh dipakai boncengan, kecuali yang memboncengkannya berusia lebih dari 16 tahun dan anak yang diboncengkan berusia kurang dari 1 tahun dan hanya seorang saja yang diboncengkan. Bila dilanggar, dendanya maksimal 20 ribu yen. (setara dengan Rp 2.172.494,70)

12. Kalo naik eskalator di Tokyo, kita harus berdiri di sebelah kiri, karena sebelah kanan adalah untuk orang yang terburu-buru. Jangan sekali-kali berdiri di kanan kalo kita tidak langsung naik.

13. Pacaran di Jepang sungguh hemat, traktir-traktiran bukan budaya pacaran Jepang. Jadi selama belum jadi suami-istri, siapkan duit buat bayar sendiri-sendiri.

14. Antar jemput pacar juga bukan budaya orang Jepang. Kalau mau ketemuan, ya ketemuan di stasiun.

15. Jangan pernah sekali-kali bilang ke orang jepang : "Gue maen ke rumah lu ya". Karena itu dianggap nggak sopan. Ke rumahnya cuma kalau udah diijinkan.

16. "Aishiteru" yang berarti aku cinta kamu, jarang dipakai sama orang pacaran, kecuali kalau mereka benar-benar sudah mau nikah. Biasanya mereka pakai "Daisuki desu" buat ngungkapin kalau mereka sayang sama pacarnya.

17. Sebelum bepergian, biasanya orang Jepang selalu mengecek ramalan cuaca. Dan 90% ramalan cuaca itu akurat. Itu sebabnya kalau ada orang bawa payung, pasti kita bakal lihat orang yang lainnya lagi bawa payung juga. Dan perempatan Shibuya adalah tempat yang paling menarik ketika hujan, karena dari atas kita akan melihat lautan payung yang berwarna-warni.

18. Bunga sakura adalah bunga yang spesial di Jepang, karena bunganya hanya tumbuh 2 minggu selama setahun. Ketika tumbuh, bunganya memenuhi seluruh pohon, tanpa daun. Setelah 2 minggu, tidak ada satupun bunga sakura, yang ada hanyalah daun-daun hijau, tanpa bunga, dan jadi tidak menarik lagi.

19. Di Indonesia, kita bakal dapet duit kalo kita menjual barang bekas kita ke toko jual-beli. Tapi di Jepang, kita malah harus bayar kalau mau menaruh barang kita di toko jual-beli. Itulah sebabnya kenapa orang Jepang lebih memilih meninggalkan TV bekas mereka begitu aja kalau mau pindah apartemen.

20. Di perempatan jalan Kyoto, perempatan jalan yang kecil, tidak ada mobil sama sekali, tapi ada lampu merah, pejalan kaki selalu berhenti ketika lampu tanda pejalan kaki menunjukkan warna merah. Mereka santai aja, baca koran, ngobrol, merokok, dan kemudian jalan lagi ketika lampu sudah hijau. Padahal tidak ada mobil yang lewat satupun. Mungkin kalau mereka melanggar peraturan juga tidak akan celaka.

21. Mereka tidak percaya Tuhan (mayoritas atheis), tapi mereka bisa disiplin dan taat sama peraturan. Mungkin karena itu negara mereka maju.

22. Jepang adalah negara paling porno ke 2 setelah Amerika Serikat.

23. Kebanyakan remaja 12 tahun Jepang sudah pernah menonton JAV (Japan Adult Video) lebih dari 10 kali dalam sebulan.

Sumber

Saturday, 10 November 2012

5 Gadget Unik Buatan Jepang

Yang pasti tak ada yang tahu kapan Jepang akan berhenti membuat kita terkesan dengan penemuan-penemuan yang nyentrik dan keren. Dan kali ini, ada lima gadget yang tampaknya tak sekedar unik, tapi juga sungguh dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

1. BBQ Hotplate USB
Hotplate untuk barbeque ini diciptakan oleh pecinta BBQ Kaizo Acho Ichidai. Keinginannya untuk menghangatkan makanan menggunakan komputer mendorongnya untuk membeli enam USB card tambahan, menanamkannya pada PC-nya dan kemudian mencolokkannya pada sebuah pemanas mangkuk USB. Hasilnya sebuah hotplate BBQ bertenaga USB dengan kempuan yang cukup untuk menggoreng sebutir telur atau, dalam kasus Kaizo, membuat mi instan!

2. Pendingin Bokong USB
Selanjutnya adalah bantalan kursi dari Thanko. Begitu dihubungkan dengan PC via USB, kursi itu bisa berubah menjadi kursi kantor yang di saat bersamaan bisa menghembuskan udara dingin tepat ke bokong Anda. Ini jelas sangat bermanfaat di cuaca panas, apalagi jika bos Anda orang yang pelit dan tidak mengijinkan menyalakan AC. 

3. Teropong-Kamera Digital
Penemuan yang keempat adalah 4x digital camera dengan fitur sebuah LCD 1.5 inci, sebuah antarmuka USB 1.1, sebuah lubang kartu memori SD/MMC, dan yang terbaik dari semuanya, sepasang teropong 8MP. Alat yang menakjubkan ini, juga buatan Thanko, tampaknya dibuat khusus untuk tukang intip komputer orang di malam hari (tidak disarankan!)

4. Jam tangan Kisai Sensai
Ini adalah jam tangan aluminium LED, Kisai Sensai, dari Tokyo Flash Japan, menggunakan LED berwarna merah, hijau dan kuning untuk menunjukkan waktu dalam format jam dan menit. LED merah menunjukkan jam, hijau menunjukkan per 5 menit dan yang kuning menunjukkan per menit tunggal. Memang agak susah untuk terbiasa menggunakan jam ini, tapi setidaknya Anda jadi tampak sangat keren.

5. Toilet Bernyanyi
Yang terakhir dari pabrikan toilet terbesar di dunia, Toto Japan. Mereka menciptakan sebuah toilet all-in-one bernama-kode Apricot yang memiliki penutup otomatis, penyemprot dan sebuah MP3 player dengan slot kartu memori SD dan remote control yang bisa dilepas. Bagian pemutar musiknya ditempatkan di panel kontrol terpisah di belakang toiletnya. Sekarang Anda bisa membuat playlist yang sesuai dengan mood saat buang air.

Friday, 9 November 2012

Bangkai Motor Korban Tsunami Jepang Dipamerkan !

Motor ini adalah Harley-Davidson Softail Night Train yang dibuat tahun 2004 dan kini moge tersebut dipajang di Museum Harley Davidson, moge ini dipamerkan bukan karena motor langka tapi sejarah yang ada di dalam moge tersebut. Harley-Davidson ini dimiliki salah satu korban gempa dan tsunami yang terjadi di Jepang dan korban tsunami itu adalah Ikuo Yokoyama.
Ternyata motor ini terbawa gelombang laut dimulai dari wilayah Miyagi Prefecture, yang terletak di bagian utara Jepang hingga akhirnya moge itu terdampar di Graham Island di British Columbia, Kanada.


Seperti yang dilansir dari Autoblog, moge ini ditemukan oleh Peter Mark salah satu warga Kanada yang menjaga pantai di Graham Island. Mark menemukan moge itu di dalam sebuah peti kemas yang ternyata sudah terdampar selama dua bulan setelah terjadinya bencana tersebut.
Pihak dari Harley-Davidson sempat menawarkan motor itu diperbaiki lalu dikembalikan kepada sang pemilik yaitu Ikuo Yokoyama. Tapi tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh ‘sang majikan’ dan memilih motor kesayangannya itu diabadikan untuk menjadi kenang-kenangan dari bencana gempa dan juga tsunami di Jepang.


Sang pemilik, Ikuo YokoyamaWakil Presiden museum Harley-Davidson, Bill Davidson, malah merasa terhormat bisa menyimpan motor tersebut yang dinilainya mempunyai nilai sejarah.
“Motor ini memiliki cerita yang luar biasa untuk diberi tahu, dan kami merasa terhormat bisa menyimpan dan berbagi cerita kepada para pengunjung yang datang,” ujar Davidson.

Bentuk Harley-Davidson ini masih sama seperti pertama kali ditemukan oleh Mark, moge ini sengaja dipajang untuk memperingati para korban yang terkena bencana gempa dan tsunami di Jepang.

Saturday, 14 July 2012

Misteri Laut Setan di Jepang yang Sangat Menakutkan

http://angkatigabelas.blogspot.com/
Sebenarnya,ada suatu perairan di Jepang yang sangat berbahaya bagi aktivitas pelayaran dan penerbangan,sama bahaya dengan Segitiga bermuda/Bermuda Triangle yaitu Japan Devil’s Sea/Laut Setan.
 
Perairan ini adalah merupakan daerah lautan tenang di Laut Pasifik, 100 KM sebelah selatan Tokyo, yang terletak diantara pulau Ivojima dan Pulau Miyake,tetapi kurang begitu terkenal dibanding Segitiga Bermuda, barangkali karena letaknya yang jauh dari daratan Jepang.
Sementara itu Segitiga Bermuda sangat akrab bagi kalangan pelaut Amerika, yang pada gilirannya menelan banyak kapal dan pesawat.
 
Kendati demikian,Laut Setan dekat daratan Jepang itu juga bertanggung jawab atas hilangnya beberapa kapal dan pesawat. Antara tahun 1950 dan 1954, didaerah ini telah hilang tidak kurang dari 9 kapal besar tanpa meninggalkan bekas. Pemerintah Jepang sangat menaruh perhatian terhadap daerah ini,dan mengumumkan bahwa ia merupakah daerah berbahaya dan tidak boleh didekati. Pada tahun 1955 pemerintah Jepang mengirim ekspedisi dengan membawa sejumlah pakar menuju daerah tersebut dengan menggunakan kapal Kawamaru. Malangnya Kawamaru lenyap tanpa pesan.
 
Seorang sarjana Amerika,Ivan Sanderson,yang sangat tertarik dengan semua keanehan tersebut,berusaha melihat letak Segitiga Bermuda dan Japan Devil’s Sea dalam peta. Ternyata dia melihat bahwa kedua daerah tersebut terletak persis digaris bujur antara 30 dan 40 derajat sebelah utara khatulistiwa,luasnya hampir sama
 
http://angkatigabelas.blogspot.com/
 
Melalui kesimpulan ini Sanderson melanjutkan pengamatannya pada hal-hal lainnya, dan dia menemukan bahwa terdapat 12 daerah di dunia ini yang sejenis dengan itu. Dua diantaranya di kutub utara dan kutub selatan, sedang sepuluh lainnya terbagi dalam dua jajar, jajaran pertama terletak pada garis bujur 40 derajat sebelah utara, dan jajaran kedua terletak pada garis bujur 40 derajat sebelah selatan khatulistiwa.
 
Masing-masing tempat terpisah sekitar 72 derajat pada garis lintang. Tempat-tempat tersebut disamping didua kutub utara dan selatan, antara lain adalah dua daerah yang terletak didaratan. Satu di uatara Gurun Pasir Besar Afrika, dan satu lagi di daerah pegunungan barat laut India.
 
Sanderson mengamati bahwa sebagian besar daerah tersebut memiliki kemiripan satu sama lain, antara lain, dalam letaknya yang berada dikawasan yang mana bertemu arus panas dan dingin, dan bahwasanya tempat2 tersebut dipandang sebagai titik-simpul, karena ia mengarahkan arus air atas dan bawah pada arah yang berlawanan, dan dengan suhu yang berbeda tersebut, dapat menimbulkan gelombang magnetic yang menjadi biang keladi bagi semua kecelakaan itu.Akan tetapi teori Sanderson ini tidak dibangun atas suatu dalil.
Tidak ada suatu apapun yang membuktikan bahwa pertemuan dua aliran air yang berlawanan arah dan dengan suhu yang berbeda dapat menghasilkan gelombang magnetis didalam bumi.
 
Selain itu, teori Sanderson juga tidak menginprestasikan cara kerja “Kuburan Setan” yang terletak didaratan.Yakni,dua dikutub utara dan kutub selatan, yang ketiga disebelah utara Gurun Besar Afrika, dan yang keempat di pegunungan barat-daya India.
 
Lebih jauh lagi,teori tersebut gagal menjawab pertanyaan,mengapa kapal-kapal yang menjadi korban ditempat-tempat seperti itu ditinggalkan penumpangnya begitu saja, dan kemana pula mereka pergi? Lalu, peristiwa apa pula yang kelihatannya demikian menakutkan mereka,sehingga mereka meninggalkan kapalnya?

Rumah Gelandangan Jepang ini Menggunakan Tenaga Surya

Gelandangan di Jepang, walau dengan ekonomis sulit dan menderita, masih bisa kreatif. Apa buktinya?

Tahun 2004 silam terbit sebuah buku Rumah Nol Yen. Sesuai judul, buku ini membahas rumah-rumah yang dibangun dengan biaya seminim mungkin oleh para gelandangan di Tokyo, Osaka, dan Nagoya. Buku ini ditulis oleh Kyohei Sakaguchi, seorang arsitek Jepang.


Bagaimana dan apa yang menggerakkan Sakaguchi menulis buku tersebut? Pada tahun 2000, arsitek Kyohei Sakaguchi berjalan melintasi kampung gelandangan di pinggiran sungai Tokyo, Jepang. Saat mengamati rumah-rumah di daerah kumuh tersebut, Sakaguchi tertarik dengan sebuah rumah yang unik. Ya, rumah tersebut dilengkapi panel tenaga surya. 

Setelah menyelidiki, ternyata gelandangan yang tinggal di dalam rumah mini ini pernah bekerja untuk perusahaan kamera. Dia telah mengenal cara kerja elektronika. Dengan membuat panel tenaga surya, maka listrik yang dihasilkan bisa menyalakan TV dan radio sebagai penghibur dalam rumah.

Rumah ini memang kecil. Tapi, dibuat dengan baik oleh orang yang masuk kategori "tunawisma". Interior rumah mini ini dibuat dari kayu. Atapnya dibuat dari kardus. Dia menutupi sisi rumah dengan lapisan vinil biru yang lebar. Barang-barang persediaannya diletakkan di bawah lantai.

Rumah ini tidak terhubung dengan jalan. Dia hanya menaruhnya di jalan.

"Dia mengatakan kepada saya bahwa rumah ini pernah bisa mengapung di atas air. Rumah ini juga dapat menjadi kapal!" ujar Sakaguchi kepada Neatorama. 

Wah, kreatif juga ya gelandangan di Tokyo ini :-)

Thursday, 12 July 2012

Unik, Rumah Gelandangan di Jepang Pakai Tenaga Surya

Gelandangan di Jepang, walau dengan ekonomis sulit dan menderita, masih bisa kreatif. Apa buktinya?

Tahun 2004 silam terbit sebuah buku Rumah Nol Yen. Sesuai judul, buku ini membahas rumah-rumah yang dibangun dengan biaya seminim mungkin oleh para gelandangan di Tokyo, Osaka, dan Nagoya. Buku ini ditulis oleh Kyohei Sakaguchi, seorang arsitek Jepang.
 

mnn.com

Bagaimana dan apa yang menggerakkan Sakaguchi menulis buku tersebut? Pada tahun 2000, arsitek Kyohei Sakaguchi berjalan melintasi kampung gelandangan di pinggiran sungai Tokyo, Jepang. Saat mengamati rumah-rumah di daerah kumuh tersebut, Sakaguchi tertarik dengan sebuah rumah yang unik. Ya, rumah tersebut dilengkapi panel tenaga surya.

Setelah menyelidiki, ternyata gelandangan yang tinggal di dalam rumah mini ini pernah bekerja untuk perusahaan kamera. Dia telah mengenal cara kerja elektronika. Dengan membuat panel tenaga surya, maka listrik yang dihasilkan bisa menyalakan TV dan radio sebagai penghibur dalam rumah.

Rumah ini memang kecil. Tapi, dibuat dengan baik oleh orang yang masuk kategori "tunawisma". Interior rumah mini ini dibuat dari kayu. Atapnya dibuat dari kardus. Dia menutupi sisi rumah dengan lapisan vinil biru yang lebar. Barang-barang persediaannya diletakkan di bawah lantai.

Rumah ini tidak terhubung dengan jalan. Dia hanya menaruhnya di jalan.

"Dia mengatakan kepada saya bahwa rumah ini pernah bisa mengapung di atas air. Rumah ini juga dapat menjadi kapal!" ujar Sakaguchi kepada Neatorama.

Wah, kreatif juga ya gelandangan di Tokyo ini :-)





Sumber:

Wednesday, 11 July 2012

Perbedaan yang Mencolok Antara Budaya Jepang dengan Indonesia


Quote:
Ada banyak hal perbedaan antara budaya Jepang dengan Indonesia, namun disini vero hanya menampilkan beberapa saja.
1. Ketika di kendaraan umum:
Jepang: Orang-orang pada baca buku atau tidur.
Indonesia: Orang-orang pada ngobrol, ngegosip, ketawa-ketiwi cekikikan, ngelamun, dan tidur.


2. Ketika makan dikendaraan umum:
Jepang: Sampah sisa makanan disimpan ke dalam saku celana atau dimasukkan ke dalam tas, kemudian baru dibuang setelah nemu tong sampah.
Indonesia: Dengan wajah tanpa dosa, sampah sisa makanan dibuang gitu aja di kolong bangku/dilempar ke luar jendela.


3. Ketika dikelas:
Jepang: Yang kosong adalah bangku kuliah paling belakang.
Indonesia: Yang kosong adalah bangku kuliah paling depan.

4. Ketika dosen memberikan kuliah:
Jepang: Semua mahasiswa sunyi senyap mendengarkan dengan serius.
Indonesia: Tengok ke kiri, ada yang ngobrol. Tengok ke kanan, ada yg baca komik. Tengok ke belakang, pada tidur. Cuma barisan depan aja yang anteng dengerin, itu pun karena duduk pas di depan hidung dosen!


5. Ketika diberi tugas oleh dosen:
Jepang: Hari itu juga siang atau malemnya langsung nyerbu perpustakaan atau browsing internet buat cari data.
Indonesia: Kalau masih ada hari esok, ngapain dikerjain hari ini!


6. Ketika terlambat masuk kelas:
Jepang: Memohon maaf sambil membungkukkan badan 90 derajat, dan menunjukkan ekspresi malu dan menyesal gak akan mengulangi lagi.
Indonesia: Slonong boy & slonong girl masuk gitu aja tanpa bilang permisi ke dosen sama sekali.

7. Ketika dijalan raya:
Jepang: Mobil sangat jarang (kecuali di kota besar). Padahal jepang kan negara produsen mobil terbesar di dunia, mobilnya pada ke mana ya?
Indonesia: Jalanan macet, sampai-sampai orang susah nyebrang & sering keserempet motor yg jalannya ugal-ugalan.


8. Ketika jam kantor:
Jepang: Jalanan sepiiiii banget, kayak kota mati.
Indonesia: Ada Oknum pake seragam coklat2 pada keluyuran di mall-mall.


9. Ketika buang sampah:
Jepang: Sampah dibuang sesuai jenisnya. Sampah organik dibuang di tempat sampah khusus organik, sampah non organik dibuang di tempat sampah non organik.
Indonesia: Mau organik kek, non organik kek, bangke binatang kek, semuanya tumplek jadi satu dalam kantong kresek. (make it simple hahahaa)


10. Ketika berangkat kantor:
Jepang: Berangkat naik kereta/bus kota. Mobil cuma dipakai saat acara liburan keluarga atau acara yang bersifat mendesak aja.
Indonesia: Gengsi dooonk... Masa naik angkot?!


11. Ketika janjian ketemu:
Jepang: Ting...tong... semuanya datang tepat pada jam yg disepakati.
Indonesia: Salah satu pihak pasti ada dibiarkan sampai berjamur & karatan gara-gara kelamaan nunggu!


12. Ketika berjalan dipagi hari:
Jepang: Orang-orang pada jalan super cepat kayak dikejar doggy, karena khawatir telat ke tempat kerja atau sekolah.
Indonesia: Nyantai aja cyinn...! Si boss juga paling datangnya telat!


sumber :http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=10892239

Sunday, 24 June 2012

Kappa Makhluk Mitologi Dari Jepang

Bentuknya mirip setan kecil, sering juga disebut monyet air. Seekor Kappa memiliki lekukan di atas kepalanya dan lekukan itu dipenuhi air dari mata air asli. Jika air tersebut tumpah, kekuatan magisnya hilang. Kappa biasanya minum darah tapi itu tergantung apakah dia baik atau jahat. Kappa suka mentimun dan apabila ada keluarga yang ingin dilindungi Kappa atau menghindari kesialan, mereka biasanya menulis nama mereka di mentimun dan melemparnya di kolam Kappa. Makhluk ini dikenal sopan dan selalu menepati janji. Yang aneh dalam cerita Kappa di cerita rakyat Jepang adalah banyaknya versi Kappa yang berbeda. Ada Kappa bermata satu, Kappa berbulu, Kappa penakut, Kappa pendaki gunung dan bahkan pesta Kappa.Makhluk ini juga disebut memiliki bau seperti ikan dan membenci suara keras dan benda logam. Habitat utama Kappa tersebar di wilayah Kyushu dan sungai Sarugaishi di Honshu.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFPqxdsvOwIhjmVMHJVE981Sv0eqORK0bOPPsA341jBikiQuC6gAoDF6VXcSSVT9tdDw2b-P6Bg-XJouqm6-1K76IJRR3EiCJDvwYVY9fCMZJEVRNKgxligaXTRDtTBes4XB8My0m4_cHS/s1600/kappa_650.jpg

Satu ciri yang unik dari Kappa adalah adanya sebuah rongga tanpa tutup di atas kepalanya. Rongga bulat ini berisi air yang menjadi sumber kekuatan Kappa. Jadi jika suatu hari anda bertengkar dengan Kappa, sebelum bertarung, berilah hormat terlebih dahulu dengan cara membungkukkan badan. Kappa yang disebut sebagai makhluk yang memiliki tata krama akan segera membalas dengan membungkukkan badannya juga. Dengan demikian cairan di kepalanya akan tumpah dan kekuatannya akan hilang. Hal ini akan memaksa ia mengundurkan diri dari pertarungan.

http://www.printsofjapan.com/images/Kappa_control2.JPG

Walaupun memiliki ukuran seperti anak kecil, Kappa disebut memiliki kekuatan yang besar. Ia berani menyerang seekor kuda dan mampu menarik mangsanya yang bertubuh lebih besar ke dalam air. Menurut berbagai legenda, Kappa mendapatkan kekuatannya dengan meminum darah dan menyantap isi perut mangsanya. Walau kadang dideskripsikan sebagai makhluk yang jahat, namun banyak legenda menceritakan mengenai Kappa sebagai makhluk yang baik dan pandai mengobati. Jika ia tertangkap dan diminta untuk berjanji agar tidak mengganggu penduduk lagi, ia pasti akan menepati janjinya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiscWPvmrhm7uP1T6yBoFt6sO0T7DN0uMAt0bDBWVC6XAE9-aXJhsOBp5k7ouMPgP4ECyEkU9WKwHrvYO9iiX9AnwF7eVbkc0fUwuKke8OEZpqwBhMcX_uRx1-GSfXGyWp7o7TEpeJo468/s1600/Kappa.jpg

Pertama kali kisah Kappa muncul pada catatan kuno Nihon Shoki yang berasal dari tahun 720 masehi. Di dokumen itu, Kappa disebut "Kawa no Kami". Pada periode Edo, Ilustrasi mengenai Kappa muncul dalam antologi-antologi dan lukisan. Pada tahun 1910, Kappa mulai mendapat popularitasnya setelah sebuah kisah yang berjudul Tono Monogatari terbit. Dalam kisah itu diceritakan mengenai beberapa makhluk legenda termasuk Kappa.